Rangkaian Pelaksanaan Kegiatan BP3AKB (Bidang PKHP) Tahun 2016

Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-44 Tahun 2016

Tim Penggerak PKK Kota Batam bekerja sama dengan Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB Kota Batam melaksanakan peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-44 tingkat Kota Batam tahun 2016 bertempat di lantai III Hotel Vista Batam (5/10/2016) . Pada kesempatan tersebut acara dibuka oleh Walikota Batam. Tema acara : Dengan HKG PKK Ke-44 Tahun 2016 Tingkat Kota Batam Kita Wujudkan Kinerja Gerakan TP.PKK Melalui Penguatan Kelembagaan Dasawisma. Kegiatan di hadiri oleh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah, Camat se-Kota Batam, Organisasi Wanita se-Kota Batam serta anggota TP.PKK Kota, Kecamatan dan Kelurahan.

Narasumber acara HKG bapak Suwadiono Winardi, BE, SE, MM (Tim Ahli TP.PKK Pusat).

04 25

 06 41

Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PKK II tingkat Kota Batam Tahun 2016

Bertempat di Lantai III Hotel Vista (6/10/2016), Tim Penggerak PKK Kota Batam melaksanakan kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II tahun 2016. Dengan tema “ Gerakan PKK Siap Mendukung Program Pemerintah Dalam Upaya Pencapaian Keluarga Sejahtera” . Kegiatan Rakerda di hadiri oleh TP.PKK Kota, TP.PKK Kecamatan dan TP.PKK Kelurahan se-Kota Batam. Narasumber pada acara tersebut Ir.Hanifah Husein Baldan, MM (Ketua Bidang Penguatan Ketahanan Keluarga TP.PKK Pusat).

Adapun tujuan Rakerda adalah Merumuskan Program Kegiatan Tim Penggerak PKK untuk Kinerja V (Lima) Tahunan Masa bakti 2016 s.d 2021.

05(1) 25(1) 54 48

Kunjungan Kerja Gabungan Organisasi Wanita (GOW ) Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat

Tanggal 13 Oktober 2016 GOW Kabupaten Tanah Datar melakukan Kunjungan Kerja ke Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB Kota Batam dalam rangka meningkatkan sumber daya anggota dalam Pengelolaan Manajamen Organisasi. Rombongan berjumlah 14 orang yang dipimpin langsung oleh ketua GOW Kabupaten Tanah Datar Ny.Restri Usda (istri wakil bupati Kabupaten Tanah datar). Rombongan di terima oleh Kepala badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB Kota Batam Ibu Dra.Hj.Nurmadiah, M.Pd dan didampingi oleh Kasubbid Partisipasi Organisasi Perempuan Ibu Masnehar Munaf ( Bidang Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan).

foto1 foto2 foto3

Pelaksanaan Kegiatan Pembinaan Kader Catur Bina Tahun 2016

Pembinaan Kader Catur Bina (BKB, BKR, BKL)

Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB Kota Batam Melalui Bidang Kesejahteraan Keluarga (Keskel) telah melaksanakan Kegiatan Pembinaan Catur Bina: Bina Keluarga Balita, Bina Keluarga Remaja dan Bina Keluarga Lansia (hari Kamis – Jumat, tanggal 28 s.d 29 April 2016 bertempat di Kecamatan Batam Kota, Rabu – Kamis     27-28 Juli 2016 bertempat di Kecamatan Nongsa, Rabu – Kamis   10-11 Agustus 2016 tempat Kecamatan sagulung)

NARASUMBER DARI BPPPA-KB MEMBERIKAN PEMBINAAAN TRIBINA DI KECAMATAN BATAM KOTA kec.nongsa kec.sagulung

Tujuan Kegiatan :

Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dan anggota keluarga lainnya dalam membina tumbuh kembang, baik secara fisik, motorik, kecerdasan emosional dan sosial ekonomi dengan sebaik-baiknya kepada balita dan anak remaja serta berguna meningkatkan kesejahteraan lansia melalui kepedulian dan peran keluarga dalam mewujudkan lansia yang produktif, mandiri dan bermanfaat bagi keluarga dan lingkungan masyarakat.

Hasil yang di peroleh :

  1. Peserta mampu memahami dan menjelaskan konsep BKB, BKR, BKL
  2. Peserta mampu menyusun perencanaan pengelolaan Kelompok Kegiatan BKB, BKR, BKL
  3. Peserta mampu menjelaskan dan membentuk organisasi Kelompok Kegiatan BKB, BKR, BKL
  4. Peserta mampu melaksanakan kegiatan Kelompok Kegiatan BKB, BKR, BKL
  5. Peserta mampu melaksanakan penyuluhan BKB, BKR, BKL
  6. Peserta mampu memahami dan mengelola Kelompok Kegiatan BKB, BKR, BKL
  7. Peserta mampu mencarikan solusi permasalahan yang ada di Kelompok Kegiatan BKB, BKR, BKL

 

Kegiatan yang dilaksanakan Badan pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana T.A. 2014

Melalui bidang pengarusutaman gender, BPPPA KB Kota Batam telah melaksanakan salah satu kegiatan pelatihan keterampilan untuk masyarakat ekonomi lemah yang termasuk penerima bantuan RTLH atau kegiatan pengentasan kemiskinan (TASKIN). Dalam pelatihan ini ada beberapa kegiatan diantaranya :

  1. Pelatihan Kuliner
  2. Pelatihan Mesin Jahit
  3. Pelatihan Gerobak Serba Guna

Jumlah peserta yang mengikuti pelatihan sebanyak 525 orang, dan yang menerima bantuan sebanyak 336 orang. Bantuan telah diserah terimakan kepada peserta sesuai dengan kriteria diatas.

w 004 w 002 w 005 w 003 w 001 ww 003 ww 002 ww 001 w 006 DSCN0333 DSCN0335 DSCN0325 DSCN0365 DSC04527 DSC04520  DSC04509 DSC04549 DSC04519 DSC04598 DSC04604 DSC04599 DSC04608 DSC04610 DSC04616 DSC04625

Pembekalan Ilmu Untuk Puteri Indonesia Kepulauan Riau 2014

Batam, Rabu 26 November 2014 Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BPPPA KB ) Kota Batam Dra. Hj. Nurmadiah, M.Pd menjadi narasumber bagi Finalis Puteri Indonesia Kepulauan Riau 2014. Ini merupakan pembekalan, penambahan Ilmu pengetahuan kepada para Finalis Puteri Indonesia Kepri 2014 khususnya dibidang Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB. Pembekalan ini bertujuan agar para finalis mempunyai pengetahuan yang luas, menambah wawasan yang luas tentang bagaimana cara memberdayakan masyarakat pada umumnya, perempuan dan anak pada khususnya.

Ibu Nurmadiah menjelaskan untuk menjadi seorang Puteri Indonesia tidak hanya sekedar “CANTIK”, akan tetapi harus juga memiliki pribadi dan kecerdasan yang luas. Dibawah ini ada beberapa yang harus menjadi perhatian untuk Puteri Kepri pada khusunya, Puteri Indonesia pada umumnya antara lain yaitu :

  1. Bertaqwa kepada Tuhan YME
  2. Kepribadian yang baik,
  3. Cerdas (integelensia)
  4. Budi pekerti yang luhur,
  5. Mempunyai bakat dan Prestasi
  6. Mempunyai sifat sosial yang tinggi
  7. Terampil dalam Berkomunikasi
  8. Mampu berfikir secara Rasional untuk kepentingan masyarakat
  9. Dll.

Lebih lanjut Ibu Nurmadiah menjelaskan, seorang Puteri Indonesia harus bisa menjadi panutan dan tauladan bagi masyarakat serta pendorong kemajuan perempuan dalam berbagai bidang, juga harus mampu menjadi perempuan yang mandiri, aktif berperan dalam pembangunan Bangsa dan Negara. Puteri Indonesia juga mempunyai peran-peran penting untuk menyampaikan pesan tentang :

  1. Perempuan tidak menikah di usia dini karena mental mereka belum siap,
  2. Pemberdayaan ekonomi juga belum siap,
  3. Lanjutkan pendidikan dan pengalaman diberbagai hal semata-mata untuk tidak menikah lebih awal.
  4. Kemudian Ekonomi, Sosial, Politik, Pendidikan perempuan harus semakin maju dan tidak boleh lagi ada yang buta huruf,
  5. Keadilan gender,
  6. Kesetaraan gender,
  7. Mentransformasikan nilai-nilai egaliter (Persamaan).

Pesan-pesan berkaitan dengan anak, Puteri Indonesia harus menyampaikan perlunya  menghargai dan melindungi anak, mensosialisasi tumbuh kembang anak, ayah dan ibu punya peran penting di dalam tumbuh kembang anak, menjaga, melindungi anak dari tindak pelecehan dan kekerasan. Pentingnya anak perempuan khusunya di pedesaan mendapatkan akses di bidang iptek.

Acara kemudian dilanjutkan dengan makan siang bersama Perwakilan BPPPA KB Kota Batam dengan Finalis Puteri Indonesia Kepri 2014.

