Berita Terbaru

PENGEMBANGAN KURIKULUM 2013

January 9, 2013 — mamexprog

Struktur Kurikulum 2013

iklan5-skema2

Struktur kurikulum dalam hal perumusan desain kurikulum, menjadi amat penting, karena begitu struktur yang disiapkan tidak mengarah sekaligus menopang pada apa yang ingin dicapai dalam kurikulum, maka implementasinya pun akan kedodoran…

Terkait dengan keputusan MK yang berimplikasi penghentian Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI), Mendikbud menegaskan bahwa kegiatan belajar mengajar di sekolah RSBI tidak boleh serta merta dihentikan di tengah semester.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menanggapi positif terhadap putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pembubaran sekolah Rintisan Bertaraf Internasional (RSBI).

Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang kompeten  merupakan ujung tombak keberhasilan penerapan kurikulum 2013. Adapun terdapat empat kompetensi yang harus ditingkatkan untuk mencapai keberhasilan tersebut.

Sebagai salah satu upaya untuk melindungi agar kurikulum 2013 tidak serta merta diganti ketika terjadi pergantian menteri, Kemdikbud mengupayakan payung hukum berupa Peraturan Pemerintah (PP) untuk kurikulum tersebut.

Untuk mengasah kreatifitas, kurikulum 2013 memberikan panduan tentang proses pengajaran di kelas. Proses pengajaran harus melibatkan pengamatan indrawi, mengajak siswa bertanya, berfikir, mencoba, dan mengomunikasikan pendapat.

Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Provinsi Jambi yang ke-56, Mendikbud Mohammad Nuh memilih provinsi di Pulau Sumatera ini sebagai tempat pertama sosialisasi kurikulum 2013, Minggu (6/1) di Hotel Abadi Convention Centre

Keberhasilan Kurikulum 2013

January 9, 2013 — mamexprog

Posted Wed, 12/26/2012 – 10:11 by sidiknas

Sedikitnya ada dua faktor besar dalam ke­ berhasilan kurikulum 2013. Pertama, penen­tu, yaitu kesesuaian kompetensi pendidik dan tenaga kependi­dik­an (PTK) dengan kurikulum dan buku teks. Kedua, faktor pendukung yang terdiri dari tiga unsur; (i) ketersediaan buku sebagai ba­han ajar dan sumber belajar yang mengintegrasikan standar pem­bentuk kurikulum; (ii) penguatan peran pemerintah da­am pembinaan dan penga­wasan; dan (iii) penguatan ma­naj­emen dan budaya sekolah.

iklan5-skema2
iklan5-skema1

Berkait dengan faktor perta­ma, Kemdikbud sudah mende­sain­­ strategi penyiapan guru se­­bagaimana digambarkan pa­da skema penyiapan guru yang me­ibatkan tim pengembang kurikulum di tingkat pusat; instruktur diklat terdiri atas unsur dinas pendidikan, dosen, widya­swara, guru inti, pengawas, ke­­pala sekolah; guru uta­ma me­iputi guru inti, penga­was, dan kepala sekolah; dan guru mereka terdiri atas guru kelas, guru mata pelajaran SD, SMP, SMA, SMK.

Pada diri guru, sedikitnya ada empat aspek yang harus di­beri perhatian khusus dalam rencana implementasi dan ke­terlaksanaan kurikulum 2013, yaitu kompetensi pedagogi; kompetensi akademik (keilmuan); kompetensi sosial; dan kompetensi manajerial atau kepemimpinan. Guru sebagai ujung tombak penerapan kurikulum, diharapkan bisa menyiapkan dan membuka diri terhadap beberapa kemung­kinan terjadinya perubahan.

Kesiapan guru lebih penting­ daripada pengembangan kuri­kulum 2013. Kenapa guru menjadi penting? Karena dalam kurikulum 2013, bertujuan mendorong peserta didik, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar,­ dan mengkomunikasikan (mempresentasikan), terhadap apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah mene­rima materi pembelajaran.

iklan5-gbr1

Melalui empat tujuan itu diharapkan siswa memiliki kompetensi sikap, ketrampilan, dan pengetahuan jauh lebih baik. Mereka akan lebih kreatif, inovatif, dan lebih produktif. Disinilah guru berperan be­sar di dalam mengimplementa­sikan tiap proses pembelajaran pada kurikulum 2013. Guru ke depan dituntut tidak hanya cer­das tapi juga adaptip terhadap perubahan.

