Berita Terbaru

DINAS KELAUTAN, PERIKANAN, PERTANIAN DAN KEHUTANAN


INFO; TANJUNG RIAU PANEN KERAPU

Panen Perdana Ikan Kerapu Bantuan Program Pengentasan Kemiskinan Tahun 2013 di Tanjung Riau

Panen Perdana Ikan Kerapu Bantuan Program Pengentasan Kemiskinan Tahun 2013 di Tanjung Riau

Bibit ikan kerapu bantuan program Pengentasan Kemiskinan Tahun anggaran 2013 sudah menampakkan hasilnya. Bibit yang ditebar ukuran 4 Inchi pada bulan Juli tahun 2013 telah dapat dipanen dengan ukuran rata- rata 1 Kg per dua Ekor(27/1/2014). Penerima yang berhasil melakukan panen perdana adalah kelompok pembudidaya ikan POKDAKAN BUNGA LAMON di Tanjung Riau. Jumlah bibit yang diserahkan kepada kelompok ini berjumlah 1000 Ekor.

Budidaya ikan laut memiliki prospek yang bagus di Kota Batam karena jenis ikan kerapu merupakan salah satu ikan komoditas ekspor. Singapura dan Hongkong merupakan pangsa pasar ikan Kerapu dari Batam. Jenis ikan Kerapu yang bayak dibudidayakan di batam adalah jenis kerapu macan. Selain bibitnya mudah di dapat, jenis ikan ini juga cocok dengan kondisi perairan Batam dan Sekitarnya.
Saat ini jumlah POKDAKAN budidaya ikan laut binaan Dinas KP2K sebanyak 97 Kelompok dengan jumlah anggota sebanyak 861 orang. Budiaya ikan kerapu ini di dominasi oleh POKDAKAN di wilayah kecamatan, Galang, Bulang dan Belakang Padang. Pembinaan POKDAKAN di Batam saat ini sedang digalakkan dalam rangka memenuhi kebutuhan stok ikan untuk Batam khususnya restoran- restoran seafood yang tersebar di Kota Batam juga untuk memenuhi permintaan ekspor negara tetangga. Seiring dengan tujuan program pengentasan Kemiskinan Budidaya Ikan Kerapu merupakan salah satu mata pencaharian alternatif bagi nelayan. Dengan membudidayakan ikan kerapu digharapkan dapat menambah penghasilan nelayan saehingga dapat mendukung program pengentasan kemiskinan.


INFO; PENYERAHAN PROGRAM PENGENTASAN KEMISKINAN TAHUN 2014 DINAS KP2K

Penyerahan Sampan Fiber bantuan Program Pengentasan Kemiskinan Tahun 2014 di Dapur 12.

Penyerahan Sampan Fiber bantuan Program Pengentasan Kemiskinan Tahun 2014 di Dapur 12(11/4/2014)

TASKIN22

Penyerahan Mesin Ketinting bantuan Program Pengentasan Kemiskinan Tahun 2014(11/4/2014)

Penyerahan Bibit Ikan Kerapu bantuan Program Pengentasan Kemiskinan Tahun 2014

Penyerahan Bibit Ikan Kerapu bantuan Program Pengentasan Kemiskinan Tahun 2014(10/4/2014)

Program Pengentasan Kemiskinan merupakan dana sharing APBD 1 dan APBD II. Tahun 2014 merupakan tahun ke -4 pelaksanaan Program Pengentasan Kemiskinan. Salah satu program pengentasan kemiskinan adalah Program Pembinaan Unit usaha Penduduk miskin. Adapun bentuk kegiatannya adalah menumbuhkembangkan usaha Nelayan, Pembudidaya Ikan dan keluarga pengolah hasil perikanan serta motorisasi perikanan tangkap penduduk miskin/ desa tertinggal.

