Get Adobe Flash player

i
by in Kegiatan

DSC_1572

POL PP – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam yang tergabung dalam tim pengawas tempat hiburan malam (THM) bersama TNI, Polri, Dinas Pariwisata dan Bagian Hukum Kota Batam menyisir sejumlah tempat hiburan malam di wilayah kota Batam, Rabu (17/06) malam. Tim pengawas dibagi menjadi tiga wilayah. Yakni, Batu Ampar, Lubuk Baja, Sagulung dan Batu Aji.

“Ini adalah malam pertama yaitu jam tutup total. Tidak ada satupun tempat hiburan baik itu diskotik, pub, karaoke ataupun panti pijat yang boleh buka,” kata Kasatpol PP Batam, Hendri saat memimpin apel pasukan sebelum beroperasi.

Hendri mengatakan, hal aturan jam buka tutup tempat hiburan malam sudah diatur dalam surat edaran Walikota Batam Nomor 24 Tahun 2015 berdasarkan hasil rapat Forum Komunikasi Perangkat Daerah (FKPD) pada 3 Juni 2015. Selain itu sesuai dengan Perwako Nomor 21 Tahun 2010 tentang Tata Cara Penghormatan Hari-hari Besar Agama Islam.

Formasi tutup total adalah 3-3-3. Yaitu, tiga hari menjelang dan diawal Ramadhan, tiga hari dipertengahan Ramadhan yakni sebelum hingga satu hari malam Nuzulul Qur’an dan tiga hari diakhir dan setelah Ramadhan yakni sebelum hingga setelah lebaran.

Selain mengatur jam tutup total, dalam surat edaran juga tertuang aturan jam buka. Khusus untuk karaoke keluarga boleh buka mulai pukul 18.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB. Sementara untuk diskotik dan pub hanya boleh buka mulai pukul 21.00 WIB sampai pukul 02.00 WIB.

“Kalau ada yang buka dan pernah membuat BAP tahun lalu, maka akan langsung kita berikan surat peringatan. Kalau ada yang sudah diberikan surat peringatan hingga tiga kali tapi masih buka juga, langsung kita tutup,” Sambung Hendri.

Sementara itu Kabid Trantibum, Syafrul Bahri menyebutkan, kegiatan pengawasan tempat hiburan malam ini berlangsung hingga pukul satu dinihari. Hasilnya, tidak ada satupun tempat hiburan malam yang buka. “Alhamdulillah, semua pemilik usaha tempat hiburan malam mematuhi surat edaran Walikota. Jadi tidak ada yang buka dimalam pertama ini,” terang Syafrul.

Kegiatan pengawasan ini juga akan terus berlangsung selama Ramadhan. “Kita akan awasi hingga satu bulan penuh,” tutup Syafrul.

 

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

DSC_1647

POL PP – Sebanyak tiga warung internet (warnet) di wilayah Sagulung dan Batu Aji di segel oleh petugas Satpol PP kota Batam dan tim gabungan dalam razia Perwako nomor 3 tahun 2015 tentang usaha wanet dan Perda nomor 16 tahun 2007 tentang Ketertiban Umum, Jumat (12/05) siang.

“Kami menyegel 3 warnet karena tidak memiliki izin sama sekali,” kata Kabid Sumber Daya Aparatur, Hendra Felani usai menggelar razia.

Tiga warnet yang disegel tersebut adalah Fajar warnet di Sagulung, Flashnet dan Deltanet yang ada di wilayah Batu aji. Selain tiga warnet tersebut, petugas juga mendapati puluhan warnet telah habis masa izin usaha domisilinya yang dikeluarkan oleh kelurahan setempat. Bahkan, ada yang telah 5 tahun tidak memperpanjang izin usaha domisilinya.

“Warnet yang izin usahanya habis kami minta untuk membuat surat pernyataan agar mereka segera mengurus izinnya langsung ke BPM tidak Cuma di kelurahan saja,” sambung Hendra.

Sebelum melakukan razia, Satpol PP telah menyebarkan himbauan agar para pemilik warnet segera mengurus izin usaha mereka. Bahkan, beberapa warnet langsung mengurus izin usaha secara kolektif melalui RT/RW dengan adanya surat himbauan yang telah diberikan tersebut.

