Kunjungan DNPI (Dewan Nasional Perubahan Iklim) ke Bappeda Kota Batam

Senin, 8 September 2014, Kantor Bappeda Kota Batam kedatangan tamu-tamu dari Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI). Maksud dan tujuan DNPI tersebut adalah untuk mensosialisasikan mengenai isu Perubahan Iklim (Climate Change) di Indonesia pada umumnya dan sekaligus memberikan masukan-masukan mengenai pentingnya peran Pemerintah dalam mengurangi dampak dari perubahan iklim.

Kota Batam sebagai Kota Industri dengan berbagai limbah yang dihasilkan dari aktivitas-aktivitas rutin dapat mengakibatkan dampak terhadap perubahan iklim yang secara tidak langsung kita rasakan. Polusi yang terus menerus terjadi, baik itu sebagai akibat limbah industri maupun limbah domestik dapat mengakibatkan terjadinya perubahan iklim. Kondisi cuaca yang tidak menentu, seperti yang telah dirasakan oleh penduduk Batam di awal tahun 2014 (Baca: Air Dam Batam Menyusut) dan munculnya kupu-kupu dalam jumlah yang banyak secara serentak di pertengahan tahun (Baca: Kupu-Kupu) mungkin merupakan salah satu akibat dari perubahan iklim yang dapat kita lihat dan rasakan secara langsung.

Land Use, Land Use Change, and Forestry (LULUCF) atau alih guna lahan dan kehutanan merupakan salah satu isu kunci dalam masalah  perubahan iklim. Hal ini dikarenakan sektor LULUCF berpotensi besar dalam mengeluarkan emisi maupun menyerap dan menyimpan karbon. Menurut IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) 2007, LULUCF memberikan sumbangan emisi sebesar 31% dan ini lebih besar dibandingkan energi dan fossil fuel supply yang hanya 26%. Mengingat alih guna lahan masih diperlukan oleh daerah-daerah yang sedang berkembang, salah satunya Kota Batam, maka salah satu cara untuk menanggulangi efek negatif dari alih guna lahan adalah melalui penerapan teknologi-teknologi yang tepat guna.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *