GOTONG ROYONG DI PULAU PELAMPUNG

Indahnya Kebersamaan di Pulau Pelampung

Pelaksanaan Gotong Royong Ahad 03 Maret 2013 dipusatkan di Pulau Pelampung Kelurahan Pemping Kecamatan Belakang Padang Kota Batam, dirangkaikan dengan penanaman pohon kelapa, Ketapang dan Pohon Cemara.
Maksud dan tujuan pelaksanaan gotong royong ini adalah Upaya menumbuh kembangkan sikap kegotong royongan, kepedualian dan kekeluargaan di Lingkungan Masyarakat, Untuk Mengawali Proses Pelaksanaan Peresmian Proyek di Hinterland terutama Pulau Terluar dan Untuk mencegah Abrasi Air laut di Pulau Pelampung dengan Menanam Pohon Kelapa, Pohon Ketapang dan Pohon Cemara, demikian yang disampaikan oleh Raja Supri (Asisten Tata Pemerintahan Setdako Batam) yang juga Ketua Koordinator Pelaksanaan Gotong Royong Kota Batam. Turut hadir dalam kegiatan Gotong Royong Walikota dan Wakil Walikota Batam bersama Masyarakat di Pulau Pelampung Kecamatan Belakang Padang adalah Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam, Para Asisten, Staf Ahli Pemko, Sebagian Kepala Dinas, Kabag. Tata Pemerintahan Setda, Camat Belakang Padang dan Lurah Pemping.
Dalam sambutannya Walikota Batam menyampaikan bahwa berdasarkan Keputusan Presiden ada empat buah Pulau di Batam yang merupakan pulau terluar dari seratus sekian pulau terluar di seluruh Indonesia. Adapun pulau terluar itu adalaha pulau Nipah, Pulau Pelampung, Pulau Batu berhanti atau Batu berantai, dan Pulau Putri di Kecamatan Nongsa. Pulau Nipah sudah di aklamasi dan sudah ada TNI AL yang bertugas di sana, Pulau Pelampung sudah diaklamasi meskipun baru 4 titik, dan Insya Allah akan menyelesaikan oleh Dinas Pekerjaan Umum, kemudian Batu Berhanti sudah selesai, dan Insya Allah Pulau Putri pada tahun 2013 akan di aklamasi. Empat pulau inilah yang ditetapkan oleh Presiden. Tetapi setelah dilihat di lapangan, dan hasil kajian dari kerjasama dgn Kementerian Pekerjaan Umum, ternyata masih ada dua titik yang terluar yang merupakan karang saja, yaitu Karang heleng mars dan Karang Banteng yang ditempati oleh mercusuar. Dan itu harus kita reklamasi juga, karena kalau itu hilang, maka batas Singapura akan mengarah ke pulau Batam nanti, artinya luas wilayah singapura akan bertambah. Lanjut Ahmad Dahlan, bahwa kedua karang tersebut belum tercatat di dalam Keputusan Presiden tersebut, oleh karena itu saya mengarahkan dan meminta kepada Kepala Bappeko, Kepada Dinas PU, Kepala KP2K untuk membuat surat kepada Gubernur yang tembusannya kepada instansi terkait bahwa kedua titik yang belum tercatat diminta untuk dimasukkan ke dalam Keputusan Presiden, sehingga Keputusan tersebut bisa direvisi karena kalau tidak, maka ke dua titik itu tidak akan diakui oleh Negara. Itulah urgensinya dan kita akan mereklamasi juga kedua titik tersebut, dan saya kira ini sangat penting, karena pada saat kami berkunjung ke sana, yang nampak hanya mercusuar saja.
Setelah memberikan sambutan, Walikota Batam secara simbolis memberikan bantuan berupa beras 50 Kg. kepada 3 KK di Pulau Pelampung, dilanjutkan dengan Wakil Walikota Batam menyerahkan secara simbolis peralatan penanaman pohon kepada masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam penanaman pohon tersebut, dilanjutkan dengan penanaman pohon yang dilaksanakan oleh Walikota, Wawako, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Batam dan seluruh masyarakat yang ikut dalam pelaksanaan gotong royong tersebut. (awal)



Anda dapat mengikuti respon dengan mentaut RSS 2.0 feed.
Anda dapat meninggalkan komentar, atau membuat umpan balik trackback dari situs anda.

Masukkan Komentar Anda


Meninggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat menggunakan tag: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>