Berita Terbaru

DINAS KELAUTAN, PERIKANAN, PERTANIAN DAN KEHUTANAN


CSR PTK Beri Bantuan Masyarakat Pesisir di Ngenang

NGENANG

NGENANG2

Pusat Pemberdayaan dan Pelayanan Masyarakat Pesisir Mina Batam Madani (P3MP MBM)  kembali mendapat bantuan yang kedua. P3MP MBM ini menggandeng KUB Nelayan Binaan Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian, dan Kehutanan (KP2K) Kota Batam. Adalah CSR PT. Pertamina Transkontinental (PTK) yang memberikan Bantuan sejumlah 230 Juta Rupiah . Bantuan ini diserahkan langsung oleh Direktur PT. Pertamina Transkontinental, Bambang, bertempat di Pulau Ngenang, Kelurahan Ngenang, Kecamatan Nongsa (30/10/14). Bantuan ini diberikan dalam bentuk alat tangkap, 3 buah Mesin Tempel, Pembinaan Lingkungan dalam bentuk penanaman Mangrove, serta Pelatihan dan Penyuluhan kepada Pesisir Masyarakat/ Nelayan .

Hadir dalam acara tersebut antara lain, Dirjen PMPPU Dirjen KP3K KKP, Kepada Dinas KP2K Kota Batam, dan Komisi II DPRD Kota Batam.


Dinas KP2K Beri Pokdakan Bantuan 105 Juta Rupiah

Kadis KP2K Batam Memberikan Bantuan PUMP-PB Kepada Perwakilan POKDAKAN

Kadis KP2K Batam Memberikan Bantuan PUMP-PD Kepada Perwakilan POKDAKAN

 

Kepala Dinas KP2K Kota Batam, Suhartini, MM kembali menyerahkan bantuan yang ketiga kalinya untuk Pengembangan Usaha Mina Pedesaan Perikanan Budidaya (PUMP-PB). (24/10/14). Bantuan ini berupa uang sebesar 105 Juta Rupiah untuk penguatan modal usaha budidaya. Penerima bantuan yaitu 3 Kelompok Pembudidaya Ikan (POKDAKAN) binaan Dinas KP2K.

Pengembangan Usaha Mina Pedesaan Perikanan Budidaya (PUMP-PB) adalah program Kementerian Kelautan dan Perikanan dibawa Direktorat Usaha Budidaya Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya.

Kota Batam mendapatkan program ini sejak tahun 2012 untuk pembudidaya ikan yang tergabung dalam Kelompok Pembudidaya Ikan (POKDAKAN) binaan Dinas Kelautan Perikanan Pertanian dan Kehutanan Kota Batam.

Tahun 2014 ini terdapat 3 (tiga) Pokdakan yang terseleksi menjadi penerima program PUMP-PB berupa bantuan modal usaha sebesar Rp.35.000.000,- untuk penguatan usaha budidaya. Peruntukan modal tersebut diprioritaskan untuk biaya produksi yang tidak boleh kurang dari 75% dari bantuan modal yang diterima.

Pokdakan penerima Program PUMP-PB Kota Batam tahun 2014 adalah Pokdakan Sinar Harapan, Pokdakan Budi Luhur, dan Pokdakan Sejahtera. Secara simbolis diserahkan oleh kepala dinas Ibu drh. Suhartini, MM pada hari Jumat 24 Oktober 2014 di Kantor Dinas Kelautan Perikanan Pertanian dan Kehutanan Kota Batam.


KUB Nelayan Batam Maju Pesat, Meski Jauh DKP Mimika Rela Belajar ke Dinas KP2K Batam

Kepala Dinas dan Pejabat Teras Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Mimika, Papua mendiskusikan perkembangan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelayan Kota Batam yang berkembang pesat

Kepala Dinas dan Pejabat Teras Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Mimika, Papua mendiskusikan perkembangan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelayan Kota Batam yang berkembang pesat (22/10/2014)

Depan Meja Kiri: Kabid Perikanan Tangkap dan Budidaya Ir. Alexander, Sekretaris Dinas KP2K Ir. Husnaini, Kepala DKP Mimika Ir. Yosefo. R. Lasse di Ruang Pertemuan Bidang Perikanan Tangkap dan Budidaya (22/10/2014)

Depan Meja Kiri: Kabid Perikanan Tangkap dan Budidaya Ir. Alexander, Sekretaris Dinas KP2K Ir. Husnaini, Kepala DKP Mimika Ir. Yosefo. R. Lasse di Ruang Pertemuan Bidang Perikanan Tangkap dan Budidaya (22/10/2014)


INFO; TANJUNG RIAU PANEN KERAPU

Panen Perdana Ikan Kerapu Bantuan Program Pengentasan Kemiskinan Tahun 2013 di Tanjung Riau

Panen Perdana Ikan Kerapu Bantuan Program Pengentasan Kemiskinan Tahun 2013 di Tanjung Riau

Bibit ikan kerapu bantuan program Pengentasan Kemiskinan Tahun anggaran 2013 sudah menampakkan hasilnya. Bibit yang ditebar ukuran 4 Inchi pada bulan Juli tahun 2013 telah dapat dipanen dengan ukuran rata- rata 1 Kg per dua Ekor(27/1/2014). Penerima yang berhasil melakukan panen perdana adalah kelompok pembudidaya ikan POKDAKAN BUNGA LAMON di Tanjung Riau. Jumlah bibit yang diserahkan kepada kelompok ini berjumlah 1000 Ekor.

Budidaya ikan laut memiliki prospek yang bagus di Kota Batam karena jenis ikan kerapu merupakan salah satu ikan komoditas ekspor. Singapura dan Hongkong merupakan pangsa pasar ikan Kerapu dari Batam. Jenis ikan Kerapu yang bayak dibudidayakan di batam adalah jenis kerapu macan. Selain bibitnya mudah di dapat, jenis ikan ini juga cocok dengan kondisi perairan Batam dan Sekitarnya.
Saat ini jumlah POKDAKAN budidaya ikan laut binaan Dinas KP2K sebanyak 97 Kelompok dengan jumlah anggota sebanyak 861 orang. Budiaya ikan kerapu ini di dominasi oleh POKDAKAN di wilayah kecamatan, Galang, Bulang dan Belakang Padang. Pembinaan POKDAKAN di Batam saat ini sedang digalakkan dalam rangka memenuhi kebutuhan stok ikan untuk Batam khususnya restoran- restoran seafood yang tersebar di Kota Batam juga untuk memenuhi permintaan ekspor negara tetangga. Seiring dengan tujuan program pengentasan Kemiskinan Budidaya Ikan Kerapu merupakan salah satu mata pencaharian alternatif bagi nelayan. Dengan membudidayakan ikan kerapu digharapkan dapat menambah penghasilan nelayan saehingga dapat mendukung program pengentasan kemiskinan.


INFO; PENYERAHAN PROGRAM PENGENTASAN KEMISKINAN TAHUN 2014 DINAS KP2K

Penyerahan Sampan Fiber bantuan Program Pengentasan Kemiskinan Tahun 2014 di Dapur 12.

Penyerahan Sampan Fiber bantuan Program Pengentasan Kemiskinan Tahun 2014 di Dapur 12(11/4/2014)

TASKIN22

Penyerahan Mesin Ketinting bantuan Program Pengentasan Kemiskinan Tahun 2014(11/4/2014)

Penyerahan Bibit Ikan Kerapu bantuan Program Pengentasan Kemiskinan Tahun 2014

Penyerahan Bibit Ikan Kerapu bantuan Program Pengentasan Kemiskinan Tahun 2014(10/4/2014)

Program Pengentasan Kemiskinan merupakan dana sharing APBD 1 dan APBD II. Tahun 2014 merupakan tahun ke -4 pelaksanaan Program Pengentasan Kemiskinan. Salah satu program pengentasan kemiskinan adalah Program Pembinaan Unit usaha Penduduk miskin. Adapun bentuk kegiatannya adalah menumbuhkembangkan usaha Nelayan, Pembudidaya Ikan dan keluarga pengolah hasil perikanan serta motorisasi perikanan tangkap penduduk miskin/ desa tertinggal.

