Isu Strategis Berdasarkan Tugas & Fungsi

3.1.   Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan SKPD

3.1.1.            Permasalahan Umum

Dalam mencapai peran yang diharapkan pada Visi dan Misi Badan Komunikasi dan Informati Kota Batam berusaha mengidentifikasi permasalahan – permasalahan yang dihadapi, seperti cepatnya perubahan pada perangkat teknologi informasi dan komunikasi (ICT), hal ini terus melaju pesat, sehingga apabila kita ingin menyesuaikan dengan kemajuan perangkat teknologi informasi dan komunikasi (ICT) yang adalah menjadi sarana dan prasarana inti bagi Badan Komunikasi dan Informatika Kota Batam dalam menjalankan perannya sebagai pusat data elektronik Pemerintah Kota Batam, menyebabkan diperlukannya anggaran yang cukup besar. Kurangnya anggaran  pada Badan Komunikasi dan Informatika dalam setiap penyelenggaraan pembangunan dibidang teknologi informasi dan komunikasi (ICT) menjadi salah satu penyebab e-Government seperti jalan di tempat dan belum dapat memberikan pelayanan internet dan intranet secara optimal.

Selain dari pada permasalahan diatas, Badan Komunikasi dan Informatika Kota Batam juga harus menghadapi permasalahan sumber daya aparatur yang masih terbatas jumlah aparatur dalam pengembangan pengetahuan di bidang jaringan internet dan intranet, programmer, database, dan website. Pengembangan sumber daya aparatur ini memerlukan pendidikan dan pelatihan yang intensif dan berkelanjutan sehingga dapat memberikan hasil yang signifikan.

3.1.2.            Permasalahan Khusus

Permasalahan khusus yang dihadapi oleh Badan Komunikasi dan Informatika Kota Batam yaitu pada bidang Pos, Telekomunikasi dan Penyiaran; khususnya menara telekomunikasi yang melibatkan beberapa instansi lain seperti pertanahan, perencanaan kota dan monitoring frekwensi, sehingga koordinasi antara instansi menjadi sesuatu hal yang penting. Koordinasi yang melibatkan antar instansi ini menjadi permasalahan khusus oleh karena adanya kepentingan yang berbeda-beda pada setiap instansi, namun permasalahan ini harus terus didalami secara proporsional dan intens guna mencapai satu tujuan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Demikian juga dalam Meningkatkan pengawasan terhadap jasa titipan yang belum memiliki izin merupakan permasalahan khusus oleh karena kebanyakan izin usaha adalah cabang dari pusat, yang hanya memiliki izin usaha dari pusat saja. Banyaknya jumlah usaha jasa titipan yang belum memiliki izin yang dikeluarkan oleh daerah menyebabkan sulitnya melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaku usaha jasa titipan. Hal ini dapat merugikan daerah dimana pelaku usaha yang melakukan aktifitas usahanya di Kota Batam tetapi tidak memberikan kontribusi bagi daerah itu sendiri yaitu Kota Batam.

Mengembangkan kemampuan sumber daya manusia, penelitian dan pengembangan komunikasi dan informatika adalah merupa upaya untuk meningkatkan manfaat dari komunikasi dan informasi, sehingga diperlukan sumberdaya manusia yang kompeten yang dapat merancang, menggunakan, dan mengevaluasi metode komunikasi, pemanfaatan informasi dan teknologi pendukungnya sesuai dengan kemajuan perkembangan teknologi yang ada. Perlu adanya peningkatan produktivitas, inovasi dan kolaborasi tidak hanya dilingkungan Badan Komunikasi dan Informatika Kota Batam saja tetapi juga pada setiap SKPD di Pemerintah Kota Batam. Meningkatkan sistem layanan kepemerintahan (e-Government) yang terintegrasi yang mampu menciptakan sistem e-Government daerah dan sekaligus bermanfaat bagi masyarakat dalam meperoleh layanan publik yang makin baik adalah salah satu tujuan dari Badan Komunikasi dan Informatika Kota Batam, namun dalam mewujudkan tujuan ini sangat memerlukan dukungan dari seluruh SKPD Pemerintah Kota Batam yaitu dengan menyatukan persepsi bahwa pentingnya implementasi e-Government sebagai wujud pelayanan prima Pemerintah Kota Batam.