Pemerintah kota Batam melaui Program pengentasan kemiskinan Tahun 2014 telah menyerahkan bantuan kepada Nelayan, Pembudidaya Ikan seperti pada tabel berikut :

TABEL TASKIN

Lokasi distribusi bantuan Program pengentasan kemiskinan tahun 2014 adalah sebagai berikut :
1. Mesin Ketinting : Subang Mas, Rempang Cate, Sembulang, Galang Baru, Teluk Bakau, Tembesi, Pantai Gelam, Tanjung Gundap, Bulang Lintang dan Pulau Bertam, Gare, Lingke.
2. Sampan Fiber : Teluk Paku, Pulau Gare, Bertam, Lingke dan Karas
3. Bibit Kerapu : Tanjung Riau, Galang Baru, Sembulang, Tanjung Sari, Pemping, Kasu, Pulau Seraya, Pecung, Tanjung Piayu, Ngenang dan Setokok.
4. Bibit Kakap dan Pakan Ikan : sekanak Raya, Pecung, Pantai Gelam, Karas, Sambau, Tanjung Uma, Kasu, Pulau Abang, Dapur 12, Teraling Bagan, Ngenang, Galang Baru, Tanjung Riau, Bulang Lintang.
5. Obat Ikan Laut : Tanjung Riau, Galang Baru,Pulau Terung, Sekanak Raya, Pemping, Kasu, Pulau Seraya, Pecung, Pantai Gelam, Tanjung Piayu, Ngenang, Setokok, Tanjung Sari, Sembulang, Karas, Sambau Tanjung Uma, Kasu, Pulau abang dan Dapur 12.


PETANI BATAM RAIH 2 PENGHARGAAN NASIONAL SEKALIGUS

tani11

Kerja Keras para penyuluh pertanian Dinas KP2K Kota Batam membuahkan hasil. Nama Kepri, semakin harum tatkala para petani nya menuai prestasi bergengsi Tingkat Nasional 2014. Tidak tanggung-tanggung, dari 8 penghargaan, Petani Kota Batam mendapat 2 penghargaan sekaligus. Penghargaan sebagai Kelembagaan Ekonomi Petani Berprestasi dan Petani Berprestasi Tingkat Nasional 2014.

Selain Bidang Pariwisata dan Industri, Batam ternyata juga menyimpan potensi pertanian. ini dibuktikan dengan prestasi para petani di ajang nasional. Peraih penghargaan Kelembagaan Ekonomi Petani Berprestasi di raih oleh Kelompok Tani(poktan) Subur Makmur yang berada di Kawasan Tembesi Sidomulyo, Sagulung. Sementara Petani Berprestasi di raih oleh Chairul Aziz, yang berdomosili di Kelurahan Pelunggut, Sagulung. penghargaan ini diberikan langsung oleh Mentri Pertanian, Suswono (18/8) di Aula Gedung Kementrian Pertanian, Jakarta. Salah seorang pengurus Poktan Subur Makmur, Daryanto menuturkan, prestasi yang kelompoknya raih, tidak lepas dari peran Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian, dan Kehutanan (KP2K) Kota Batam. Para Penyuluh Dinas KP2K Batam, sangat membantu pekerjaan tani mereka. Informasi lomba petani berprestasi ini pun mereka dapat dari Dinas KP2K Batam. “berkat kerja keras dinas KP2K batam alhamdulillah poktan subur makmur masuk predikat kelompok tani berprestasi tingat nasional wilayah kepri tahun 2014”tuturnya.

Terkait kriteria penilaian Kelembagaan Ekonomi Petani Berprestasi. Kabid Pertanian Dinas KP2K Kota Batam, Munandar, SP mengatakan kriterianya antara lain, rapi administrasi, program kerja, rutinitas pertemuan, dan program ekonomi yang dilakukan petani. Sementara untuk petani berprestasi kriteria nya antara lain, petani bersangkutan, dapat mengelola Dana Bantuan PUAP (Program Usaha Agribisnis Pertanian) dengan baik.