Pasca Pembubaran RSBI Kemdikbud akan Terapkan Hibah Kompetitif

January 9, 2013 — mamexprog

01/09/2013 (All day)

Jakarta — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menanggapi positif terhadap putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pembubaran sekolah Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). “Apapun putusan itu, kami akan menghargai, dan tetap menjalankannya,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh saat memberi penjelasan, Selasa (8/1) kemarin, di Gedung A Kemdikbud. “Saat ini, koordinasi dengan MK, Dinas Pendidikan Provinsi, Kabupaten/Kota sedang berjalan untuk menyelesaikan tindak lanjut putusan itu,” tambah Nuh.

Rencananya, Kemdikbud akan menerapkan hibah putusan Mahkamah Konstitusi, rencananya penerapan hibah kompetisi sekolah akan diterapkan. Penerapan hibah itu sebagai solusi alternatif peningkatan kompetensi sekolah. Nuh menegaskan ketidakberadaan RSBI tidak akan menyurutkan semangat Kemdikbud untuk meningkatkan kualitas sekolah. “Meskipun tidak ada RSBI, semangat untuk meningkatkan kualitas sekolah, akses pendidikan tidak boleh turun,” tegasnya.

Implementasinya semua sekolah akan mengikuti proses penyaringan program peningkatan kualitas pendidikan yang dijalankan di sekolah masing-masing. Hibah akan diberikan kepada sekolah yang lulus penyaringan. Masa berlaku hibah ini satu tahun, dan akan diperbaharui setiap tahunnya. “Jadi sekolah yang sama tidak akan serta merta menerima hibah di tahun berikutnya,” ujar Menteri Nuh.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Suyanto menyatakan sebanyak 1300-an sekolah RSBI bersaing kompetensi dengan sekolah non-RSBI. Perincian sekolah RSBI itu adalah 239 Sekolah Dasar, 356 Sekolah Menengah Pertama,  dan 400-an Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan. (GG)

Kurikulum 2013 Akan Dipayungi dengan Peraturan Pemerintah

January 9, 2013 — mamexprog

01/08/2013 (All day)

Jambi — Sebagai salah satu upaya untuk melindungi agar kurikulum 2013 tidak serta merta diganti ketika terjadi pergantian menteri, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akan mengupayakan payung hukum berupa Peraturan Pemerintah (PP) untuk kurikulum tersebut. Hal tersebut dikatakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh di Jambi, Senin (7/1) kemarin.

“Biasanya kurikulum diatur dengan Peraturan Menteri sehingga ada istilah ganti menteri ganti kurikulum, dengan PP diharapkan (kurikulum) tidak serta merta bisa diubah,” ujar Mendikbud. Payung hukum berupa Peraturan Pemerintah merupakan satu diantara tiga skenario yang disiapkan Kemdikbud untuk memastikan kelangsungan kurikulum baru tersebut. Skenario kedua, kurikulum diamankan melalui pelaksanaan bertahap, lanjut Menteri Nuh. “Pelaksanaan bertahap yang dimulai dari kelas I, IV, VII, dan X juga merupakan upaya memastikan kelanjutan kurikulum ini,” ujar Menteri.

Sedangkan skenario ketiga, lanjut Menteri Nuh, adalah partisipasi masyarakat. Kurikulum akan bertahan jika ada rasa memiliki oleh masyarakat. Oleh karena itu masyarakat selama ini dilibatkan dalam pengembangan kurikulum 2013 ini antara lain dengan uji publik, yang telah berakhir akhir 2012 kemarin.

30 Persen SD

Pada tahun 2013 ini, kurikulum baru akan diimplementasikan di 30 persen SD di setiap wilayah. “Kita realistis saja, karena jumlah SD/MI ada 170.000 di Indonesia,” kata mantan Rektor ITS tersebut. Sedangkan untuk tingkat SMP/MTs dan SMA/SMK/MA, akan diimplementasikan di semua sekolah.