Bidang Aplikasi Telematikan; Memanfaatkan perkembangan teknologi informasi global, pemerintah mendukung pengembangan dan pemanfaatan Open Source Software (OSS). Penggunaan OSS dapat menurunkan biaya pembelian perangkat lunak (khususnya penggunaan sistem operasi desktop dan jaringan) sehingga dapatmenghemat anggaran pada setiap SKPD dalam         pengadaan perangkat       lunak. Pelatihan dan sosialisasi mengenai software ini masih sangat baru dilingkungan Pemerintah Kota Batam, meski pada SKPD Badan Komunikasi dan Informatika Kota Batam software ini sudah applicated tetapi penggunaan Open Source Software (OSS) kedepan perlu menjadi perhatian kita. Permasalahan lainnya adalah belum adanya kebijakan yang kuat guna mendukung implementasi e-Government, sulitnya koordinasi kelembagaan, sarana dan prasarana yang belum memadai, belum adanya apalikasi dan perencanaan berdasarkan penilaian berkala.

Bidang Informasi Publik; Pengelolaan, penyebaran dan pemerataan informasi publik yang beragam dan berkualitas yang bersifat mendidik, mencerahkan masyarakat dalam rangka mewujudkan masyarakat informasi yang menjunjung nilai-nilai budaya, merupakan suatu peranan penting dalam menjalankan tugas dan fungsi Badan Komunikasi dan Informatika. Menjalankan peranan ini ada beberapa permasalahan yang dihadapi yaitu wilayah Batam yang selain terdiri dari wilayah perkotaan, juga memiliki 3 kecamatan yang berada di Pulau Rempang, Pulau Galang dan Bulang dan memiliki pulau – pulau kecil lainnya. Kondisi wilayah Batam ini menyebabkan sulitnya menyebarkan informasi secara merata sampai pada pulau – pulau terkecil.

Bidang Pengelolaan Data Elektronik; permasalahan yang dihadapi adalah masih belum optimalnya sarana, prasarana dan infrastruktur jaringan sampai ke wilayah hinterland, sehingga belum dapat memberikan layanan komunikasi informatika ke seluruh desa atau pulau – pulau yang berada di wilayah hinterland. Sedangkan 22 (dua puluh dua) titik jaringan tiang wireless yang ada hanya dapat menghubungkan antar kelurahan dan kecamatan tetapi belum dapat dirasakan oleh masyarakat manfaatnya secara langsung dalam artian masyarakat belum dapat menerima informasi dan perkembangannya melalui tiang jaringan tersebut. Kebutuhan akan fiber optik dalam rangka mewujudkan masyarakat informasi memiliki peranan yang sangat penting guna mencapai tujuan dan sasaran rencana pembangunan jangka menengah daerah pada bidang ICT.

3.2.   Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih

3.2.1.            Visi Pemerintah Kota Batam

Visi Pembangunan Kota Batam Tahun 2011 – 2016 :

“Terwujudnya Kota Batam sebagai Bandar Dunia Madani yang Modern dan Menjadi Andalan Pusat Pertumbuhan Perekonomian Nasional”

3.2.2.            Misi Pemerintah Kota Batam

Misi Pemerintah Kota Batam yang berkaitan dengan Badan Komunikasi dan Informatika Kota Batam adalah :

1.      Misi II

Mengembangkan Sistem Pendukung Strategis Penataan Ruang Terpadu meliputi Komponen Fasilitas Sarana dan Prasarana Sistem Telekomunikasi dan Teknologi Informasi Komunikasi (ICT) Modern dan Prima, Ekosistem Hutan Kota, Penataan Lingkungan Kota yang Bersih, Sehat, Aman, Nyaman dan Lestari;

2.      Misi V

Mewujudkan Pelaksanaan Pemerintahan yang Baik, Bersih dan Berwibawa.

