Kegiatan Sarana dan Prasarana Tahun 2013

Pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar peningkatan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya dapat terwujud. Untuk mewujudkan cita-cita bangsa yang mulia ini diperlukan upaya kesehatan melalui penyelenggaraan pembangunan di bidang kesehatan secara berkesinambungan dan paripurna meliputi upaya peningkatan, pencegahan, pengobatan hingga pemulihan, serta rujukan yang membutuhkan sarana/fasilitas kesehatan.

 Penyediaan sarana/fasilitas pelayanan kesehatan yang berkeadilan dan merata merupakan kewajiban pemerintah dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat di bidang kesehatan.  Tersedianya sarana/fasilitas pelayanan kesehatan yang berkeadilan menyangkut penyebaran dan akses atau kejangkauan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dan hal ini masih merupakan tantangan bagi negara Republik Indonesia termasuk di Kota Batam yang merupakan daerah kepulauan dan perbatasan. Menjawab tantangan ini diperlukan perencanaan sehingga penyelenggaraan pembangunan yang efektif, efisien, dan bermutu berdaya guna dan berhasil guna sesuai dengan prinsip-prinsip tata pemerintahan yang baik (good governance).

Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Kesehatan Kota Batam selaku koordinator pelaksanaan pembangunan kesehatan di Kota Batam telah menyusun strategi diantaranya melalui revitalisasi pelayanan kesehatan dasar (primary health care) dengan meningkatkan jumlah sarana dan prasarana untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang melalui peningkatan akses pada pelayanan kesehatan, terutama didaerah perbatasan dan kepulauan.

Dari tahun ke tahun terdapat peningkatan sarana pelayanan kesehatan dasar, berikut data sarana kesehatan di Kota Batam 

JENIS SARANA

JUMLAH

TOTAL

TAHUN 2012

PEMBANGUNAN TAHUN 2013

Puskesmas

16

1

17

Pustu

54

1

55

Polindes/Poskesdes

34

4

38

Puskel Darat

22

3

25

Puskel Laut

13

0

13

Tahun 2013, telah dibangun Puskesmas di Tanjung Buntung Kecamatan Bengkong, mengingat padatnya penduduk di Kecamatan Bengkong secara rasio kependudukan sudah selayaknya penambahan Puskesmas di Kecamatan Bengkong. Dengan demikian jumlah Puskesmas di Kota Batam saat ini berjumlah 17 unit. Pembangunan Puskesmas ini juga dilengkapi dengan fasilitas rumah dinas bagi paramedis dan medis yang nantinya akan bertugas Puskesmas Tanjung Buntung ini masing-masing 2 unit.

 

Mengingat Pulau Batam merupakan daerah kepulauan yang terdiri sehingga perlu  pengembangan sarana pelayanan kesehatan, seperti Puskesmas Pembantu Pulau Bulang secara fisik telah dikembangkan, yang nantinya akan menjadi salah satu Puskesmas rujukan di Kecamatan Bulang. 

Sebagai perpanjangan tangan pelayanan kesehatan, agar jangkauan pelayanan kesehatan lebih dekat dengan masyarakat di Kecamatan Sei Beduk juga telah dibanguan 1 Puskesmas Pembantu (PUSTU) di Kelurahan Duriangkang dan pembangunan 4 Poskesdes di Pulau Nipah, Pulau Panjang Barat di Kecamatan Bulang, di Pulau Mongkol Kecamatan Galang dan di Tanjung Banun Kecamatan Galang.

Pembangunan sarana kesehatan juga dilakukan rehabilitasi dan revitalisasi pada beberapa sarana kesehatan yang ada, seperti Pustu dan Polindes.

Selain itu, untuk meningkatkan kemampuan masyarakat untuk berperilaku hidup sehat, mampu mengatasi masalah kesehatan secara mandiri, berperan aktif dalam setiap pembangunan kesehatan, serta dapat menjadi penggerak dalam mewujudkan pembangunan berwawasan kesehatan perlu digali potensi yang ada pada masyarakat dengan pemberdayaan masyarakat melalui UKBM (Usaha Kesehatan Berbasis Masyarakat) dengan penekanan atau fokus pelayanan  pada upaya promotif dan preventif. Usaha Kesehatan Berbasis Masyarakat yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat dan sangat berdampak positif terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat yakni Posyandu.

 

Pemerintah Kota Batam sangat mendukung upaya yang mengutamakan upaya promotif dan preventif untuk itu Pemerintah Kota Batam membantu pembangunan Posyandu disetiap wilayah dalam kecamatan dengan harapan tersedianya sarana dan prasarana kesehatan yang tersebar dalam wilayah Kota Batam akan meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat dan memandirikan masyarakat dalam masalah kesehatan karena Posyandu adalah milik, oleh dan untuk masyarakat. Tahun ini sebanyak 36 Posyandu telah dibantu dalam pembangunannya secara fisik yang tersebar di seluruh wilayah Kota Batam.

 Pembangunan sarana bukan hanya peningkatan fasilitas kesehatan secara fisik, Pemerintah Kota Batam juga telah menambah armada Puskesmas Keliling darat sebanyak 3 unit. Puskesmas keliling ini digunakan untuk operasional Puskesmas dan juga berfungsi sebagai ambulans

 

Semoga peningkatan kuantitas sarana dan prasarana kesehatan juga meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kota Batam.