Saat razia, banyak warnet yang jumlah komputernya tidak sesuai dengan yang tertera di surat izin yang mereka kantongi. Contohnya, di surat izin domisili usaha tertera 13 unit sementara yang beroperasional sebanyak 32 unit. Selain itu banyak warnet yang tinggi penyekat ruangannya melebihi 120 cm. Warnet-warnet tersebut juga tidak dilengkapi kamera CCTV. Bahkan, banyak warnet yang jam operasionalnya selama 24 jam.

Dalam razia tersebut petugas juga mendapati seorang pengunjung tertidur tanpa mengenakan celana. Pengunjung yang disapa Dul tersebut kaget saat petugas menggedor bilik warnet. Dengan mata masih sedikit terpejam pemuda berusia 28 tahun itu segera mengenakan celana pendeknya. Dul mengaku tertidur diwarnet karena lelah usai bermain warnet semalaman.

“Saya ketiduran bu, cape main warnet,” ujar Dul.

Hendra menghimbau kepada pemilik warnet melalui operatornya agar memblokir situs porno yang sedang dibuka oleh pengunjung melalui server. Pelajar yang mengenakan seragam sekolah juga diminta agar tidak masuk ke warnet jika tidak dilengkapi surat tugas dari sekolah.

“Kami minta operator langsung blokir komputer pengunjung yang buka situs porno,” imbuhnya.

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

DSC_1176

POL PP – Satpol PP Kota Batam akan segera menggelar razia warung internet (Warnet). Kegiatan ini sekaligus mensosialisasikan Perwako Nomor 3 Tahun 2015 tentang usaha warung internet. Bagi warnet yang tidak memiliki rekomendasi usaha dari PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) dan melanggar dalam hal buka tutup maupun menerima pelajar berseragam di jam belajar, akan segera di tutup usahanya.

“kami langsung segel warnet yang bandel,” ujar Kabid Sumber Daya Aparatur, Hendra Felani.

Sebelum menggelar razia, tim dari satpol PP juga telah menyebarkan himbauan agar pemilik warnet segera membuat surat rekomendasi izin usaha dari PTSP maupun izin domisili dari kelurahan setempat. Pemilik usaha warnet juga diwajibkan memblokir situ-situs yang berbau asusila, perjudian dan situs yang tidak sesuai dengan norma agama.

“Tidak boleh ada situs porno. Pemilik warnet juga harus membatasi jam buka sesuai dengan aturan yang ada di perwako.” kata Hendra.

Hendra juga mengaku pihaknya banyak mendapat laporan dari masyarakat maupun aparat keamanan tentang jam buka warnet yang melebihi batas.

“Masa ada warnet yang buka sampai jam 4 shubuh. Itu kami terima informasinya dari Polres saat mereka menangkap begal. Begal yang masih sekolah itu bersembunyi di warnet,” sambung Hendra.

Rencana kegiatan razia perda tersebut juga dalam rangka menyambut bulan puasa yang akan tiba pertengahan bulan Juni 2015 mendatang.  Selain itu bersamaan dengan tahun ajaran baru 2015-2016. Menurut Hendra, jangan sampai ada pelajar yang menunggu buka puasa maupun sahur di warnet.

“Jangan nanti ada yang sahur di warnet karena warnetnya masih buka sampai shubuh, katanya lagi.

Hendra juga mengatakan, bersamaan dengan rencana kegiatan razia warnet, pihaknya telah mengagendakan razia di sekolah- sekolah. Kegitana tersebut untuk mensosialisasikan perda nomor 04 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Dasar dan Menengah Kota Batam.

“Kami akan periksa tas-tas dan ponsel pelajar. Pelajar dilarang membawa senjata tajam ke sekolah dan menyimpan gambar-gambar maupun video porno di ponsel,” tutup Hendra.

 

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

foto voli

POL PP – Tim voli Satpol PP Kota Batam kembali mencetak prestasi. Setelah menjuarai piala PGRI Cup, kini mereka menyabet piala dalam kejuaraan voli internasional ke-9 yang digelar oleh harian Haluan Kepri Di Sport Hall Temenggung abdul Jamal.

Satpol PP Batam berhasil memenangkan pertandingan setelah hampir dua jam berjibaku menahan serangan dan smash-smash tajam yang diberikan tim PGRI Batam di partai final yang berlangsung Sabtu (30/5) pukul 23.20 WIB, dengan skor akhir pertandingan 3-1 (25-22, 24-26, 29-27, dan 25-20).