3.3.   Telaahan Renstra Kementerian dan Renstra Propinsi /Kabupaten/Kota

3.3.1.            Renstran Kementerian Komunikasi dan Informatika

Dalam menjalankan tugas dan fungsinya Badan Komunikasi dan Informatika Kota Batam mengacu kepada Visi dan Misi Kementerian Komunikasi dan Informatika 2010 – 2014, yaitu :

i.  Visi Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia 2010 – 2014 adalah “Terwujudnya Indonesia Informatif menuju masyarakat sejahtera melalui pembangunan kominfo berkelanjutan, yang merakyat dan ramah lingkungan, dalam kerangka NKRI”

ii.  Misi Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia adalah :

1)     Meningkatkan kecukupan informasi masyarakat dengan karakteristik komunikasi lancar dan informasi benar menuju terbentuknya Indonesia informative dalam kerangka NKRI;

2)     Mewujudkan birokrasi layanan komunikasi dan informatika yang profesional dan memiliki integritas moral yang tinggi ;

3)     Mendorong peningkatan tayangan dan informasi edukatif untuk mendukung pembangunan karakter bangsa ;

4)     Mengembangkan sistem kominfo yang berbasis kemampuan lokal yang berdaya saing tinggi dan ramah lingkungan ;

5)     Memperjuangkan kepentingan nasional kominfo dalam sistem pasar global.

3.3.2.            Renstra Propinsi Kepulauan Riau

Dalam menjalankan tugas dan fungsinya Badan Komunikasi dan Informatika Kota Batam mengacu kepada Visi dan Misi Dinas Komunikasi dan Informatika Propinsi Kepulauan Riau 2011 – 2015, yaitu :

i.  Visi Dinas Komunikasi dan Informatika Propinsi Kepulauan Riau “Terwujudnya Masyarakat Informasi di Kepulauan Riau yang Merata melalui Penyelenggaraan Komunikasi dan Informasi yang Efektif dan Efisien”

ii.  Misi Dinas Komunikasi dan Informatika Propinsi Kepulauan Riau periode 2011 – 2015 ditetapkan 5 (lima) Misi, yaitu :

  1. Mengupayakan keterjangkauan dan ketersediaan komunikasi dan informasi di seluruh wilayah Propinsi Kepulauan Riau;
  2. Mengoptimalkan pemanfaatan sarana dan prasarana komunikasi dan informasi serta melaksanakan diseminasi informasi;
  3. Meningkatkan profesionalisme aparatur dibidang komunikasi dan informatika didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai;
  4. Mewujudkan layanan online dalam penyelenggaraan pemerintahan berbasis teknologi informasi dan komunikasi;
  5. Mengoptimalkan pengelolaan pos dan telekomunikasi serta telematika.

3.4.   Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis

Pengembangan Kota Batam telah sesuai dengan rencana tata ruang wilayah (RTRW) yang telah ditetapkan berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Batam Nomor 2 Tahun 2004 tentang Rencana Tata ruang Wilayah Kota Batam Tahun 2004 – 2014. RTRW Kota Batam Tahun 2008-2028 belum ditetapkan sebagai Peraturan Daerah, tetapi dalam rancangan Perda RTRW telah dijelaskan kebijakan yang ditempuh dalam RTRW 2008-2028 sesuai dengan pasal 29 ayat 1 PP 8 tahun 2008 bahwa tujuan Penataan Ruang Kota Batam adalah “Terwujudnya Bandar Dunia yang Madani Berbasis Industri, Pariwisata, Perdagangan dan jasa, yang produktif, aman, nyaman, maju, berkualitas, berwawasan lingkungan dan berkelanjutan serta berdaya saing kuat di era global”.

