Get Adobe Flash player

i
by in Kegiatan

DSC_0128

POL PP – Kegiatan perlombaan guna memperingati Hari Ulang Tahun Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Batam ke-15 telah usai. Meskipun dalam pelaksanaan kegiatan terjadi penundaan karena cuaca buruk, namun semua perlombaan dapat terlaksanan serta mendapatkan hasil sesuai dengan kesepakatan bersama secara musyawarah.

DWP Satpol PP harus puas diposisi kedua lomba menangkap belut. Sementara pemenang pertama adalah kecamatan Sekupang dan juara ketiga diraih oleh Dinas Pendidikan. Menurut ketua DWP Satpol PP Batam, Tengku Fetti, meskipun hanya bisa membawa pulang satu hadiah tetapi ia tetap bersyukur. “Alhamdulillah kita masih bisa dapat hadiah,” ucapnya.

Selain lomba nangkap belut, panitia DWP tingkat Kota Batam juga menggelar lomba tarik tambang, outbound, balap karung, tim building, bakiak, dan lomba kelereng. Hadiah diserahkan langsung oleh ketua DWP Kota Batam, Roza Agussahiman saat puncak HUT DWP yang dilaksanakan secara sederhana di ruang Embung Fatimah Lantai IV Kantor Walikota Batam, Rabu (17/12)

Dalam sambutannya Roza Agussahiman mengatakan saat ini adalah periode pencapaian. Dharma Wanita kini sudah semakin profesional menjalin kemitraan baik dengan pemerintah maupun swasta. “DWP saat ini sudah berkembang. Tapi masih perlu untuk meningkatkan pencapaiannya,” kata Roza.

 

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

DSC_0089

POL PP –  Kios liar yang ada di row jalan di sepanjang jalan Pasar Induk hingga depan Puskesmas kecamatan Lubuk Baja kian menjamur. Agar tidak bertambah volumenya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam menertibkan para pedagang kaki lima (PKL) disana, Selasa (09/12).

Menurut Kabid Ketentraman Masyarakat dan Ketertiban Umum (Trantibum), Syafrul Bahri, keberadaan kios dan juga lapak para pedagang mengganggu pengguna jalan. “Kita tertibkan karena mengganggu arus lalulintas. Jalan disana jadi macet dan ruas jalan juga jadi sempit,” katanya usai melakukan penertiban.

Sebelumnya para pedagang sudah dihimbau untuk tidak meletakkan barang dagangannya di row jalan. Khusus untuk pemilik kios liar, petugas Satpol PP telah memberikan peringatan untuk membongkar sendiri kios mereka. Namun hingga saatnya pembongkaran, mereka tidak mengindahkan ultimatum petugas.

“Ada puluhan kios yang kita bongkar di depan Top 100 karena mereka membangun di atas drainase. Selain itu ada juga kios yang kita bongkar karena dibangun di row jalan. Mereka semua sebelumnya sudah kita berikan peringatan,” jelas Syafrul lagi.

DSC_0198 DSC_0159

Untuk memudahkan pengangkutan matrial miliki PKL, Syafrul meminta bantuan 2 unit mobil pengangkut sampah milik Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Batam. “Seluruh matrial bekas pembongkaran langsung dibawa ke TPA Punggur oleh 2 truk sampah milik DKP,” terangnya.

Selain di kawasan Pasar Induk Jodoh, 300 personil Satpol PP juga menertibkan puluhan kios liar di depan Markas Komando (Mako) Brimob Polda Kepri di Tembesi.

“Didepan Mako Brimob ada puluhan kios yang akan di bangun semi permanen oleh salah satu LSM, tapi mereka tidak mengantongi IMB dan juga rekomendasi dari Dinas UKM. Selain itu kita juga mendapat komplain dari Brimob dan warga setempat.

Menurut Syafrul, dilokasi tersebut akan dibangun jalan oleh Kementrian Pekerjaan Umum (PU). “Tahun 2015 dilokasi tersebut akan dibangun dua jalur oleh Kementerian PU. jadi bukan hanya kios yang baru dibangun tapi juga semua kios yang ada disana kita tertibkan,” tutupnya.

DSC_0213 DSC_0233

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

DSC_0722

POL PP – Ulul Azmi,anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam, menjadi juara pertama dalam perlombaan ceramah agama yang di gelar oleh Majelis Taklim Satpol PP Batam, Kamis (4/12). Ulul Azmi mengungguli 11 peserta lainnya dengan skor 815.

