Rakor Pelaksanaan PnPm Kecamatan Belakang Padang Tahun 2014

IMG_0464

Rapat Koordinasi Pelakaksanaan Pn Pm kecamatan Belakang Padang Tahun 2014 yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Kecamatan Belakang Padang Yaitu Bapak SADIMAN, SE

IMG_0460 IMG_0461 IMG_0462 IMG_0463

Pembayaran Kompensasi dan Saguhati Pembebasan Jalur Pipa Gas dari Pulau pemping ke Tanjung Uncang

 Kegiatan Pembayaran Kompensasi dan Saguhati Jalur Pipa Gas Terhadap Warga Yang Terkena Dampaknya….     

IMG_0455 IMG_0456 IMG_0458 IMG_0454 IMG_0453 IMG_0452 IMG_0451 warga penerima kompensasi

Halal Bihalal Kecamatan Belakang padang

Memeriahkan lagi semarak agustus masyarakat belakang padang melalui Kecamatan Belakang Padang melakukan halal bihalal masyarakat Kecamatan Belakang Padang Bersama bapak Wakil Walikota Batam.

Tari Persembahan dialu – alukan kepada bapak Wakil Walikota Batam sebagai budaya   utama untuk menyambut tetamu istimewa     Belakang Badang, Ustadz H. Jamluddin Nur sebagai penceramah besrta iringan musik Gazal dan Marawis manambah lagi kemeriahan pada malam tersebut

Joget Lambak

Peminat Setia Joget Lambak, Anip Bin kahar adalah salah seorang peminat joget lambak yang tidak pernah mau ketinggalan setiap kali ada pertandingan joget tersebut walau dimana dan seberapa jauh tempatnya

” Menang Kalah Biasa “ itulah ungkapan salah seorang sebagai peminat setia joget lambak ini yang penting “Kita Ikut Lebih Memeriahkan Hari 17 Agustus ini “ begitulah tuturnya dengan penuh rasa bangganya menjadi rakyat indonesia, tertlihat dari tampilan dan aksinya diatas panggung memang patut kita acungkan jempol, Anip Bin Kahar adalah  seorang penduduk Kecamatan Belakang Padang  bertempat tinggal di Sungai Buaya Rt 02/04 Kelurahan Sekanak Raya yang pada saat ini Lurahnya adalah Ibu Syarifah Fadhlun Al Attas, SH

Selamat Datang di Website Kecamatan Belakang Padang

Belakang Padang sebagai salah satu Kecamatan yang terletak di luar Pulau Batam (Hinterland) merupakan salah satu Kecamatan yang terbesar ini terdiri dari 6 Kelurahan yaitu Kelurahan Tanjung Sari, Kelurahan Sekanak Raya, Kelurahan Pemping, Kelurahan Kasu, Kelurahan Pecong, Kelurahan Pulau Terong, dengan Luas Kecamatan 581.548km2 yang terdiri dari lautan dan pulau-pulau.

Dengan jumlah penduduk sebanyak 20.366 jiwa dengan WNI sebanyak 20.362 jiwa  yang tersebar di 6 Kelurahan (data 2007). Sekolah yang ada di Kecamatan Belakang Padang terbagi atas 3 TK Swasta, 16 SD Negeri, 3 SMP Negeri dan 3 SMA Negeri dengan jumalh murid 219 orang untuk Taman Kanak-kanak, 2.248 orang untuk Sekolah Dasar, 744 orang untuk murid SMP dan 616 orang untuk murid SMA. Sedangkan banyak nya tenaga pengajar sebanyak 14 guru TK, 135 guru SD, 48 guru SMP dan 44 guru SMA (data 2007).

Untuk Pelayanan Kesehatan kepada masyarakat, di Kecamatan Belakang Padang terdapat 1 Puskesmas,6 Puskesmas Pembantu, 6 Puskesmas Keliling, dan 6 Polindes yang tersebar di masing-masing Kelurahan dengan jumlah tenaga kesehatan sebanyak 4 dokter umum, 1 dokter gigi, 5 bidan desa dan 9 dukun beranak serta terdapat 3 toko obat (data 2006).