Dalam pengembangan Kota Batam sesuai dengan tujuan RTRW 2008-2028, pembangunan infrastruktur jaringan tiang wireless/fiber optik dan menara telekomunikasi di Kota Batam sangat signifikan dalam membentuk struktur dan pola ruang termasuk mendorong pembangunan suatu wilayah. Oleh karena itu dalam strategi pengembangan infrastruktur tiang jaringan dan menara telekomunikasi pada setiap wilayah harus terpadu dan searah dengan RTRW Kota Batam, dengan tetap mengacu pada pola ruang peruntukan, pengembangan, pelestarian, pemanfaatan dan pengendalian yang juga diselaraskan dengan struktur ruang wilayah sistem infrastruktur.

Pembangunan sarana, prasarana informasi komunikasi di Kota Batam tidak hanya memperhatikan pada sisi pola ruang peruntukan, pengembangan, pelestarian, pemanfaatan dan pengendalian saja tetapi juga harus menggunakan KLHS yang adalah salah satu instrumen pengelolaan lingkungan hidup, dimana penyelenggaraan pembangunan bidang komunikasi dan informatika secara terintegrasi yang didukung oleh konvergensi teknologi informasi dan komunikasi yang ramah lingkungan.

Kebijakan, Rencana dan Program (KRP) Badan Komunikasi dan informatika Kota Batam harus sejalan dengan prinsip – prinsip pembangunan yang berkelanjutan sehingga diharapkan dapat mengurangi atau bahkan lebih antisipatif terhadap terjadinya kerusakan lingkungan hidup. Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) menjadi kerangka integrative bagi Badan Komunikasi dan Informatika Kota Batam untuk :

  1. Meningkatkan manfaat pembangunan;
  2. Menjamin keberlanjutan rencana dan implementasi pembangunan;
  3. Membantu menangani permasalahan lintas batas dan lintas sector, baik di tingkat kabupaten, propinsi maupun antarnegara (jika diperlukan) dan kemudian menjadi acuan dasar bagi proses penentuan kebijakan, perumusan strategi, dan rancangan program;
  4. Mengurangi kemungkinan kekeliruan dalam mebuat prakiraan/prediksi pada awal proses perencanaan kebijakan, rencana atau program pembangunan;
  5. Memungkinkan antisipasi dini secara lebih efektif terhadap dampak negatif lingkungan di tingkat proyek pembangunan, karena pertimbangan lingkungan telah dikaji sejak awal tahap formulasi kebijakan, rencana atau program pembangunan.

3.5.   Penentuan Isu – Isu Strategis

Demi mewujudkan Kota Batam menjadi Kota Modern dan Madani sebagaimana tertera pada Visi Pemerintah Kota Batam tahun 2011 -2016, Badan Komunikasi dan Informatika Kota Batam mengangkat beberapa isu strategis bidang komunikasi dan informatika yang adalah sebagai berikut :

  1. Penguatan data center yang menjadi pusat data Pemerintah Kota;
  2. Penguatan infrastruktur jaringan internet dan intranet Pemerintah Kota;
  3. Peningkatan implementasi e-Government Pemerintah Kota;
  4. Pembangunan sistem aplikasi kelembagaan dan ketatalaksanaan Pemerintah Kota;
  5. Penyediaan layanan informasi website online;
  6. Pengembangan jaringan komunikasi data yang aman dan handal;
  7. Pembentukan masyarakat informatif melalui penyebaran, penyediaan dan pemanfaatan informasi, yang dilaksanakan oleh pemerintah secara aktif, mengumpulkan informasi yang bermanfaat untuk dapat diakses oleh masyarakat;
  8. Pembentukan komunikasi informasi masyarakat yang secara aktif dapat menggali, mengolah dan menyebarkan informasi secara bertanggungjawab;
  9. Ketersediaan layanan informasi publik yang berkualitas dan diakses secara mudah dan cepat;
  10. Penyelenggaraan Pos, Telekomunikasi dan Penyiaran yang efektif dan efisien dengan menggunakan sumberdaya seoptimal mungkin, memenuhi standar kualitas layanan prima;
  11. Pengembangan sumberdaya aparatur dilingkungan Badan Komunikasi dan Informatika Kota Batam yang menguasai teknologi informasi.