Menurut dewan juri, Ulul Azmi memiliki bakat sebagai ustadz. “Kamu ini udah ustadz beneran bukan ustadz jadi-jadian,” kata M. Teddy Nuh salah seorang juri yang juga sebagai Kabid PPUD Satpol PP Batam.

“Majelis Taklim bulan depan, kita gak usah panggil ustadz dari luar, cukup Ulul Azmi aja yang memberi tausiah,” sambung juri lainnya, Hendra Felani yang menjabat sebagai Kabid Sumber Daya Aparatur.

Selain lomba ceramah, panitia Majelis Taklim Satpol PP Batam juga menggelar perlombaan lain. Yakni, lomba adzan, cerdas cermat dan fashion busana muslim dan hijab. Seluruh peserta dan juga dewan juri adalah anggota Satpol PP. Untuk menghibur peserta dan juga dewan juri serta penonton, tim Nasyid dari Satpol PP tampil dengan dua buah lagu yang berjudul Shalawat Nabi dan puji-pujian. Penampilan tim Nasyid dari anggota Praja Kusus (Prasus) yang dibina oleh Muhammad Rifky Budiawan menambah semarak jalannya perlombaan.

DSC_0795 DSC_0672

Menurut ketua panitia perlombaan, Rohimin Hasan, perlombaan ini sengaja dibuat untuk menemukan potensi yang dimiliki anggota Satpol PP. “Dari perlombaan ini kita bisa mengetahui dan menggali potensi anggota Satpol PP dibidang keagamaan,” ujar Kasi Pelatihan Dasar tersebut.

Sementara itu ketua Majelis Taklim Satpol PP, Porada Malik, mengaku selain pengajian bulanan, perlombaan – perlombaan ini akan diagnedakan kembali di Majelis Taklim. “Insya Allah ini akan dijadikan agenda tahunan dalam hari-hari besar islam. Seperti tahun baru islam, Isra’ Mi’raj dan Maulid Nabi Muhammad SAW.”

DSC_0888DSC_0866DSC_0859 DSC_0852DSC_0850 DSC_0902

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

DSC_0729

POL PP – Bidang Trantibum menjadi juara pertama dalam lomba masak yang di gelar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam di Kantor Satpol PP Batam Centre, Jumat (28/11).  Menu yang dihidangkan adalah rujak. Cara penyajian dan unsur gizi yang terkandung dalam menu menjadi nilai tambah.

Selain memasak, panitia juga menggelar lomba lainnya, yakni lomba bakiak, lomba kelereng, tarik tambang dan lomba balap karung. Seluruh perlombaan wajib diikuti oleh istri pegawai Satpol PP, pegawai dan tenaga honor Satpol PP Wanita.

“Perlombaan-perlombaan ini sengaja kita untuk persiapan menghadapi DWP tingkat kota tanggal 6 Desember nanti,” kata Ketua DWP Satpol PP, Tengku Fetti saat memberi sambutan sebelum memulai acara perlombaan.

DSC_0802  DSC_0769

Seluruh anggota DWP Satpol PP mengikuti berbagai perlombaan dengan penuh semangat. Bahkan, tali tambang yang digunakan untuk lomba tarik tambang putus saat lomba baru saja dimulai.

“Saking semangatnya, tali tambangnya sampai putus. Jadi lomba tarik tambang kita batalkan karena tidak ada tali cadangan,”ujar istri Kasatpol PP, Hendri itu.

Tengku Fetti berharap, DWP Satpol PP bisa meraih juara dalam perlombaan-perlombaan yang digelar di DWP tingkat Kota Batam nanti. “Tahun lalu kita juara satu lomba tarik tambang. Semoga tahun ini kita bisa juara lagi bukan hanya tarik tambang dan outbond, tetapi juga lomba yang lainnya,” kata Fetti lagi.

Untuk menambah kemeriahan acara perlombaan DWP Satpol PP, dua orang anggota Satpol PP putra berjoget di depan puluhan anggota DWP Satpol PP. kedua praja putra tersebut tidak malu-malu bergoyang dengan iringan lagu-lagu dangdut.

