Permasalahan Infrastruktur Dominan Saat Silaturahmi Wako Batam dengan Masyarakat Bengkong

Wako Batam, HM. Rudi Silaturahmi di Bengkong

(Pasar Lytech-29/01/17) : Tokoh Masyarakat Kec. Bengkong Bapak Ridwan Siagian (salah satu pemuka masyarakat Bengkong Abadi) dalam sambutannya menyampaikan bahwa seluruh lapisan masyarakat Bengkong menyampaikan terima kasih dan salam hormat kepada Bapak Walikota Batam atas komitmen dengan pembukaan akses jalan dari Bengkong Laut menuju Ocarina sudah tembus mulai akhir tahun 2016 yang lalu, diharapkan peningkatan jalan untuk jalan lingkar (ring road) tersebut dapat direalisasikan mengingat kepadatan penduduk dan pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi khususnya akses disepanjang jalan yang melewati Bengkong Sadai, Bengkong Laut sampai Simpang Ocarina tersebut.

Banjir perlu membutuhkan solusi menetap akan tetapi sementara ini masih solusi non-permanen, khususnya disekitar Bengkong Indah Bawah sampai Bengkong Sadai mengarah ke laut terutama  saat hujan lebat.

Penanganan Sampah sepertinya sudah terjawab dengan delegasi kewenangan Walikota Batam kepada Camat beserta peralatan, personil dan alokasi anggarannya beberapa titik yang selama ini sangat rawan dengan penumpukan sampah sudah bersih. Pengangkutan sampah dari sumber sampah ke TPS sebanyak 2 kali seminggu sudah sangat cukup dan bisa memberikan respons yang sangat tepat terhadap keluhan masyarakat selama ini. Akan tetapi perlu ditambah armada khususnya di kelurahan padat penduduk.

Camat Bengkong, Yudi Atmadjianto, menlaporkan bahwa jumlah RT/RW terakhir sebanyak 358 yang setiap saat berkomunikasi dengan Lurah dan apparat Kecamatan Bengkong untuk merespons kebutuhan masyarakat Bengkong sesuai arahan dan keinginan Bapak Walikota Batam, katanya saat mengawali laporannya di komplek pasar Lytech, Sungai Panas. Terkait masalah Banjir, menambahkan yang disampaikan tokoh masyarakat, saat musim hujan pekan lalu, terdapat bangunan Ruko diantara Bengkong Swadebi dan Sei Nayom yang menghalangi jalur drainase dari pemukiman kearah Laut sehingga terjadi genangan air yang mengakibatkan terganggunya aktifitas warga sekitar. Kami mengambil tindakan untuk membongkar teras Ruko tersebut dan saluran air tadah hujan tersebut menjadi lancar. Akan tetapi perlu solusi permanen sehingga tidak menimbulkan potensi genangan air dikemudian hari.

Dari 43 kegiatan fisik yang diakomodir dalam APBD Kota Batam 2017, sebanyak 11 kegiatan di Bengkong Sadai, 10 kegiatan di Tanjung Buntung, 15 kegiatan di Bengkong Indah serta 7 kegiatan di Bengkong Laut. Untuk pengelolaan kebersihan telah didelegasikan Bapak Walikota Batam sebanyak 13 unit armada, 41 orang Satgas Kebersihan menjadi solusi penanganan sampah.

Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto, SH., MH, yang kebetulan anggota legislatif Dapil Bengkong berkesempatan hadir dan diberi kesempatan oleh Bapak Walikota Batam untuk memberikan sambutan, menyampaikan beberapa hal seperti komitmen DPRD Kota Batam untuk mendukung Pemko Batam dibawah kendali Walikota Batam dengan disetujuinya draft APBD Kota Batam 2017 untuk segera dieksekusi setelah mendapat persetujuan dari Gubernur Kepri. DPRD Kota Batam berharap semua program yang tertuang dalam APBD Kota Batam tahun 2017 khususnya yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat supaya segera dilaksanakan dengan mengikuti aturan dan ketentuan yang berlaku.

