Berita Terbaru

SOP POMP FILARIASIS

Filariasis adalah penyakit infeksi yang bersifat menahun, disebabkan oleh cacing Filaria ditularkan oleh nyamuk. Penyakit ini dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan, kantong buah zakar dan payudara. Bisa menyerang semua orang.
Kota Batam merupakan salah satu daerah endemis Filariasis, oleh sebab itu di selenggarakan kegiatan Program Minum Obat Massal Pencegahan (POMP) Filariasis selama 5 (lima) tahun berturut-turut sejak tahun 2012 – 2014, dan tahun 2014 ini merupakan putaran ke 3.
IMG-20140920-00676Adapun langkah-langkah dalam kegiatan POMP Filariasis ini dapat dijelaskan sebagai berikut :
Pemberian Obat Masal Pencegahan ( POMP ) Filariasis merupakan bagian dari program Eliminasi filariasis, Program eliminasi filariasis terdiri dari :
1. Pendataan Penderita Filariasis
Kabupaten melakukan pendataan penderita Filariasis tahap lanjut (Kronis) dan dilaporkan ke Dinkes Provinsi dan Kementrian Kesehatan.
2. Survey Darah Jari
Untuk kabupaten yang melaporkan adanya penderita Filariasis dilakukan pemeriksaan darah jari di desa-desa yang dipilih untuk mengetahui adanya penduduk yang mengandung anak cacing filaria dalam tubuhnya.
3. Pemberian Obat Masal Pencegahan Filariasis
Di Kabupaten dengan hasil survey darah jari ≥1% dilaksanakan kegiatan Pemberian Obat Masal Pencegahan Filariasis (POMPFil) satu kali setahun selama 5 tahun berturut-turut, di seluruh wilayah kabupaten tsb.
Survey Darah jari
 Survei darah jari dilakukan beberapa kali di satu kabupaten yang endemis yaitu sebelum program POMP Filariasis, pada tahun ketiga dan setelah pelaksanaan POMP Filariasis di tahun ke lima.
 Pemeriksaan adanya anak cacing filaria (mikrofilaria) dilakukan untuk semua orang dalam satu wilayah tertentu, baik yang sakit filariasis maupun orang-orang sehat
 Waktu: pemeriksaan dilakukan di malam hari (jam 10 (malam) – 2 (dini hari). Karena anak cacing berada di pembuluh darah tepi pada malam hari, di siang hari cacing bersembunyi di pembuluh darah organ dalam
Pelaksanaan POMP filariasis
 Pemberian Obat Masal Pencegahan Filariasis adalah memberikan obat anti filariasis (DEC &Albendazole) kepada semua penduduk di daerah endemis filaria.
 Manfaat obat anti filariasis atau disebut juga obat pencegahan filariasis
 Menghentikan perkembangbiakan cacing filariasis
 Mencegah semua penduduk dari penularan filariasis
 Melindungi anak anda tertular filariasis
 Mengobati cacingan
 Pemberian Obat Masal Pencegahan Filariasis dilakukan terhadap semua penduduk, satu tahun sekali, sedikitnya selama 5 (lima) tahun berturut-turut.
Dosis obat :
UMUR (Tahun) DEC (100 mg) Albendazole (400mg)
2 – 5 1 1
6 – 14 2 1
> 14 3 1

Sasaran POMP Filariasis :
Seluruh penduduk yang tinggal di daerah endemis filariasis
Penduduk yang ditunda minum obat filariasis adalah :
 anak-anak usia < 2 tahun
 ibu hamil
 Penderita gangguan fungsi hati
 Penderita gangguan fungsi ginjal
 orang yang sedang sakit berat sedang menjalani pengobatan intensif
 penderita filariasis dengan serangan akut (tunggu sampai sembuh)
 Balita marasmus/kwasiorkor
 Penduduk usia lanjut (75 tahun lebih)
 Penderita dalam serangan epilepsi (ayan).
Tahap pelaksanaan dan pelaporan POMP Filariasis ( Petugas bersama dengan kader )
 Melakukan Penyuluhan kepada masyarakat sebelum kegiatan POMP dilakukan
 Melakukan Pendataan sasaran dan masyarakat yang ditunda minum obat.
 Memberikan informasi tentang waktu dan tempat pelaksanaan POMP
 Membagikan dan mengawasi orang minum obat
 Kader menandai kolom status minum obat pada buku pendataan penduduk dengan keterangan yang sesuai
 Kader mencatat, mengawasi dan melaporkan adanya kejadian reaksi pengobatan yang mungkin timbul kepada petugas kesehatan dan langsung dilakukan terapi tindak lanjut oleh tenaga kesehatan
 Melaporkan hasil POMP Filariasis dan sweeping dari data yang dimasukan ke dalam buku pendaftaran penduduk
Reaksi hasil Pengobatan
 Obat POMPFil akan membunuh anak cacing dan cacing filaria
 Cacing yang mati oleh obat POMPFil di dalam tubuh bisa menyebabkan reaksi yang disebut reaksi hasil pengobatan
 Reaksi hasil pengobatan yang mungkin terjadi adalah: sakit kepala, gata-gatal, mual
 Reaksi biasanya ringan
Jenis-jenis reaksi pengobatan :
 Pusing/Sakit Kepala
 Mual
 Muntah
 Demam
 Sakit Otot & Tulang
 Mengantuk / Lemas
 Diare/Berak-berak
 Keluar cacing
 Reaksi terlokalisir : Sekelan (pembesaran kelenjar getah bening) Bisul/Abses, Gatal-gatal
Monitoring dan evaluasi POMPFilariasis :
 Monitoring dan evaluasi untuk POMPFil dilakukan:
 Setelah pemberian obat tahun ketiga
 Setelah pemberian obat tahun kelima
 Cara dengan survei darah jari
 Hasil survei darah jari tahun kelima akan diteruskan dengan survei penilaian penularan (TAS) pada anak sekolah. Jika survei penilaian penularan (TAS) hasilnya negatif, maka kabupaten bisa menghentikan POMP Filariasis

Sumber Data : Seksi Pemberantasan Penyakit Menular Bidang P2PL


RENCANA KEGIATAN DINAS KESEHATAN KOTA BATAM TAHUN 2014


WASPADAI POPULASI NYAMUK MENINGKAT

NYAMUK2 PDF


Sosialisasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial dan Jamkesda Kota Batam

Hari ini Rabu 27 November 2013 bertempat di Gedung Pertemuan Bapelkes Batam sedang berlangsung acara Sosialisasi BPJS dan Jamkesda.

Acara dibuka oleh Walikota Batam yang diwakili Kepala Dinkes Kota Batam (drg.Chandra Rizal,MSi).

Narasumber : Kepala Cabang PT Askes Cabang Batam (Fahrul Rozi,Apt) dan Kepala Unit BRI BCS Batam (Danang Andi).

Peserta yaitu Camat se Kota Batam; Lurah se Kota Batam; Kepala Bidang dan Seksi di lingkungan Dinkes Kota Batam; Kepala UPT Puskesmas se Kota Batam; Kepala UPT Instalasi Farmasi Dinkes Kota Batam.

Tujuan Sosialisasi diantaranya adalah diharapkan seluruh peserta dapat memahami program BPJS yang akan diberlakukan tanggal 1 Januari 2014 dan dapat melakukan Sosialisasi kepada masyarakat dilingkungan dan di wilayah kerjanya.


PREDIKAT JUARA II PRAKARTI MADYA TINGKAT NASIONAL TAHUN 2013 UNTUK POSYANDU ANGGUR TAMAN BALOI

Dalam rangka mewujudkan kesehatan masyarakat perlu adanya kerjasama dan komitmen yang kuat semua pihak, baik pemerintah, pihak swasta, masyarakat dan berkelanjutan.

Melalui strategi pemberdayaan potensi yang ada dimasyarakat, yang kita kenal dengan UBKM (Usaha Kesehatan Berbasis Masyarakat) juga membuktikan bahwa masyarakat untuk ikut bertanggung jawab dalam menjaga diri, keluarga dan lingkungannya agar senantiasa berdampak sehat pada kehidupan.

Salah satu wujud UKBM adalah Posyandu yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia, terutama di Kota Batam. Posyandu Anggur yang berada di Kelurahan Taman Baloi, satu diantara  369 Posyandu tersebar di seluruh Kota Batam, mampu bersaing di tingkat nasional yang diadakan dalam rangka memperingati hari Kesejahteraan Nasional.

Posyandu Anggur dibentuk pada tanggal 23 Oktober 2003 yang pada awalnya mempunyai 9 orang kader, yang diketuai oleh Ibu Tatty Rostaty dengan sasaran 50 Bayi dan 72 Balita yang dilaksanakan di sebuah fasilitas umum di komplek Marchelia.