 

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

DSC_0562

POL PP – Sebanyak 80 (delapan puluh) warg tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Batam. Hal ini diketahui saat tim gabungan yang terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam, TNI, Polri, Dinas Kependudukan dan Catatan sipil (Disdukcapil) dan Dinas Sosial  menggelar razia peraturan daerah (Perda), Rabu (19/11) sore. Menurut Kabid Sumber Daya Aparatur, Hendra Felani, razia yang digelar kali ini mengacu pada perda nomor 6 tahun 2002 tentang ketertiban sosial dan perda nomor 8 tahun 2009 tentang penyelenggaraan administrasi kependudukan.

“Warga yang tidak punya KTP Batam atau KTP-nya sudah mati maupun hanya punya KTP kampung, kita arahkan ke Dinas Kependudukan,” katanya usai razia di Kantor Satpol PP.

Saat razia, petugas juga mendapati 7 (tujuh) pasangan tanpa surat nikah yang tinggal bersama di kost-kostan. Mereka juga turut di bawa ke Kantor Satpol PP untuk didata dan membuat surat pernyataan.

“Bagi pasangan yang tidak memiliki surat nikah, mereka membuat surat pernyataan diatas materai. Kami juga meminta RT/RW setempat untuk mengawasi agar mereka tidak tinggal bersama lagi. Kalau mereka masih kedapatan tinggal bersama akan kami nikahkan di Mako Satpol PP,” ujarnya.

DSC_0628 DSC_0640

Razia ini digelar di 3 wilayah yang ada di Kecamatan Lubuk Baja. Yakni, Nagoya Newton, Belakang Hotel 89 dan Happy Garden. Sasarannya adalah ruko dan rumah yang dijadikan kost-kostan.

“Kami mendapat laporan dari RT/RW bahwa kost-kostan dijadikan tempat mesum oleh pasangan muda-mudi. Padahal, kost-kostan di sana khusus untuk wanita dan pria dilarang masuk,” ujar mantan Lurah Lubuk Baja Kota itu.

Sementara itu, Azwar yang kedapatan berada didalam kamar Leli mengaku hanya bermain sebentar. Saat keduanya ditanya oleh petugas, mereka memberikan jawaban yang berbeda. Azwar mengaku jika Leli adik kandungnya, sementara Leli mengaku Azwar adalah saudara sepupunya.

“Saya abang kandungnya pak,” sanggah Azwar saat digeledah petugas yang kedapatan sedang tidur dikamar kekasihnya itu.

DSC_0532 DSC_0537

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

IMG_3301DSC_1622 DSC_1554IMG_0111 IMG_3293DSC_1611IMG_0039 IMG_0143IMG_0167 IMG_0125IMG_0170 IMG_0227

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

DSC_0501

POL PP – Sebanyak 12 anggota Dewan Pewakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan 3 orang staf mengunjungi Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam, Jumat (07/11). Rombongan yang dipimpin langsung oleh ketua DPRD Tuban itu sengaja datang ke Satpol PP Batam untuk belajar struktur kelembagaan. Pasalnya, Satpol PP Batam kini sudah naik eselon dari eselon III ke eselon II.

Menurut Ketua DPRD Tuban, M. Miyadi, akhir tahun 2014 Satpol PP di Tuban akan naik kelas menjadi eselon II. “Kedatangan kami kesini untuk belajar menyelesaikan tugas kami. Karena sejak tahun 2010 kami belum bisa menyesuaikan dan menyelesaikan perda kami terkait kenaikan eselon untuk Satpol PP,” katanya mengawali pertemuan.

Kedatangan rombongan Dewan Tuban di sambut oleh Sekretaris Satpol PP Batam, Arifin Ibrahim. Menurutnya, Satpol PP Batam naik kelas sejak bulan Oktober tahun 2013. Hal tersebut tertuang dalam Perda nomor 6 tahun 2013 tentang SOTK Satpol PP Batam.

“Struktur kelembagaan kami ada di Perda No. 6 tahun 2013 tentang SOTK, merujuk dari PP No. 6 tahun 2010. Selain itu dikuatkan dengan jumlah penduduk, luas wilayah dan anggaran yang ada sehingga kita bisa naik eselon,” jelasnya.

DSC_0504 DSC_0491

Sementara itu, Kabid Sumber Daya aparatur Satpol PP Batam, Hendra Felani mengatakan, dalam Perda tersebut dicantumkan bahwa pejabat struktural di Satpol PP Batam harus berasal dari Satpol PP.

