Perekonomian

Secara umum fasilitas perekonomian di Kecamatan Nongsa terlihat belum terlalu berkembang atau relatif masih kurang, hal ini dilihat masih sedikitnya pasar-pasar tradisional  maupun belum terdapatnya pasar moderen diwilayah ini. Namun kebutuhan masyarakat akan sembako pada umumnya sudah bisa terpenuhi, dengan adanya pedagang-pedagang eceran dan agen perdagang kecil. Untuk memenuhi kebutuhan yang tidak ada dipasar tradisional atau kios,  masyarakat atau warga biasanya mengunjungi kecamatan lain yang masih bisa ditempuh dengan jarak dekat. Selanjutnya dibawah ini tersaji grafik sebagai gambaran tentang perkembangan perekonomian diwilayah nongsa ini.

Gudang penampungan ikan di kabil adalah termasuk gudang perikanan besar yang dikelola murni oleh pihak swasta, ikan-ikan ini disuplay ke pasar-pasar tradisional yang dijual oleh pedagang-pedagang kecil atau eceran. Persediaan ikan-ikan dari gudang-gudang di Punggur Nongsa ini cukup memenuhi kebutuhan akan ikan untuk masyarakat kota Batam pada umumnya.

Kecamatan Nongsa dikenal Sebagai pilar utama kegiatan perekonomian perikanan tangkap ataupun budidaya, yakni sebagai Pelabuhan Perikanan untuk kepentingan umum. Jarak lokasi strategis berdekatan dengan pusat perkampungan nelayan pulau pulau di wilayah ini mempunyai peran untuk meningkatkan pendapatan masyarakat sekitarnya. Aktifitas bongkar muat terjadi di Pelabuhan Tradisional Punggur Nongsa yang dikelola pihak swasta. Bertolak dari pada itu pada tanggal 08 Januari 2010, Menteri Kelautan dan Perikanan RI (Dr. Ir.H. Fadel Muhammad) berkunjung ke Pelabuhan Perikanan Swasta Telaga Punggur Batam. Pada saat itu juga Pelabuhan Perikanan Swasta Telaga Punggur Batam disahkan  dan diresmikan sebagai Pelabuhan Perikanan yang dikelola oleh swasta di Propinsi Kepulauan Riau Indonesia bagian barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *