BAB IV

BAB IV

VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN.

4.1 Visi dan Misi

Visi Kota Batam : Terwujudnya Kota Batam sebagai Bandar Dunia Madani yang Modern dan Menjadi Andalan Pusat Pertumbuhan Perekonomian Nasional

Visi di atas mendudukkan masyarakat Kota Batam sebagai subyek pembangunan dengan tujuan kesejahteraan bangsa, termasuk segenap lapisan masyarakat Kota Batam. Upaya tersebut adalah adalah menjadi tugas aparatur Pemerintah Kota Batam. Di bawah kepemimpinan Walikota, peningkatan kualitas dan kesejahteraan hidup masyarakat akan diselenggarakan melalui pemerintahan yang baik dan bersih, serta berpegang pada prinsip-prinsip pemerintah yang dijalankan secara profesional, akuntabel, dan transparan yang mengedepankan partisipasi masyarakat.

Untuk mendukung terwujudnya Visi Pemerintah Kota Batam, Inspektorat Daerah Kota Batam telah menetapkan visi sebagai berikut :

Terwujudnya Kepemerintahan yang Baik dan Bersih melalui Pengawasan yang profesional”

Penjelasan Makna

Inspektorat Daerah Kota Batam menyadari bahwa keberadaannya dapat memberikan sumbangsih yang berharga bagi Pemerintah Kota Batam khususnya masyarakat Kepulauan Riau pada umumnya. Untuk itu Inspektorat Daerah Kota Batam mempunyai cita-cita luhur dalam melaksanakan tugas pengabdian dibidang pengawasan. Cita-cita tersebut yaitu dengan memberikan kontribusi dalam pengawasan pelaksanaan Otonomi Daerah agar tercapai kepemerintahan yang baik. Dalam melaksanakan visi tersebut, Inspektorat Daerah Kota Batam senantiasa berusaha melaksanakan misi Kota Batam yaitu mewujudkan kepemerintahan yang baik dengan memperhatikan adanya keselarasan antara pemerintah, politisi, pengusaha dan masyarakat melalui prinsip-prinsip Good Governance, yaitu Transparansi, Akuntabilitas dan Partisifasi, serta penciptaan pemerintahan yang bermoral, mempunyai etika, beriman, bertaqwa serta bersih dan bebas KKN.

Melalui kegiatan pengawasan yang dilakukan, Inspektorat Daerah Kota Batam berusaha mendorong auditan untuk melaksanakan kebijakan yang telah ditetapkan Pemerintah Daerah sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku serta berusaha untuk dapat memberikan konstribusi kepada Pemerintah.

Inspektorat Daerah Kota Batam berperan untuk menciptakan manajemen kepemerintahan yang baik, sehingga Pemerintah Daerah dapat memberikan pelayanan prima kepada masyarakat secara efektif, efisien, responsif dan berdaya guna.

Sebagai aparat pengawasan menguasai bidangnya (ahli) senantiasa menegakkan peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan cara selalu berusaha mengarahkan, mendorong, membina dan membimbing auditan agar tetap konsisten mengupayakan pencapaian sasaran setiap unit kerja agar selaras dengan tujuan Pemerintah Kota Batam. Perkembangan Otonomi Daerah menuntut aparatur pengawasan yang lebih profesional dalam arti ahli di bidangnya. Oleh karena itu Inspektorat Daerah Kota Batam berusaha menumbuhkembangkan kemampuan SDM dalam melaksanakan tugas pokoknya dengan cara melakukan pelatihan, penataran, mengikutsertakandalam berbagai seminar, workshop mengenai pengawasan yang berlandaskan IPTEK dan IMTAQ baik dilaksanakan sendiri maupun meminta bantuan mitra jajaran pengawasan seperti BPKP Provinsi Riau dan BPKP Provinsi Kepri.

 

Misi

Pernyataan Misi

Misi ke 5 Pemerintah Kota Batam yaitu Mewujudkan pelaksanaan pemerintahan yang baik, bersih dan berwibawa,

Pernyataan misi mengandung pernyataan yang mencerminkan pandangan organisasi tentang kemampuan dirinya. Pernyataan misi merupakan hal yang sangat penting untuk mengarahkan kegiatan Inspektorat Daerah Kota Batam untuk lebih eksis dan dapat mengikuti efek global otonomi daerah.

berkaitan dengan hal tersebut, maka Inspektorat Daerah Kota Batam memiliki misi sebagai berikut :

1) Mewujudkan aparatur pengawasan yang profesional, bersih dan berakhlak baik.