“Dalam Perda dijelaskan bahwa untuk menjadi pejabat struktural di Satpol PP Batam harus punya basic Satpol. Jadi tidak bisa sembarangan untuk memiliki jabatan di Satpol kalau bukan dari Satpol. Selain itu, di Perda juga tetuang adanya tunjangan resiko kerja untuk seluruh anggota Satpol PP. besarannya disesuaikan dengan kemampuan daerah, namun hingga kini belum terealisasi,” ungkapnya.

Saat kunjungannya ke Batam, anggota DPRD komisi A, Muhammad Fuad, terkesima melihat kota Batam yang sepi dengan gelandangan dan pengemis. “Di Batam memang kok bisa bebas gelandangan dan pengemis. Saya heran, bagaimana bisa Satpol PP menangani gelandangan dan pengemis di sini sehingga sepi pengemis. Dari bandara ke Nagoya lalu ke Kantor Satpol saya tidak melihat gelandangan apalagi pengemis disini,” tanyanya.

Menurut Arifin, patroli rutin yang digalakan setiap hari meminimalisir beredarnya gelandangan dan pengemis. “Kalau ada yang berkeliaran langsung kami angkut dan kami serahkan ke Dinsos. Nanti pihak Dinsos akan memulangkan mereka,” jelasnya.

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

 

DSC_0841

POL PP – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam bersama tim terpadu menggelar razia Peraturan Daerah (Perda), Jumat (07/11). Dalam razia gabungan dengan Badan Penanaman Modal (BPM), TNI, Polri, Disperindag, Dinkes dan Dinas PMPK-UKM itu, Satpol PP menyegel 4 (empat) minimarket yang tidak mengantongi izin usaha.

Adapun minimarket yang disegel, yaitu Prima Star di Komplek Nagoya Square Blok C, Mardi Mini Market (MMM) di Pertokoan Winsor, Cloud Mart di Tiban 3, serta Mini Market Pelangi di Bengkong Harapan 1. Selain 4 minimarket yang disegel, sebanyak 33 minimarket juga diminta membuat surat pernyataan. Pasalnya, izin domisili maupun Surat Izin Usaha Perorangan (SIUP) mereka sudah mati. Para pelaku usaha diminta segera mengurus proses perizinan ke BPM.

Menurut Kepala Satuan (Kasat) Pol PP, Hendri, timnya terpaksa menyegel 4 minimarket karena tidak memiliki izin, baik izin usaha toko modern, SIUP, TDP maupun izin domisili dari kecamatan.

DSC_0594 DSC_0772

”Minimarket yang disegel dilarang berjualan hingga mengurus perizinan di BPM,” ujar Kasat Pol PP Kota Batam, Hendri yang memimpin razia tersebut.  Katanya, segel akan dibuka setelah pengusaha memberikan bukti pengurusan izin kepada petugas dalam hal ini Satpol PP.

Saat razia yang digelar di 4 wilayah Kecamatan ini terungkap 19 minimarket Circle K izin usahanya telah kadaluarsa. ”Izinnya habis sejak 28 April 2013 lalu. Hampir dua tahun tak membayar pajak, sangat disayangkan,” ucap Hendri.

Sementara itu Kepala HRD Circle K Batam, M Adi mengakui bila seluruh Circle K yang ada di Batam belum memperpanjang izin. Menurutnya, itu terjadi karena pengurusannya dipaket keseluruhan. ”Saya baru kerja, jadi saya tak tahu,” ungkapnya kepada petugas yang razia di Circle K.

Hendri menambahkan, razia minimarket yang mereka lakukan mengacu kepada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2009 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar di Kota Batam. Dalam pasal tersebut ditulis, minimarket, supermarket, departemen store diwajibkan memiliki Izin Usaha Toko Modern (IUTM) dari Pemerintah Kota (Pemko) Batam.  “Razia ini kami gelar untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD), karena banyak laporan minimarket tak ada izin,” tutupnya

DSC_0518  DSC_0537

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

DSC_0549

POL PP – Ustadz Bahrumsyah Panjaitan memberikan tausiah kepada ratusan personil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam dalam pengajian bulanan yang digelar di depan kantor Satpol PP, Jumat (07/11) pagi. Dalam tausiahnya Ustadz Bahrumsyah mengatakan anggota Satpol PP harus tegas saat menegakan Peraturan Daerah (Perda), karena hal tersebut merupakan amanah dari Pemerintah Kota Batam.

