SOSIALISASI TATA CARA PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS DI KOTA BATAM

Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Kota Batam telah melaksanakan “Sosialisasi Tata Cara Pengelolaan Limbah Medis di Kota Batam” pada hari Rabu tanggal 11 April 2012 bertempat di Ruang Rapat Embung Fatimah Kantor Walikota Batam. Acara sosialisasi ini dihadiri 39 orang, terdiri dari perwakilan seluruh rumah sakit dan klinik kesehatan di Kota Batam. Sosialisasi yang dilakukan kali ini bertujuan agar seluruh limbah medis yang dihasilkan oleh kegiatan pelayanan kesehatan di Kota Batam dapat dikelola secara baik sesuai ketentuan yang berlaku.

Berdasarkan Lampiran I Tabel 2 PP 18/1999 tentang Pengelolaan Limbah B3, tercantum bahwa limbah infeksius, residu produk farmasi, dan bahan-bahan kimia dari rumah sakit dan klinik  adalah tergolong limbah B3 (Kode Limbah B3: D227). Disamping itu, terdapat juga limbah B3 jenis lainnya  berupa larutan developer, fixer, bleach bekas dari kegiatan fotografi (Kode Limbah B3: D229), dan kain terkontaminasi.

Mempertimbangkan urgensi penjaminan keselamatan, kesehatan, dan kehidupan manusia sebagaimana tercantum pada  Pasal 3 huruf b UU 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, maka Bapedal Kota Batam memberikan kesempatan kepada seluruh rumah sakit dan klinik di Kota Batam agar melakukan pengelolaan limbah medis sebagai limbah B3, selambat-lambatnya tanggal 01 Agustus 2012.

Adapun pengelolaan limbah B3 yang dimaksud meliputi:

  1. Penyimpanan limbah medis pada Tempat Penyimpanan Sementara (TPS ) limbah B3 sesuai ketentuan teknis Kepka BAPEDAL 01/1995 tentang Tata Cara dan Persyaratan Teknis Penyimpanan dan Pengumpulan Limbah B3. Selanjutnya, diwajibkan mengurus Izin Penyimpanan Sementara Limbah B3 kepada BAPEDAL Kota Batam.
  2. Pengolahan limbah medis yang dapat diolah incinerator dengan mempertimbangkan kaidah pengelolaan yang berlaku (PP 18/1999). Kemudian, diwajibkan mengurus Izin Pengoperasian Incinerator kepada Deputi IV MENLH RI di Jakarta sesuai kententuan Peraturan MENLH 18/2009 tentang Tata Cara Perizinan Pengelolaan Limbah B3; dan
  3. Penyerahan limbah medis kepada pengelola lain yang telah memenuhi ketentuan, baik pengangkutan (transporter), pengumpulan, pemanfaatan, dan/atau penimbun limbah B3.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>