KEGIATAN PENYEHATAN LINGKUNGAN

KEGIATAN PENYEHATAN LINGKUNGAN DINAS KESEHATAN KOTA BATAM

 

Sesuai dengan Peraturan Walikota Batam No 10 th 2008 tentang uraian tugas dan fungsi Seksi Penyehatan Lingkungan berada pada bidang pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan.

Seksi Penyehatan Lingkungan mempunyai tugas membantu Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dan Penyehatan Lingkungan dalam melaksanakan penyehatan lingkungan yang berkaitan dengan Higiene dan Sanitasi  di permukiman, tempat-tempat umum, industri dan tempat kerja serta melakukan penyehatan air, pengawasan limbah medis dan operasional laboratorim kesehatan lingkungan

Uraian tugas sebagai mana di maksud meliputi :

  1. Penyusunan rencana dan program kerja seksi penyehatan lingkungan
  2. Pemberian petunjuk dan pembinaan dalam penyelenggaraan kegiatan penyehatan lingkungan di permukiman, tempat-tempat umum, tempat pendidikan dan tempat kerja.
  3. Pelaksanaan pembinaan dan kordinasi penyelenggaraan penyehatan lingkungan industri besar dan kecil yang berkaitan dengan higiene dan sanitasi.
  4. Pembinaan, koordinasi dan penyelenggaraan kegiatan penyehatan air dan limbah medis.
  5. Penyelenggaraan upaya pengembangan dan opersional laboratorium kesehatan lingkungan.
  6. Penyusunan dan pembuatan laporan seksi kepada kepala bidang.
  7. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan kepala bidang pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan sesuai dengan lingkup tugas dan fungsinya.

Dalam rangka melakukan pemberian petunjuk dan pembinaan dalam penyelenggaraan kegiatan penyehatan lingkungan di permukiman, pada tahun 2012 ini Dinas Kesehatan Kota Batam melakukan pembinaan dan monitorong ke wilayah-wilayah kerja puskesmas yang ada di Kota Batam dalam melaksanakan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Strategi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)  ini dituangkan dalam suatu Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor: 852/MENKES/SK/IX/2008.

Komponen dasar dari STBM itu adalah :

  1. Perubahan Perilaku
  2. Peningkatan akses sanitasi yang berkelanjutan
  3. Pengelolaan berbasis masyarakat yang berkelanjutan
  4. Dukungan institusi kepada masyarakat (enabling environment)

Dengan menitik beratkan tujuan / sasaran program kepada 5 (lima) pilar perobahan perilaku masyarakat, yg dikenal dengan 5 pilar STBM, yaitu :

  1. Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS)
  2. Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)
  3. Pengelolaan Air Minum Rumah Tangga (PAM-RT)
  4. Pengelolaan Sampah Rumah Tangga
  5. Pengelolaan  Limbah Cair Rumah Tangga ( Limbah Cair RT )


Pendekatan yang dilakukan untuk mengubah perilaku higiene* dan sanitasi ini dilakuakan melalui pemberdayaan masyarakat  dengan metode pemicuan lansung ke masyarakat sasaran, dengan harapan masyarakat tersebut terpicu untuk merobah perilaku nya kearah yang lebih baik sehingga angka kejadian penyakit berbasis lingkungan yang berkaitan dengan sanitasi dan perilaku akirnya dapat di tekan melalui penciptaan kondisi sanitasi total ini.

Beberapa pemicuan kemasyarakat yang dilakukan oleh Puskesmas, dengan bimbingan Dinas Kesehatan Kota BAtam yang dilakukan baru-baru ini : (februari – maret 2012), yaitu :

1. Pemicuan yang dilakukan di Kampung Baloi Kebun wilayah kerja Puskesmas Baloi Permai

2.Pemicuan STBM ke masyarakat kampung tua sei binti wilayah kerja PKM Sei Lekop

3. Pemicuan STBM di kampung bukit timur lubuk baja wilayah kerja PKM Lubuk Baja

4. Pemicuan STBM yang dilakukan dinas kesehatan kota batam dan sanitarian PKM Sambau ke desa bakau serip di wilayah kerja PKM Sambau dengan cara turun lansung ke rumah penduduk

Selain menggalakan STBM seksi Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Batam juga melakukan beberapa kegiatan untuk pelaksanaan program Lingkungan Sehat antara lain :

 

  • KEGIATAN PENYEHATAN TEMPAT-TEMPAT UMUM

Tempat-tempat Umum merupakan Suatu tempat dimana banyak orang berkumpul untuk melakukan kegiatan baik secara insidentil maupun terus-menerus, baik secara membayar maupun tidak. Sedangkan Usaha-usaha untuk umum merupakan Suatu usaha/kegiatan yang menghasilkan barang / jasa yang bertujuan untuk dapat dinikmai dan dimanfaatkan oleh masyarakat secara luas.

