PEMBINAAN CATUR BINA

Senin, 30 April 2012

Apa yang dimaksud Catur Bina? Catur Bina adalah salah satu program kegiatan pada Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana  yang masuk dalam Bidang Kesejahteraan Keluarga. Catur Bina meliputi pembentukan dan pembinaan 5 hal sebagai berikut :

  1. Bina Keluarga Balita  (BKB)
  2. Bina Keluarga Remaja  (BKR)
  3. Bina Keluarga Lansia  (BKL)
  4. Bina Lingkungan Keluarga (BLK)
  5. Bina Usaha PeningkatanPendapatanKeluarga Sejahtera (UPPKS)

Tujuan Catur Bina adalah Peningkatan Ketahanan dan Kesejahteraa Keluarga

PERTEMUAN DENGAN PETUGAS KB DALAM RANGKA PERCEPATAN PENCAPAIAN INDIKATOR KINERJA (IKP) – foto

RAPAT KOORDINASI KOTA LAYAK ANAK (KLA) BATAM

Senin, 30 April 2012

 

Pemerintah Kota Batam melalui Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kota Batam  mengadakan acara rapat koordinasi Kota Layak Anak. Acara diadakan di Hotel PIH Batan pada Senin, 23 April 2012. Peserta rapat adalah semua SKPD di Lingkungan Pemerintah Kota Batam dan beberapa Instansi terkait yang lain.

Inti dari darai acara tersebut adalah bahwa  Kota Layak Anak (KLA)adalah sistem pembangunan kabupaten/kota yang mengintegrasikan komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam program dan kegiatan pemenuhan hak dan perlindungan anak. Tujuan umum pembentukan KLA adalah membangun inisiatif pemerintah kabupaten/kota dan dunia usaha agar mengimplementaskan Undang-undang Perlindungan Anak ke dalam Visi, Misi, dan Kebijakan Pembangunan. Sasaran KLA dalam jangka pendek adalah kepada pemerintah, Dunia Usaha, Lembaga Perlindungan Anak dan masyarakat pada umumnya, sedangkan sasaran jangka Panjangya adalah untuk keluarga dan anak.

Hak Anak yang dijamin suatu Kota yang menyelenggarakan Kota Layak Anak  yaitu :

  1. Anak memiliki kebebasan dalam mengemukakan pendapat baik pribadi maupun terwakilkan terkait dengan kebijakan pengembangan kota, fsilitas dan pelyanan kota.
  2. Mempunyai kesempatan untuk  berperan serta dalam kehidupan keluarga dan komunitas social lainnya.
  3. Menerima pelayana dasar kesehatan dan pendidikan
  4. Memiliki akses untuk mendapatkan pelayanan sarana kota (air bersih, ruang bermain, kalur sekolah), persyaratan keselamatan, Kesehatan, Kemudahan dan kenyamanan
  5. Setiap anak dapat mengakses pelayanan yang diberikan kota tanpa memandang suku, agama, kekayaan, gender dan kecacatan.

Srategi yang ditempuh dalam pembentukan Kota Layak Anak:

  1. Menumbuhkan dan memaksimalkan peran pemimpin kabupaten/kota
  2. Mengembangkan pendidikan dan kesadaran public mengenai visi baru tentang anak
  3. Melakukan analisis situasi anak secara berkelanjutan untuk advokasi, perencanaan, monitoring dan evaluasi.
  4. Membuat laporan tahunan kabupaten/kota tentang anak
  5. Membangun kemitraan dan memperluas aliansi untuk anak
  6. Memberdayakan keluarga melalui kelembagaan dan program pembanguna masyarakat
  7. Memperkuat jaringan pemantauan pelaksaan perlindungan anak dalam situasi khusus.
  8. Memperkuat peraturan perundangan dan pelaksanaan penegakan hokum
  9. Memberikan penghargaan kepada pemimpin daerah yang berhasil membentuk Kota Layak Anak.

Untuk lebih memahami Kota Layak Anak kunjungi situs http://kotalayakanak.org/