2) Mewujudkan manajemen pemerintah daerah yang baik dan bersih dalam upaya memperkuat penyelenggaraan Otonomi Daerah secara konsisten dan konsekuen.

3) Mewujudkan lembaga dan aparatur Pemerintah Kota Batam yang bersih dan bebas KKN melalui Good Governance.

Penjelasan Makna

Inspektorat Daerah Kota Batam adalah aparat yang mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas Kepala Daerah di Bidang Pengawasan. Sebagai lembaga pengawasan selayaknya dapat menempatkan diri sebagai pengendali Pemerintah Daerah dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya menyelenggarakan roda pemerintahan melaui struktur organisasi dan tata kerja yang ada di dalamnya. Permasalahan yang ada adalah auditor belum sepenuhnya menguasai peran dan fungsi sabagai pelaksana pengawasan. Pemecahannya dengan meningkatkan kualitas aparatur pengawasan (Auditor) agar lebih profesional, berkualitas, bersih, berakhlak baik dan bertanggung jawab dalam melakukan pengawasan sehingga keluarannya lebih objektif dan bermanfaat dalam menilai kinerja Pemerintah Daerah.

Inspektorat Daerah Kota Batam berupaya menciptakan sistem pengawasan internal yang konsisten sehingga mampu melahirkan budaya disiplin dengan sistem reward dan punishment kepada satuan unit kerja dengan mengacu kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Inspektorat Daerah Kota Batam senantiasa membuka kebebasan arus informasi yang memadai bagi masyarakat dan pihak-pihak terkait serta berusaha melaksanakan pengawasan yang objektif, efisien dengan mengacu kepada ketentuan-ketentuan yang berlaku sehingga hasilnya dapat dipertanggng jawabkan. Perubahan paradigma mengenai partisifasi masyarakat dari sekedar penerima manfaat atau objek belaka menjadi agen pembangunan atau subjek diharapkan lebih berperan dalam pembangunan Pemerintah Kota Batam. Aparatur Pemerintah dimasa yang akan datang diharapkan akan benar-benar menjadi pengayom, pelayan dan pelindung yang adil untuk itu diperlukan penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dilingkungan Pemerintah Kota Batam.

 

4.2 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah

Tujuan merupakan target kualitatif organisasi, sehingga pencapaian target ini dapat merupakan ukuran kinerja faktor-faktor kunci keberhasilan organisasi. Tujuan sifatnya lebih konkrit dari pada misi dan mengarah pada suatu titik terang pencapaian hasil. Dengan adanya pernyataan tujuan, maka akan jelas bagi organisasi mengenai arah yang akan dituju dalam rangka mempertahankan eksistensi dimasa datang.

Dengan demikian, tujuan merupakan penjabaran secara lebih nyata dari perumusan visi dan misi yang unik dan idealistik.

Tujuan jangka panjang maupun jangka pendek yang ingin dicapai oleh Inspektorat Daerah Kota Batam sejalan dengan sasaran yang hendak dicapai, yaitu :

Misi I : ”Mewujudkan Aparatur Pengawasan yang Profesional, Bersih dan Berakhlak Baik”. Dengan Tujuan : Meningkatkan kualitas sumber daya dan kinerja aparatur pengawasan yang Menguasai informasi dan teknologi yang berlandaskan iman dan taqwa.

Sasaran : Meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan dilingkungan Pemko Batam.

Misi II : ”Mewujudkan manajemen pemerintahan daerah yang baik dan bersih dalam upaya memperkuat penyelenggaraan otonomi daerah secara konsisten dan konsekuen”. Dengan tujuan sebagai berikut : Penerapan reformasi birokrasi dan Meningkatkan sistem pengawasan

Sasaran : Membangun Sistem Reformasi Birokrasi dan Meningkatkan akuntabilitas kinerja di lingkungan Pemko Batam ; Mewujudkan pelayanan prima Kota Batam.

Misi III : ”Mewujudkan lembaga dan aparatur pemerintah kota batam yang bersih dan bebas KKN melaluiGood Governance” dengan tujuan Meningkatkan kualitas hasil pengawasan dan Meningkatkan Akuntabilitas Aparatur dan Publik.

Sasaran : Meningkatkan kualitas pengawasan ; Meningkatkan sarana dan prasarana pengawasan.

Tujuan dan Sasaran jangka menengah disajikan dalam tabel 4.1

 

4.3 Strategi dan Kebijakan

Keberhasilan pelaksanaan tugas Inspektorat Daerah Kota Batam untuk mencapai visi dan misi yang telah ditetapkan akan sangat dipengaruhi oleh lingkungan strategis sebagai faktor-faktor penentu keberhasilan (critical success factor). Untuk dapat mengidentifikasikan faktor-faktor penentu keberhasilan, maka terlebih dahulu perlu dianalisa sampai seberapa jauh mana misi Inspekotrat Daerah Kota Batam dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal organisasi. Dengan mengetahui pengaruh pengaruh internal dan eksternal organisasi, maka untuk dapat mencapai keberhasilan pelaksana tugas perlu didorong dan ditumbuh kembangkan factor-faktor yang memberi kekuatan (strength) dan peluang (opportunity) guna dimanfaatkan untuk kepentingan pengambangan organisasi. Sebaliknya faktor-faktor yang menghambat organisasi seperti kelemahan (weakness) dan ancaman (threat) dapat diantisipasi dan diatasi sejak dini agar tidak berpengaruh negative terhadap upaya mencapai tujuan organisasi.

Dalam usaha mencapai tujuan yang diinginkan yang tertuang dalam visi dan misi Inspektorat Daerah Kota Batam, maka disusun suatu analisa faktor – faktor penentu keberhasilan dalam suatu analisa yang dikenal dengan analisa SWOT. Dalam analisa ini faktor lingkungan internal dan eksternal sangat berpengaruh. Pengaruh tersebut dijabarkan dalam analisa sebagai berikut :

    1. Faktor lingkungan Internal

Merupakan faktor yang dapat dikendalikan Inspektorat Daerah Kota Batam

  1. Kekuatan (Strength)

        1. Tersedianya dukungan dana yang memadai dalam melakukan pengawasan regular dan tindak lanjut pengawasan masyarakat yang bersumber dari APBD Kota Batam.

        2. Adanya dukungan pimpinan dalam merespon kontrol sosial masyarakat dan merubah etos kerja

        3. Adanya sistem jenjang karir yang jelas

        4. Tersedianya tenaga ahli (auditor ahli) yang telah mengikuti pendidikan dan pelatihan auditor serta memiliki pengalaman yang cukup memadai

  1. Kelemahan (Weakness)

        1. Jumlah SDM yang belum memadai dengan latar belakang pendidikan yang beragam dan masih merupakan jabataan struktural sehingga pelaksanaan tugas pengawasan/pemeriksaan kurang optimal dan dilain pihak aparatur pengawasan yang berpengalaman dan telah mendapatkan pendidikan dan pelatihan pengawasan dimutasikan/dipromosikan ke instansi lain

        2. SDM dibidang pengawasan belum seluruhnya mengikuti pendidikan dan pelatihan sertifikasi Jabatan Fungsional Auditor (JFA).

        3. Sarana dan prasarana yang masih kurang memadai

        4. Masih minimnya sistem penetapan penghargaan dan sanksi yang konsisten dan penuh komitmen.

  1. Faktor Lingkungan Eksternal

  1. Peluang (Opportunity)

        1. Adanya dukungan undang-undang nomor 32 tahun 2004 yang memungkinkan Kepala Daerah mempunyai kewenangan yang luas. Hal ini berarti kewenangan yang diberikan Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah semakin bertambah.

        2. Adanya dukungan pemerintah melalui peraturan perundangan antara lain Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 yang memberikan kewenangan Inspektorat dalam melakukan pengawasan dan Keputusan Presiden nomor 74 Tahun 2001 tentang tata cara pengawasan penyelenggaraan pemerintah daerah

        3. Adanya dukungan masyarakat dan miningkatnya daya kritis masyarakat sehingga perlu dilaksanakan pengawasan yang efektif dan efisien serta bermanfaat bagi berhasilnya pelaksanaan pembangunan.

        4. Adanya dukungan budaya yang kondusif dalam melakukan pengawasan.

        5. Adanya peran serta masyarakat Kota Batam yang aktif untuk melaksanakan control terhadap jalannya penyelenggaraan pemerintah daerah.

        6. Peningkatan kualitas teknologi dan informasi

        7. Adanya koordinasi pengawasan dengan instansi terkait seperti Inspektorat Provinsi Kepri, BPKP Riau dan BPKP Perwakilan Kepri.

  1. Ancaman (Threats)

        1. Kualitas pelayanan instansi pemerintah terhadap masyarakat belum optimal

        2. Kondisi geografis Kota Batam yang terdiri dari banyak pulau yang tersebar dengan distribusi penduduk yang belum merata sehingga perkembangan masing-masing pulau masih timpang.

        3. Masih adanya kesan Citra birokrasi yang kurang baik dimata masyarakat

        4. Belum adanya prosedur tetap antar instansi pemerintah pengawasan yang ditetapkan dalam suatu dokumen petunjuk teknis (juknis) dan petunjuk pelaksana (juklak) yang selanjutnya menjadi prosedur tetap (protap) yang menjadi pedoman dalam pelaksanaan pengawasan

Berdasarkan hasil analisis terhadap potensi dan kelemahan serta peluang dan ancaman yang mungkin muncul, maka disusun strategi untuk mewujudkan pengawasan yang professional, sebagai berikut :

        1. Strategi Strengths-Oppurtunities (S-O)

Menciptakan penyelenggaraan tertib administrasi pemerintahan secara konsisten dan transparan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Memprogramkan pemeriksaan terhadap unit-unit kerja/proyek-proyek strategis di tingkat di tingkat Pemerintah Kota Batam

        1. Strategi Strengths – Threats (S-T)

    • Memantapkan sistem perencanaan pemeriksaan secara terpadu

    • Meningkatkan kualitas hasil pemeriksaan

    • Melakukan pemantauan secara intensif terhadap seluruh hasil pemeriksaan dengan memprogramkan pemeriksaan tindak lanjut hasil pemeriksaan awal.

      1. Strategi Weakness – Oppurnities (W-O)

    • Mengadakan dan meningkatkan kualitas aparat pengawasan melalui pembinaan berkelanjutan dan mngikutsertakan ke jenjang pendidikan dan pelatihan pengawasan auditor.

      1. Strategi Weakness – Threats (W-T)

    • Penataan kembali organisasi pengawasan disesuaikan dengan tuntutan dan kebutuhan

    • Jabatan-jabatan struktural pada organisasi pengawasan dijadikan jabatan fungsional tertentu dan fungsional umum dengan memberikan insentif khusus yang merangsang bagi aparat pengawasan dalam meningkatkan hasil pengawasan yang dilakukan.

Dari hasil analisis strategi yang dilakukan, maka yang perlu dilakukan selain hal-hal tersebut diatas adalah dengan mempertimbangkan nilai-nilai sebagai berikut :

  1. Menjunjung tinggi etika dan kejujuran

  2. Mengutamakan keterbukaan dan rasa saling mempercayai

  3. Menghargai kebersamaan dan rasa persaudaraan

  4. Komitmen atas objektivitas, integritas dan indenpendensi

  5. Menghargai prestasi, kreasi dan inovasi.

Kebijakan

Untuk mencapai tujuan dan sasaran harus dipilih strategi yang tepat agar dapat meningkatkan kinerja dan mengarah kepada visi dan misi. Salah satu strategi Inspektorat Daerah Kota Batam adalah mencakup penentuan kebijkasanaan yang perlu diambil dalam menyikapi analisis yang telah dilakukan.

Kebijaksanaan merupakan ketentuan yang telah disepakati pihak terkait yang ditetapkan oleh pihak yang berwenang untuk dijadikan pedoman, pegangan petunjuk bagi setiap kegiatan aparatur pemerintah dan masyarakat, agar tercapai kelancaran dan keterpaduan dalam upaya mencapai sasaran, tujuan, misi dan visi Inspektorat Daerah Kota Batam adapun kebijakan yang ditetapkan sebagai berikut:

  1. Menciptakan penyelenggaraan tertib administrasi pemerintahan secara konsisten dan transparan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

  2. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan aparatur pengawasan dan aparatur pemerintah dibidang pengawasan.

  3. Meningkatkan kesejahteraan aparatur pengawasan.

  4. Peningkatan penertiban dan pengawasan instansi pemerintah

  5. Peningkatan penertiban dan pengawasan pelaksanaan kegiatan pemerintah daerah.

  6. Peningkatan sarana dan prasarana.

  7. Peningkatan tindak lanjut hasil pengawasan.

  8. Penyelesaian pengaduan masyarakat.

  9. Peningkatan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.





Ubah ke tampilan mobile