Tim PGRI tidak bisa membalaskan dendamnya atas kekalahan mereka di PGRI Cup beberapa waktu lalu. Di kejuaraan internasional ini, Satpol PP kembali menaklukan PGRI sehingga PGRI harus pasrah pulang dengan posisi kedua.

Menurut Kasatpol PP Batam, Hendri, timnya baru kali ini berpartisipasi mengikuti kejuaraan voli internasional yang diadakan Haluan Kepri. Mengingat tim-tim yang bermain adalah atlet-atlet terlatih yang tidak hanya dari dalam negri melainkan dari luar negeri.

“Ini sudah level atas, awalnya kita ragu mau ikut. Tetapi baru-baru ini juga kita abis menang di PGRI cup yang pemainnya hampir semua atlet, makanya kita coba berpartisipasi ikut kejuaraan voli ini, “ kata Hendri.

Hendri mengaku tidak menyangka tim volinya menyabet juara satu. Pasalnya, para pemain dari tim lain sudah profesional. Bahkan, timnas dari Malaysia ikut bertanding.

“Kejuaraan voli ini luar biasa, karena pemainnya bukan hanya dari Indonesia tapi juga ada dari Malaysia dan Thailand. Kami sangat bangga bisa jadi pemenang. Tim kami juga menjadi perhitungan oleh tim lain,” kata Hendri lagi.

Selain mendapatkan piala, medali dan uang tunai sebesar Rp. 35 juta, tim voli Satpol PP juga meraih predikat tim terbaik dan mendapatkan hadiah uang tunai Rp. 3 juta dari panitia penyelenggara.

“Tim kita menjadi tim terbaik karena kekompakan mereka terlihat. Mereka juga tidak pernah komplain ke wasit,” pungkas Hendri penuh bangga.

 

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

DSC_0851

POL PP – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam menggelar peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1436 H di Mako Satpol PP Batam Centre, Selasa (19/05). Kegiatan ini sekaligus menyambut bulan suci ramadhan yang akan datang pada pertengahan Juni mendatang. Panitia Majelis Taklim Satpol PP mengundang Ustadz Lasuddin untuk memberikan tausiah kepada ratusan anggota Satpol PP yang hadir.

Selain mengingatkan sakralnya perjalanan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Pentingnya menjaga silaturahmi antara sesama anggota Satpol PP menjadi fokus tausiah ustadz asal Jawa itu. Anggota Satpol PP juga diingatkan untuk meningkatkan ibadah, khususnya di bulan puasa nanti.

“Nabi Muhammad saja tidak pernah lalai meninggalkan ibadah walaupun dalam keadaan yang sangat sulit. Harusnya kita umatnya yang telah diberikan berbagai fasilitas kemudahan bisa jauh lebih baik dalam beribadah,” kata Ustadz Lasuddin mengingatkan.

Sementara itu Kasatpol PP Batam, Hendri menghimbau agar anggota Satpol PP terus menjaga kekompakan. Hendri juga meminta kepada anggotanya untuk berpuasa penuh saat bulan ramadhan nanti.

“Jangan ada yang bolong puasanya. Jangan karena alasan tugas jadi malas puasa, karena belum tentu tahun depan kita ketemu lagi dengan ramadhan,” imbuh Hendri.

Meskipun digelar sangat sederhana, namun peringatan Isra’ Mi’raj ini cukup khidmat. Anggota Satpol PP mengikuti jalannya acara hingga selesai.

 

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

DSC_0396

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam mengamankan 25 Wanita Tuna Susila (WTS) dalam kegiatan razia perda no 6 tahun 2002 tentang ketertiban sosial dan no 8 tahun 2006 tentang administrasi kependudukan, Senin (11/05) malam. Hal itu dilakukan sebagai respon atas laporan warga yang mengaku resah atas keberadaan mereka dan juga semakin maraknya kegiatan prostitusi yang ada di Kota Batam.

25  orang WTS tersebut ditangkap dari dua tempat berbeda, yakni di Pohon Jengkol dan area hyundai, tanjung uncang , Sagulung serta area Morning Bakery dan bukit senyum, jodoh, Batu Ampar.  “Kegiatan ini kami lakukan untuk menanggapi laporan warga. Selain itu kegiatan ini diadakan untuk memberantas penyakit masyarakat (pekat),” kata Kabid Sumber Daya Aparatur (SDA), Hendra Felani.

