DIKLAT MANAJEMENT BISNIS UNTUK PKL DI SELENGGARAKAN OLEH KEMENTERIAN PERDAGANGAN YANG BEKERJA SAMA DENGAN DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PASAR, KOPERASI DAN UKM KOTA BATAM

20140922_084834

Pembukaan Diklat Manajemen Bisnis untuk PKL di Kota Batam yang berlangsung pada tanggal 22 – 25 September 2014 selama 4 hari, bertempat di Hotel Nagoya Mansion Batam.

20140922_09045020140922_092604

 

Diklat Manjemen Bisnis di Buka Secara Resmi Oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pasar,  Koperasi dan UKM Kota Batam, PEBRIALIN, SE. M.Si.Diadakan Diklat ini Bertujuan untuk dapat memberikan  pengetahuan dan keterampilan kepada peserta mengenai teknik pengelolaan bisnis dan pengelolaan  keuangannya. Peserta diklat seluruhnya berjumlah 50 orang yang berasal dari Pedagang Kaki Lima (PKL) diwilayah  Kota Batam dan sekitarnya. Penyematan tanda Peserta dari 2 PKL Kuliner yang diwakili oleh Ibu Nani Sumarni dan Bapak Nasem.

    Pokok – Pokok Bahasan dan Nara Sumber  dalam diklat Manjemen Bisnis untuk PKL :

  • Pemasaran Kuliner di sampaikan oleh Bapak BERMAND A. HUTAGALUNG, SE

  • Pelayanan Prima dari Bisnis Kuliner di sampaikan oleh Bapak RAMBAT LUPIYOADI, SE, ME Beliau berasal dari Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LM FE – UI)

  • Rantai Bisnis Kuliner dan Pengelolaan Keuangan di sampaikan oleh Ibu WULAN AYODYA beliau adalah Praktiksi yang berasal dari UKMKU yang memiliki beberapa bisnis yang sukses

  • Perubahan Pola Pikir dalam Bisnis Kuliner dan Resep Sukses Bisnis Kuliner di sampaikan oleh Bapak Kuwat Subarja beliau seorang pengusaha kuliner yang sukses

 

   20140922_090819 20140922_094424

Harapan panitia, peserta dapat memanfaatkan diklat ini dengan baik sehingga pengetahuan, wawasan  dan pemahaman semakin baik serta dapat bertukar pikiran dengan para instruktur/nara sumber yang  ada.

20140922_094833

Marketing Point diBandara Hang Nadim Batam

20140923_114955Graphic120140923_115235

Batam Selasa, 23 September 2014, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pasar, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (PMP-KUKM) Drs. Al-Azhar didampingi Kepala Bidang Program Dra.Utari Tri Wardani dan Kasi Bina Kemitraan, Jaringan Usaha dan Informasi Bisnis Repolina, SE beserta Kasi Data Informasi Riska Harmonis. SH, melakukan Monitoring terhadap Marketing Point milik Dinas PMP-KUKM Kota Batam yang berada di lantai II GATE 8 Bandara Hang Nadim Batam.

   Dari kunjungan tersebut di dapat masukan dari pengunjung tentang letak Marketing Point Dinas PMP-KUKM yang diujung sehingga banyak orang yang tidak tau bahwa disana ada Marketing Point Dinas PMP-KUKM yang menjual berbagai Souvenir, makanan ringan dan batik khas Kota Batam.

  Mereka mengusulkan untuk diberi “Papan Penunjuk” yang diletakkan di depan eskalator, sehingga para pengunjung dan penumpang yang sedang menunggu di ruang tunggu tahu dimana mereka bisa mendapatkan barang-barang khas Kota Batam untuk Oleh-oleh.

 Marketing Point Dinas PMP-KUKM ini di buat dengan tujuan untuk membantu para pelaku UKM memasarkan hasil produksinya. Selain itu juga untuk menjawab pertanyaan para pendatang (turis domestik/mancanegara) tentang kemana mereka bisa mendapat barang-barang yang dijual di Marketing Point Dinas PMP-KUKM ini adalah Cindera mata, Makanan Ringan, Batik Sedayung dan Prodak unggulan lainnya.

Peresmian Solar Home System (SHS) Tahun 2013

Dokumentasi Peresmian Solar Home System (SHS) Tahun 2013 

  1. Alasan Pengembangan Program dan Permasalahan yang Dihadapi 

Semakin terbatasnya ketersediaan sumber daya energi yang berasal dari fosil sudah dan sangat disadari oleh masyarakat dunia pada saat ini.  Energi fosil yang terdiri dari minyak, gas alam, dan batu bara telah menunjang kehidupan manusia selama bertahun-tahun baik sebagai bahan bakar kendaraan, pembangkit listrik, pemanas, masak dan lain-lain.