Dasar Hukum

• UU No.23 thn 1992 tentang Kesehatan

•UU No.11 thn 1962 tentang Hyangiene utk Usaha bagi Umum

•UU No.2 thn 1966 tentang Hyangiene

•Permenkes No.061/MENKES/PER/I/1990 tentang Persyaratan Kesehatan Kolam Renang dan Pemandian Umum

•Permenkes No.80/MENKES/II/1990 tentang Persyaratan Kesehatan Hotel

•Peraturan daerah yang mengatur kegiatan-kegiatan usaha bagi umum

Penyehatan sanitasi tempat-tempat umum bertujuan untuk mewujudkan kondisi TTU yang memenuhi syarat agar masyarakat pengunjung terhindar dari kemungkinan bahaya penularan penyakit serta tidak menyebabkan gangguan terhadap kesehatan masyarakat. Selain itu juga agar pengunjung TTU menggunakan dan memelihara fasilitas sanitasi yang tersedia di TTU tersebut, juga agar pengelola/penanggung jawab TTU dengan upaya sendiri menciptakan sanitasi TTU

Ruang Lingkup STTU

  1. Penyediaan air minum (Water Supply)
  2. Pengelolaan sampah padat, air kotor, dan kotoran manusia (Wastes Disposal meliputi sewage, refuse, dan excreta)
  3. Hygiene dan sanitasi makanan (Food Hygiene and Sanitation)
  4. Perumahan dan kontruksi bangunan (Housing and Construction)
  5. Pengawasan vektor (Vector Control)
  6. Pengawasan pencemaran fisik (Physical Pollution)
  7. Hygiene dan sanitasi industri (Industrial Hygiene and Sanitation)

Usaha Sanitasi Tempat-Tempat Umum

  1. Pengawasan dan pemeriksaan faktor  lingkungan TTU serta faktor manusia yang melakukan kegiatan.
  1. Penyuluhan terhadap masyarakat (edukasi) terutama untuk yang menyangkut pengertian dan kesadaran masyarakat terhadap bahaya2 yang timbul dari TTU

Berikut Tempat-Tempat Umum  yang di bina oleh Dinas Kesehatan Kota BAtam

I.  HOTEL/PENGINAPAN

Usaha penyehatan usaha-usaha bagi umum termasuk hotel sangat penting dilakukan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Penyehatan Hotel perlu dilaksanakan untuk mencegah terjadinya penularan penyakit dan gangguan kesehatan serta untuk mendorong pengembangan pariwisata.

Hotel-hotel yang dibina  oleh Dinas kesehatan dalam bulan Februari –maret 2012 adalah

  1. Hotel Amir
  2. Hotel holiday inn
  3. Harist resort tanjung riau
  4. I hotel
  5. S hotel
  6. Hotel 89

II.  PASAR

Pasar yang dikunjugi dan dibina sanitasi lingkungannya oleh seksi penyehatan lingkunagn dinas kesehatan kota batam di bulan februari – maret 2012

  1. Pasar aviari
  2. Pasar fanindo
  3. Kampung becek

III.  PANTI PIJAT/MASSAGE

Dasar pelaksanaan Penyehatan Lingkungan Panti Pijat adalah Kep. Menkes 288/Menkes/SK/III/2003 tentang Pedoman Penyehatan Sarana dan Bangunan Umum. Sedangkan komponen penilaian meliputi :

1. Ruang tunggu

2. Ruang kerja

3. Fasilitas Sanitasi

4. Peralatan Kerja dan

5. Karyawan

Panti pijat  yang dikunjugi dan dibina sanitasi lingkungannya oleh seksi penyehatan lingkunagn dinas kesehatan kota batam di bulan februari – maret 2012

1.fortune massage

2.Beautiful massage

3.top one massage

IV.               KOLAM RENANG/PEMANDIAN UMUM

 

Dasar pelaksanaan penyehatan klam renang dan pemandian umum ini terpat pada Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 416/MENKES/PER/IX/1990 tentang Syarat-Syarat dan Pengawasan Kualitas Air. Sedangkan Komponen umum inpeksi sanitasi kolam renang dan pemandian umum meliputi :