“Satpol PP harus tegas tetapi tetap lemah lembut. Akhlak dalam menegakan perda juga harus sesuai syariat islam bagi yang muslim. Sebaiknya mengucapkan assalamu’alaikum saat ingin menegur seorang pedagang yang melanggar perda,” katanya.

Ustadz yang memiliki Pondok Pesantren di Batu aji itu mengaku kagum dengan Satpol PP. menurutnya, banyak perubahan yang terjadi di Satpol PP khususnya bagi pribadi anggota Satpol PP.

“Luar biasa, sekarang Satpol PP banyak yang mahir membaca Al-qur’an. Contohnya saudara kita Ulul Azmi yang membuka acara. Selain piawai, Azmi juga pandai berpantun,” ungkapnya.

DSC_0507  DSC_0515

Ustadz Bahrumsyah juga mengatakan, pengajian bulanan ini sangat penting bagi anggota satpol PP. pasalnya, selain diberikan ilmu ketahanan fisik, anggota Satpol PP juga harus dibekali mental dengan siraman rohani yang bermanfaat. Sehingga dalam menjalankan tugas sesuai amanah yang diberikan Pemko Batam.

Sementara itu, dalam sambutannya ketua Majlis Taklim Satpol PP Batam, Porada Malik mengatakan, pengajian ini adalah yang pertama di gelar setelah terbentuknya sturktur kepengurusan yang baru.

“Struktur kepengurusan Majlis Taklim kita yang baru terbentuk bulan September 2014 kemarin. Hari ini adalah pertama kalinya kita pengajian setelah adanya perubahan kepengurusan. Saya harap kita tetap mengadakan pengajian rutin setiap bulannya,” ujarnya saat memberi sambutan.

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

IMG_20141106_110129

POL PP – Unjuk rasa yang di gelar ribuan massa dari serikat pekerja FSPMI (Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia) Batam, Kamis (06/11) mendapat penjagaan ketat dari aparat keamanan, salah satunya dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Kepala Satuan (Kasat) Pol PP mengerahkan ratusan personil untuk mengamankan demonstrasi buruh yang menuntut Upah Minimum Kota (UMK) tahun 2015.

Menurut Kasatpol PP Batam, Hendri, hampir seluruh pleton sengaja di turunkan untuk menjaga aksi demonstrasi buruh. “Kita turunkan ratusan personil, termasuk personil dari Prasus dan URC. Ini untuk jaga-jaga saja, mengingat massa yang dikerahkan sebanyak 20 ribu orang,” ujarnya di sela-sela aksi buruh di Kantor Walikota Batam.

Dalam demonstrasi kali ini, para buruh meminta UMK tahun 2015 sebesar RP. 3,3 juta. Mereka juga menolak kenaikan BBM (Bahan Bakar Minyak) bersubsidi. Menurut Sekretaris Konsulat Cabang FSPMI Batam, Suprapto, pihak buruh tetap mengusulkan angka UMK tahun depan sebesar RP. 3,3 juta.

“Kita menuntut UMK tahun 2015 sebesar Rp3,3 juta sesuai usulan buruh melalui Dewan Pengupahan Kota (DPK). Kita juga menolak kenaikan harga BBM karena akan berpengaruh terhadap tingginya biaya hidup yang harus dikeluarkan,” teriak Suprapto saat orasi.

DSC_0567  DSC_0578

Tidak lama berselang, perwakilan pekerja di temui langsung oleh Walikota Batam, Ahmad Dahlan. Menurut Walikota, pemerintah pasti menaikkan angka UMK untuk tahun 2015. Namun, ia belum bisa menyebut angkanya.

“Saat ini tim ekonomi masih melakukan kajian. Kami belum mengeluarkan angka, tapi ancang-ancangnya sudah ada. Yang pasti angkanya lebih besar dari UMK tahun ini,” jelas Walikota saat bertemu langsung perwakilan pekerja di depan pintu masuk kantornya.

Didepan Ribuan pekerja Walikota menjanjikan, sebelum tanggal 20 November 2014 mendatang angka UMK sudah di serahkan ke Gubernur Kepri, HM. Sani. Mendengar penjelasan Walikota, para buruh berangsur-angsur pulang dengan diiringi lagu kebangsaan mereka melalui pengeras suara. Demonstrasi yang menuntut UMK 2015 inipun berlangsung kondusif.

 

 

 

No Comments Share Read More

Fatal error: Call to undefined function wp_pagenavi() in /var/www/html/skpd2014/wp-content/themes/nongsa/index.php on line 9