Seperti wilayah lainnya di Indonesia, wilayah Batam adalah terdiri dari gugus kepulauan dalam kawasan Provinsi Kepulauan Riau. Gugus kepulauan ini merupakan pulau-pulau kecil berada di sekeliling pulau Batam yang kini telah berkembang menjadi kawasan industri.  Pada saat ini kondisi ekonomi pulau-pulau disekitar Batam jauh berbeda dengan di Pulau Batam sendiri. Kondisi ekonomi masyarakat pulau disekitar Batam masih relative tertinggal.

Disamping itu sulitnya masyarakat mendapatkan pasokan bahan bakar minyak (BBM) Solar belakangan ini untuk mengoperasionalkan mesin-mesin genset guna keperluan penerangan karena belum mendapatkan fasilitas penerangan melalui PLN membuat kondisi sosial ekonomi masyarakat jadi sulit.

  1. Hasil dan Dampak Terhadap Masyarakat

Masyarakat hinterland/pesisir selama ini hanya dapat menikmati fasilitas listrik pada malam hari saja (jam 18.00 s/d 23.00 wib), sedangkan dengan adanya Solar Home System ini penerangan sudah bisa selama 24 jam.

REALISASI PELAKSANAAN PEMASANGAN SOLAR HOME SYSTEM (SHS)

TAHUN 2011 S.D 2013

NO KECAMATAN 2011 2012 2013 JUMLAH
1 GALANG 562 176 159 897
2 BULANG 81 186 267
3 BELAKANG PADANG 183 31 51 265
4 SAGULUNG 7 7
5 NONGSA 60 60
6 SEI. BEDUK 62 62
TOTAL 752 348 458 1.558

 

hgfg

Walikota Batam Bapak Drs. H. Ahmad Dahlan, MH. Meresmikan pemakaian Listrik Tenaga Surya Tahun Anggaran 2013.

zxc

asdasdfWalikota Batam Bapak Drs. H. Ahmad Dahlan, MH. (baju biru) di dampingi Bapak Kepala Dinas PMP-KUKM Pebrialin, SE, M.Si, mencoba menghidupkan lampu Listrik Tenaga Surya.asdasd

PAMERAN HARKOPNAS EXPO KE-67 2014 PRODUK UNGGULAN DAERAH. KOPERASI DAN UKM. DI LAPANGAN BENTENG MEDAN SUMATERA UTARA. 19 – 22 JUNI 2014.

DSCI0092Harkopnas Expo dilaksanakan dengan tujuan diantaranya adalah sebagai sarana exposisi ragam produk usaha  mikro kecil menengah dan koperasi serta sebagai tempat penyampaian dan sharing informasi secara komprehensif mengenai kualitas, kuantitas, harga dan hal hal lain yang terkait produk dimaksud kepada konsumen baik dalam negeri maupun manca negara. Tujuan akhir dari exposisi ini bukan hanya sekedar terjadinya transaksi jual beli pada saat pelaksanaannya, akan tetapi yang lebih penting adalah diharapkan timbulnya perjanjian-perjanjian kerjasama antara buyer dengan peserta exposisi serta terjalinnya kemitraan pemasaran produk antara peserta exposisi sendiri secara berkesinambungan pasca pelaksanaan exposisi.

DSCI0050Harkopnas Expo ke-67 di Medan yang dibuka oleh Menteri Koperasi dan UKM Dr. H. Syarifuddin Hasan, SE, MM, MBA di ikuti oleh dinas Koperasi & UKM, dan pelaku2 serta pengrajin2 UMKM seluruh Indonesia.

Dinas PMPK-UKM Kota Batam ikut berpartisipasi pada Harkopnas Expo ke-67 di Medan, Sumatera Utara, dengan mempromosikan beberapa produk unggulan berupa : Keripik Kari; Teri Kremes; Kue Bilis; Sambal Batam; Rendang Telur; Batik Motif Gonggong, jembatan barelang merek Sedayung dan Jagad; Kaos Batam Cik Puan; Aneka assesories berupa gantungan kunci, bros, miniatur jembatan barelang, bunga gonggong, asbak rokok; serta Aneka kerajinan dari kain fanel.

 

DSCI0072Semoga melalui Harkopnas Expo ke-67 Tahun 2014 di Medan ini, produk-produk usaha kecil menengah Kota Batam makin dikenal dan diminati, khususnya oleh masyarakat di luar Kota Batam. Sehingga para pelaku UKM di Kota Batampun semakin berkembang produksinya.