Tahun 2009, dibangun Puskesmas Pembantu dengan sumber dana APBD Kota Batam. Kehadiran Puskesmas Pembantu diwilayah ini dengan seorang tenaga kesehatan yang potensial, Bidan Fransisca Rubinem seorang bidan senior yang gigih dalam mengemban tugas untuk meningkat kesehatan masyarakat.

 

Melalui PMPN sebagai apresiasi Pemerintah, tahun 2012 Posyandu Anggur menempati gedung permanen dengan jumlah sasaran anak balita 161 dan  Bayi 54. Keberadaan sarana Posyandu Anggur yang permanen semakin memotivasi bidan sebagai Pembina dan kader sebagai pelaksana untuk menggali potensi yang ada di masyarakat dan terus mengembangkan sayap program kesehatan lainnya dan sejak November 2012, Posyandu Anggur mempunyai program Tribina yang terdiri dari :

 

  1. BKB ( Bina Keluarga  Balita)
  2. BKR ( Bina Keluarga Remaja)
  3. BKL  ( Bina Keluarga Lansia)

Mewujudkan masyarakat perumahan Marcelia khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk memperoleh hak hidup sehat sejahtera secara terintegrsi dan mandiri menjadi visi Posyandu Anggur yang diupayakan dengan mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat secara pisik mental dan spiritual serta meningkatkan peran serta masyarakat di segala bidang dalam mencapai tujuan baik perekonomian, swadaya masyarakat, dan gotong royong

Kegiatan Bina Keluarga Balita/BKB dilakukan setiap bulan pada tanggal 10 dengan kegiatan

  1. Pemantauan Tumbuh kembang anak berdasarkan KKA (Kartu Kembang Anak), pelayanan dan penyuluhan kesehatan.
  2. Pemanfaatan APE sebagai sarana stimulasi perkembangan balita dalam  pelayanan kesehatan tumbuh kembang balita.

Adapun Bina Keluarga Remaja (BKR) dengan kegiatan  :

  1. Penyuluhan kesehatan  remaja, tentang kesehatan reproduksi remaja, dan  narkoba
  2. Donor darah bekerjasama dengan PMI
  3. Kesehatan Olahraga, Club Sepeda Sehat

Dan kegiatan program Bina Keluarga Lansia/BKL melalui Posyandu Lansia yang dilaksanakan setiap tanggal 3 dan 7 dengan kegiatan, Senam Lansia, Penyuluhan kesehatan Lansia, Pemeriksaan kesehatan lansia seperti pemeriksaan Tekanan darah, Gula darah, Cholesterol dan asam urat, untuk memantau dan mencegah Penyakit Tidak Menular (PTM)/ penyakit degeneratif dan konseling untuk para lansia dan kegiatan refreshing berupa rekreasi Lansia dengan jalan sehat, Outbond, Siraman Rohani bagi lansiaLansia.

Perkembangan dan kemajuan ini tak lepas dari kerjasama dan komitmen yang patut kita banggakan, baik tenaga kesehatan, kader, masyarakat dan pihak swasta yang peduli untuk kesejahteraan masyarakat dan lingkungannya. Dengan pembinaan dan pelatihan kader serta menghimpun potensi yang mampu mendukung seperti para pengusaha olahan produksi rumah tangga, memfasilitasi perizinan produksi ke Lembaga terkait hingga terbentuk pula kegiatan lainnya seperti  koperasi Posyandu Anggur.

Upaya ini tidak sia-sia, selain meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan ibu dan anak diwilayahnya, segudang prestasipun mampu diraih seperti Juara III Lomba Cerdas Cermat kader Posyandu se-kecamatan Batam Kota Tahun 2008, Juara II Lomba Posyandu Sekecamatan Batam Kota Tahun 2011, Juara I Lomba Posyandu Tingkat kecamatan Batam Kota Tahun 2012, Juara I Lomba Posyandu Tingkat kota Batam Tahun 2012, Juara I Lomba Posyandu Tingkat Propinsi Kepri Tahun 2012 dan pada tahun ini mampu bersaing ditingkat nasional dengan predikat Juara II Prakarti Madya Tingkat Nasional Tahun 2013

Hal ini patut kita banggakan dan diharapkan mampu memotivasi Posyandu dan kader kesehatan lainnya untuk menjadi lebih baik dan mampu bersaing dalam kompetisi baik tingkat kota, propinsi dan nasional.

Saya selaku Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam bangga dan dikesempatan ini atas nama Pemerintah Kota Batam mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi atas prestasi ini, terus gali dan kembangkan potensi masyarakat semoga tetap jaya.

 





Ubah ke tampilan mobile