PENGEMBANGAN KURIKULUM 2013

January 9, 2013 — mamexprog

Struktur Kurikulum 2013

iklan5-skema2

Struktur kurikulum dalam hal perumusan desain kurikulum, menjadi amat penting, karena begitu struktur yang disiapkan tidak mengarah sekaligus menopang pada apa yang ingin dicapai dalam kurikulum, maka implementasinya pun akan kedodoran…

Terkait dengan keputusan MK yang berimplikasi penghentian Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI), Mendikbud menegaskan bahwa kegiatan belajar mengajar di sekolah RSBI tidak boleh serta merta dihentikan di tengah semester.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menanggapi positif terhadap putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pembubaran sekolah Rintisan Bertaraf Internasional (RSBI).

Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang kompeten  merupakan ujung tombak keberhasilan penerapan kurikulum 2013. Adapun terdapat empat kompetensi yang harus ditingkatkan untuk mencapai keberhasilan tersebut.

Sebagai salah satu upaya untuk melindungi agar kurikulum 2013 tidak serta merta diganti ketika terjadi pergantian menteri, Kemdikbud mengupayakan payung hukum berupa Peraturan Pemerintah (PP) untuk kurikulum tersebut.

Untuk mengasah kreatifitas, kurikulum 2013 memberikan panduan tentang proses pengajaran di kelas. Proses pengajaran harus melibatkan pengamatan indrawi, mengajak siswa bertanya, berfikir, mencoba, dan mengomunikasikan pendapat.

Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Provinsi Jambi yang ke-56, Mendikbud Mohammad Nuh memilih provinsi di Pulau Sumatera ini sebagai tempat pertama sosialisasi kurikulum 2013, Minggu (6/1) di Hotel Abadi Convention Centre

Keberhasilan Kurikulum 2013

January 9, 2013 — mamexprog

Posted Wed, 12/26/2012 – 10:11 by sidiknas

Sedikitnya ada dua faktor besar dalam ke­ berhasilan kurikulum 2013. Pertama, penen­tu, yaitu kesesuaian kompetensi pendidik dan tenaga kependi­dik­an (PTK) dengan kurikulum dan buku teks. Kedua, faktor pendukung yang terdiri dari tiga unsur; (i) ketersediaan buku sebagai ba­han ajar dan sumber belajar yang mengintegrasikan standar pem­bentuk kurikulum; (ii) penguatan peran pemerintah da­am pembinaan dan penga­wasan; dan (iii) penguatan ma­naj­emen dan budaya sekolah.

iklan5-skema2
iklan5-skema1

Berkait dengan faktor perta­ma, Kemdikbud sudah mende­sain­­ strategi penyiapan guru se­­bagaimana digambarkan pa­da skema penyiapan guru yang me­ibatkan tim pengembang kurikulum di tingkat pusat; instruktur diklat terdiri atas unsur dinas pendidikan, dosen, widya­swara, guru inti, pengawas, ke­­pala sekolah; guru uta­ma me­iputi guru inti, penga­was, dan kepala sekolah; dan guru mereka terdiri atas guru kelas, guru mata pelajaran SD, SMP, SMA, SMK.

Pada diri guru, sedikitnya ada empat aspek yang harus di­beri perhatian khusus dalam rencana implementasi dan ke­terlaksanaan kurikulum 2013, yaitu kompetensi pedagogi; kompetensi akademik (keilmuan); kompetensi sosial; dan kompetensi manajerial atau kepemimpinan. Guru sebagai ujung tombak penerapan kurikulum, diharapkan bisa menyiapkan dan membuka diri terhadap beberapa kemung­kinan terjadinya perubahan.

Kesiapan guru lebih penting­ daripada pengembangan kuri­kulum 2013. Kenapa guru menjadi penting? Karena dalam kurikulum 2013, bertujuan mendorong peserta didik, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar,­ dan mengkomunikasikan (mempresentasikan), terhadap apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah mene­rima materi pembelajaran.

iklan5-gbr1

Melalui empat tujuan itu diharapkan siswa memiliki kompetensi sikap, ketrampilan, dan pengetahuan jauh lebih baik. Mereka akan lebih kreatif, inovatif, dan lebih produktif. Disinilah guru berperan be­sar di dalam mengimplementa­sikan tiap proses pembelajaran pada kurikulum 2013. Guru ke depan dituntut tidak hanya cer­das tapi juga adaptip terhadap perubahan.

