PELATIHAN MANAJEMEN BBLR DAN ASFIKSIA TINGKAT KOTA BATAM TANGGAL, 07-10 APRIL 2015

IMG20150407093833

 

Di Indonesia Angka Kematian Bayi (AKB) masih tinggi sekitar 56% kematian terjadi pada periode yang sangat dini yaitu dimasa neonatal . Sebagian besar kematian neonatal terjadi pada 0-6 hari (78,5%) dan prematuritas merupakan salah satu penyebab utama kematian. Target dari Millenium Developmen Goals (MDG’s) tahun 2015 adalah menurunkan Angka Kematian Bayi menjadi 23 per 1000 Kelahiran Hidup. Sedangkan hasil Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2012, AKB masih 32/1000 KH. Untuk mencapai penurunan AKB di atas, dalam Rencana Strategis Kementerian Kesehatan terdapat 4 strategi utama yaitu meningkatkan akses pelayanan kesehatan yg berkualitas, meningkatkan keterampilan petugas kesehatan, meningkatkan pemberdayaan masyarakat dan meningkatkan pembiayaan kesehatan masyarakat.

Peningkatan pengetahuan dan keterampilan petugas kesehatan merupakan upaya strategi dalam pencapaian penurunan angka kematian bayi, salah satunya dengan kegiatan pelatihan program neonatal pada tingkat desa sampai rumah sakit. Selama 3 (tiga) dari (tanggal 07-10 April 2015) Dinas Kesehatan Kota Batam telah melatih 15 orang tenaga kesehatan dalam manajemen BBLR dan ASFIKSIA .

Diharapkan ilmu yang telah diberikan oeh Narasumber dapat meninggkatkan kapasitas petugas dalam menurunkan Angka Kematian Bayi di Kota Batam .

Angka kejadian dan angka kematian Bayi Baru Lahir akibat komplikasi seperti Asfiksia, Infeksi, Hipotermi, Hiperbilirubinemia masih tinggi, di harapkan Bidan terutama Bidan di Desa sebagai ujung tombak pelayanan yang mungkin menjumpai kasus Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai sesuai dengan kompetensi dan fasilitas yang tersedia. Bidan dan perawat yang terampil dan kompeten dalam manajemen BBLR di harapkan dapat menangani kasus BBLR dengan baik dan benar serta dapat menyebarkan pengetahuannya kepada keluarga mengenai penanganan BBLR menggunakan cara yang mudah dan sederhana.

Terkait dengan hal tersebut, Kementrian Kesehatan RI dan Unit Kerja Kelompok Perinatologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (UKK Perinatologi IDAI) bekerja dengan beberapa Dinas Kesehatan Propinsi telah menyelenggarakan pelatihan Manajemen BBLR bagi Bidan, Perawat, Dokter, serta dokter spesialis anak menurut tahapannya, telah menunjukan hasil yang menggembirakan karena dengan menggunakan langkah-langkah manajemen BBLR sebagaimana yang tercantum pada bahan bahan belajar pada pelatihan tersebut, para bidan dan perawat mampu dan berhasil menangani kasus BBLR. Pada akhirnya angka kematian neonatal akibat BBLR dapat dikurangi. Berdasarkan uraian di atas maka Dinas Kesehatan Kota Batam bermaksud menyelenggarakan Pelatihan Manajemen BBLR dan Asfiksia.

Menurut WHO, setiap tahunnya sekitar 3 % (3,6 juta) dari 120 juta bayi lahir mengalami asfiksia, hampir 1 juta bayi ini kemudian meninggal. Di Indonesia dari seluruh kematian balita, sebanyak 38 % meninggal pada masa Bayi baru Lahir (BBL) menurut IACMEG tahun 2005. Sebagian besar kematian neonatal terjadi pada 0-6 hari (78,5%) Dengan penyebab kematian terbesar adalah gangguan pernapasan/asfiksia 35,9%, prematuritas dan BBLR 32,4% dan sepsis 12%. Sedangkan penyebab kematian bayi di umur 7-28 hari adalah sepsis 20,5%, kelainan congenital 18,1%, pneumonia 15,4%, prematuritas dan BBLR 12,8% dan Respiratory Distress Syndrome (RDS) 12,8%.

Dikota Batam angka kematian bayi pada tahun 2013 yaitu 7,28 per 1000 kelahiran hidup, Sedangkan di tahun 2014 terjadi sedikit peningkatan yaitu 8,67 per 1000 KH. Penyebab kematian bayi ini paling tinggi disebabkan oleh asfiksia dan BBLR. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan petugas kesehatan merupakan upaya strategi dalam pencapaian penurunan angka kematian bayi, salah satunya dengan kegiatan pelatihan program neonatal pada tingkat desa sampai rumah sakit.. Pengetahuan dan keterampilan Perawat, Bidan dan dokter tentang manajemen BBLR dan Asfiksia sangat penting dalam upaya melakukan tatalaksana yang tepat dalam memberikan Asuhan pada Neonatal umumnya dan kasus BBLR khususnya, maka Pelatihan Manajemen BBLR dan Asfiksia ini diselenggarakan.

Sumber Bidang Promkes Seksi Kesga