Dalam penentuan SD mana saja yang akan menerapkan kurikulum 2013 di tahun ini, dibuat proporsional, mempertimbangkan proporsi negeri swasta maupun proporsi akreditasi. “Jadi diharapkan ada keterwakilan untuk tiap jenis sekolah,” kata Mendikbud.

Kurikulum 2013 untuk Persiapkan Generasi yang Kreatif

January 9, 2013 — mamexprog

01/07/2013 (All day)

Jambi — Generasi yang kreatif dan berkarakter kuat adalah generasi yang akan mampu bersaing di era persaingan global di masa depan. Kreatifitas seseorang dapat dilatih melalui pendidikan. Oleh karena itu proses pendidikan harus dirancang untuk mengasah rasa keingintahuan intelektual yang akan melahirkan kreatifitas. Di sinilah pentingnya penyempurnaan kurikulum di Indonesia. Hal tersebut diungkapkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh di hadapan ratusan masyarakat pendidikan di Provinsi Jambi yang memadati Hotel Abadi Convention Centre, Minggu (6/1) kemarin.

Untuk mengasah kreatifitas peserta didik, kurikulum 2013 memberikan panduan kepada guru tentang proses pengajaran di kelas. “Proses pembelajaran harus melibatkan pengamatan indrawi, mengajak siswa bertanya, berfikir, bereksperimen atau mencoba, dan mengomunikasikan pendapat,” ujar Menteri Nuh.

Mendikbud memberikan contoh pembelajaran tersebut, misalnya guru mengajak siswa keluar ruangan kelas untuk mengamati tanaman di sekitar sekolah. Kemudian guru menanyakan kepada siswa-siswanya kenapa daun berwarna hijau. Siswa diajak menemukan jawaban kenapa daun berwarna hijau. Kemudian ditanyakan lagi kenapa ada daun yang berwarna hijau namun ada juga yang berwarna kuning, dan lain-lain.

Mantan Menkominfo tersebut menampik anggapan bahwa proses pembelajaran ini akan memerlukan laboratorium yang mahal dan lengkap. “Laboratoriumnya adalah alam di sekitar kita,” ujar Mendikbud. Materi-materi yang dibahas selain fenomena alam, juga berupa fenomena sosial serta fenomena seni dan budaya, ujar Menteri menambahkan.

Tahun 2013 ini kurikulum ini akan diterapkan di kelas 1, kelas 4, kelas 7, dan kelas 10. Untuk kelas 1 dan kelas 4 SD / MI, implementasinya dibatasi hanya 30 persen untuk tiap wilayah. “Sedangkan untuk kelas 7 SMP / MTs dan kelas 10 SMA / SMK / MA implementasinya untuk seluruh sekolah,” kata Mendikbud. (NW)

sumber : www.kemdiknas.go.id

Kemdikbud Selenggarakan Seminar Nasional tentang Pembelajaran Berkualitas

September 26, 2012 — mamexprog

 

Jakarta — Tuntutan kebutuhan masyarakat akan mutu pendidikan berimbas pada bidang pendidikan dan implementasinya di lapangan. Kegiatan pembelajaran dituntut untuk mengikuti perkembangan tren dunia pendidikan dan para pendidik dan tenaga kependidikan harus memiliki keberanian untuk melakukan inovasi dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hal tersebut, Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Ditjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan Seminar Nasional bertema “Cakrawala Pembelajaran Berkualitas di Indonesia”.

Seminar nasional tersebut diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri dari 18 kategori peserta, di antaranya World Bank, UNESCO, Unit Utama di Lingkungan Kemdikbud, Guru, Praktisi Pendidikan, Dosen Universitas/Institusi Pendidikan Tinggi, dan Alumni Pelatihan Pembelajaran Inovatif bagi Dosen. Seminar berlangsung selama tiga hari, pada 25-27 September di Hotel Menara Peninsula, Jakarta. Beberapa pembicara utama yang akan menyampaikan paparannya di antaranya Pete Nevin dari Sampoerna School Education, Jalu dari USAID, beberapa rektor perguruan tinggi negeri, dan Kepala Badan Nasional Standar Pendidikan (BNSP).

Ketua Panitia Achmad Binadja mengatakan, secara umum seminar ini bertujuan untuk menggali potensi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di Indonesia dalam merancang, mengembangkan, dan mengaplikasikan metode pembelajaran inovatif di dalam proses belajar mengajar. Sementara tujuan khususnya salah satunya adalah membahas rencana aksi, implementasi, serta evaluasi program pembinaan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) berkaitan dengan upaya menghasilkan guru inovatif dan produktif secara inovatif, efektif, dan efisien.

Diharapkan, dalam seminar nasional ini para peserta dapat saling berinteraksi dan dan bertukar pikiran untuk memperoleh dan memberikan informasi yang diperlukan dalam pengembangan program pendidikan guru secara inovatif. Apalagi peserta datang dari berbagai institusi dan dari berbagai wilayah di Indonesia. “Kalau setelah dari seminar ini semua peserta menyebar, informasi yang tertuang dalam seminar ini bisa disampaikan ke semua pelosok,” ujar Achmad Binadja saat pembukaan seminar pada Selasa (25/9) sore. (DM)


Verifikasi Data Guru Belum Memiliki Sertifikat Pendidik

DIberitaImagehukan Kepada Bapak / Ibu Guru di KOTA BATAM, yang ingin mengunduh…. ! FORM VERIFIKASI DATA GURU BELUM MEMILIKI SERTIFIKASI, Mohon Di COPY PAste Alamat ini sesuai dengan jenjangnya masing-masing….

Silahkan Unduh Formnya BErdasarkan Jenjang ….

FORM VERIFIKASI SD Klik DISINI

FORM VERIFIKASI SD ( TAMBAHAN ) Klik DISINI

FORM VERIFIKASI SLB Klik DISINI

FORM VERIFIKASI SMA ( TAMBAHAN ) Klik DISINI

FORM VERIFIKASI SMK ( TAMBAHAN ) Klik DISINI

FORM VERIFIKASI SMP ( TAMBAHAN ) Klik DISINI

FORM VERIFIKASI TK ( TAMBAHAN ) Klik DISINI

FORM VERIFIKASI TK (TAMBAHAN 1) Klik DISINI

Admin : XONOM – Pramono


Pengumuman Peserta Paska UK Uji Kompetensi Awal (Gel.7)

Dalam rangka meningkatkan kualitas guru, Badan PSDMPK dan PMP menerapkan kebijakan bahwa semua guru yang akan mengikuti PLPG diwajibkan mengikuti uji kompetensi awal (UKA) , Hasil UKA merupakan gambaran kondisi kompetensi guru yang digunakan sebagai dasar pelaksanaan PLPG. Bagi guru yang dinyatakan belum memenuhui standar minimal UKA diwajibkan untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan. Untuk Informasi lebih Lanjut silahkan Bapak/Ibu Guru silahkan mengecek di LINK bawah ini

Untuk Mengunduh Surat Undangan Silahkan Klik Disini copy paste alamat ini : http://mynamexonom.files.wordpress.com/2012/11/surat-gel-7ok.pdf

Untuk Mengunduh Daftar Peserta Silahkan Anda Klik Disini  atau copy paste alamat ini http://mynamexonom.files.wordpress.com/2012/11/peserta-gelombang-7-ok.pdf

Untuk Mengunduh SPPD silahkan Anda Klik Disini atau copy paste alamat ini http://mynamexonom.files.wordpress.com/2012/11/sppd-lpmp.pdf

Upload By : Pramono


Mendikbud: Kemiskinan Tidak Boleh Menjadi Penghalang Berprestasi

Manado–Terdapat ‘aroma’ yang baru pada siswa penerima beasiswa bidik misi. Para siswa tersebut kini tidak hanya dapat mengikuti kuliah, tapi juga dapat berprestasi. Hal ini ditunjukkan pada nilai Indeks Prestasi Kumulatif para siswa.

Saat bersilaturahmi dan berdialog dengan para siswa penerima Bidik Misi di Universitas Negeri Manado Tomohon, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M.Nuh mendapati IPK siswa ada yang di atas 3 atau berkategori memuaskan, Sabtu (24/11).