Walikota Batam, HM. Rudi menyampaikan bahwa perubahan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sesuai PP No. 18 tahun 2016 bahwa penamaan Satuan Kerja Perangkat Daerah menjadi Organisasi Perangkat Daerah Kota Batam dan sejak 30 Desember 2016. Semua laporan masyarakat yang disampaikan melalui berbagai forum dan saluran yang ada termasuk reses DPRD Kota Batam, silahkan dimasukkan secara berjenjang melalui Musrenbang tingkat kelurahan, kecamatan sampai tingkat Kota Batam dengan system elektronik Musrenbang (E-Musrenbang) sejak Februari 2017 ini, tentu dengan ketentuan yang melekat dan persyaratan administratif yang lengkap sehingga tidak ada permasalahan di kemudian hari.

Setelah APBD 2017 disahkan dalam rapat paripurna DPRD Kota Batam, maka secepatnya seluruh kegiatan yang bertujuan untuk membangun Kota Batam sudah dapat dilaksanakan sesuai aturan yang berlaku dan diupayakan seluruh kegiatan dimaksud paling lambat tanggal 30 November 2017 khususnya kegiatan fisik yang berkaitan dengan masyarakat Kota Batam sudah selesai baik secara teknis maupun secara administrasinya.

Mari kita rajut kebersamaan untuk membangun Kota Batam, dan Pemko Batam akan mengawal dan merawat kebersamaan tersebut dengan berupaya menempatkan para pimpinan OPD Pemko Batam yang kredibel dan memiliki kompetensi yang mumpuni.

Terkait Raskin, perlu disampaikan bahwa terjadi penurunan data yang cukup signifikan dari Kemensos RI, untuk kuota Batam sebanyak kurang lebih  32 ribu warga miskin. Sementara data sebelumnya mencapai 39 ribu. Perlu validasi data yang menjadi tugas RT/RW dan kelurahan di tingkat bawah untuk melihat secara dekat keluarga yang paling memungkinkan memperoleh Raskin dimaksud dengan system gesek dengan Kartu atau e-warung yang telah dikerjasamakan.

Insentif RT dan RW disalurkan secara langsung dari BPKAD Kota Batam ke rekening masing-masing RT dan RW se Kota Batam, untuk itu dibutuhkan administrasi yang baik dan valid baik SK RT & RW serta tanda tangan amprah yang disampaikan ke BPKAD Kota Batam melalui kelurahan masing-masing sebelum ditransfer ke rekening masing-masing.

Sektor pengelolaan keuangan daerah harus dimaksimalkan secara optimal dan transparan melalui system elektronik semua, baik retribusi dan pajak daerah untuk memotong potensi-potensi kecurangan dalam penyetoran dan penghitungan pajak dan retribusinya. Hal ini sangat penting dalam upaya peningkatan PAD yang saat ini sudah mencapai 1,15 triliun supaya bisa mengalami kenaikan untuk membiayai pembangunan Kota Batam secara proporsional. Target APBD Kota Batam sebesar 4 triliun menjadi cita-cita kita bersama supaya keberlanjutan pembangunan di tengah-tengah masyarakat Batam khususnya Kecamatan Bengkong semakin terasa kedepannya.

Untuk jalan sepanjang Bengkong Dalam kearah Sungai Panas, sebenarnya harus 2 jalur dan untuk itu perlu pelebaran jalan disamping kiri dan kanannya. Untuk itu mohon dukungan RT dan RW untuk membicarakan dengan semua masyarakat kita yang saat ini memanfaatkan ROW jalan tersebut supaya dengan sukarela bisa ditertibkan. Dan apabila sudah bersedia dan tidak ada permasalahan akan diperlebar jalannya doi tahun 2018. Kabag Pemerintahan dan Otda Setdako Batam sebagai koordinator untuk penyelesaian masalah tersebut, tegas Wako Batam.

Selain itu, untuk menambah kemudahan aksesibilitas jalan dipusat Kota Batam, tahun ini akan dilakukan pelebaran jalan sebanyak 7 ruas jalan program pelebaran jalan tersebut akan dilanjutkan dengan 7 lokasi seperti Simpang Hotel Planet menuju The Hills Hotel, simpang Lampu Merah Apartemen Harmoni – Simpang Baloi Centre, Simpang BNI Sungai Panas – Simpang Jam Fly Over, Terowongan Pelita – Simpang Ramco, Simpang Ramco – Simpang Tiga Pizza Hut, Simpang Franky – Terowongan Pelita.

