PELATIHAN PENGELOLAAN PUSAT PELAYANAN TERPADU PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN ANAK (P2TP2A)

Batam, Rabu 19 November 2014, BPPPA KB Kota Batam melalui Bidang perlindungan mengadakan pelatihan pengelolaan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) untuk pengurus Se-Kota Batam, kegiatan dilaksanakan di gedung PIH Batam Centre. Kegiatan pelatihan ini di isi dengan pemberian materi diantaranya :

  1. Pengelolaan P2TP2A dan Penanganan Teknis Korban Kekerasan, yang disampaikan oleh Bapak Ahmad Husaini Sihr (Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan BPPPA Provinsi Kepri).
  2. Peran P2TP2A dalam Pemberdayaan Perempuan dan Penanganan Korban Perempuan dan Anak, yang disampaikan oleh Dra. Hj. Nurmadiah, M.Pd (Kepala BPPPA KB Kota Batam).
  3. Sosialisasi Format Penanganan Korban P2TP2A, yang disampaikan oleh Panitia.

Dalam kegiatan ini pada sesi materi tentang Pengelolaan P2TP2A dan Penanganan Teknis Korban Kekerasan, Bapak Ahmad menjelaskan P2TP2A ini merupakan langkah awal pemberian pelayanan terpadu kepada masyarakat, beliau menjelaskan pembentukan lembaga ini harus dibarengi dengan pembentukan organisasi pengelolanya.   Untuk mengelola P2TP2A secara baik dan profesional maka harus dilakukan melalui langkah-langkah : Perencanaan, Pelaksanaan, Pemantapauan dan Evaluasi, Pelaporan.

Sedangkan peran P2TP2A dalam Pemberdayaan Perempuan dan Penanganan Korban Perempuan dan Anak, Ibu Nurmadiah menjelaskan P2TP2A harus berperan dalam penanganan korban tindak kekerasan. Dalam hal penanganan korban bisa dilakukan dengan cara yaitu :

  1. Penanganan Psikologis, yaitu memberikan kenyamanan bagi korban dalam menyampaikan masalah , membantu mereka agar sanggup menghadapinya dan mampu mengambil keputusan serta pilihan yang diperlukan agar kembali berdaya, layanan diberikan dengan cara konseling dan pemdampingan, baik pada saat kritis maupun pemulihan.
  2. Penanganan Hukum, yaitu melalui jalur hukum (Ligitasi) diberikan oleh kepolisian (Unit pelayanan perempuan dan Anak/UPPA), kejaksaan, kehakiman dan pengacara.  Penyelesaian di luar jalur hukum ( non ligitasi) jalur  yang ditempuh tanpa bantuan hukum yaitu dengan jalan damai atau kekeluargaan, dengan bantuan pemuka agama, tokoh masyarakat dalam suasana  kekeluargaan.

Selanjutnya Ibu Nurmadiah menjelaskan, perlunya peran masyarakat dalam penanganan kasus kekerasan perempuan dan anak, masyarakat bisa berperan dalam suatu wadah komunitas, yaitu layanan yang dilakukan oleh individu-individu atau organisasi secara langsung.  Karakteristik lembaga yang berbasis komunitas tidak harus memiliki landasan pendirian lembaga formal, kantor, struktur  lembaga yang formal, bekerja secara sukarela, memperhatikan kebijakan lokal. Lembaga harus mudah dijangkau oleh masyarakat, memperkuat posisi korban dengan dukungan dan bisa proaktif mengunjungi korban.  Kegiatan lembaga berbasis komunitas ini bertugas/kegiatan  melakukan pencegahan, sosialisasi tentang kekerasan terhadap perempuan dan anak, menguatkan komitmen komunitas dalam upaya penghapusan kekerasan, melalukan pemulihan, memberikan layanan pendamping kepada korban kekerasan  dan memantau kasus kekerasan. Peserta dalam kegiatan ini berasal dari 6 Kecamatan Kota Batam yang telah dibentuk P2TP2Anya ditambah dengan PKK Kota Batam.

IMG_7221 IMG_7186 IMG_7185 IMG_7176IMG_7181 IMG_7267 IMG_7265 IMG_7234 IMG_7189 IMG_7175 IMG_7262 IMG_7228 IMG_7207 IMG_7179 IMG_7260



Anda dapat mengikuti respon dengan mentaut RSS 2.0 feed.
Anda dapat meninggalkan komentar, atau membuat umpan balik trackback dari situs anda.

Masukkan Komentar Anda


Meninggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat menggunakan tag: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>