Hendra juga mengungkapkan, saat petugas mendatangi lokasi tersebut, para PSK tersebut kedapatan sedang menjajakan diri. “ada yang lagi mangkal dipinggir jalan, ada yang di warung remang-remang, mereka semua kita bawa,” katanya lagi.

Para PSK yang terjaring langsung diamankan di Mako Satpol PP. mereka didata dan diberikan arahan. mereka juga membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatan mereka lagi. Bahkan saat razia seorang lelaki hidung belang ketangkap basah tengah bersama seorang PSK (Pekerja Seks Komersil) didalam sebuah kamar. pria tersebut juga dibawa ke Mako Satpol PP.

“Banyak dari mereka yang dari luar daerah. Ada dua orang yang kita pulangkan ke kampung halamannya di Jogja dan Dabo Singkep. yang lain banyak yang ga mau pulang. mereka semua langsung kami serahkan ke Dinsos,” ujar mantan lurah Lubuk Baja Kota itu.

Hendra juga menghimbau agar pemilik warung tidak menyalahi aturan yang telah dibuat dalam hal buka tutup. “Rata-rata warung tersebut buka sampai jam 4 shubuh sementara aturannya hanya sampai jam 2 pagi. mereka juga tidak memiliki identitas,” imbuh Hendra.

Seorang WTS berinisial RI mengaku terpaksa menjadi PSK karena kebutuhan ekonomi. Ia mengaku sebatang kara di Batam dan telah bercerai dengan suaminya. “Saya orang susah bu, ga ada saudara disini. Susah cari kerja di Batam, yang gampang ya seperti ini,” kata wanita beranak dua itu.

Razia perda ini dimulai pada pukul 20.00 WIB yang dimulai dari kantor Satpol PP. kegiatan ini juga melibatkan tim gabungan dari Polisi dan TNI serta instansi terkait.

 

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

IMG_2104

POL PP – Dua orang pembalap dari Praja Wibawa Racing Tim (PWRT) Satpol PP Kota Batam berhasil membawa pulang dua piala dalam event Kejurda IMI Kepri seri-1 Tac Grasstrack and Motocross di Sirkuit NP Capung Sei Temiang, Batu Aji, Minggu (03/05). Yosef Malemna berhasil meraih juara 1 kategori Bebek STD Pemula Lokal Kepri sementara Andryan Dio yang juga pembalap nasional mendapat juara III kategori MX 2 Open.

Menurut manajer PWRT, Surya Kurniawan Lubis, timnya menurunkan lima orang pembalap. Mereka mengikuti kategori lomba yang berbeda. “Ada lima orang yang ikut. Alhamdulillah kita dapat dua piala. Sebenarnya yang satu bisa menang, tapi motornya ditabrak pembalap lain,” ujar pria yang akrab disapa Sukil itu.

Surya juga mengatakan, usai bertanding di Batu Aji, timnya akan mengikuti pertandingan berikutnya yakni Seri-2 yang akan di gelar di Tanjung Uban, Bintan tanggal 13-14 Juni 2015 mendatang. Ia dan timnya akan lebih bersiap diri untuk unjuk aksi didepan ratusan penggila motocross.

“Kami akan ikut lagi nanti di Uban. Target kami lebih banyak dapat piala. Tentunya pembalap kami akan kami tingkatkan lagi baik dari fisik maupun motornya,” katanya optimis.

Acara yang digelar oleh Trail Adventure Community (TAC) Batam ini digelar selama 3 hari. Mulai dari tanggal 1 hingga 3 Mei 2015. Sekitar 400 pembalap mengikuti ajang bergengsi ini. Bahkan banyak pembalap yang datang dari luar kota, seperti Makasar, Gorontalo, Jakarta dan Jawa Barat.

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

DSC_0171

POL PP – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam menggelar bakti sosial (baksos) berupa gotong royong (goro) dan pemberian bantuan ke Masjid serta Panti Asuhan, Rabu (29/04). Kegiatan ini dilakukan bersempena dengan hari ulang tahun (HUT) Satpol PP ke-65 tahun dan Satlinmas ke-53 tahun.

“Kalau biasanya kita adakan upacara dan atraksi di Engku Putri, tahun ini kita buat kegiatan baksos. Yaitu goro di seputaran Nagoya dan memberikan bantuan uang tunai kepada masjid dan panti asuhan,” kata Kasatpol PP, Hendri.