Kerukunan umat beragama di Kecamatan Belakang Padang pun terjalin dengan baik antar umat beragama, dimana terdapat 20 Masjid dengan 7 Mushola, 1 Gereja untuk pemeluk Kristen dan 1 Gereja untuk pemeluk Katholik serta 1 Vihara untuk umat Budha. Kegiatan Kemasyarakatan dan Kesejahteraan Sosial pun di Kecamatan Belakang Padang cukup banyak, terdapat 4 Tenaga Kesejahteraan Sosial Masyarakat dan 5 Karang Taruna.

Meskipun daerah perairan lebih luas namun cukup banyak rumah tangga yang bergerak di sektor pertanian yaitu sebanyak 47 Rumah tangga, dengan hasil produksi ketela pohon sebanyak 380 ton, ketela rambat 30 ton, jagung 45 ton, talas 2 ton dan kacang tanah sebanyak 1 ton dengan luas areal tanam seluas 101 Ha untuk tanaman Palawija. Sedangkan untuk tanamanan Sayur-sayuran pada areal tanam 184 Ha, menghasilkan 44 ton cabe, 180 ton ketimun, 38 ton terung, 88 kacang panjang, 68 ton bayam, 42 ton kangkung, 60 ton sawi, 10 ton paria, 2 ton tomat, 1,5 ton Labu siam dan 40 ton pitula (2006). Tak kalah dengan hasil produksi tanaman palawija dan sayuran, hasil produksi buah-buahan pun cukup banyak. Dengan luas areal tanam 448 Ha mampu menghasilkan 2.064 ton hasil tanam buah-buahan.

Daerah yang dikeliling lautan menjadikan masyarakat di Kecamatan Belakang Padang hampir semuanya menjadikan nelayan ataupun pembudidaya hasil laut sebagai mata pencaharian. Terdapat 2.628 Rumah tangga yang menjalankan Perikanan laut dengan hasil 6.716 ton dan 514 rumah tangga yang bergerak di budidaya laut dengan hasil 68,73 ton dimana nilai produksi mencapai Rp 15 miliar (2007).

Upacara Bendera

Inspektur Upacara Tiba ditempat Upacara”  itulah lantunan pertama yang dilantunkan oleh pembawa acara ( Rosfadilah ) petanda pengibaran bendera  segera dilaksanakan.

Upaca bendera memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik indonesia adalah momentum yang paling utama dalam sejarah bangsa “ 17 Agustus “ adalah momentum untuk mengenang, merenung, dan menghargai hasil dari jerih payah para pahlawan bangsa memperjuangkan bangsa indonesia dari kesengsaraan yang dilakuakan para penjajah.

“” Merdeka…. Merdeka…. Merdeka…. ! “ itulah semboyan petanda teraihnya kemerdakaan bangsa, mari kita lanjutkan perjuangan pahlawan bangsa dengan selalu memperingati 17 Agustus…  teriakan selakali lagi “ Merdeka…Merdeka… Merdeka “

PERMAINAN RAKYAT

Tidak lengkap rasanya dalam mengisi Hari ulang tahun kemerdekaan republik Indonesia tanpa mengadakan permainan rakyat, itulah yang selalu diadakan oleh Kecamatan Belakang Padang setiap tahunnya dalam mengisi hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia setiap tahunnya tidak terkecuali tahun ini. Permainan Rakyat yang diadakan tahun ini antara lain.

Panjat Pinang

Permainan yang satu ini adalah permainan yang paling di tunggu setiap Agustusan  karena memberikan kehebohohan tersendiri dimana para tim yang terdiri dari 6 sampai 7 peserta bahu membahu memanjat sebuah pohon pinang yang telah dilumuri oleh minyak sehingga para peserta kewalahan dalam memanjatnya, disitulah terletak kehebohannya mulai dari para peserta yang berjatuhan ketika memanjat bahkan ekspresi dan tingkah para peserta sendiri.

 

 

 

 

Balap Karung

Para Peserta yang terdiri dari anak – anak sangat antusias mengikutinya walaupun dari mereka ada yang menangis dan terjatuh tapi mereka tetap bersemangat.

