Get Adobe Flash player

i
by in Kegiatan

POL PP – Hendri (40) dan Rita (30) diamankan oleh Satpol PP dan tim terpadu saat sedang asik meminta-minta di simpang Baloi, Kamis (09/06). Keduanya kompak mengemis dengan alasan putus asa sulit mencari pekerjaan di Batam. Pasangan suami istri ini mengaku datang dari Pekanbaru 3 bulan yang lalu.

“Kami mau coba-coba aja bu ngemis di Batam. Awalnya minta-minta ke toko-toko, tapi ada yang kasih tau lebih banyak dapat kalau di simpang-simpang,” aku Rita yang menggandeng suaminya yang buta.

Selain Hendri dan Rita, sepasang Ibu dan anak juga kompak mengemis di persimpangan di wilayah Kecamatan Lubuk Baja. Sang ibu yang bernama Uning (60) dan anaknya Muslim (40) yang buta berkeling dari satu persimpangan ke persimpangan yang lain untuk meminta belas kasih pengendara bermotor.

“ Lumayanlah bu sehari dapat Rp. 80 ribu  sampai Rp. 100 ribu sehari dari jam satu sampai jam 5 sore,” kata Uning.

Uning yang tinggal di Pasar Induk Jodoh mengaku anaknya itu baru tiga hari di Batam. Menantu dan cucunya yang libur sekolah juga ikut ke Batam dari Pekanbaru. Uning mengaku anaknya tersebut datang bukan untuk mengemis melainkan untuk menjenguknya.

“Gak ada yang nyuruh ngemis bu, Cuma mau lebaran butuh uang buat beli baju lebaran dan makanan,” ucap nenek 2 cucu itu.

Selain 4 orang pengemis, tim terpadu juga mengamankan 30 gelandangan dan anak punk. Mereka diciduk saat berkeliaran di jalan. 10 orang diantaranya masih di bawah umur.

“Kami banyak mendapat laporan dari masyarakat tentang banyaknya gepeng yang berkeliaran di bulan puasa ini,” kata Kabid Sumber Daya Aparatur Satpol PP, Hendra Felani.

Hendra juga mengatakan, kegiatan ini sesuai dengan Perda nomor 6 tahun 2002 tentang Ketertiban Sosial di Kota Batam. Dalam perda juga di sebutkan setiap orang atau badan dilarang meminta bantuan atau sumbangan dengan cara dan alasan apapun baik dilakukan sendiri-sendiri maupun bersama-sama di jalan-jalan, jalur hijau, taman, angkutan umum, rumah tempat tinggal, kantor, dan tempat umum lainnya tanpa izin tertulis dari Walikota maupun pejabat yang ditunjuk.

“Bagi masyarakat sebaiknya memberikan sumbangan langsung ke yayasan-yayasan atau tempat penampungan-penanpungan anak-anak terlantar seperti rumah singgah atau panti asuhan,” kata Hendra lagi.

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

POL PP – Sejumlah janda pegawai Satpol PP mendapat santunan saat buka puasa bersama yang di gelar majelis taklim Satpol PP di depan kantor mereka di Batam Centre, Rabu (08/06). Santunan berupa uang tunai dan bingkisan parsel tersebut diberikan langsung oleh Kasatpol PP Batam, Hendri yang didampingi langsung oleh istrinya Tengku Fetti Ariyani selaku ketua dharma wanita Satpol PP Batam.

“Semoga bisa bermanfaat untuk keluarga ya bu,” kata Hendri saat memberikan bingkisan kepada Yuli selaku perwakilan penerima santunan. Dalam sambutannya Hendri mengatakan moment buka puasa bersama ini sebagai ajang saling bermaafan sesama anggota Satpol PP. “Mungkin masih ada dari kalian yang belum maaf-maafan sebelum puasa, nah sekarang masih sempat,” katanya.

Hendri juga menghimbau agar anggota Satpol PP terus menjaga kekompakan baik saat bekerja maupun di luar jam kerja. “Kalian harus kompak, tapi kompak yang baik,” katanya lagi.

