345 RUMAH DIPASANGI LISTRIK TENAGA SURYA

IMG_0773

Sebanyak 345 rumah di pulau-pulau penyangga Kota Batam, Kepulauan Riau, mulai menikmati listrik tenaga surya yang dipasang Pemerintah Kota Batam, Rabu.
“Bantuan ini merupakan bagian dari program pengentasan kemiskinan. Tujuannya adalah untuk menyediakan sarana dan prasarana infrastruktur dasar rumah tangga terhadap penyediaan listrik, khususnya yang tidak terjangkau oleh layanan PLN,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pasar, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kota Batam Pebrialin di sela-sela peresmian Solar Home System.

Pada tahun ini, Pemerintah Kota Batam dengan berbagi pembiayaan dengan Pemprov Kepri membantu pemasangan 345 solar home system dengan total anggaran Rp3.880.599.000.

Sebanyak 345 paket mesin listrik tenaga surya dipasang di 345 rumah warga di empat kecamatan pesisir, yaitu Bulang, Galang, Belakangpadang dan Nongsa.

“Ada enam lokasi di empat kecamatan yang menerima bantuan SHS tahun ini. Lokasi yang dipilih merupakan daerah yang tidak terjangkau listrik PLN,” kata Pebrialin.

Dia merinci, pemerintah menyalurkan 63 paket di Kecamatan Bulang, tepatnya di Pulau Cengkul RT 01 dan RT 02 Kelurahan Pantai Gelam dan sebanyak tujuh paket di Pulau Siali Kelurahan Kasu Kecamatan Belakangpadang.

Lalu 109 paket di Kampung Monggak RT 01 dan RW 02 Kelurahan Rempang Cate dan 102 rumah di Pulau Petong RT 01 dan RT 02 Kelurahan Pulau Abang. Keduanya berada di Kecamatan Galang.

Pemerintah juga menyalurkan 47 paket di Pulau Kubung RT 01 dan RT 03 dan 17 paket di Pulau Todak dan Pulau Malang RT 01 dan RT 03. Keduanya di Kecamatan Nongsa.

Pebrialin mengatakan penyaluran mesin listrik tenaga surya sudah dilaksanakan sejak 2011 demi menyelesaikan masalah kelistrikan di pulau-pulau yang belum terlayani PLN. “Hingga kini totalnya ada 1.903 rumah yang sudah menikmati listrik tenaga surya ini,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Ketua RT 02 RW 04 Kampung Monggak, Timo mengatakan penyaluran SHS membantu masyarakat mengurangi biaya listrik yang biasa ditanggung warga Rp 240 ribu per bulan.

“Dulu lampu hidup dari jam 18.00 WIB sampai 23.00 WIB, lalu kami ganti pakai lampu minyak tanah. Sekarang tak perlu seperti itu lagi, lampu sudah bisa nyala sampai pagi, jadi sangat terbantu. Dan kami sekarang sudah bisa mencuci baju pakai mesin cuci, kalau pakai genset tidak sanggup dayanya,” ujar sebagian masyarakat.

IMG_0743 IMG_0747 tenaga-surya

HARI KOPERASI KE-68

HARI KOPERASI KE-68

Penyerahan Pinjaman dana bergulir kepada koperasi aktif batam

Walikota Batam, Ahmad Dahlan menyerahkan sertifikat ISO 9001:2008 kepada Koperasi Karyawan McDermott dalam rangkaian Upacara Peringatan Hari Koperasi ke-68 Tingkat Kota Batam. Upacara dilaksanakan di Dataran Engku Putri Batam Centre, Kamis (29/7).

Kopkar McDermott menerima standar internasional di bidang sistem manajemen mutu ini karena telah mampu mengelola proses jasa simpan pinjam keuangan dan pengadaan barang sesuai standar operasional prosedur lembaga sertifikasi TUV NORD. Batam merupakan satu dari lima kota di Indonesia yang perwakilan koperasinya menerima sertifikat tersebut, dalam program pilot project Kementerian Koperasi dan UKM RI.

“Kami harap prestasi yang diperoleh Koperasi Karyawan ini bisa memotivasi koperasi lain di Batam untuk meningkatkan mutu manajemen dan pelayanannya sehingga bisa memperoleh capaian yang sama,” kata Dahlan.

