Inspirasi “Serdadu Kumbang” Bagi Anak-Anak Pulau Panjang

Media Center Batam – Amek, Umbe, dan Acan merupakan tiga bocah bersahabat karib yang hidup dalam kondisi serba kekurangan di sebuah perbukitan di Desa Mantar, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Mereka berusaha keras merintis cita-cita meski dengan berbagai keterbatasan.

Amek, bocah yang menderita bibir sumbing, tinggal bersama “Inag” (ibunya) Siti dan kakaknya Minun di sebuah rumah panggung sederhana yang jauh dari kota, sejak ia ditinggal ayahnya Zakaria merantau mengadu nasib bekerja sebagai TKI di Malaysia lebih tiga tahun.

Cerita ini merupakan sepintas alur film “Serdadu Kumbang” yang diproduseri Ari Sihasale. Film ini diambil dari beberapa kisah nyata ber-setting pendidikan, karakter dan cita-cita anak bangsa. Dengan alur cerita perjuangan menggapai cita-cita ini, kembali ditayangkan sebagai agenda kegiatan diseminasi melalui komunikasi interpersona sebagai agenda Badan Komunikasi dan Informatika (Kominfo) di Pulau Akar Kelurahan Setokok, Batam, Sabtu (21/5) malam.

Film ini diputar di tengah lapangan menggunakan layar lebar yang dipancarkan oleh proyektor. Ratusan warga datang menyaksikan baik dari anak-anak hingga orang tua. Penonton terlihat terpingkal tertawa lebar, karena film tersebut juga diselipkan komedi.

Nilai pendidikan yang dapat diambil adalah kegigihan anak-anak dalam meraih cita-cita meskipun dalam suasana keterbatasan. Nilai persahabatan, tenggang rasa, semangat, dan tanggung jawab diri sangat kentara dalam film itu.

Kasubbid Pengelolaan informasi dan Dokumentasi Muhardi mewakili Kepala Badan Kominfo Salim mengatakan, pemutaran film disetiap pulau di Kota Batam merupakan agenda tahunan Kominfo. Film-film yang ditayangkan memiliki nilai inspirasi tinggi sehingga anak-anak maupun orang tua dapat termotivasi.

Harapan kita film yang diputarkan dapat terinspirasi. Baik dari sisi pendidikan, nasionalis, tenggang rasa, ibadah dan lain sebagainya,”katanya.

Lurah Setokok Agus sangat berterima kasih atas kegiatan yang dilaksanakan di Pulau Panjang. Harapannya tentu hikmah dari film ini dapat memotivasi setiap anak-anak mengejar cita-citanya meski serba kekurangan.

Film ini sangat menginsiprasi. Bagaimana Amek dan rekan-rekannya mengejar cita-cita meski dalam kekurangan,”katanya.