Sementara itu, ketua majelis taklim Satpol PP, Porada Malik mengaku, buka puasa bersama adalah salah satu agenda majelis taklim selain pemberian bantuan ke masjid dan pemberian santunan ke panti asuhan beberapa waktu lalu. “Selain santunan ke masjid dan anak yatim, tahun ini kita sudah rencanakan qurban satu ekor sapi. Dananya murni sumbangan anggota satpol yang dipotong tiap bulan” ujar pria yang juga menjabat sebagai Kasubag Tata Usaha Satpol PP itu.

Sambil menunggu bedug maghrib, kegiatan tahunan ini diisi oleh penceramah dari Bengkong, Ustadz Deden Sirajudin. Dalam tausiahnya, ustadz yang berlogat khas sunda itu mengingatkan pentingnya mengeluarkan zakat fitrah. “Kalau bayarnya sesudah lebaran itu namanya sedekah bukan Zakat fitrah,” tuturnya.

Untuk menambah semarak buka puasa bersama, tim nasyid putra dan putri Satpol PP tampil dengan 5 lagu rohani. Diantaranya, Puji-pujian yang dipopulerkan oleh Raihan dan Ramadhan Tiba milik Opick.

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

POL PP – Sembilan dari Dua belas tempat hiburan malam (THM) mendapat surat peringatan (SP) kedua dari tim terpadu pengawasan THM selama dua pekan ini. Surat edaran dari Walikota Batam perihal jam buka tutup tidak diindahkan mereka. Café dan karaoke-karaoke tersebut tetap saja melanggar meskipun sudah mendapat surat peringatan pertama sebelumnya. Sementara tiga lainnya mendapat surat peringatan yang pertama.

Ke-sembilan THM tersebut diantaranya, Bilyard Centre (karaoke) dan Rita Café (Karaoke) yang ada di Wilayah Lubuk Baja. Kedua tempat karaoke tersebut melanggar jam tutup. Saat petugas menyambangi lokasi tersebut pukul 02.30 WIB mereka masih beroperasi. Padahal seharusnya mereka sudah harus tutup tepat pukul 02.00 WIB.

Sementara itu di Wilayah Batam centre Frees Ber (Live Music) melanggar jam buka. Pukul 20.00 WIB tempat tersebut sudah buka dan telah ramai pengunjung yang tengah asyik berkaraoke. Padahal aturan yang diberlakukan adalah buka pukul 21.00 WIB.

Dua karaoke di Mitra Mall, Batu Aji juga melanggar jam tutup. yakni JMC Karaoke dan Nusantara Café. Sedangkan di Wilayah Sagulung,  Simpanse Pub mendapat teguran kedua karena beroperasi di jam tutup total.

“Mereka yang melanggar langsung buat BAP kedua, karena tahun lalu mereka sudah diberikan SP1,” kata Kabid Trantibum Satpol PP Batam, Syafrul Bahri.

Syafrul juga mengatakan, khusus untuk tempat hiburan yang mendapat SP2 akan dilaporkan ke Dinas teknis yakni Dinas Pariwisata dan BPM-PTSP.

“Untuk tindakan ataupun sanksi itu dinas terkait, kami hanya memberikan laporannya saja meskipun saat kegiatan mereka juga dilibatkan,” Sambung Syafrul.

Saat kegiatan pengawasan THM petugas juga mendapati ada warnet yang masih beroperasi pada pukul 01.00 WIB. Pengunjung warnet tesebut nyaris dipenuhi oleh anak-anak usia sekolah. Saat petugas datang, pemilik warnet yang sudah melihat dari kejauhan langsung menutup pintu masuk warnet.

“Kami gedor gak dibuka-buka sama pemiliknya. Akhirnya kami turunkan breker listrik yang diluar ruko langsung dibuka pemiliknya dan pengunjungnya berhamburan keluar,” kata Kabid Sumber Daya Aparatur Satpol PP, Hendra Felani yang juga ikut kegiatan pengawasan THM.

Pemilik warnet tersebut diminta untuk langsung menutup warnetnya, dan para pengunjungnya diminta untuk pulang.