Batu Ampar-20141126-00958 Batu Ampar-20141126-00956 Batu Ampar-20141126-00960 Batu Ampar-20141126-00959 Batu Ampar-20141126-00963 Batu Ampar-20141126-00964

PELATIHAN PENGELOLAAN PUSAT PELAYANAN TERPADU PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN ANAK (P2TP2A)

Batam, Rabu 19 November 2014, BPPPA KB Kota Batam melalui Bidang perlindungan mengadakan pelatihan pengelolaan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) untuk pengurus Se-Kota Batam, kegiatan dilaksanakan di gedung PIH Batam Centre. Kegiatan pelatihan ini di isi dengan pemberian materi diantaranya :

  1. Pengelolaan P2TP2A dan Penanganan Teknis Korban Kekerasan, yang disampaikan oleh Bapak Ahmad Husaini Sihr (Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan BPPPA Provinsi Kepri).
  2. Peran P2TP2A dalam Pemberdayaan Perempuan dan Penanganan Korban Perempuan dan Anak, yang disampaikan oleh Dra. Hj. Nurmadiah, M.Pd (Kepala BPPPA KB Kota Batam).
  3. Sosialisasi Format Penanganan Korban P2TP2A, yang disampaikan oleh Panitia.

Dalam kegiatan ini pada sesi materi tentang Pengelolaan P2TP2A dan Penanganan Teknis Korban Kekerasan, Bapak Ahmad menjelaskan P2TP2A ini merupakan langkah awal pemberian pelayanan terpadu kepada masyarakat, beliau menjelaskan pembentukan lembaga ini harus dibarengi dengan pembentukan organisasi pengelolanya.   Untuk mengelola P2TP2A secara baik dan profesional maka harus dilakukan melalui langkah-langkah : Perencanaan, Pelaksanaan, Pemantapauan dan Evaluasi, Pelaporan.

Sedangkan peran P2TP2A dalam Pemberdayaan Perempuan dan Penanganan Korban Perempuan dan Anak, Ibu Nurmadiah menjelaskan P2TP2A harus berperan dalam penanganan korban tindak kekerasan. Dalam hal penanganan korban bisa dilakukan dengan cara yaitu :

  1. Penanganan Psikologis, yaitu memberikan kenyamanan bagi korban dalam menyampaikan masalah , membantu mereka agar sanggup menghadapinya dan mampu mengambil keputusan serta pilihan yang diperlukan agar kembali berdaya, layanan diberikan dengan cara konseling dan pemdampingan, baik pada saat kritis maupun pemulihan.
  2. Penanganan Hukum, yaitu melalui jalur hukum (Ligitasi) diberikan oleh kepolisian (Unit pelayanan perempuan dan Anak/UPPA), kejaksaan, kehakiman dan pengacara.  Penyelesaian di luar jalur hukum ( non ligitasi) jalur  yang ditempuh tanpa bantuan hukum yaitu dengan jalan damai atau kekeluargaan, dengan bantuan pemuka agama, tokoh masyarakat dalam suasana  kekeluargaan.

Selanjutnya Ibu Nurmadiah menjelaskan, perlunya peran masyarakat dalam penanganan kasus kekerasan perempuan dan anak, masyarakat bisa berperan dalam suatu wadah komunitas, yaitu layanan yang dilakukan oleh individu-individu atau organisasi secara langsung.  Karakteristik lembaga yang berbasis komunitas tidak harus memiliki landasan pendirian lembaga formal, kantor, struktur  lembaga yang formal, bekerja secara sukarela, memperhatikan kebijakan lokal. Lembaga harus mudah dijangkau oleh masyarakat, memperkuat posisi korban dengan dukungan dan bisa proaktif mengunjungi korban.  Kegiatan lembaga berbasis komunitas ini bertugas/kegiatan  melakukan pencegahan, sosialisasi tentang kekerasan terhadap perempuan dan anak, menguatkan komitmen komunitas dalam upaya penghapusan kekerasan, melalukan pemulihan, memberikan layanan pendamping kepada korban kekerasan  dan memantau kasus kekerasan. Peserta dalam kegiatan ini berasal dari 6 Kecamatan Kota Batam yang telah dibentuk P2TP2Anya ditambah dengan PKK Kota Batam.

IMG_7221 IMG_7186 IMG_7185 IMG_7176IMG_7181 IMG_7267 IMG_7265 IMG_7234 IMG_7189 IMG_7175 IMG_7262 IMG_7228 IMG_7207 IMG_7179 IMG_7260