Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran, Strategi dan Kebijakan

4.1.  Visi dan Misi

Visi Badan Komunikasi dan Informatika Kota Batam adalah “Terwujudnya Masyarakat Informasi yang Madani melalui Penyelenggaraan Komunikasi dan Informatika Modern dan Prima.”

Misi merupakan penjabaran dari Visi Badan Komunikusi dan Informatikan Kota Batam yang adalah sebagai berikut :

1. Meningkatkan infrastruktur komunikasi dan informatika guna memperluas aksesibilitas masyarakat terhadap informasi;

Perkembangan Teknologi Informasi yang sedemikian cepat dan beragam mendorong Badan Komunikasi dan Informasi Kota Batam lebih selektif dalam penyediaan sarana dan prasarana komunikasi dan informatika untuk mendukung unit kerja di lingkungan Pemerintah Daerah Kota Batam. Misi pertama Badan Komunikasi dan Informasi Kota Batam adalah “Menyediakan sarana dan prasarana komunikasi dan informatika di semua unit kerja Pemerintah Daerah Kota Batam dan masyarakat guna memudahkan masyarakat untuk mengakses informasi” adalah merupakan komitmen Badan Komunikasi dan Informasi Kota Batam dalam mendukung terciptanya Pemerintah yang Baik dan Bersih (good government and clean governance). Sarana dan prasarana yang hendak diwujudkan oleh Badan Komunikasi dan Informasi Kota Batam tidak terbatas hanya peralatan dan perlengkapan yang mempergunakan Teknologi Informasi tetapi juga peralatan dan perlengkapan yang dapat menjadi perantara dalam penyampaian informasi kepada masyarakat seperti media cetak, media luar ruang, media elektronik, media tatap muka dan media lainnya sesuai dengan perkembangan teknologi, kondisi dan situasi.

2. Mendorong Peningkatan aplikasi layanan publik yang aplikatif dan terpadu;

Database dan aplikasi merupakan bahan yang dapat diolah menjadi informasi sesuai dengan kebutuhan publik. Misi kedua Badan Komunikasi dan informasi kota Batam adalah  Memperbaharui database dan aplikasi agar bermanfaat bagi semua pihak yang merupakan tindak lanjut dari misi pertama, disamping sarana dan prasarana akan terus ditingkatkan dengan memadai maka pengolahan database dan aplikasi merupakan komitmen selanjutnya agar informasi yang dihasilkan dapat bermanfaat dan berdaya guna. Pihak-pihak yang disediakan informasi tidak hanya masyarakat tetapi juga unit kerja lain di lingkungan Pemerintah Daerah Kota Batam. Hal ini terjadi karena pembangunan sistem informasi yang tidak terpusat dan kurangnya koordinasi telah menghasilkan database dari masing-masing unit kerja sehingga terjadi ketidaksamaan data antar masing-masing unit kerja terhadap satu masalah atau informasi yang sama, dengan ini maka Badan Komunikasi dan Informasi Kota Batam menjadikan permasalahan ini sebagai misi kedua.

 

3. Mendorong Peranan media cetak dan elektronik dalam menciptakan masyarakat informasif yang menjunjung nilai – nilai budaya;

Peranan media dalam pembentukan opini semakin masif dalam beberapa dekade terakhir. Media dapat digolongkan menjadi tiga menurut jenisnya, yaitu media cetak yang terdiri dari koran, majalah, dll, media elektronik terdiri dari televisi dan radio, dan yang masih tidak jelas statusnya yaitu media online dengan perangkat internet. Semakin pentingnya peran media dalam pembentukan opini publik tidak terlepas dari pesatnya peningkatan teknologi informasi dan komunikasi. Jika 10 tahun sebelumnya jumlah media cetak, stasiun televisi dan radio lokal sangat terbatas, namun hari ini jumlah media cetak, stasiun televisi dan radio lokal semakin banyak dan dengan tingkat coverage yang lebih luas. Bahkan, hari ini kita dapat mengakses jaringan internasional, sesuatu yang mustahil dilakukan pada beberapa tahun yang lalu. Dengan peran tersebut, media massa menjadi sebuah agen dalam membentuk citra di masyarakat. Pemberitaan di media massa sangat terkait dengan pembentukan citra, karena pada dasarnya komunikasi itu proses interaksi sosial, yang digunakan untuk menyusun makna yang membentuk citra tersendiri mengenai dunia dan bertukar citra melalui simbol-simbol. Dalam konteks tersebut, media memainkan peranan penting untuk konstruksi realitas sosial. Oleh karena itu arus informasi yang berkembangan pada masyarakat perlu menjadi perhatian Pemerintah Daerah Kota Batam dalam hal ini Badan Komunikasi dan Informatika yang mengemban tugas dibidang komunikasi dan Informatika, sehingga masyarakat dapat menerima informasi yang berkualitas dan mengandung nilai-nilai budaya guna membentuk opini dan citra positif masyarakat Kota Batam.