Indriani (18), salah seorang penerima beasiswa Bidik Misi di Universitas Negeri Manado (Unima), Tomohon. Dia mengambil program studi Ilmu Hukum, dan kini sedang menempuh semester tiga. Berada pada kondisi seadanya, dengan biaya hidup Rp 600.000 yang dibagi dua untuk biaya asrama sebesar Rp 300.000, dan Rp 300.000 untuk biaya hidup tidak menyurutkan semangat Indriani untuk berprestasi. Terbukti, Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang dicapai Indriani adalah sebesar 3,75. IPK tersebut tergolong pada tingkat sangat memuaskan atau cumlaude. “Saat ini saya semester tiga dan IPK saya 3,75,” terang Indriani dengan tersenyum saat berdialog dengan M.Nuh.

Indriani merupakan seorang anak yatim yang ‘hijrah’ dari kampung halamannya, Kediri, Jawa Timur. Setelah ditawari program Bidik Misi oleh guru di Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ditempuh di Jawa, Indriani nekat untuk memilih bersekolah di Manado dibandingkan di daerah asalnya. “Di daerah saya, di Jawa memang banyak universitas yang bagus tapi mahal. Saya yakin saja pasti di Manado saya bisa berprestasi,” ujarnya terbata-bata.

Triana (18), mahasiswa semester tiga prodi Teknologi Informasi dan Ilmu Komunikasi UNIMA juga salah satu penerima Bidik Misi. Lahir dari anak ketiga dari tiga bersaudara, perempuan berambut panjang ini juga mendapatkan IPK memuaskan yaitu 3,2.

Fendy (18), mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Dia mendapatkan beasiswa Bidik Misi dengan jalur undangan. Diakui Fendy, jumlah uang yang diterima dari beasiswa Bidik Misi tidaklah cukup untuk biaya hidup sehari-hari namun Fendy tetap semangat untuk menunjukkan prestasinya. Hal ini terlihat dari IPK yang diraihnya yaitu sebesar 3,00 selama tiga semester.

Di akhir dialog, M.Nuh menunjukkan apresiasi terhadap para penerima beasiswa Bidik Misi yang berprestasi tersebut. “Kita sudah buktikan, kemiskinan tidak boleh menjadi penghalang untuk berprestasi,” tegas Mantan Rektor ITS ini. “Mari kita ciptakan dari mustahil menjadi mungkin, menjadi generasi pemungkin,” lanjutnya.

Bidik Misi merupakan bantuan biaya pendidikan yang diberikan kepada para siswa miskin. Bantuan yang diberikan sebesar Rp 6.000.000 per mahasiswa per semester yang terdiri dari bantuan biaya hidup yang diserahkan kepada mahasiswa, dan bantuan biaya penyelenggaraan pendidikan dikelola Perguruan Tinggi Negeri. Sebanyak 40.000 siswa miskin yang telah terjaring dalam program Bidik Misi sejak diterapkan tahun 2010. Universitas Negeri Manado sendiri sudah terjaring sebanyak 1.165 siswa miskin dalam Bidik Misi.

Sumber : Mendikbud
Upload By : Pram


Mendikbud Apresiasi TNI Kembangkan Pendidikan

Tangerang — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, menghadiri penutupan karya bakti bedah sekolah yang telah dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI), di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Huda 1 Kronjo, Kabupaten Tangerang, Senin (22/10). Mendikbud mengapresiasi TNI dan BRI sebagai badan publik yang peduli pada dunia pendidikan.

“Apresiasi ini disampaikan karena publik tidak hanya peduli kepada peningkatan akses, tapi juga fasilitas pendidikan,” kata Mendikbud.

MI Nurul Huda 1 Kronjo merupakan satu dari 17 sekolah yang direhabilitasi oleh TNI dan BRI dalam rangka peringatan ke-67 hari TNI tahun 2012. Sekolah dengan luas bangunan 362 meter persegi ini diperbaiki dalam waktu 60 hari. Sebanyak lima ruang kelas dan satu ruang guru sekarang telah siap digunakan siswa dan guru di sekolah ini.

Mendikbud menghimbau agar setiap badan publik dan masyarakat luas untuk tetap bersama-sama dengan Kemdikbud dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Tidak hanya meningkatkan kualitas, pemeliharaan sekolah juga akan lebih baik jika disertai dengan peran serta masyarakat.