Adapun delapan kategori tersebut adalah Petani Berprestasi, Gapoktan Berprestasi, Kelembagaan Ekonomi Petani Berprestasi, Balai Penyuluhan Kecamatan Berprestasi, Penyuluh Pertanian PNS Teladan, Penyuluh Pertanian Swadaya Teladan, THL-TB Penyuluh Pertanian Teladan dan Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya.
Narasi dan Foto: Indri Khairiyah


Hewan Kurban Batam Mencukupi dan Layak Potong

sapi11 sapi33sapi22sapi55

Sebanyak 8 ribu lebih hewan kurban di Kota Batam telah memenuhi syarat kesehatan, dan dinyatakan layak potong pada Hari Raya Idul Adha 1435 H / 2014 M. Hal ini didasarkan pada hasil pengawasan yang dilakukan Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Kehutanan Kota Batam Bidang Peternakan selama tiga hari berturut-turut.

Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Kehutanan Kota Batam Bidang Peternakan melaksanakan Kegiatan Pengawasan Hewan Qurban dalam menghadapi Hari Raya Idul Adha 1435 H / 2014 M pada tanggal 24-26 September 2014. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendata jumlah hewan qurban (sapi maupun kambing) yang akan dijual oleh pelaku usaha. Dari hasil pengawasan tersebut terdapat Ternak Sapi sebanyak 2.643 ekor dan Ternak Kambing sebanyak 5.764 ekor. Jumlah hewan tersebut diatas sebagian besar sudah dipesan oleh pembeli. Pelaku usaha melakukan promosi kepada masyarakat melalui berbagai cara seperti pemasangan spanduk, selebaran, dan sebagainya sampai menjelang hari sebelum dilaksanakan pemotongan.

Selain itu, petugas juga melakukan pemeriksaan kesehatan hewan secara umum seperti kondisi fisik hewan untuk mengetahui kesehatan, kecacatan dan umur hewan apakah layak atau pun tidak untuk dijadikan hewan qurban. Hewan-hewan ini sebagian besar didatangkan dari luar Kota Batam Lampung, Jambi, Bali dan Sumbawa. Dari hasil pemeriksaan, umumnya hewan qurban tersebut berada pada kondisi Sehat dan tidak ditemukan adanya gejala-gejala penyakit yang membahayakan baik terhadap hewan maupun manusia. Namun demikian untuk mendapatkan informasi kesehatan yang lebih baik lagi, dinas juga akan melakukan pemeriksaan lanjutan (post mortum) terhadap hewan qurban pada saat pemotongan di Hari Raya Qurban. Ini dilakukan dengan melihat kondisi fisik hewan dan organ dalam tubuh hewan apakah kondisinya bagus apa tidak, apakah terdapat kelainan ataupun gejala klinis penyakit ataupun tidak.

Editor: Indri Khairiyah


BANTUAN SAPI APBN 2013, SUKSES

sapi1Belum genap 1 tahun usia bantuan sapi yang di berikan pemerintah pusat melalui Dana Konsentrasi dan Tugas Pembantuan, APBN 2013, sekarang telah menampakkan hasil. 5 ekor dari 36 ekor sapi telah hamil.

Tahun 2013 lalu, pemko batam mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat melalui dana konsentrasi dan tugas pembantuan, APBN 2013 berupa 36 ekor sapi. Sapi ini diberikan kepada kelompok peternak lembu jaya, Desa Tanjung Kubu Kelurahan Bulang Lintang, Kecamatan Bulang. Dari 36 ekor sapi ini, 5 diantaranya telah hamil. Hal ini diakui oleh Kabid Peternakan Dinas Kelautan Perikanan, Pertanian dan Kehutanan (KP2K) Batam Soemarlan, saat melakukan monitoring dan evaluasi bersama utusan dari Direktorat Kesehatan Hewan Ditjen Peternakan dan Keswan Kementrian Pertanian Jumat lalu(19/9/2014). Soemarlan mengatakan Bantuan sapi dari pemerintah Pusat ini tergolong berhasil. “saat diberikan tahun lalu, sapi-sapi ini berusia 2 tahunan. Alhamdulillah, sekarang 5 sudah bunting.” Ia mengharapkan para peternak memperhatikan kesehatan, makanan , dan suplemen seta obat-obatan yang diperlukan sapi-sapi tersebut.