4. Mendorong Peranan kelompok-kelompok masyarakat dalam mewujudkan masyarakat informasi;

Pembentukan opini publik seharusnya tidak sepenuhnya menjadi monopoli media massa. Masyarakat juga memiliki peranan penting dalam mencerna informasi yang didapat dari media. Dalam hal itu, maka faktor relativisme budaya masyarakat juga menjadi hal yang penting dalam proses keberterimaan sebuah opini publik. Dengan perannya yang sangat besar dalam pembentukan opini publik, maka sudah sejatinya gerakan kelompok-kelompok masyarakat baik tokoh masyarakat, tokoh agama, mahasiswa dan profesionalisme muda dapat memanfaatkan keran-keran media massa dalam melakukan adovokasi kebijakan publik. Menyadari akan potensi kelompok-kelompok masyarakat dalam peranannya mewujudkan masyarakat informasi, Badan Komunikasi dan Informatika Kota Batam perlu mendorong dan mendukungnya sehingga melalui Misi 4 ini maka lebih memudahkan tercapainya Visi Badan Komunikasi dan Informatika selama 5 (lima) tahun kedepan.

5. Meningkatkan kualitas pelayanan Pos, Telekomunikasi dan Penyiaran.

Pos, telekomunikasi merupakan organisasi Penyelenggaraan jaringan telekomunikasi yang adalah kegiatan penyediaan dan/atau pelayanan jaringan telekomunikasi yang memungkinkan terselenggaranya telekomunikasi. Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi tersebut telah membawa implikasi terhadap dunia penyiaran. Penyiaran sebagai penyalur informasi dan pembentuk pendapat umum, perannya makin sangat strategis, terutama dalam mengembangkan kebebasan informasi. Penyiaran telah menjadi salah satu sarana berkomunikasi bagi masyarakat, lembaga penyiaran, dunia bisnis, dan pemerintah. Perkembangan tersebut telah menyebabkan landasan hukum pengaturan telekomunikasi dan penyiaran yang ada selama ini menjadi kurang memadai. Oleh karena kompleksnya permasalahan diatas, Peran serta Pemerintah Daerah Kota Batam yaitu Badan Komunikasi dan Informatika dalam menyelenggarakan tugas dan fungsinya dibidang Komunikasi dan Informatika, khususnya di bidang penyelenggaraan pos, telekomunikasi dan penyiaran, sangat menentukan penyelenggaraan telekomunikasi yang berlaku secara universal dan terpadu.

4.2.  Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah

4.21.   Tujuan

Sebagai penjabaran atas Visi dan Misi Badan Komunikasi dan Informatika, maka tujuan yang akan dicapai dalam periode 5 (lima) tahun ke depan adalah :