Selain menyerahkan sertifikat ISO, Dahlan juga menyerahkan penghargaan pada koperasi berprestasi tingkat Kota Batam. Juga penghargaan kepada koperasi, usaha ekonomi desa simpan pinjam (UED-SP), dan usaha kecil menengah yang patuh dan tepat waktu dalam pengembalian dana bergulir.

Foto walikota batam bersama koperasi

Pada rangkaian upacara ini, Dahlan juga menyerahkan secara simbolis dana bergulir tahun 2015 kepada penerima pinjaman. Mereka yang menerima yaitu Koperasi Panca Graha Sinar Batam, UED-SP Bina Usaha Lestari, UKM Oloan Siregar, Armen, dan Sutira.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pasar, Koperasi, dan UKM Kota Batam, Pebrialin mengatakan saat ini terdapat 930 koperasi di Kota Batam. Koperasi ini berbagai di berbagai sektor, seperti produsen, konsumen, jasa, dan simpan pinjam.

“Yang tumbuh pesat adalah koperasi yang dibangun kawan-kawan karyawan. Karena ditopang dari sumber daya manusia juga penumpukan modalnya,” kata Pebrialin.

Ia menjelaskan, jumlah anggota koperasi karyawan banyak, berkisar 500-3000 orang. Sehingga pengumpulan modalnya jauh lebih cepat dan besar.

Sumber daya manusia yang mengelola koperasi pun mumpuni, karena dipilih dari 2000-an anggota yang ada.

“Keterikatannya cukup baik karena iuran dipotong langsung dari perusahaan. Dan perusahaan pun mendukung,” paparnya.

 

DSC_1028-300x199

Peringatan hari koperasi ke 68 di Kota Batam ini juga dirangkai dengan berbagai kegiatan, salah satunya seminar. Dalam acara yang menghadirkan pengurus dari 100 koperasi ini diantaranya membahas tantangan dan peluang memasuki era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) tahun depan.

Wakil Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia Muhmmad Sukri yang hadir sebagai pembicara mengatakan, nilai-nilai globalisasi yang terimplementasi dalam MEA setidaknya melihat beberapa aspek.

Seperti halnya kualitas produk atas barang dan jasa milik koperasi, kemampuan SDM yang unggul dan profesional, manajemen dengan standarisasi sistem yang modern.

“Mau gak mau ini harus dilakukan (perbaikan), kalau tidak akan tergerus akan masuknya barang dari luar negeri. Apalagi dengan MEA ini, yang paling cepat terkena dampaknya adalah Batam, karena berdekatan dengan Singapura dan Johor-Malaysia,”kata Sukri dalam pemaparannya pada acara yang berlangsung di Aula utama gedung Pemko Batam, Kamis (30/7).

Ia juga melihat sisi positif dari pasar bebas Asia Tenggara ini. Seperti terbentuknya pasar produk-produk ekspor di Asean, kemudahan mengakses modal investasi, kemudahan memperoleh barang atau jasa dari luar negeri beserta meningkatnya dunia pariwisata.

Namun demikian, ia juga menilai bila hal ini tidak disikapi juga akan berdampak negatif. Seperti hilangnya pasar produk ekspor karena kalah bersaing, pasar dibanjiri produk luar serta masuknya SDM handal dari luar.

“Karena itu kita harus meningkatkan daya saing gerakan koperasi, seperti institusi koperasi dengan memperkuat idiologisasi pada anggota, penguatan kelembagaan, membangun kultur kreatif, inovatif,memperkuat jaringan kemitraan dan lain sebagainya,”tambah Sukri.

Sementara itu, Rulli Indrawan sebagai pembicara lainya mengatakan, terdapat beberapa masalah yang dihadapi koperasi dan harus segera diselesaikan.

“Masalah aksebelitas kita lemah. Saat ini kita harus belajar koperasi ke Bandung. Ini sudah peminatnya kurang, mau belajar saja jauh. Maunya, orang Kepri belajar koperasi cukup datang ke Batam atau ke Kepri,”ujar mantan rektor itu.

 

20150730_081919_resized_1

Foto Bersama Wakil Walikota Batam.

DSC_0171

Pemukulan Gong Secara Resmi Pembukaan Seminar.