Pasca Pembubaran RSBI Kemdikbud akan Terapkan Hibah Kompetitif

January 9, 2013 — mamexprog

01/09/2013 (All day)

Jakarta — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menanggapi positif terhadap putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pembubaran sekolah Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). “Apapun putusan itu, kami akan menghargai, dan tetap menjalankannya,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh saat memberi penjelasan, Selasa (8/1) kemarin, di Gedung A Kemdikbud. “Saat ini, koordinasi dengan MK, Dinas Pendidikan Provinsi, Kabupaten/Kota sedang berjalan untuk menyelesaikan tindak lanjut putusan itu,” tambah Nuh.

Rencananya, Kemdikbud akan menerapkan hibah putusan Mahkamah Konstitusi, rencananya penerapan hibah kompetisi sekolah akan diterapkan. Penerapan hibah itu sebagai solusi alternatif peningkatan kompetensi sekolah. Nuh menegaskan ketidakberadaan RSBI tidak akan menyurutkan semangat Kemdikbud untuk meningkatkan kualitas sekolah. “Meskipun tidak ada RSBI, semangat untuk meningkatkan kualitas sekolah, akses pendidikan tidak boleh turun,” tegasnya.

Implementasinya semua sekolah akan mengikuti proses penyaringan program peningkatan kualitas pendidikan yang dijalankan di sekolah masing-masing. Hibah akan diberikan kepada sekolah yang lulus penyaringan. Masa berlaku hibah ini satu tahun, dan akan diperbaharui setiap tahunnya. “Jadi sekolah yang sama tidak akan serta merta menerima hibah di tahun berikutnya,” ujar Menteri Nuh.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Suyanto menyatakan sebanyak 1300-an sekolah RSBI bersaing kompetensi dengan sekolah non-RSBI. Perincian sekolah RSBI itu adalah 239 Sekolah Dasar, 356 Sekolah Menengah Pertama,  dan 400-an Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan. (GG)

Kurikulum 2013 Akan Dipayungi dengan Peraturan Pemerintah

January 9, 2013 — mamexprog

01/08/2013 (All day)

Jambi — Sebagai salah satu upaya untuk melindungi agar kurikulum 2013 tidak serta merta diganti ketika terjadi pergantian menteri, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akan mengupayakan payung hukum berupa Peraturan Pemerintah (PP) untuk kurikulum tersebut. Hal tersebut dikatakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh di Jambi, Senin (7/1) kemarin.

“Biasanya kurikulum diatur dengan Peraturan Menteri sehingga ada istilah ganti menteri ganti kurikulum, dengan PP diharapkan (kurikulum) tidak serta merta bisa diubah,” ujar Mendikbud. Payung hukum berupa Peraturan Pemerintah merupakan satu diantara tiga skenario yang disiapkan Kemdikbud untuk memastikan kelangsungan kurikulum baru tersebut. Skenario kedua, kurikulum diamankan melalui pelaksanaan bertahap, lanjut Menteri Nuh. “Pelaksanaan bertahap yang dimulai dari kelas I, IV, VII, dan X juga merupakan upaya memastikan kelanjutan kurikulum ini,” ujar Menteri.

Sedangkan skenario ketiga, lanjut Menteri Nuh, adalah partisipasi masyarakat. Kurikulum akan bertahan jika ada rasa memiliki oleh masyarakat. Oleh karena itu masyarakat selama ini dilibatkan dalam pengembangan kurikulum 2013 ini antara lain dengan uji publik, yang telah berakhir akhir 2012 kemarin.

30 Persen SD

Pada tahun 2013 ini, kurikulum baru akan diimplementasikan di 30 persen SD di setiap wilayah. “Kita realistis saja, karena jumlah SD/MI ada 170.000 di Indonesia,” kata mantan Rektor ITS tersebut. Sedangkan untuk tingkat SMP/MTs dan SMA/SMK/MA, akan diimplementasikan di semua sekolah.

Dalam penentuan SD mana saja yang akan menerapkan kurikulum 2013 di tahun ini, dibuat proporsional, mempertimbangkan proporsi negeri swasta maupun proporsi akreditasi. “Jadi diharapkan ada keterwakilan untuk tiap jenis sekolah,” kata Mendikbud.

Kurikulum 2013 untuk Persiapkan Generasi yang Kreatif

January 9, 2013 — mamexprog

01/07/2013 (All day)

Jambi — Generasi yang kreatif dan berkarakter kuat adalah generasi yang akan mampu bersaing di era persaingan global di masa depan. Kreatifitas seseorang dapat dilatih melalui pendidikan. Oleh karena itu proses pendidikan harus dirancang untuk mengasah rasa keingintahuan intelektual yang akan melahirkan kreatifitas. Di sinilah pentingnya penyempurnaan kurikulum di Indonesia. Hal tersebut diungkapkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh di hadapan ratusan masyarakat pendidikan di Provinsi Jambi yang memadati Hotel Abadi Convention Centre, Minggu (6/1) kemarin.