Pemerintah kota Batam melaui Program pengentasan kemiskinan Tahun 2014 telah menyerahkan bantuan kepada Nelayan, Pembudidaya Ikan seperti pada tabel berikut :

TABEL TASKIN

Lokasi distribusi bantuan Program pengentasan kemiskinan tahun 2014 adalah sebagai berikut :
1. Mesin Ketinting : Subang Mas, Rempang Cate, Sembulang, Galang Baru, Teluk Bakau, Tembesi, Pantai Gelam, Tanjung Gundap, Bulang Lintang dan Pulau Bertam, Gare, Lingke.
2. Sampan Fiber : Teluk Paku, Pulau Gare, Bertam, Lingke dan Karas
3. Bibit Kerapu : Tanjung Riau, Galang Baru, Sembulang, Tanjung Sari, Pemping, Kasu, Pulau Seraya, Pecung, Tanjung Piayu, Ngenang dan Setokok.
4. Bibit Kakap dan Pakan Ikan : sekanak Raya, Pecung, Pantai Gelam, Karas, Sambau, Tanjung Uma, Kasu, Pulau Abang, Dapur 12, Teraling Bagan, Ngenang, Galang Baru, Tanjung Riau, Bulang Lintang.
5. Obat Ikan Laut : Tanjung Riau, Galang Baru,Pulau Terung, Sekanak Raya, Pemping, Kasu, Pulau Seraya, Pecung, Pantai Gelam, Tanjung Piayu, Ngenang, Setokok, Tanjung Sari, Sembulang, Karas, Sambau Tanjung Uma, Kasu, Pulau abang dan Dapur 12.


PETANI BATAM RAIH 2 PENGHARGAAN NASIONAL SEKALIGUS

tani11

Kerja Keras para penyuluh pertanian Dinas KP2K Kota Batam membuahkan hasil. Nama Kepri, semakin harum tatkala para petani nya menuai prestasi bergengsi Tingkat Nasional 2014. Tidak tanggung-tanggung, dari 8 penghargaan, Petani Kota Batam mendapat 2 penghargaan sekaligus. Penghargaan sebagai Kelembagaan Ekonomi Petani Berprestasi dan Petani Berprestasi Tingkat Nasional 2014.

Selain Bidang Pariwisata dan Industri, Batam ternyata juga menyimpan potensi pertanian. ini dibuktikan dengan prestasi para petani di ajang nasional. Peraih penghargaan Kelembagaan Ekonomi Petani Berprestasi di raih oleh Kelompok Tani(poktan) Subur Makmur yang berada di Kawasan Tembesi Sidomulyo, Sagulung. Sementara Petani Berprestasi di raih oleh Chairul Aziz, yang berdomosili di Kelurahan Pelunggut, Sagulung. penghargaan ini diberikan langsung oleh Mentri Pertanian, Suswono (18/8) di Aula Gedung Kementrian Pertanian, Jakarta. Salah seorang pengurus Poktan Subur Makmur, Daryanto menuturkan, prestasi yang kelompoknya raih, tidak lepas dari peran Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian, dan Kehutanan (KP2K) Kota Batam. Para Penyuluh Dinas KP2K Batam, sangat membantu pekerjaan tani mereka. Informasi lomba petani berprestasi ini pun mereka dapat dari Dinas KP2K Batam. “berkat kerja keras dinas KP2K batam alhamdulillah poktan subur makmur masuk predikat kelompok tani berprestasi tingat nasional wilayah kepri tahun 2014”tuturnya.

Terkait kriteria penilaian Kelembagaan Ekonomi Petani Berprestasi. Kabid Pertanian Dinas KP2K Kota Batam, Munandar, SP mengatakan kriterianya antara lain, rapi administrasi, program kerja, rutinitas pertemuan, dan program ekonomi yang dilakukan petani. Sementara untuk petani berprestasi kriteria nya antara lain, petani bersangkutan, dapat mengelola Dana Bantuan PUAP (Program Usaha Agribisnis Pertanian) dengan baik.

Adapun delapan kategori tersebut adalah Petani Berprestasi, Gapoktan Berprestasi, Kelembagaan Ekonomi Petani Berprestasi, Balai Penyuluhan Kecamatan Berprestasi, Penyuluh Pertanian PNS Teladan, Penyuluh Pertanian Swadaya Teladan, THL-TB Penyuluh Pertanian Teladan dan Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya.
Narasi dan Foto: Indri Khairiyah


Hewan Kurban Batam Mencukupi dan Layak Potong

sapi11 sapi33sapi22sapi55

Sebanyak 8 ribu lebih hewan kurban di Kota Batam telah memenuhi syarat kesehatan, dan dinyatakan layak potong pada Hari Raya Idul Adha 1435 H / 2014 M. Hal ini didasarkan pada hasil pengawasan yang dilakukan Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Kehutanan Kota Batam Bidang Peternakan selama tiga hari berturut-turut.

Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Kehutanan Kota Batam Bidang Peternakan melaksanakan Kegiatan Pengawasan Hewan Qurban dalam menghadapi Hari Raya Idul Adha 1435 H / 2014 M pada tanggal 24-26 September 2014. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendata jumlah hewan qurban (sapi maupun kambing) yang akan dijual oleh pelaku usaha. Dari hasil pengawasan tersebut terdapat Ternak Sapi sebanyak 2.643 ekor dan Ternak Kambing sebanyak 5.764 ekor. Jumlah hewan tersebut diatas sebagian besar sudah dipesan oleh pembeli. Pelaku usaha melakukan promosi kepada masyarakat melalui berbagai cara seperti pemasangan spanduk, selebaran, dan sebagainya sampai menjelang hari sebelum dilaksanakan pemotongan.

Selain itu, petugas juga melakukan pemeriksaan kesehatan hewan secara umum seperti kondisi fisik hewan untuk mengetahui kesehatan, kecacatan dan umur hewan apakah layak atau pun tidak untuk dijadikan hewan qurban. Hewan-hewan ini sebagian besar didatangkan dari luar Kota Batam Lampung, Jambi, Bali dan Sumbawa. Dari hasil pemeriksaan, umumnya hewan qurban tersebut berada pada kondisi Sehat dan tidak ditemukan adanya gejala-gejala penyakit yang membahayakan baik terhadap hewan maupun manusia. Namun demikian untuk mendapatkan informasi kesehatan yang lebih baik lagi, dinas juga akan melakukan pemeriksaan lanjutan (post mortum) terhadap hewan qurban pada saat pemotongan di Hari Raya Qurban. Ini dilakukan dengan melihat kondisi fisik hewan dan organ dalam tubuh hewan apakah kondisinya bagus apa tidak, apakah terdapat kelainan ataupun gejala klinis penyakit ataupun tidak.

Editor: Indri Khairiyah


BANTUAN SAPI APBN 2013, SUKSES

sapi1Belum genap 1 tahun usia bantuan sapi yang di berikan pemerintah pusat melalui Dana Konsentrasi dan Tugas Pembantuan, APBN 2013, sekarang telah menampakkan hasil. 5 ekor dari 36 ekor sapi telah hamil.