Selain menghadiri penutupan karya bakti bedah sekolah, Mendikbud juga memberikan penghargaan dan mock up kepada kepala yayasan dan kepala sekolah MI Nurul Huda 1 Kronjo, Mustaya. Pemberian penghargaan juga dilakukan oleh Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono. (AR)


Masyarakat Lokal yang Berdaya Tunjang Pelestarian Situs Budaya

Jakarta — Pengelolaan situs warisan budaya harus dilakukan secara komprehensif oleh pemerintah dengan dibantu masyarakat lokal. Pasalnya, melestarikan situs budaya warisan dunia tidak hanya dengan melindungi keseimbangan ekologi saja, tapi juga nilai-nilai universal yang luar biasa yg terdapat didalamnya. “Pengelolaan yang berkelanjutan akan menjaga identitas dan ciri khas situs budaya, serta menjaga kehidupan sosial masyarakatnya,” kata Duta Besar Republik Indonesia untuk UNESCO, Carmadi Machbub, yang disampaikan dalam seminar “Warisan Dunia dan Pembangunan Berkelanjutan”, di Jakarta, Rabu (26/09). Seminar ini merupakan kerja sama antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO dan World Heritage Convention.

Carmadi mengatakan, partisipasi masyarakat lokal sangat diperlukan agar mereka ikut berkontribusi dan bertanggung jawab dalam penanganan dan pelestarian situs warisan budaya. “Mereka berkepentingan untuk bisa hidup secara wajar dan ikut bertanggung jawab terhadap situs-situs tersebut,” katanya.

Carmadi mengusulkan, agar pemerintah membentuk suatu Komite Bersama untuk pengelolaan situs yang telah masuk pada daftar warisan dunia. Komite bersama ini, jelas Carmadi, melibatkan pihak pemerintah, ahli pelestarian, dan masyarakat setempat.

Sebagai contoh, di Taman Nasional Gunung Leuser, masyarakatnya dikenalkan dengan istilah eco tourism. Yaitu dengan melestarikan taman nasional ini, masyarakat memperoleh penghidupannya.

Contoh lain adalah dalam pelestarian candi Borobudur. Tahun 2010, akibat letusan gunung Merapi candi Borobudur tertutup abu vulkanik setebal lima centimeter. Untuk membersihkan abu tersebut, tidak hanya petugas dari pemerintahan saja yang melakukannya. Masyarakat sekitar juga mengambil peran penting, dan dibuktikan dengan setidaknya ada 600 orang yang bergotong royong membersihkannya selama satu tahun.

Selanjutnya, hasil seminar ini akan direkomendasikan kepada pihak terkait untuk mengkoordinasikan program pembangunan berkelanjutan untuk melindungi warisan dunia. Dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar situs ini juga akan meningkatkan peran kelompok kerja warisan dunia melalui penguatan kelembagaan dan penyusunan program kerja yang bersinergi dengan kementerian dan lembaga, pemerintah desa dan masyarakat. (AR)

mex


SMP Terbuka Akan Go International

Jakarta – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Terbuka merupakan salah satu layanan pendidikan alternatif yang berfungsi untuk menampung lulusan Sekolah Dasar atau Madrasah Ibtidaiyah yang penyelenggaraannya bergabung atau menginduk ke SMP Negeri. Ke depannya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan terus berupaya memperbaiki kualitas SMP Terbuka, baik di tingkat nasional, maupun internasional.

Direktur Pembinaan SMP Ditjen Pendidikan Dasar Kemdikbud, Didik Suhardi mengatakan, Kemdikbud akan menambah unit SMP Terbuka di negara lain. Saat ini SMP Terbuka baru terdapat di Malaysia. Demikian diungkapkan Didik saat pembukaan Lomba Motivasi Belajar Mandiri (Lomojari) bidang akademik tahun 2012, di Graha Utama Kemdikbud, Jakarta, (10/9).

“Tiga tahun lalu kita telah membuka SMP Terbuka di Malaysia. Tahun ini akan buka di Davao, Filipina,” ucap Didik di hadapan peserta Lomojari dan guru pendamping. Didik juga mengatakan, banyak lulusan SMP Terbuka yang berhasil menempuh kehidupan di masyarakat, maupun melanjutkan studi hingga perguruan tinggi, bahkan kuliah di luar negeri. “Ini merupakan prestasi yang luar biasa. Harus bisa memotivasi kita semua bahwa SMP Terbuka tidak lebih jelek dari SMP reguler,” ujarnya dengan semangat.