Tanya Jawab Bersama Tokoh Masyarakat Kecamatan Bengkong

Bapak Abdul Kadir – Tokoh Masyarakat Bengkong Sadai menyampaikan bahwa status lahan yang legalitasnya belum jelas khususnya lahan-lahan yang bermasalah dan dibutuhkan langkah-langkah untuk penyelesaiannya.

Bapak Imanda – Bengkong Indah menyampaikan kondisi faktual terkait pembangunan Batu Lonjong yang bulan Desember 2016 sudah selesai dan dilakukan oleh BP Batam dan saat ini sudah mengalami pergeseran sepanjang 1 meter dimana sebanyak warga 500 KK disekitar lokasi pembangunan dimaksud. Untuk itu mohon penyelesaian terhadap permasalahan dimaksud untuk menghindari terjadinya musibah dikemudian hari. Terkait pembangunan dan pelebaran jalan yang disampaikan oleh Bapak Walikota Batam sangat didukung oleh Ketua RT dan RW dan kami mendukung program tersebut termasuk memfasilitasi dengan masyarakat disekitar lokasi.

Bapak Asmawi Nasution  – Tokoh Masyarakt Bengkong Laut menyampaikan kondisi parit dan jalan di antara Bengkong Kartini dan Bengkong PLTD alur jalan yang menyempit dan berlobang serta drainase/ parit yang kondisinya sudah berada diatas jalan. Selain itu ada bangkai mobil di depan Bengkong Garama yang sangat mengganggu penglihatan dan terkesan menjadi gundukan sampah yang informasinya merupakan barang bukti atas sitaan salah satu Bank. Potensi kejahatan dan kenakalan remaja dengan jam operasional Warnet.

Ibu Rosmini – Tokoh Wanita dari Bengkong Sadai, Pengangkutan sampah sudah semakin baik dan perlu dipertahankan dan ditingkatkan kedepannya. Selain itu juga kami ingin mendengar terkait perkembangan UWTO yang diperjuangkan sebelumnya untuk selanjutnya menjadi kabar baik bagi warga masyarakat di Bengkong.

Bapak Ermin Udin Santika – Karang Taruna Bengkong menyampaikan kesiapan karang taruna mendukung program Pemerintah khususnya validasi data warga miskin serta kaum disabilitas lainnya. Untuk perlu dilakukan studi banding terhadap karang taruna di daerah lain yang sudah sukses melaksanakan program kepemudaan dan karang taruna di Kota Bandung.

Bapak Mustofa – Warga Tanjung Buntung menyampaikan akses kantor kelurahan dan Puskesmas yang sudah rusak. Selanjutnya armada angkutan sampah supaya ditambah. Lampu penerangan jalan ke pemukiman warga yang masih gelap dan berpotensi terhadap kegiatan negatif sepanjang jalan yang masih terkesan gelap tersebut.

Bapak Pius – Sungai Nayon menyampaikan bahwa PLN Batam sampai saat ini belum diakomodir dengan alasan yang tidak jelas. Mohon fasilitasi Bapak Walikota Batam sehingga warga Sungai Nayon juga menikmati fasilitas listrik tersebut.

Respons Bapak Walikota Batam, HM. Rudi, SE. MM.

Wako Batam, HM. Rudi, merespons bahwa UWTO sampai saat ini masih diperjuangkan dengan Menko Kemaritiman dengan harapan dikeluarkan secepatnya terkait pembagian wilayah kerja dan bukan pembagian kewenangan sebagai gambaran wilayah kerja yang berhubungan dengan masyarakat agar diserahkan sepenuhnya menjadi tanggungjawab dan kewenangan Pemko Batam sementara yang terkait dengan investasi industry dan penanaman modal asing diserahkan kepada BP Batam mulai dari kebutuhan awal sampai akhir  kewenangan tersebut.