Tahun 2013 lalu, pemko batam mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat melalui dana konsentrasi dan tugas pembantuan, APBN 2013 berupa 36 ekor sapi. Sapi ini diberikan kepada kelompok peternak lembu jaya, Desa Tanjung Kubu Kelurahan Bulang Lintang, Kecamatan Bulang. Dari 36 ekor sapi ini, 5 diantaranya telah hamil. Hal ini diakui oleh Kabid Peternakan Dinas Kelautan Perikanan, Pertanian dan Kehutanan (KP2K) Batam Soemarlan, saat melakukan monitoring dan evaluasi bersama utusan dari Direktorat Kesehatan Hewan Ditjen Peternakan dan Keswan Kementrian Pertanian Jumat lalu(19/9/2014). Soemarlan mengatakan Bantuan sapi dari pemerintah Pusat ini tergolong berhasil. “saat diberikan tahun lalu, sapi-sapi ini berusia 2 tahunan. Alhamdulillah, sekarang 5 sudah bunting.” Ia mengharapkan para peternak memperhatikan kesehatan, makanan , dan suplemen seta obat-obatan yang diperlukan sapi-sapi tersebut.

Narasi dan Gambar: Indri Khairiyah


Kadis KP2K Batam Tinjau UPI

pro ikan222

pro ikan333

pro ikan444

prod ikan 111

Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Kehutanan Kota Batam, drh. Suhartini, MM melakukan peninjauan ke salah satu Unit Pengelolaan Ikan (UPI) di Kota Batam jumat kemarin (12/9/2014). Peninjauan ini dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat agar terbebas dari bahan kimia berbahaya. Dari hasil labolatorium, 18 produk olahan berbahan dasar ikan, kepiting, dan sotong ini aman dari Formalin, Rhodamin, dan Boraks.


KRB Resmi di Bangun

Pembangunan proyek Kebun Raya Batam resmi berjalan., Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto meresmikan pembangunan ground breaking Kebun Raya Batam (KRB) di Kecamatan Nongsa, Batam, Kepulauan Riau, Kamis (28/8) siang.
KRB ini, dibangun dengan standar internasional di atas lahan seluas 86 hektar dan menelan anggaran sebesar Rp21 miliar.
Dalam sambutannya, Djoko Kirmanto mengatakan, Lahan Kebun Raya Batam yang luasannya hampir sama dengan Kebun Raya Bogor itu diharapkan mampu menjadi salah satu kebun raya berstandar internasional di Indonesia . Selain itu, kehadiran KRB diharapkan menjadi penyeimbang kawasan industri dan komersial yang tumbuh pesat di Kota Batam.

“Tahun 2014 ini, KRB dibangun dengan dana APBN Kementrian PU sebesar Rp21 miliar, di atas lahan seluas 86 hektar. Anggaran tersebut dititikberatkan pada zona penerimaan fasilitas yang akan dibangun,” kata Djoko.

Ia menjelaskan pembangunan KRB nantinya meliputi gerbang utama, jalan, pedestrian, taman, gedung pengelola, rumah kaca serta sarana dan prasarana lainnya. Tahun 2015 akan dikembangkan zona koleksi yang meliputi landscape kawasan, guest house dan infrastruktur pendukung lainnya, selain itu juga akan dibangun waduk yang akan menjadi pembatas antara zona penerima dan zone koleksi.
Di tempat yang sama, Wakil Kepala LIPI, Jusman Sayuti mengatakan, kebun raya sangat penting untuk melestarikan lingkungan. Ia mengatakan, Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang mencapai 10 persen total kekayaan yang ada di dunia. Namun, kekayaan itu terus berkurang, seiring dengan kerusakan hutan yang terjadi di beberapa daerah.

Peneliti LIPI untuk Kebun Raya Batam, Hartuningsih Siregar mengatakan, kebun raya yang dikelolanya mengkhususkan untuk konservasi tumbuhan dari pulau-pulau kecil pesisir. Pihaknya sudah mulai eksplorasi untuk mengumpulkan tumbuhan pesisir di Kepri sejak 2013. Dan hingga saat ini sudah terkumpul 369 jenis hayati dan jumlah pohon 5.170 spesies.





Ubah ke tampilan mobile