Selain itu, prestasi SMP Terbuka dalam ujian nasional juga terus meningkat dari tahun ke tahun. Didik menjelaskan, pada tiga atau empat tahun lalu, tingkat kelulusan siswa SMP Terbuka dalam ujian nasional hanya mencapai sekitar 50%. Sedangkan tahun ini tingkat kelulusannya mencapai 80%. Ia memuji kegigihan dan kerja keras peserta didik SMP Terbuka serta guru bina dan guru pamong mereka atas prestasi tersebut.

Ke depannya, selain menambah unit SMP Terbuka di luar negeri, Kemdikbud juga berencana untuk mengubah metode pembelajaran SMP Terbuka yang sekarang berbasis modul, menjadi berbasis teknologi informasi. Secara bertahap, uji coba pembelajaran dengan menggunakan teknologi informasi di SMP Terbuka sudah dilakukan di berbagai tempat. Jika hasilnya terbukti lebih baik dan efisien, maka akan dikembangkan di seluruh SMP Terbuka di Indonesia. “Pada dasarnya kita berkeinginan cara belajar di SMP Terbuka harus bisa menyesuaikan dengan perkembangan teknologi,” tutur Didik.

Saat ini jumlah SMP Terbuka di seluruh provinsi berjumlah 2.111 SMPT, dengan jumlah Tempat Kegiatan Belajar (TKB) sebanyak 7.413, yang melayani 67.711 peserta didik kelas VII, 78.271 peserta didik kelas VIII, dan 102.450 peserta didik kelas IX, dengan jumlah guru bina sebanyak 26.248 dan guru pamong 15.221 orang. (DM)

Admin : Pram


Presiden Jelaskan Falsafah Biaya Pendidikan


Jakarta — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, falsafah biaya pendidikan yang harus diterapkan adalah membebaskan mereka yang tidak mampu. “Adapun mereka yang memiliki kemampuan ekonomi, harus bisa berkontribusi agar pendidikan bisa terus tumbuh dan berkembang dengan baik,” ujarnya dalam jumpa pers seusai rapat kabinet terbatas bidang pendidikan di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pada 31 Juli lalu.

Presiden menjelaskan hal tersebut untuk menjawab pertanyaan wartawan tentang tingginya biaya pendidikan. Presiden menjelaskan, pemerintah juga terus berupaya mewujudkan pendidikan yang mudah diakses dan terjangkau bagi masyarakat. Namun upaya tersebut tetap harus memerhatikan kemampuan anggaran negara. “Seperti wajib belajar sembilan tahun, banyak komponen yang ditanggung negara. Ketika ingin ditingkatkan lagi, harus dilihat kemampuan anggaran,” ucapnya.

Saat ini anggaran pendidikan menjadi yang tertinggi dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2012, yaitu mencapai 20 persen. “Dari 20 persen tersebut, sebesar 35 persen untuk pusat, sisanya 65 persen ke daerah. Dan, 35 persen untuk pusat itu dibagi lagi untuk Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, dan kementerian lain,” tutur Presiden.

Presiden SBY juga menanggapi positif rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh untuk menjalankan program Pendidikan Menengah Universal (PMU). “Dengan catatan, wajib belajar sembilan tahun telah terlaksana dengan baik.” Karena itu dia berharap, kehadiran para menteri serta gubernur-gubernur dalam rapat terbatas kabinet di bidang pendidikan ini bisa dijadikan peluang untuk bersinergi dalam menjalankan aksi dan program pendidikan, serta menemukan solusi atas masalah dan hambatan yang ada. (DM)

sumber : http://www.kemdiknas.go.id


INFO UJIAN PAKET A, B, C Periode 1 (Juni 2012)

Akhirnya pada 12 juni 2012 Badan Standar Nasional Pendidikan menerbitkan Prosedur Operasi Standar Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (POS UNPK) sebagai implementasi dari Permendikbud Nomor 35 tahun 2012 tentang Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK). Berdasarkan POS UNPK tersebut ujian nasional Program Paket C periode pertama diselenggarakan pada tanggal 9-12 Juli 2012, ujian nasional Program Paket C Kejuruan 9-10 Juli 2012, ujian nasional Program Paket B dan Paket A tanggal 16-18 Juli 2012. Jadwal ujian nasional periode kedua dilaksanakan pada bulan Oktober 2012.

