PTSP, SPIPISE DAN PMDN OLEH PEMERINTAH KOTA BATAM

Dalam rangka menciptakan iklim investasi yang kondusif maka kualitas pelayanan perizinan penanaman modal merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan meningkatnya investasi di daerah. Dengan pelayanan yang sederhana pasti akan memberi nilai tambah dan daya tarik tersendiri bagi para investor untuk menanamkan modalnya. Pemerintah telah membuat beberapa regulasi dalam rangka penanaman modal dengan terbitnya UU Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal dan beberapa peraturan lainnya berkaitan Penanaman Modal yang semuanya mengarah kepada upaya peningkatan investasi.

Menurut survey Bank Dunia tahun 2006, Indonesia berada pada urutan ke-120 dari 160 negara di dunia dalam hal kemudahan berinvestasi (starting business) dan data ini terus berkembang. Salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan posisi Indonesia dalam hal kemudahan berinvestasi ini adalah dengan membentuk Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2009. Dibentuknya PTSP ini karena dari hasil survey tersebut Indonesia masih tertinggal jauh dalam hal lamanya waktu yang dibutuhkan untuk sebuah proses mendapatkan izin usaha dan banyaknya pos (meja) yang harus dilalui oleh investor.

Proses pelayanan perizinan penanaman modal semakin efektif dengan dukungan IT. Oleh karena itu Pemerintah (BKPM) mengembangkan Sistem Pelayanan Informasi dan Perizinan Investasi Secara Elektronik (SPIPISE) di Batam sebagai upaya untuk meningkatkan posisi Indonesia dalam hal kemudahan berinvestasi. Pemerintah Kota Batam melalui PTSP Pemerintah Kota Batam telah terkoneksi dengan BKPM dalam pelayanan perizinan khususnya pelayanan perizinan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Sehingga setiap pelayanan perizinan PMDN di Batam, sejak tahap pengajuan hingga penerbitan dapat dipantau prosesnya oleh BKPM secara langsung (real time).

Efektif sejak Oktober hingga Desember 2011 Pemerintah Kota Batam telah menerbitkan perizinan PMDN kepada 65 perusahaan dengan nilai investasi Rp. 112.335.270.000,00 yang membutuhkan jumlah tenaga kerja sebanyak 1.067 orang. Pada tahun 2012 sejak Januari hingga April, telah diterbitkan perizinan PMDN kepada 93 perusahaan dengan nilai investasi Rp. 346.875.550.000,00 dan membutuhkan tenaga kerja sebanyak 940 orang.