RAPAT KERJA KESEHATAN DAERAH KOTA BATAM (RAKERKESDA) 2015

pak Suryo

Kata sambutan dari Pak Wakil Walikota Batam H. Rudi, SE, MM

Untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, diperlukan perencanaan yang efisien dan efektif dan mampu mengakomodir  kebutuhan kesehatan masyarakat maupun provider pelayanan kesehatan itu sendri. Untuk itu Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Kesehatan Kota Batam telah melakukan kegiatan Rakerkesda (Rapat Kerja Kesehatan Daerah) Kota Batam tahun 2015. Dengan hasil dan tindak lanjut sebagai tentang dalam kesimpulan akhir Rapat Kerja sebagai berikut :

kadis Untitled

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Bapak Drg. H. Chandra Rizal. M.Si membuka kata sambutan pada Rakerkesda Tahun 2015 dan pembacaan doa oleh Bapak Irnal Syafei, S.KM

RANGKUMAN

RAPAT KERJA KESEHATAN DAERAH KOTA BATAM

(RAKERKESDA)

2015

Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) kota Batam di laksanakan di kantor Walikota Batam pada  16  –17 April 2015 yang bertujuan  untuk meningkatkan koordinasi dan sinergi antara pelayanan kesehatan pemerintah seperti Puskesmas,RSUD  dan sarana pelayanan kesehatan  swasta  dalam upaya mempercepat pelaksanaan  pembangunan kesehatan di kota Batam.

 

Berdasarkan arahan Wakil Walikota Batam, paparan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau, Biro Perencanaan dan Pusat Pembiayaan Kesehatan  Kementerian Kesehatan R.I, Bappeda kota Batam dan Kepala BPJS regional Sumatera Bagian Tengah,serta hasil diskusi kelompok  dan sidang pleno, maka peserta Rakerkesda kota Batam yang terdiri dari para pejabat Eselon II, Eselon III dan Eselon IV di Dinas Kesehatan dan RSUD Embung Fatimah kota Batam  serta Kepala UPT di lingkungan Dinas Kesehatan kota Batam, Kepala Instansi Vertikal kementerian Kesehatan  di kota Batam, Direktur RS dan Pengelola Klinik dan Rumah Bersalin di kota Batam serta Kepala BPJS kota Batam, menyepakati langkah-langkah implementasi dan tindak lanjut sebagai berikut :

 

3

Narasumber dari P2JK Bapak Drg. Armansyah, MPPM dan dari Bapekko Bapak Aidil Sahalo, M.Sc. Eng    Morderator dari Dinas Kesehatan Bapak Erigana, S.KM, M.Kes

1.Penguatan pelayanan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang komprehensif dan bermutu, melalui:

  1. Dalam Kegiatan Sosialisasi kepesertaan perlu diikuti dengan sosialisasi tentang standar operasional prosedur dan sistem rujukan agar pemahaman dalam pemanfaatan sarana pelayanan kesehatan serta perbedaan persepsi tentang rujukan penyakit, batas waktu rujukan  dapat dipahami oleh masyarakat/peserta BPJS.
  2. Meningkatkan informasi kemasyarakat tentang FKTP yang bekerjasama dengan BPJS baik pemerintah maupun swasta.
  3. Klinik yang mengajukan permintaan vaksin,Vit.A, Buku KIA obat TB dan Vit.K harus disertai dengan surat permintaan dan laporan penggunaan sarana tersebut.
  4. Bila ditemukan/ adanya kasus HIV/AIDS agar diinformasikan ke sarana kesehatan lain khususnya terkait rujukan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
  5. Pasien Jamkesmas (BPJS) luar kota serta orang terlantar harus mendapat rekomendasi dari Dinas Sosial.

 

  1. Peningkatan kwalitas pelayanan kesehatan melalui sistem pembiayaan / pendanaan yang efisien dan efektif.
  1. Bahwa untuk mendukung peningkatkan kwalitas pelayanan, diharapkan BPJS dapat meningkatkan dana kapitasi yang disesuaikan menurut kelasnya.
  2. Menyikapi masih adanya permasalahan terkait kekurangan obat / obat yang kosong pada e’katalog  maka diharapkan BPJS dan Kementerian Kesehatan R.I  meninjau ulang FORNAS dan menambah variasi obat generik maupun non generik. Serta peninjauan ulang MoU dengan PBF yang menyediakan obat FORNAS.
  3. Adanya permasalahan seperti kasus INA CBG’s belum mencukupi/belum standar dan pada kasus tertentu EX:ICU atau operasi bedah syaraf serta kasus penyakit yang komplkasi yang membutuhkan waktu perawatan yang lama dan tidak sesuai dengan klaim RS, serta pembayaran klaim yang tidak tepat waktu maka diharapkan BPJS dapat meningkatkan kwalitas pelayanan terkait pembiayaan  seperti perbaikan tarif dengan memperhatikan rekomendasi tarif dari RS , KOLEGIUM PROFESI, ASOSIASI KLINIK , dll. Serta peninjauan kembali komitmen tanggal pembayaran.

 

4

Para Peserta yang mengikuti acara Rakerskesda

 

  1. Peningkatan Manajemen pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional.

Menyikapi permasalahan seperti; perbedaan persepsi tantang pengkodingan diagnosa yang belum selaras antara RS/Koder dengan verivikator        BPJS ; Kurangnya penjelasan verivikator BPJS  kepada pihak RS atas klaim yang ditolak; standar yang belum jelas serta verikator yang tidak selalu      berada di tempat, maka melalui rakerkesda kota Batam diusulkan:   a. Meminta agar BPJS dan Kemenkes RI dapat memberikan pelatihan kepada verivikator BPJS mengenai sistem pengkodingan diagnosa.

b. Mengusulkan kepada BPJS dan Kemenkes R.I agar kwalifikasi tenaga verivikator mempunyai pendidikan berlatar belakang kesehatan.

c. Meminta agar BPJS kota Batam membuat jadwal keberadaan verivikator (minimal seminggu sekali).

d. Mengusulkan kepada kementerian kesehatan, BPJS dan organisasi profesi dalam menetapkan standar pelayanan pada kasus tidak semata dari resume medis saja melainkan juga secara patofosiolis.

                                                                                                 Batam, 17 April 2015

               Mengetahui,                                                                   Ketua Panitia,

   KA.DINAS KESEHATAN

            KOTA BATAM

 

   Drg.H.CHANDRA  RIZAL.M.Si                                                  Drg.SRI RUPIATI

Sumber : Bidang Program Seksi Perencanaan Progam

 

 



Anda dapat mengikuti respon dengan mentaut RSS 2.0 feed.
Anda dapat meninggalkan komentar, atau membuat umpan balik trackback dari situs anda.

Masukkan Komentar Anda


Meninggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat menggunakan tag: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>