Kelulusan peserta UNPK dari satuan pendidikan Program Paket A, Program Paket B Program Paket C, dan Program Paket C Kejuruan ditetapkan oleh rapat dewan tutor dan pamong pada Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Pembina dengan mempertimbangkan nilai akhir (NA) dan akhlak mulia. Nilai rata-rata laporan hasil belajar (NRLHB) pada satuan pendidikan Program Paket A, Program Paket B, Program Paket C, dan Program Paket C Kejuruan diperoleh dari mata pelajaran yang diujinasionalkan. NRLHB dikeluarkan oleh satuan pendidikan Program Paket A, Program Paket B, Program Paket C, dan Program Paket C Kejuruan yang sudah dicap dan ditandatangani oleh pimpinan satuan pendidikan tersebut serta disahkan oleh Kepala dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.Image

Pengumuman hasil ujian nasional Program Paket C dan Paket C Kejuruan paling lambat 4 Agustus 2012, sedangkan ujian nasional Program Paket A dan Program Paket B diumumkan paling lambat tanggal 11 Agustus 2012.

UNTUK INFO PESERTA KOTA BATAM LIHAT DISINI

Berikut ini dapat diunduh POS UNPK Tahun 2012 dan Kisi-Kisi UNPK.

By: Pram


Empat Pelajar dari Batam Berangkatkan Ke Amerika


BATAM – Sebanyak empat pelajar SMA dari Batam akan berangkat ke Amerika pada hari ini, Kamis (26/7). Mereka adalah Tanti Kusmiati, Febry Utami dan Hafiz Fadillah berasal dari SMAN 3 Batam, dan satu lagi Witor pelajar dari SMA Harapan Utama. Keempat pelajar ini di Amerika nanti kan menimba ilmu dengan mengikuti berbagai kegiatan dan mempelajari peradaban warga Amerika sambil memperkenakan budaya Indonesia.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Muslim Bidin, saat mendampingi keampat siswa bertatap muka dengan Walikota Batam, Ahmad Dahlan, program pemberangkatan siswa ke Amerika ini diharapkan akan memberikan dampak positif kepada siswa lain untuk lebih rajin dan lebih semangat belajar. Apalagi biaya akomodasi para siswa ini ditanggung pemerintah selama di Amerika. \”Kempat siswa ini yang diberangkatkan sudah lolos seleksi di Jakarta pada bulan lalu. Dan besaok akan kita berangkatkan,\” ujarnya.

Sementara keempat siswa mengaku, persiapan yang telah disiapkan cukup matang untuk memudahkan mereka berintraksi selama 11 bulan di Amerika. Pasalnya para siswa yang dikirim ini, di Amerika akan dipisahkan menurut daerah yang sudah ditentukan, Seperti Yanti Kusmiati dia diposisikan di Oregon. Sedangkan Witor di Wisconien, Febry Utami di Micigan dan Hafiz Fadillah di Wisington.

Namun sebagai rasa apresiasi dari pemerintah, khusunya Disdik Kota Batam telah membekali bekal uang sebanyak 125 USD untuk setiap bulannya. Bekal ini untuk jajan mereka selama 11 bulan berada di Amerika.

\”Kalau untuk apresiasi setelah mereka pulang nanti kan kita belum prediksikan, tapi yang pasti mereka telah kita pasilitasi dengan uang bulanan sebesar 125 USD perbulan selama 11 bulan. Sebenarnya program ini, sudah tujuh tahun berjalan, namun kalau untuk Batam baru tahun inilah diadakan\” kata Muslim lagi.

Yanti Kusmiatai salah satu pelajar yang akan berangkat ke Amerika, merasa bangga setelah berbagai tes dan seleksi yang dia ikuti mulai dari provinsi sampai ke Jakarta sebanyak 19 orang siswa yang diutus, akhirnya mereka berempatlah yang lolos, dengan program ini, dia akan mempergunakan kesempatan ini sebaik-baiknya.

\”Kalau saya sih Alhamdulillah banget. Akhirnya mimpi saya itu tercapai juga. Dan saya akan pergunakan ini sebaik-baiknya,\” ucapnya. (CW66)

sumber : haluan kepri





Ubah ke tampilan mobile