1. Tata Bangunan

2. Konstruksi bangunan

3. Kelengkapan

4. Persyaratan bangunan dan fasilitas sanitasi (seperti bak cuci kaki untuk kolam renang, dll), serta

5. Area kolam renang dan kolam pemandian umum

Kolam Renang yang dikunjugi dan dibina sanitasi lingkungannya oleh seksi penyehatan lingkungan dinas kesehatan kota batam di bulan februari – maret 2012

  1. Kolam renang shangrila
  2. Kolam renang sukajadi
  • KEGIATAN PENGAWASAN KUALITAS AIR MINUM

Depot air minum adalah badan usaha yang mengelola air minum untuk keperluan masyarakat dalam bentuk curah dan tidak dikemas (Pedoman Pelaksanaan Penyelenggaraan Hygiene Sanitasi Depot Air Minum, Dirjen P2PL Depkes RI Tahun 2008).

Dasar pelaksanaan penyehatan Depot Air Minum ini adalah Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 907/MENKES/SK/VII/2002 Tentang Syarat-Syarat dan Pengawasan Kualitas Air Minum. Kepmenkes tersebut dalam kaitan dengan Depot Air Minum ini antara lain mengatur :

Pasal 2

Jenis air minum meliputi (harus memenuhi syarat kesehatan air minum)

a. Air yang didistribusikan melalui pipa untuk keperluan rumah tangga;

b. Air yang didistribusikan melalui tangki air;

c. Air kemasan;

d. Air yang digunakan untuk produksi bahan makanan dan minuman yang disajikan kepada masyarakat;

 

Pasal 6

Pemeriksaan sampel air minum dilaksanakan di laboratorium pemeriksaan kualitas air yang ditunjuk oleh Pemerintah Kabupaten/Kota.

Pasal 9

Pengelola penyediaan air minum harus:

a. menjamin air minum yang diproduksinya memenuhi syarat kesehatan dengan melaksanakan pemeriksaan secara berkala memeriksa kualitas air yang diproduksi mulai dari:

- pemeriksaan instalasi pengolahan air;

- pemeriksaan pada jaringan pipa distribusi;

- pemeriksaan pada pipa sambungan ke konsumen;

- pemeriksaan pada proses isi ulang dan kemasan;

 

b. melakukan pengamanan terhadap sumber air baku yang dikelolanya dari segala bentuk pencemaran berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku.

Peralatan dan perlengkapan yang dipergunakan untuk pengolahan air minum harus menggunakan peralatan yang sesuai dengan persyaratan kesehatan (food grade) seperti pada :

  1.  Pipa pengisian air baku
  2.  Tandon air baku
  3.  Pompa penghisap dan penyedot
  4.  Filter
  5.  Mikro Filter
  6.  Kran pengisian air minum curah
  7.  Kran pencucian/pembilasan botol
  8.  Kran penghubung (hose)
  9.  Peralatan sterilisasi

Sedangkan Air baku yang dipergunakan pada depot air minum ini harus memenuhi syarat sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 416/Menkes/Per/IX/1990 tentang Syarat-Syarat dan Pengawasan Kualitas Air.

Depot Air Minum yang dikunjungi dan dibina sanitasi lingkungannya oleh seksi penyehatan lingkungan dinas kesehatan kota batam di bulan februari – maret 2012

  1. DEPOT AIR MINUM STAR WATER
  2. DEPOT AIR MINUM VI QUA
  3. DEPOT AIR MINUM GUNUNG SALJU
  4. DEPOT AIR MINUM SCF QUA
  5. DEPOT AIR MINUM NURUL HIDAYAH
  6. DEPOT AIR MINUM ANUGRAH
  7. DEPOT AIR MINUM JAMBU QUA
  8. DEPOT AIR MINUM TIRTA KENCANA
  9. DEPOT AIR MINUM EL DOROK WATER STORE
  10. DEPOT AIR MINUM FERZA QUA
  11. DEPOT AIR MINUM BRITA WATER

Selain itu seksi Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Batam juga melakukan inspeksi sanitasi serta pembinaan ke pabrik – pabrik Es Kristal yang ada di Batam, seperti

  1. Pabrik Es Bunga Mawar
  2. Pabrik Es SPA
  3. Pabrik Es ATLAS




Ubah ke tampilan mobile