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

DSC_1572

POL PP – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam yang tergabung dalam tim pengawas tempat hiburan malam (THM) bersama TNI, Polri, Dinas Pariwisata dan Bagian Hukum Kota Batam menyisir sejumlah tempat hiburan malam di wilayah kota Batam, Rabu (17/06) malam. Tim pengawas dibagi menjadi tiga wilayah. Yakni, Batu Ampar, Lubuk Baja, Sagulung dan Batu Aji.

“Ini adalah malam pertama yaitu jam tutup total. Tidak ada satupun tempat hiburan baik itu diskotik, pub, karaoke ataupun panti pijat yang boleh buka,” kata Kasatpol PP Batam, Hendri saat memimpin apel pasukan sebelum beroperasi.

Hendri mengatakan, hal aturan jam buka tutup tempat hiburan malam sudah diatur dalam surat edaran Walikota Batam Nomor 24 Tahun 2015 berdasarkan hasil rapat Forum Komunikasi Perangkat Daerah (FKPD) pada 3 Juni 2015. Selain itu sesuai dengan Perwako Nomor 21 Tahun 2010 tentang Tata Cara Penghormatan Hari-hari Besar Agama Islam.

Formasi tutup total adalah 3-3-3. Yaitu, tiga hari menjelang dan diawal Ramadhan, tiga hari dipertengahan Ramadhan yakni sebelum hingga satu hari malam Nuzulul Qur’an dan tiga hari diakhir dan setelah Ramadhan yakni sebelum hingga setelah lebaran.

Selain mengatur jam tutup total, dalam surat edaran juga tertuang aturan jam buka. Khusus untuk karaoke keluarga boleh buka mulai pukul 18.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB. Sementara untuk diskotik dan pub hanya boleh buka mulai pukul 21.00 WIB sampai pukul 02.00 WIB.

“Kalau ada yang buka dan pernah membuat BAP tahun lalu, maka akan langsung kita berikan surat peringatan. Kalau ada yang sudah diberikan surat peringatan hingga tiga kali tapi masih buka juga, langsung kita tutup,” Sambung Hendri.

Sementara itu Kabid Trantibum, Syafrul Bahri menyebutkan, kegiatan pengawasan tempat hiburan malam ini berlangsung hingga pukul satu dinihari. Hasilnya, tidak ada satupun tempat hiburan malam yang buka. “Alhamdulillah, semua pemilik usaha tempat hiburan malam mematuhi surat edaran Walikota. Jadi tidak ada yang buka dimalam pertama ini,” terang Syafrul.

Kegiatan pengawasan ini juga akan terus berlangsung selama Ramadhan. “Kita akan awasi hingga satu bulan penuh,” tutup Syafrul.

 

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

DSC_1647

POL PP – Sebanyak tiga warung internet (warnet) di wilayah Sagulung dan Batu Aji di segel oleh petugas Satpol PP kota Batam dan tim gabungan dalam razia Perwako nomor 3 tahun 2015 tentang usaha wanet dan Perda nomor 16 tahun 2007 tentang Ketertiban Umum, Jumat (12/05) siang.

“Kami menyegel 3 warnet karena tidak memiliki izin sama sekali,” kata Kabid Sumber Daya Aparatur, Hendra Felani usai menggelar razia.

Tiga warnet yang disegel tersebut adalah Fajar warnet di Sagulung, Flashnet dan Deltanet yang ada di wilayah Batu aji. Selain tiga warnet tersebut, petugas juga mendapati puluhan warnet telah habis masa izin usaha domisilinya yang dikeluarkan oleh kelurahan setempat. Bahkan, ada yang telah 5 tahun tidak memperpanjang izin usaha domisilinya.

“Warnet yang izin usahanya habis kami minta untuk membuat surat pernyataan agar mereka segera mengurus izinnya langsung ke BPM tidak Cuma di kelurahan saja,” sambung Hendra.

Sebelum melakukan razia, Satpol PP telah menyebarkan himbauan agar para pemilik warnet segera mengurus izin usaha mereka. Bahkan, beberapa warnet langsung mengurus izin usaha secara kolektif melalui RT/RW dengan adanya surat himbauan yang telah diberikan tersebut.