Narasi dan Gambar: Indri Khairiyah


Kadis KP2K Batam Tinjau UPI

pro ikan222

pro ikan333

pro ikan444

prod ikan 111

Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Kehutanan Kota Batam, drh. Suhartini, MM melakukan peninjauan ke salah satu Unit Pengelolaan Ikan (UPI) di Kota Batam jumat kemarin (12/9/2014). Peninjauan ini dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat agar terbebas dari bahan kimia berbahaya. Dari hasil labolatorium, 18 produk olahan berbahan dasar ikan, kepiting, dan sotong ini aman dari Formalin, Rhodamin, dan Boraks.


KRB Resmi di Bangun

Pembangunan proyek Kebun Raya Batam resmi berjalan., Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto meresmikan pembangunan ground breaking Kebun Raya Batam (KRB) di Kecamatan Nongsa, Batam, Kepulauan Riau, Kamis (28/8) siang.
KRB ini, dibangun dengan standar internasional di atas lahan seluas 86 hektar dan menelan anggaran sebesar Rp21 miliar.
Dalam sambutannya, Djoko Kirmanto mengatakan, Lahan Kebun Raya Batam yang luasannya hampir sama dengan Kebun Raya Bogor itu diharapkan mampu menjadi salah satu kebun raya berstandar internasional di Indonesia . Selain itu, kehadiran KRB diharapkan menjadi penyeimbang kawasan industri dan komersial yang tumbuh pesat di Kota Batam.

“Tahun 2014 ini, KRB dibangun dengan dana APBN Kementrian PU sebesar Rp21 miliar, di atas lahan seluas 86 hektar. Anggaran tersebut dititikberatkan pada zona penerimaan fasilitas yang akan dibangun,” kata Djoko.

Ia menjelaskan pembangunan KRB nantinya meliputi gerbang utama, jalan, pedestrian, taman, gedung pengelola, rumah kaca serta sarana dan prasarana lainnya. Tahun 2015 akan dikembangkan zona koleksi yang meliputi landscape kawasan, guest house dan infrastruktur pendukung lainnya, selain itu juga akan dibangun waduk yang akan menjadi pembatas antara zona penerima dan zone koleksi.
Di tempat yang sama, Wakil Kepala LIPI, Jusman Sayuti mengatakan, kebun raya sangat penting untuk melestarikan lingkungan. Ia mengatakan, Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang mencapai 10 persen total kekayaan yang ada di dunia. Namun, kekayaan itu terus berkurang, seiring dengan kerusakan hutan yang terjadi di beberapa daerah.

Peneliti LIPI untuk Kebun Raya Batam, Hartuningsih Siregar mengatakan, kebun raya yang dikelolanya mengkhususkan untuk konservasi tumbuhan dari pulau-pulau kecil pesisir. Pihaknya sudah mulai eksplorasi untuk mengumpulkan tumbuhan pesisir di Kepri sejak 2013. Dan hingga saat ini sudah terkumpul 369 jenis hayati dan jumlah pohon 5.170 spesies.


Peletakan Batu Pertama KRB

kbr2
Gubernur Kepri HM Sani, , Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, Kepala BP Batam Mustofa Widjaja, Wakil Kepala LIPI Djusman Sayuti, dan Wali Kota Batam Ahmad Dahlan, saat acara peletakan batu pertama di lahan Kebun Raya Batam seluas 86 hektar di kawasan Sambau, Nongsa (Kamis 28/8/2014).