Terkait segala permasalahan masukan dan aspirasi masyarakat tersebut bahwa semua usulan yang disampaikan oleh tokoh-tokoh masyarakat Bengkong tersebut dapat terakomodir jika APBD Kota Batam semakin besar sebagaimana target kami yang akan mencapai 4 triliun maka akan memudahkan kita mengakomodir aspirasi masyarakat se Kota Batam. Untuk mewujudkan hal tersebut maka kita benahi infrastruktur sebagai jawaban atas aksesibilitas yang harus baik dan mumpuni untuk menghadirkan investor dan wisatawan ke Batam. Dengan demikian Batam semakin menarik untuk dikunjungi baik untuk kunjungan wisatawan terutama untuk kunjungan investasi.

Untuk penanganan drainase yang mengalami pendangkalan, Pemko Batam tahun ini akan mengadakan 1 unit escavator amphibi yang mampu membersihkan drainase dari atas air maupun pantai. Selain itu untuk normalisasi drainase di saluran perkotaan sebanyak 6 unit escavator juga akan dioperasionalkan tahun ini melalui OPD Cipta Karya dan Tata Ruang serta OPD Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam.

Terkait pengelolaan kebersihan, bahwa kami sudah berkomitmen dengan Camat Se Kota Batam, bahwa pada saat kewenangan pengelolaan kebersihan sudah didelegasikan kepada Camat, jangan sampai permasalahan pengelolaan persampahan masih tetap muncul, dengan kata lain armada, anggaran dan petugas yang sudah dibawah kewenangan Camat supaya dimaksimalkan untuk menangani kebersihan. Jika hasilnya tidak maksimal, maka Camat yang bersangkutan akan mendapat konsekuensi, ungkap Wako Batam dengan nada serius.

Sementara untuk Lampu peneranagan jalan umum (LPJU) sebenarnya jika semakin banyak dibangun PJU maka semakin besar pula pengeluaran Pemko Batam untuk membayar rekening listrik PJU dimaksud karena PJU menyala kurang lebih 12 jam setiap hari. Sehingga kemampuan APBD Batam akan terbagi pula ke pos pengeluaran dimaksud. Nah, akan mengganggu fokus kita dalam membangun dan membenahi infrastruktur Kota Batam.

Penyelesaian Rumah Liar dengan relokasi warga ke hunian vertikal seperti Rusun sehingga kekumuhan bisa teratasi. Silahkan di data jumlah Ruli yang ada di kecamatan Batu Ampar dan dibuatkan profilnya sehingga kita punya database dalam penanganan rumah bermasalah di Kota Batam.

Untuk pengangguran, supaya Lurah dan Camat serta Disnaker Kota Batam supaya melakukan pendataan terhadap perusahaan-perusahaan yang ada dikawasan Batu Ampar serta sumber rekrutmen tenaga kerjanya selanjutnya disampaikan surat edaran untuk mempekerjakan warga yang berdomisili disekitar perusahaan tersebut.

Untuk Karang Taruna Bengkong supaya saling koordinasi khususnya terkait penanganan disabilitas social supaya dikomunikasikan dengan Dinas Sosial dan menurut saya tidak perlu ramai-ramai melakukan studi banding dimaksud, setelah dapat ilmunya supaya dibagi dan diteruskan kepada para pengurus Karang Taruna lainnya.

Mulai tahun ini Musrenbang akan diusulkan secara elektronik dengan sistem e-musrenbang, untuk itu semua usulan supaya ‘clear dan clean’ terkait status lahan dan dokumen pendukung lahan dimaksud. Apabila sudah tidak ada  masalah baru dimasukkan mulai Musrenbang Kelurahan dan hal ini terawasi dengan ketat oleh system tersebut, jadi tidak ada yang main potong kompas.

Kerukunan umat beragama senantiasa berada dalam posisi sebagai perekat, dan jangan sampai ada masalah SARA terjadi di Batam, dan untuk itu saya berharap dengan semua warga supaya jangan sampai mengomentari, mencampuri urusan agama yang bukan agama dan keyakinannya supaya tidak ada masalah. Masing-masing punya agama dan keyakinan, silahkan agama dan keyakinannya tersebut dilaksanakan supaya tidak ada gesekan nantinya.

 



Anda dapat mengikuti respon dengan mentaut RSS 2.0 feed.
Anda dapat meninggalkan komentar, atau membuat umpan balik trackback dari situs anda.

2 Respon untuk “Permasalahan Infrastruktur Dominan Saat Silaturahmi Wako Batam dengan Masyarakat Bengkong”



Meninggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat menggunakan tag: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>