Saat razia, banyak warnet yang jumlah komputernya tidak sesuai dengan yang tertera di surat izin yang mereka kantongi. Contohnya, di surat izin domisili usaha tertera 13 unit sementara yang beroperasional sebanyak 32 unit. Selain itu banyak warnet yang tinggi penyekat ruangannya melebihi 120 cm. Warnet-warnet tersebut juga tidak dilengkapi kamera CCTV. Bahkan, banyak warnet yang jam operasionalnya selama 24 jam.

Dalam razia tersebut petugas juga mendapati seorang pengunjung tertidur tanpa mengenakan celana. Pengunjung yang disapa Dul tersebut kaget saat petugas menggedor bilik warnet. Dengan mata masih sedikit terpejam pemuda berusia 28 tahun itu segera mengenakan celana pendeknya. Dul mengaku tertidur diwarnet karena lelah usai bermain warnet semalaman.

“Saya ketiduran bu, cape main warnet,” ujar Dul.

Hendra menghimbau kepada pemilik warnet melalui operatornya agar memblokir situs porno yang sedang dibuka oleh pengunjung melalui server. Pelajar yang mengenakan seragam sekolah juga diminta agar tidak masuk ke warnet jika tidak dilengkapi surat tugas dari sekolah.

“Kami minta operator langsung blokir komputer pengunjung yang buka situs porno,” imbuhnya.

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

DSC_1176

POL PP – Satpol PP Kota Batam akan segera menggelar razia warung internet (Warnet). Kegiatan ini sekaligus mensosialisasikan Perwako Nomor 3 Tahun 2015 tentang usaha warung internet. Bagi warnet yang tidak memiliki rekomendasi usaha dari PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) dan melanggar dalam hal buka tutup maupun menerima pelajar berseragam di jam belajar, akan segera di tutup usahanya.

“kami langsung segel warnet yang bandel,” ujar Kabid Sumber Daya Aparatur, Hendra Felani.

Sebelum menggelar razia, tim dari satpol PP juga telah menyebarkan himbauan agar pemilik warnet segera membuat surat rekomendasi izin usaha dari PTSP maupun izin domisili dari kelurahan setempat. Pemilik usaha warnet juga diwajibkan memblokir situ-situs yang berbau asusila, perjudian dan situs yang tidak sesuai dengan norma agama.

“Tidak boleh ada situs porno. Pemilik warnet juga harus membatasi jam buka sesuai dengan aturan yang ada di perwako.” kata Hendra.

Hendra juga mengaku pihaknya banyak mendapat laporan dari masyarakat maupun aparat keamanan tentang jam buka warnet yang melebihi batas.

“Masa ada warnet yang buka sampai jam 4 shubuh. Itu kami terima informasinya dari Polres saat mereka menangkap begal. Begal yang masih sekolah itu bersembunyi di warnet,” sambung Hendra.

Rencana kegiatan razia perda tersebut juga dalam rangka menyambut bulan puasa yang akan tiba pertengahan bulan Juni 2015 mendatang.  Selain itu bersamaan dengan tahun ajaran baru 2015-2016. Menurut Hendra, jangan sampai ada pelajar yang menunggu buka puasa maupun sahur di warnet.

“Jangan nanti ada yang sahur di warnet karena warnetnya masih buka sampai shubuh, katanya lagi.

Hendra juga mengatakan, bersamaan dengan rencana kegiatan razia warnet, pihaknya telah mengagendakan razia di sekolah- sekolah. Kegitana tersebut untuk mensosialisasikan perda nomor 04 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Dasar dan Menengah Kota Batam.

“Kami akan periksa tas-tas dan ponsel pelajar. Pelajar dilarang membawa senjata tajam ke sekolah dan menyimpan gambar-gambar maupun video porno di ponsel,” tutup Hendra.

 

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

foto voli

POL PP – Tim voli Satpol PP Kota Batam kembali mencetak prestasi. Setelah menjuarai piala PGRI Cup, kini mereka menyabet piala dalam kejuaraan voli internasional ke-9 yang digelar oleh harian Haluan Kepri Di Sport Hall Temenggung abdul Jamal.

Satpol PP Batam berhasil memenangkan pertandingan setelah hampir dua jam berjibaku menahan serangan dan smash-smash tajam yang diberikan tim PGRI Batam di partai final yang berlangsung Sabtu (30/5) pukul 23.20 WIB, dengan skor akhir pertandingan 3-1 (25-22, 24-26, 29-27, dan 25-20).