  1. Mengembangkan infrastruktur jaringan internet dan intranet Pemerintah Kota Batam yang memiliki keamanan data dan jaringan;
  2. Meningkatkan layanan informasi publik yang tidak dapat dibatasi waktu dan lokasi dengan biaya yang terjangkau oleh masyarakat luas;
  3. Penyiapan e-government baik pada kebijakan maupun system manajemen;
  4. Pembentukan hubungan interaktif antara Pemerintah dan masyarakat guna mewujudkan masyarakat informasi;
  5. Meningkatkan Sistem Teknologi Komunikasi Informasi(ICT) Terpadu;
  6. Meningkatkan Teknologi Komunikasi dan Informasi yang adaptif, aplikatif dan integratif;
  7. Pembentukan system informasi dan aplikasi kelembagaan dan ketatalaksanaan Pemerintah Kota Batam;
  8. Penataan Menara Telekomunikasi Terpadu yang efisein dan efektif guna memberikan standar kualiatas layanan prima terhadap masyarakat;
  9. Meningkatkan sumberdaya aparatur dilingkungan Badan Komunikasi dan Informatika Kota Batam;
  10. Meningkatkan kinerja aparatur.

4.2.2.   Sasaran Jangka Menengah

Sasaran yang ingin dicapai Badan Komunikasi dan Informatika Kota Batam periode tahun 2011 – 2016 sebagai berikut :

  1. Meningkatnya infrastruktur jaringan internet yang memadai;
  2. Tersedianya fiber optik di Kota Batam;
  3. Tersedianya Data Center Pemerintah Kota yang aman dan akurat;
  4. Terwujudnya sistem e-Government yang terintegritas dan efektif;
  5. Tersedianya layanan pos, komunikasi dan informatika yang efektif dan efisien;
  6. Tersedia dan tersebarnya informasi factual dan merata ke seluruh wilayah Kota Batam baik perkotaan dan hinterland;
  7. Tersedianya layanan konten informasi yang edukatif, mencerahkan dan memberdayakan masyarakat;
  8. Tersedianya menara Telekomunikasi Terpadu;
  9. Tersedianya layanan Publik online (website online);
  10. Terselenggaranya pengelolaan sumberdaya komunikasi dan informatika yang optimal;
  11. Terlaksananya pelayanan administrasi perkantoran;
  12. Tersedia dan terpeliharanya sarana dan prasarana perkantoran Pemerintah Kota Batam;
  13. Mendorong pengembangan sumberdaya aparatur yang menguasai bidang komunikasi dan informatika;
  14. Meningkatnya sumberdaya aparatur

4.3.  Strategi dan Kebijakan

Diperlukan beberapa strategi dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan oleh Badan Komunikasi dan Informatika Kota Batam. Adapun strategi dimaksud adalah :

  1. Mengembangkan teknologi komunikasi informasi yang aplikatif dan terpadu dalam penyelenggaraan pembangunan secara bertahap dan sistematis;
  2. Meningkatkan dan menerapkan kapasitas teknologi komunikasi informasi yang tepat guna dan berdaya guna bagi penyelenggaraan pembangunan;
  3. Meningkatkan pengelolaan sumber daya komunikasi dan informatika yang optimal;
  4. Melakukan koordinasi lintas SKPD dalam mengimplementasikan e-Government secara optimal;
  5. Mendorong pembentukan masyarakat informatif melalui penyediaan, penyebaran, pemanfaatan informasi oleh pemerintah yang secara aktif mengumpulkan informasi yang bermanfaat untuk dapat diakses oleh masyarakat;
  6. Meningkatkan implementasi e-Government yang terintegrasi dan aplikatif;
  7. Mendorong pembentukan sumberdaya aparatur yang handal dan kompeten.

Informasi yang dikelola dengan baik akan menghasilkan pengetahuan yang sangat khas bagi masyarakat, sesuai dengan kondisi alam dan budaya, sehingga merupakan aset yang sangat berharga. Pengetahuan tersebut dapat dipergunakan sebagai landasan bagi semua kegiatan industri, perdagangan, manajemen, maupun sosial sehingga mampu memberikan nilai tambah yang tinggi bagi output kegiatan-kegiatan tersebut. Melalui peran pemerintah dalam pemberdayaan informasi diharapkan dalam jangka panjang akan dapat terbentuk masyarakat Batam yang semua kegiatannya didasarkan pada pengetahuan, baik yang diperolehnya dari pengalaman sendiri maupun dari sumber yang memuat pengalaman, pemikiran, analisis orang lain. Dengan arah kebijakan yang tepat sangat besar harapannya bidang komunikasi dan informatika akan sangat berperan dalam melakukan transformasi menuju ke masyarakat pengetahuan tersebut.