Hendri juga mengatakan masih ada kegiatan lainnya yakni donor darah. Namun pihak PMI (Palang Merah Indonesia) tidak bisa hadir. “Ada sekitar 100 orang anggota yang akan mendonorkan darahnya, namun sayang PMI tidak bisa datang karena mereka ada kegiatan serupa di tempat lain,” katanya lagi.

Rangkaian kegiatan hut Satpol PP dan Satlinmas ini dilakukan secara serentak dalam satu hari. Anggota Satpol PP di sebar untuk melaksanakan goro dan pemberian bantuan. Hendri sendiri memimpin langsung jalannya goro, sementara pemberian bantuan dipandu oleh Sekretaris Satpol PP, Arifin Ibrahim.

Saat memberikan bantuan kepada pengurus Masjid Baiturrahim perumahan Buana Regency, Batam Centre, Arifin mengatakan bahwa bantuan yang diberikan adalah sumbangan dari seluruh anggota Satpol PP.

“kami di Satpol punya majelis Taklim yang dibentuk sejak tahun 2008. Setiap bulan anggota membayar iuran untuk majlis taklim. Dananya salah satunya ya untuk kegiatan seperti ini,” ujarnya.

Arifin juga berpesan kepada Arif selaku tokoh masyarakat disana untuk berperan aktif memberikan informasi seputar pelanggaran yang dilakukan oleh warganya.

“Kami selaku penegak perda tidak bisa bekerja sendiri. Untuk itu kami  meminta kerjasamanya agar memberikan informasi seputar anak punk, begal atau apapun yang sifatnya menganggu ketertiban masyarakat,” pinta Arifin.

Usai memberikan bantuan kepada Masjid Baiturrahim, rombongan bergerak ke panti asuhan Daarul Aitam di Bida Asri 2, Batam Centre. Disini, Satpol PP juga memberikan bantuan berupa uang tunai kepada pengurus panti.

Untuk menutup rangkaian kegiatan, Kasatpol PP Hendri memberikan penghargaan kepada anggota Satpol PP yang berprestasi di bidang olahraga.  Yakni juara satu lomba Volly kategori putra dalam event PGRI Cup dan juara ketiga sepakbola Asnah Cup.

“Jangan dilihat dari bentuk ataupun nilai penghargaan yang saya berikan. Ini sebagai apresiasi saya atas kerja keras kalian hingga meraih juara,” tutur Hendri.

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

DSC_0152

POL PP – Sebanyak 37 anak punk dan gepeng (gelandangan dan pengamen) terjaring razia oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam, Selasa (21/04). Saat diamankan, sebagian anak punk tengah berkeliaran dijalan. Sementara sebagiannya lagi ada yang sedang mengemis di persimpangan lampu merah dan tidur di pinggir jalan. Mereka langsung di bawa ke kantor Satpol PP oleh di Batam Centre.

Dari 37 orang yang diamankan, 9 orang diantaranya masih dibawah umur. Bahkan 2 orang adalah perempuan. Keduanya diamankan di wilayah Winsor, Lubuk Baja sedang duduk-duduk di pinggir jalan. SK, satu diantaranya mengaku masih memiliki orang tua. “Orangtua saya masih lengkap kak, mereka tinggal di Tanjung Uma. Saya malas tinggal dirumah. Saya juga udah putus sekolah kelas 3 SMP,” akunya.

SK mengaku untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari ia bersama temannya CN mengamen di pinggir jalan. “Kalau lagi banyak bisa dapat Rp. 70 ribu, tapi kalau lagi sepi Cuma dapat Rp. 20 ribu sehari, itu juga di bagi tiga orang,” tutur SK yang mengamen dari pukul 7 malam hingga pukul 12 malam.

Seorang pengemis wanita berinisial MY yang berasal dari Medan mengaku sengaja datang ke Batam untuk mengemis. Sepintas setiap orang yang melihatnya pasti akan iba. Pasalnya, kedua tangan bahkan sebagian wajah MY habis terkena luka bakar. MY mengaku tidak memiliki sanak keluarga. Untuk sampai di persimpangan lampu merah, MY di antar oleh seseorang. “Saya gak tau jalan. Saya diantar jemput sama teman,” katanya.