INFORMASI: SAMPEL PANGAN ASAL HEWAN

Konsumsi akan Pangan Asal Hewan di Kota Batam meningkat sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk. Untuk memenuhi kebutuhan ini, pelaku usaha yakni distributor maupun importir menyuplai produk asal hewan yang berasal dari berbagai daerah dan Negara, seperti daging ayam beku dan daging sapi beku serta turunannnya. Untuk menjamin kesehatan pangan asal hewan tersebut, Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Kehutanan Kota Batam melalui Bidang Peternakan telah melakukan pengambilan sampel daging untuk dilakukan pengujian spesimen. Ada beberapa pengujian yang dilakukan terhadap daging tersebut. Untuk daging ayam dan bebek beku dilakukan beberapa uji yaitu Uji Mikrobiologi (Uji TPC (total plate colony), Escherichia Choly dan Salmonella); Uji Screening Residu Antibiotic; Uji Awal Pembusukan dan Uji Formalin. Untuk daging sapi dilakukan beberapa pengujian yaitu: Uji Mikrobiologi (Uji TPC dan Echerichia Choly); Uji Screening Residu Antibiotic; Uji Awal Pembusukan dan Uji Formalin dan Uji Hormon.
Sampel yang telah diambil kemudian dikirim ke balai yang berkompeten melakukan pengujian. Untuk Regional Sumatera, pengujian dilakukan di Balai Veteriner Bukittinggi, Sumatera Barat. Selanjutnya Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Kehutanan Kota Batam akan menerima Hasil Pengujian Spesimen. Hasil ini akan didistribusikan kepada distributor dan importir yang telah di ambil sampel. Untuk tindak lanjut terhadap hasil yang berpotensi mengandung bakteri maupun kandungan kimia yang berbahaya, dinas akan dilakukan penghentian pemasaran sementara.

Editor: Indri


INSEMINASI BUATAN (IB) PADA SAPI

Meningkatnya kebutuhan daging sapi di Kota Batam, berimbas pada berkurangnya populasi ternak sapi, terlebih pada Hari Raya Idul Adha. Guna meningkatkan populasi ternak sapi di Kota Batam, Pemerintah Kota, dalam hal ini Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Kehutanan Kota Batam menerapkan teknologi reproduksi dengan cara inseminasi buatan.
Profesi Pengembang sapi di Kota Batam sangat diminati oleh masyarakat Kota Batam khususnya yang berdomisili di Hinterland. Adapun lokasi pengembangan sapi yang telah dialokasikan oleh Pemerintah Kota Batam yaitu di Kepala Jeri Kelurahan Kasu Kecamatan dengan Populasi Sapi 77 ekor, Tanjung Kubu Kelurahan Bulang Lintang Kecamatan Bulang dengan Populasi 52 ekor, Air Raja, Karas, Rempang cate dan Kecamatan Galang dengan Populasi 88 ekor sehingga total ternak sapi yang dikembangkan di Kota Batam berjumlah 217 ekor.
Populasi tersebut diatas tidak merepresentasikan keberhasilan usaha pengembangan Ternak Sapi di Kota Batam. Hal tersebut dikarenakan kurangnya pejantan yang dapat mengawini secara alami sehingga dipandang perlu Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Perikanan, Kelautan, Pertanian dan Kehutanan Kota Batam mencoba menerapkan teknolgi reproduksi dengan cara Inseminasi Buatan. Dengan inseminasi Buatan (IB) diharapkan dapat mengatasi salah satu masalah reproduksi ternak. Selain itu diharapkan dengan IB akan menghasilkan ternak unggul yang berasal dari bibit / semen pejantan unggul yang diproduksi oleh Balai Inseminasi Buatan Padang.
Pelaksanaan IB di Kota Batam diharapkan dapat meningkatkan produksi / populasi ternak sapi untuk memenuhi kebutuhan ternak sapi yang pada saat ini masih dipasok dari luar Kota Batam. Kebutuhan Ternak sapi di Kota Batam khususnya untuk Hari Raya Idul Adha sangat tinggi terlihat dari ternak sapi jantan yang terdapat dipenampungan ternak di Kawasan Terpadu Pertanian Sei Temiang dan tempat-tempat penampungan sementara di Kota Batam.

Editor: Indri





Ubah ke tampilan mobile