Terkait dengan rantai nilai komunikasi dan informatika , perlu dirumuskan arah kebijakan yang dikaitkan dengan tahap-tahap pada rantai nilai tersebut supaya nilai tambah yang diberikan pada tiap tahap rantai nilai adalah maksimal. Dengan mempertimbangkan fenomena konvergensi dari telekomunikasi, internet dan media yang terjadi saat ini, kecuali di sektor pos, arah kebijakan bidang komunikasi dan informatika tidak lagi membedakan adanya sektor- sektor telekomunikasi, penyiaran, media yang vertikal tersebut mengingat media apa saja telah dapat dipergunakan untuk menyampaikan informasi apa saja. Dalam era konvergensi, pemisahan yang justru lebih tampak jelas adalah secara horisontal yang membedakan sumberdaya, infrastruktur, jasa, dan kandungan informasi.

Oleh karena itu kebijakan yang ditetapkan dalam melaksanakan program dan kegiatan Badan Komunikasi dan Informatika Kota Batam sesuai dengan RPJMD Kota Batam 2011 – 2016 adalah :

  1. Memanfaatkan sumber daya komunikasi dan informatika secara optimal. Sumberdaya dan struktur teknologi informasi dan komunikasi adalah sangat terbatas sehingga perlu dimanfaatkan secara efektif dalam usaha memperoleh hasil yang optimal bagi keseluruhan pemangku kepentingan yaitu pemerintah, pebisnis dan masyarakat. Pemberian hak penggunaan sumberdaya tersebut pada satu sisi harus dilakukan secara selektif dengan komitmen yang memenuhi asas keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia; pada sisi yang lain harus dapat dialokasikan dengan cepat dan bertanggung jawab;
  2. Membentuk iklim penyelenggaraan layanan pos, komunikasi dan informatika. Untuk menghasilkan layanan pos, komunikasi dan informatika yang terjangkau, berkualitas dan aman kepada seluruh masyarakat, diperlukan peran swasta yang memperoleh izin penyelenggaraan melalui pembukaan peluang usaha oleh pemerintah sedemikian hingga tercipta pasar dengan sistem kompetisi yang sehat, yang menguntungkan bagi pengusaha dan masyarakat;
  3. Menyediakan dan menyebarkan informasi yang bermanfaat. Pemberdayaan informasi oleh pemerintah dilakukan dengan mengingat fungsi pemerintah sebagai produsen dan penyedia informasi. Informasi yang dihasilkan oleh pemerintah perlu dikumpulkan dan dibuat tersedia kepada masyarakat untuk diambil  pada saat dibutuhkan. Sementara itu, informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat harus juga disebarkan melalui ruang publik yang harus disediakan oleh semua penyelenggara komunikasi dan informatika serta ruang privat yang sesuai dengan peruntukannya;
  4. Penataan menara telekomunikasi dan pendirian menara dilakukan secara terencana dan berkesinambungan dengan tetap memperhatikan etika dan estetika lingkungan sehingga memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat;
  5. Meratakan layanan informasi dan memberdayakan masyarakat. Untuk mempercepat pemerataan layanan dan kemampuan pemanfaatan informasi diperlukan tindakan afirmatif oleh pemerintah melalui pembangunan infrastruktur, jasa dan kandungan informasi untuk wilayah hinterland yang kurang layak   secara  ekonomis bagi penyelenggara. Usaha-usaha pembangunan kapasitas sumberdaya manusia juga merupakan bagian yang terkait erat dengan pembangunan fisik untuk mencapai tingkatan nilai komunikasi yang lebih tinggi sehingga terjadi transformasi sosial. Dalam hal ini peran lembaga komunikasi sosial (kelompok masyarakat informasi) didorong dan dikembangkan melalui pendekatan kearifan lokal;
  6. Mengembangkan kemampuan sumber daya manusia yang kompeten dalam pengembangan komunikasi dan informatika serta teknologi pendukungnya sehingga meningkatkan manfaat dari komunikasi dan informasi tersebut.