Sementara itu, Kabid Sumber Daya Aparatur, Hendra Felani mengatakan razia kali ini adalah mengacu pada Perda Nomor 06 tahun 2002 tentang ketertiban sosial di Kota Batam. Hendra juga mengatakan, gepeng dan anak [unk yang terjaring razia akan dipulangkan ke daerahnya masing-masing oleh Dinas Sosial dan Pemakaman Umum.

“Yang dari Tanjung Balai, Medan dan Tanjung Pinang kita pulangkan ke daerahnya. Sisanya yang dari Batam pulang ke keluarganya masing-masing. Sementara untuk anak-anak dibawah umur di bawa ke dinsos untuk diberi pembinaan,” jelasnya.

Setelah di data, barang bawaan anak-anak punk dan gepeng diperiksa oleh anggota Satpol PP. dikhawatirkan mereka membawa senjata tajam yang bisa melukai orang lain.

“Kami periksa semua tas mereka. Bahkan, kaos kakipun kami suruh buka. Karena biasanya mereka menyimpan pisau diselipan kaos kaki,” tutup Hendra lagi.

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

DSC_0313

POL PP – Upacara peringatan HUT Satpol PP ke-65 dan Satlinmas ke-53 tingkat Provinsi Kepri dipusatkan di Coastal Area, Kabupaten Tanjung Balai Karimun, (14/04). Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Kepri Soerya Respationo yang bertindak sebagai inspektur upacara.

Dalam sambutannya Soerya Respationo mengucapkan terima kasih atas pengabdian yang dilakukan Satpol PP dan Satlinmas selama ini. Dia juga mengucapkan selamat HUT Satpol PP ke-65 dan Satlinmas ke-53, semoga dengan usianya yang semakin matang bisa bekerja lebih profesional dalam mengemban tugas-tugasnya.

“Satpol PP dan Satlinmas merupakan institusi yang sangat penting dan strategis bagi jalannya roda pemerintahan di daerah. Sejalan dengan hal itu, peran Satpol PP dan Satlinmas harus menjadi perhatian pemerintah daerah, tanpa perhatian pemerintah daerah maka hasil yang akan dicapai tidak akan maksimal,” terang Soerya.

Menurutnya, Satpol PP harus meningkatkan peran dalam pelayanan dasar. Hal yang dilakukan adalah merubah pola fikir, pola sikap dan pola tindak dari Satpol PP. Sebab, selama ini yang tergambar dalam benak masyarakat tentang sikap dan tindakan Satpol PP adalah kasar, beringas dan sewenang-wenang.

“Semangat yang ada pada Satpol PP bisa menjadi bumerang, ketika tidak didukung oleh profesionalitas, hal ini disebabkan hanya karena kerja keras tanpa didukung oleh kerja cermat dan kerja cerdas. Sehubungan dengan hal itu, maka Kemendagri mendorong profesionalisme Satpol PP melalui jabatan fungsional melalui Permenpan RB no 04 tahun 2014 tentang Jabatan Fungsional Satpol PP dan Angka Kreditnya,” pungkas Soerya.

Rangkaian upacara HUT Satpol PP dan Satlinmas dimeriahkan oleh sejumlah atraksi. Yakni atraksi senam tongkat dan senam borgol dari tuan rumah Karimun, atraksi tarung drajat dari Satpol PP Anambas dan senam balok dari Satpol PP Batam.

Menurut Kasatpol PP Batam, Hendri, untuk bisa menampilkan atraksi secara maksimal, anggotanya telah berlatih selama tiga bulan. “Ada sekitar 70 orang anggota yang tampil untuk atraksi senam balok. Mereka sudah jauh-jauh hari berlatih di Engku Putri dan di Mako Satpol PP,” tuturnya.

Anggota Satpol PP Batam yang melakukan senam balok melakukan formasi melompat, berlari diatas susunan balok kayu sepanjang 2,5 meter dengan berat 30 kg dan memanjat susunan balok kayu. Di akhir formasi, kayu balok yang dipegang pasukan praja wibawa itu membentuk tulisan “Pol PP”.

Atraksi ini mendapat pujian dan sambutan yang meriah dari para penonton, mulai dari Wakil gubernur, ketua DPRD Kepri, Kasatpol PP se-Provinsi hingga pejabat-pejabat yang ada di pemerintah provinsi Kepri.

No Comments Share Read More

Fatal error: Call to undefined function wp_pagenavi() in /var/www/html/skpd2014/wp-content/themes/nongsa/index.php on line 9