Balap Karung

 

 

Makan Cabe

Perlombaan yang satu ini boleh dibilang perlombaan yang PANAS karena  Anak – anak berlomba memakan Cabe yang telah disiapkan oleh panitia tentunya dengan hadiah sejumlah uang untuk setiap cabe yang dimakan, Cabe Rawit dihargai Rp.5.000 sedangkan Cabe Merah dihargai Rp. 4.000 per batang, ekspresi yang muncul memberikan hiburan kepada penonton

SAMPAN LAYAR MEMPERINGATI HUT RI KE 69

Kegiatan perlombaan sampan layar di Kecamatan Belakang Padang telah berlangsung sejak tahun 1959 semasa kewedanaan kabupaten Kepulauan Riau Kecamatan Batam dengan Ibukota Kecamatan Belakang Padang, kegiatan lomba Sampan Layar ini tidak hanya diikuti oleh peserta dari wilayah Belakang Padang dan Kota Batam, tetapi juga terdapat peserta dari luar wilayah Batam seperti Kabupaten Karimun, Bintan Tanjung Pinang, bahkan juga peserta dari Negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

Selain menjadi ajang lomba juga dijadikan sebagai ajang silaturahmi oleh Masyarakat Belakang Padang, dimana pada masa lalu peserta yang mengikuti lomba membawa serta keluarganya untuk datang ke Belakang Padang sebelum tanggal 17 Agustus dan membuat dapur kecil untuk memasak di sekitaran pantai yang sekarang menjadi Dataran Elang – elang laut.

Perlombaan Sampan Layar pada tahun ini diikuti oleh 24 Tim yang terbagi menjadi 4 Kategori yaitu Kolek 9 Orang, Kolek 7 Orang, Kolek 5 Orang, dan Kolek 3 Orang. Lomba Sampan Layar sendiri adalah even tahunan yang dinantikan oleh seluruh Masyarakat Belakang Padang maupun Masyarakat Kota Batam karena selain menjadi hiburan juga untuk melestarikan Budaya turun temurun yang menjunjung tinggi nilai – nilai tradisional seperti Gotong Royong, Kekeluargaan, dan Kekompakan.

KARNAVAL BUDAYA

Barongsai

Karnaval Budaya yang diikuti oleh seluruh sekolah yang ada di Belakang Padang Mulai dari tingkat Paud, TK, SD, SMP, hingga SMA ikut meramaikan peringatan HUT RI ke 69, dengan menampilkan Pakaian Tradisional dari seluruh Provinsi yang ada di Indonesia dan Pakaian Profesi serta penampilan Barongsai oleh masyarakat Tionghoa yang ada di Belakang Padang meramaikan acara Karnaval Kali ini dan juga menandakan Belakang Padang terdiri dari berbagai macam suku Bangsa dan Budaya yang bias hidup berdampingan secara Aman, Damai, dan Sejahtera, sesuai dengan makna yang tercantum didalam  “ BHINEKA TUNGGAL IKA “

Marching Band

Gerak Jalan Beregu

Sambut Kemeriahan Belakang Padang Mempringati Hari Ulang Tahun ke – 69 Kemerdekaan Republik Indonesia diawali kegiatan, pembukaan Gerak Jalan Beregu antar sekolah yang dilepaskan oleh Bapak Camat Belakang Padang yaitu Bapak NASRUN, S.Pd  Start bermula dari  Dataran  Elang – Elang Laut menuju Kampung Jawa,  memasuki Plantar kampung Baru,  Memutar Ke Dapur Arang  dan  berakhir di Dataran Elang – Elang Laut.

Pelepasan Gerak Jalan

Peserta gerak jalan beregu sangat antusias mengikuti gerak jalan beregu, diikuti 24 ( Dua Puluh Empat )  pesrta yang diutus oleh 15 ( Lima Belas ) Sekolah yang ada di Kecamatan Belakang Padang dari tingkat SD hingga tingkat SMU dengan pemenang terbagi tiga kategori yaitu tingkat  Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama  hingga tingkat  Sekolah Menengah Umum se Kecamatan Belakang Padang..