Tim PGRI tidak bisa membalaskan dendamnya atas kekalahan mereka di PGRI Cup beberapa waktu lalu. Di kejuaraan internasional ini, Satpol PP kembali menaklukan PGRI sehingga PGRI harus pasrah pulang dengan posisi kedua.

Menurut Kasatpol PP Batam, Hendri, timnya baru kali ini berpartisipasi mengikuti kejuaraan voli internasional yang diadakan Haluan Kepri. Mengingat tim-tim yang bermain adalah atlet-atlet terlatih yang tidak hanya dari dalam negri melainkan dari luar negeri.

“Ini sudah level atas, awalnya kita ragu mau ikut. Tetapi baru-baru ini juga kita abis menang di PGRI cup yang pemainnya hampir semua atlet, makanya kita coba berpartisipasi ikut kejuaraan voli ini, “ kata Hendri.

Hendri mengaku tidak menyangka tim volinya menyabet juara satu. Pasalnya, para pemain dari tim lain sudah profesional. Bahkan, timnas dari Malaysia ikut bertanding.

“Kejuaraan voli ini luar biasa, karena pemainnya bukan hanya dari Indonesia tapi juga ada dari Malaysia dan Thailand. Kami sangat bangga bisa jadi pemenang. Tim kami juga menjadi perhitungan oleh tim lain,” kata Hendri lagi.

Selain mendapatkan piala, medali dan uang tunai sebesar Rp. 35 juta, tim voli Satpol PP juga meraih predikat tim terbaik dan mendapatkan hadiah uang tunai Rp. 3 juta dari panitia penyelenggara.

“Tim kita menjadi tim terbaik karena kekompakan mereka terlihat. Mereka juga tidak pernah komplain ke wasit,” pungkas Hendri penuh bangga.

 

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

DSC_0851

POL PP – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam menggelar peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1436 H di Mako Satpol PP Batam Centre, Selasa (19/05). Kegiatan ini sekaligus menyambut bulan suci ramadhan yang akan datang pada pertengahan Juni mendatang. Panitia Majelis Taklim Satpol PP mengundang Ustadz Lasuddin untuk memberikan tausiah kepada ratusan anggota Satpol PP yang hadir.

Selain mengingatkan sakralnya perjalanan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Pentingnya menjaga silaturahmi antara sesama anggota Satpol PP menjadi fokus tausiah ustadz asal Jawa itu. Anggota Satpol PP juga diingatkan untuk meningkatkan ibadah, khususnya di bulan puasa nanti.

“Nabi Muhammad saja tidak pernah lalai meninggalkan ibadah walaupun dalam keadaan yang sangat sulit. Harusnya kita umatnya yang telah diberikan berbagai fasilitas kemudahan bisa jauh lebih baik dalam beribadah,” kata Ustadz Lasuddin mengingatkan.

Sementara itu Kasatpol PP Batam, Hendri menghimbau agar anggota Satpol PP terus menjaga kekompakan. Hendri juga meminta kepada anggotanya untuk berpuasa penuh saat bulan ramadhan nanti.

“Jangan ada yang bolong puasanya. Jangan karena alasan tugas jadi malas puasa, karena belum tentu tahun depan kita ketemu lagi dengan ramadhan,” imbuh Hendri.

Meskipun digelar sangat sederhana, namun peringatan Isra’ Mi’raj ini cukup khidmat. Anggota Satpol PP mengikuti jalannya acara hingga selesai.

 

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

DSC_0396

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam mengamankan 25 Wanita Tuna Susila (WTS) dalam kegiatan razia perda no 6 tahun 2002 tentang ketertiban sosial dan no 8 tahun 2006 tentang administrasi kependudukan, Senin (11/05) malam. Hal itu dilakukan sebagai respon atas laporan warga yang mengaku resah atas keberadaan mereka dan juga semakin maraknya kegiatan prostitusi yang ada di Kota Batam.

25  orang WTS tersebut ditangkap dari dua tempat berbeda, yakni di Pohon Jengkol dan area hyundai, tanjung uncang , