Berita Terbaru

WASPADAI POPULASI NYAMUK MENINGKAT

NYAMUK2 PDF


Sosialisasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial dan Jamkesda Kota Batam

Hari ini Rabu 27 November 2013 bertempat di Gedung Pertemuan Bapelkes Batam sedang berlangsung acara Sosialisasi BPJS dan Jamkesda.

Acara dibuka oleh Walikota Batam yang diwakili Kepala Dinkes Kota Batam (drg.Chandra Rizal,MSi).

Narasumber : Kepala Cabang PT Askes Cabang Batam (Fahrul Rozi,Apt) dan Kepala Unit BRI BCS Batam (Danang Andi).

Peserta yaitu Camat se Kota Batam; Lurah se Kota Batam; Kepala Bidang dan Seksi di lingkungan Dinkes Kota Batam; Kepala UPT Puskesmas se Kota Batam; Kepala UPT Instalasi Farmasi Dinkes Kota Batam.

Tujuan Sosialisasi diantaranya adalah diharapkan seluruh peserta dapat memahami program BPJS yang akan diberlakukan tanggal 1 Januari 2014 dan dapat melakukan Sosialisasi kepada masyarakat dilingkungan dan di wilayah kerjanya.


PREDIKAT JUARA II PRAKARTI MADYA TINGKAT NASIONAL TAHUN 2013 UNTUK POSYANDU ANGGUR TAMAN BALOI

Dalam rangka mewujudkan kesehatan masyarakat perlu adanya kerjasama dan komitmen yang kuat semua pihak, baik pemerintah, pihak swasta, masyarakat dan berkelanjutan.

Melalui strategi pemberdayaan potensi yang ada dimasyarakat, yang kita kenal dengan UBKM (Usaha Kesehatan Berbasis Masyarakat) juga membuktikan bahwa masyarakat untuk ikut bertanggung jawab dalam menjaga diri, keluarga dan lingkungannya agar senantiasa berdampak sehat pada kehidupan.

Salah satu wujud UKBM adalah Posyandu yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia, terutama di Kota Batam. Posyandu Anggur yang berada di Kelurahan Taman Baloi, satu diantara  369 Posyandu tersebar di seluruh Kota Batam, mampu bersaing di tingkat nasional yang diadakan dalam rangka memperingati hari Kesejahteraan Nasional.

Posyandu Anggur dibentuk pada tanggal 23 Oktober 2003 yang pada awalnya mempunyai 9 orang kader, yang diketuai oleh Ibu Tatty Rostaty dengan sasaran 50 Bayi dan 72 Balita yang dilaksanakan di sebuah fasilitas umum di komplek Marchelia.

Tahun 2009, dibangun Puskesmas Pembantu dengan sumber dana APBD Kota Batam. Kehadiran Puskesmas Pembantu diwilayah ini dengan seorang tenaga kesehatan yang potensial, Bidan Fransisca Rubinem seorang bidan senior yang gigih dalam mengemban tugas untuk meningkat kesehatan masyarakat.

 

Melalui PMPN sebagai apresiasi Pemerintah, tahun 2012 Posyandu Anggur menempati gedung permanen dengan jumlah sasaran anak balita 161 dan  Bayi 54. Keberadaan sarana Posyandu Anggur yang permanen semakin memotivasi bidan sebagai Pembina dan kader sebagai pelaksana untuk menggali potensi yang ada di masyarakat dan terus mengembangkan sayap program kesehatan lainnya dan sejak November 2012, Posyandu Anggur mempunyai program Tribina yang terdiri dari :

 

  1. BKB ( Bina Keluarga  Balita)
  2. BKR ( Bina Keluarga Remaja)
  3. BKL  ( Bina Keluarga Lansia)

Mewujudkan masyarakat perumahan Marcelia khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk memperoleh hak hidup sehat sejahtera secara terintegrsi dan mandiri menjadi visi Posyandu Anggur yang diupayakan dengan mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat secara pisik mental dan spiritual serta meningkatkan peran serta masyarakat di segala bidang dalam mencapai tujuan baik perekonomian, swadaya masyarakat, dan gotong royong

Kegiatan Bina Keluarga Balita/BKB dilakukan setiap bulan pada tanggal 10 dengan kegiatan

  1. Pemantauan Tumbuh kembang anak berdasarkan KKA (Kartu Kembang Anak), pelayanan dan penyuluhan kesehatan.
  2. Pemanfaatan APE sebagai sarana stimulasi perkembangan balita dalam  pelayanan kesehatan tumbuh kembang balita.

Adapun Bina Keluarga Remaja (BKR) dengan kegiatan  :

  1. Penyuluhan kesehatan  remaja, tentang kesehatan reproduksi remaja, dan  narkoba
  2. Donor darah bekerjasama dengan PMI
  3. Kesehatan Olahraga, Club Sepeda Sehat

Dan kegiatan program Bina Keluarga Lansia/BKL melalui Posyandu Lansia yang dilaksanakan setiap tanggal 3 dan 7 dengan kegiatan, Senam Lansia, Penyuluhan kesehatan Lansia, Pemeriksaan kesehatan lansia seperti pemeriksaan Tekanan darah, Gula darah, Cholesterol dan asam urat, untuk memantau dan mencegah Penyakit Tidak Menular (PTM)/ penyakit degeneratif dan konseling untuk para lansia dan kegiatan refreshing berupa rekreasi Lansia dengan jalan sehat, Outbond, Siraman Rohani bagi lansiaLansia.

Perkembangan dan kemajuan ini tak lepas dari kerjasama dan komitmen yang patut kita banggakan, baik tenaga kesehatan, kader, masyarakat dan pihak swasta yang peduli untuk kesejahteraan masyarakat dan lingkungannya. Dengan pembinaan dan pelatihan kader serta menghimpun potensi yang mampu mendukung seperti para pengusaha olahan produksi rumah tangga, memfasilitasi perizinan produksi ke Lembaga terkait hingga terbentuk pula kegiatan lainnya seperti  koperasi Posyandu Anggur.

Upaya ini tidak sia-sia, selain meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan ibu dan anak diwilayahnya, segudang prestasipun mampu diraih seperti Juara III Lomba Cerdas Cermat kader Posyandu se-kecamatan Batam Kota Tahun 2008, Juara II Lomba Posyandu Sekecamatan Batam Kota Tahun 2011, Juara I Lomba Posyandu Tingkat kecamatan Batam Kota Tahun 2012, Juara I Lomba Posyandu Tingkat kota Batam Tahun 2012, Juara I Lomba Posyandu Tingkat Propinsi Kepri Tahun 2012 dan pada tahun ini mampu bersaing ditingkat nasional dengan predikat Juara II Prakarti Madya Tingkat Nasional Tahun 2013

Hal ini patut kita banggakan dan diharapkan mampu memotivasi Posyandu dan kader kesehatan lainnya untuk menjadi lebih baik dan mampu bersaing dalam kompetisi baik tingkat kota, propinsi dan nasional.

Saya selaku Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam bangga dan dikesempatan ini atas nama Pemerintah Kota Batam mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi atas prestasi ini, terus gali dan kembangkan potensi masyarakat semoga tetap jaya.

 


PENYAKIT DEMAM BERDARAH

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular yang sering menimbulkan wabah dan menyebabkan kematian dalam waktu singkat. Penyebab DBD adalah virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti sebagai vektor yang memiliki ciri-ciri belang hitam putih dan menggigit disiang hari.

Penyakit DBD ditandai panas mendadak disertai perdarahan, dengan tingkatan demam berdarah (menurut WHO) sebagai berikut :

  1. DBD derajat I.Pada derajat pertama ini tanda yang kita temukan adalah diantaranya adanya tanda infeksi virus, dengan manifestasinya yang berupa perdarahan yang tampak hanya dengan Uji Torniquet positif.
  2. DBD derajat II.Pada derajat kedua ini makan tanda infeksi virus didapatkan dengan manifestasinya yang berupa adanya perdarahan spontan (mimisan, bintik-bintik merah)
  3. DBD derajat III.Pada derajat kedua ini seringkali disebut dengan fase pre syok, dengan tanda DBD grade II namun penderita mulai mengalami tanda syok ditandai dengan : kesadaran yang mulai menurun, tangan dan kaki dingin, nadi teraba cepat dan lemah, tekanan nadi masih terukur walaupun kecil.
  4. DBD derajat IV.Pada fase keempat dari demam berdarah dengue ini seringkali kita menyebutnya dengan fase syok (disebut juga dengue syok syndrome/DSS), penderita syok dalam dengan kesadaran sangat menurun hingga koma, tangan dan kaki dingin dan pucat, nadi sangat lemah sampai tidak teraba.

Pengendalian penyakit DBD yang paling efektif adalah mengutamakan pencegahan dengan melaksanakan PSN (pemberantasan sarang nyamuk) melalui 3M plus (menguras, menutup, mengubur, plusnya dengan menggunakan lotion anti nyamuk, tidak menggantung pakaian, pemakaian abate di tempat penampungan air yang susah dibersihkan).

Upaya program pengendalian penyakit DBD di Kota Batam sesuai dengan arah kebijakan program nasional dengan kegiatan penanggulangan yaitu:

1. Surveilans epidemiologi

  • Pemeriksaan rumah dan ditemukan jentik disekitar rumah penderita dengan radius 200 meter
  • Ditemukan penderita demam tanpa sebab minimal 3 orang (ketetapan WHO)

2. Pemberantasan vektor

  •  3M plus (menguras, menutup, mengubur, plusnya dengan menggunak lotion anti nyamuk, tidak menggantung pakaian, pemakaian abate di tempat penampungan air yang susah dibersihkan.
  • Fogging fokus

4. Penatalaksanaan kasus.

5. Penyuluhan kesehatan kepada masyarakat dalam pencegahan DBD dengan kegiatan gotong royong pada bulan sebelum perkiraan bulan dengan curah hujan tinggi.

6. Pemberdayaan masyarakat

  • Menjaga lingkungan rumah dan pemukiman agar tetap bersih.
  • Jumantik (Juru Pemantau Jentik)

Jika ditemukan penderita demam lebih dari 2 hari segera dibawa ke pelayanan kesehatan (Puskesmas, rumah sakit) terutama untuk daerah-daerah endemis DBD di Kota Batam seperti Kecamatan Bengkong, Kecamatan Batam Kota, Kecamatan Batu Aji,Kecamatan Sagulung, jika ditemukan tersangka atau penderita demam lebih dari 2 hari segera dibawa ke pelayanan kesehatan (rumah sakit),Untuk memastikan penderita DBD dilakukan pemeriksaan laboraturium. Jika hasil positif maka rumah sakit/klinik/balai pengobatan/Puskesmas harus melaporkan ke Dinas Kesehatan (laporan SO). Berdasarkan laporan ini dilakukan penyelidikan epidemiologi (PE) penyakit DBD pada penderita, rumah dan lingkungannya, apabila hasil penyelidikan epidemiologi (PE) positif atau ditemukan jentik nyamuk aedes aegypti maka ditindak lanjuti dengan kegiatan fogging fokus oleh tenaga yang sudah dilatih dan promosi kesehatan agar masyarakat sekitar meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan penyakit DBD dengan kegiatan 3M Plus.

PERLU DIINGAT bahwa fogging fokus bukan merupakan cara yang paling efektif dalam memberantas penyakit demam berdarah dengue (DBD) karena:

1. Penyemprotan racun serangga (fogging) memang dapat membunuh nyamuk, tetapi TIDAK MEMBUNUH JENTIK NYAMUK, jika jentik-jentiknya dibiarkan hidup, dalam waktu + 7 hari maka jentik nyamuk akan segera menetas menjadi nyamuk-nyamuk yang baru. Untuk itu PENYEMPROTAN tidak dapat MEMBERANTAS secara tuntas, dengan demikian kegiatan 3M Plus merupakan upaya penberantasan penyakit DBD yang paling effisien.

2. Jika racun serangga (insektisida) disemprotkan terus menerus maka akan menimbulkan :

  • Bahaya bagi lingkungan karena polusi udara
  • Nyamuk menjadi kebal (resisten) terhadap insektisida.
  • Berbahaya bagi tenaga pelaksana fogging

Untuk itu kami menghimbau kepada masyarakat khususnya masyarakat Kota Batam, mari bersama-sama kita tingkatkan kewaspadaan dengan melakukan PSN (pemberantasan Sarang Nyamuk) melalui kegiatan 3M (Menuras, Menutup, Mengubur) agar TIDAK ADA jentik nyamuk aedes aegepty dan PLUS kegiatan untuk menghindari gigitan nyamuk melalui pemakaian kelambu saat tidur siang hari, memakai refelan dan memakai kawat kassa nyambuk pada ventilasi rumah. Agar kita semua terhindar dari gigitan nyamuk aedes aegepty, terhindar dari penyakit demam berdarah dengue (BDB) dan dapat menekan kasus DBD dengan optimal agar Kota Batam BEBAS dari penyakit DBD.


GAMBARAN UMUM UPT INSTALASI FARMASI KOTA BATAM

Instalasi Farmasi merupakan salah satu UPT (Unit Pelayanan Teknis) dari 16 UPT Dinas Kesehatan Kota Batam dan sebelumnya disebut Gudang Farmasi.  Selain melaksanakan kegiatan non farmasi (Administrasi, penatausahaan kepegawaian, umum dan perlengkapan juga keuangan) UPT Instalasi Farmasi juga melaksanakan kegiatan farmasi berupa  pengelolaan obat dan BHP (Bahan Habis Pakai) yaitu : Perencanaan, Penyimpanan, Pendistribusian, Pencatatan / Pelaporan, Monitoring dan Evaluasi.Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya UPT Instalasi Farmasi melayani 16 Puskesmas se-kota Batam yang terdiri dari 13 Puskesmas di Kecamatan Darat dan 3 Puskesmas di Kecamatan Laut, juga melayani Rumahsakit yang memiliki MoU (Memorandum of Understanding) dengan Dinas Kesehatan dalam hal obat-obat program. Hingga saat ini yang memiliki MoU yang dilayani oleh UPT Instalasi Farmasi ada 4 Rumahsakit.

Untuk memenuhi kebutuhan obat dan bahan habis pakai di Puskesmas dalam melaksanakan pelayanaan kesehatan dasar, UPT Instalasi Farmasi Menerima obat dan bahan habis pakai dari berbagai sumber yaitu ; APBD II, APBD I,Buffer Stok , DAK (Dana Alokasi Khusus )  . Ketersediaan obat dan bahan habis pakai yang diterima dari berbagai sumber tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan dasar yang dilakukan di Puskesmas. Dalam menjalankan tugas dan fungsinya UPT Instalasi Farmasi terus berusaha untuk memberikan pelayanan yang maksimal sehingga pelayanan dapat berjalan cepat, tepat, sesuai kebutuhan dan mutu yang terjamin, sehingga masyarakat dapat terlayani dengan baik.

 





Ubah ke tampilan mobile