Berita Terbaru

DINAS KELAUTAN, PERIKANAN, PERTANIAN DAN KEHUTANAN


INSEMINASI BUATAN (IB) PADA SAPI

Meningkatnya kebutuhan daging sapi di Kota Batam, berimbas pada berkurangnya populasi ternak sapi, terlebih pada Hari Raya Idul Adha. Guna meningkatkan Pemerintah Kota Batam , dalam hal ini Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Kehutanan Kota Batam menerapkan teknologi reproduksi dengan cara inseminasi buatan.
Profesi Pengembang sapi di Kota Batam sangat diminati oleh masyarakat Kota Batam khususnya yang berdomisili di Hinterland. Adapun lokasi pengembangan sapi yang telah dialokasikan oleh Pemerintah Kota Batam yaitu di Kepala Jeri Kelurahan Kasu Kecamatan dengan Populasi Sapi 77 ekor, Tanjung Kubu Kelurahan Bulang Lintang Kecamatan Bulang dengan Populasi 52 ekor, Air Raja, Karas, Rempang cate dan Kecamatan Galang dengan Populasi 88 ekor sehingga total ternak sapi yang dikembangkan di Kota Batam berjumlah 217 ekor.
Populasi tersebut diatas tidak merepresentasikan keberhasilan usaha pengembangan Ternak Sapi di Kota Batam. Hal tersebut dikarenakan kurangnya pejantan yang dapat mengawini secara alami sehingga dipandang perlu Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Perikanan, Kelautan, Pertanian dan Kehutanan Kota Batam mencoba menerapkan teknolgi reproduksi dengan cara Inseminasi Buatan. Dengan inseminasi Buatan (IB) diharapkan dapat mengatasi salah satu masalah reproduksi ternak. Selain itu diharapkan dengan IB akan menghasilkan ternak unggul yang berasal dari bibit / semen pejantan unggul yang diproduksi oleh Balai Inseminasi Buatan Padang.
Pelaksanaan IB di Kota Batam diharapkan dapat meningkatkan produksi / populasi ternak sapi untuk memenuhi kebutuhan ternak sapi yang pada saat ini masih dipasok dari luar Kota Batam. Kebutuhan Ternak sapi di Kota Batam khususnya untuk Hari Raya Idul Adha sangat tinggi terlihat dari ternak sapi jantan yang terdapat dipenampungan ternak di Kawasan Terpadu Pertanian Sei Temiang dan tempat-tempat penampungan sementara di Kota Batam.


DINAS KP2K BATAM MUSNAHKAN DAGING AYAM DAN JEROAN IMPOR ILEGAL

23 Juni 2014
<a

Bidang Peternakan Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Kehutanan Kota Batam memusnahkan 471 kg ayam impor dan jeroan impor illegal yang di duga berasal dari Brazil dan Amerika Serikat. Pembakaran ini di lakukan di Rumah Potong Hewan, Temiang hari jumat lalu (20/6).
Kepala Bidang Peternakan, Saprial, S. Pi, MT mengatakan ayam dan Jeroan impor illegal ini merupakan hasil sidak Bulan Februari lalu dari beberapa pasar seperti Tos 3000, Pinuin, Avava, Mitra Raya, Sagulung, dan Aviari. “ Sesuai dengan Permentan no 84 Tahun 2013 Tentang Pemasukan Karkas, Daging, Jeroan, dan Bahan Olahan Lain dari Luar Negeri ke Indonesia, maka yang diperbolehkan masuk hanya daging/ jeroan yang berasal dari Australia dan New Zealand saja”. Saprial menambahkan, artinya Selain dari 2 negara tersebut, daging impor yang masuk ke Indonesia di sebut illegal. Pihaknya mengkhawatirkan daging ayam impor ini tidak berlabel halal, terlebih jeroan yang sebagian besar dari Amerika Serikat ini bukan untuk konsumsi manusia, melainkan hewan, namun begitu masuk ke Indonesia, jeroan ini diperuntukkan bagi manusia.
Sementara itu Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, drh. Samuel Tampubolon mengatakan, temuan daging ayam dan jeroan impor ini, antara lain berupa paha ayam impor, sayap ayam impor, dada ayam impor, babat dan paru impor. Samuel mengatakan pihaknya selalu mengadakan sidak pasar setiap bulan, semakin menjelang bulan ramadhan, pihaknya semakin waspada karena biasanya banyak ditemukan daging impor ilegal, dan daging oplosan.

Editor: Indri


Bidang Kelautan

Berita





Ubah ke tampilan mobile