Untuk mengasah kreatifitas peserta didik, kurikulum 2013 memberikan panduan kepada guru tentang proses pengajaran di kelas. “Proses pembelajaran harus melibatkan pengamatan indrawi, mengajak siswa bertanya, berfikir, bereksperimen atau mencoba, dan mengomunikasikan pendapat,” ujar Menteri Nuh.

Mendikbud memberikan contoh pembelajaran tersebut, misalnya guru mengajak siswa keluar ruangan kelas untuk mengamati tanaman di sekitar sekolah. Kemudian guru menanyakan kepada siswa-siswanya kenapa daun berwarna hijau. Siswa diajak menemukan jawaban kenapa daun berwarna hijau. Kemudian ditanyakan lagi kenapa ada daun yang berwarna hijau namun ada juga yang berwarna kuning, dan lain-lain.

Mantan Menkominfo tersebut menampik anggapan bahwa proses pembelajaran ini akan memerlukan laboratorium yang mahal dan lengkap. “Laboratoriumnya adalah alam di sekitar kita,” ujar Mendikbud. Materi-materi yang dibahas selain fenomena alam, juga berupa fenomena sosial serta fenomena seni dan budaya, ujar Menteri menambahkan.

Tahun 2013 ini kurikulum ini akan diterapkan di kelas 1, kelas 4, kelas 7, dan kelas 10. Untuk kelas 1 dan kelas 4 SD / MI, implementasinya dibatasi hanya 30 persen untuk tiap wilayah. “Sedangkan untuk kelas 7 SMP / MTs dan kelas 10 SMA / SMK / MA implementasinya untuk seluruh sekolah,” kata Mendikbud. (NW)

sumber : www.kemdiknas.go.id

Kemdikbud Selenggarakan Seminar Nasional tentang Pembelajaran Berkualitas

September 26, 2012 — mamexprog

 

Jakarta — Tuntutan kebutuhan masyarakat akan mutu pendidikan berimbas pada bidang pendidikan dan implementasinya di lapangan. Kegiatan pembelajaran dituntut untuk mengikuti perkembangan tren dunia pendidikan dan para pendidik dan tenaga kependidikan harus memiliki keberanian untuk melakukan inovasi dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hal tersebut, Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Ditjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan Seminar Nasional bertema “Cakrawala Pembelajaran Berkualitas di Indonesia”.

Seminar nasional tersebut diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri dari 18 kategori peserta, di antaranya World Bank, UNESCO, Unit Utama di Lingkungan Kemdikbud, Guru, Praktisi Pendidikan, Dosen Universitas/Institusi Pendidikan Tinggi, dan Alumni Pelatihan Pembelajaran Inovatif bagi Dosen. Seminar berlangsung selama tiga hari, pada 25-27 September di Hotel Menara Peninsula, Jakarta. Beberapa pembicara utama yang akan menyampaikan paparannya di antaranya Pete Nevin dari Sampoerna School Education, Jalu dari USAID, beberapa rektor perguruan tinggi negeri, dan Kepala Badan Nasional Standar Pendidikan (BNSP).

Ketua Panitia Achmad Binadja mengatakan, secara umum seminar ini bertujuan untuk menggali potensi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di Indonesia dalam merancang, mengembangkan, dan mengaplikasikan metode pembelajaran inovatif di dalam proses belajar mengajar. Sementara tujuan khususnya salah satunya adalah membahas rencana aksi, implementasi, serta evaluasi program pembinaan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) berkaitan dengan upaya menghasilkan guru inovatif dan produktif secara inovatif, efektif, dan efisien.

Diharapkan, dalam seminar nasional ini para peserta dapat saling berinteraksi dan dan bertukar pikiran untuk memperoleh dan memberikan informasi yang diperlukan dalam pengembangan program pendidikan guru secara inovatif. Apalagi peserta datang dari berbagai institusi dan dari berbagai wilayah di Indonesia. “Kalau setelah dari seminar ini semua peserta menyebar, informasi yang tertuang dalam seminar ini bisa disampaikan ke semua pelosok,” ujar Achmad Binadja saat pembukaan seminar pada Selasa (25/9) sore. (DM)



Anda dapat mengikuti respon dengan mentaut RSS 2.0 feed.
Anda dapat meninggalkan komentar, atau membuat umpan balik trackback dari situs anda.

Masukkan Komentar Anda


Meninggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat menggunakan tag: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>



Ubah ke tampilan mobile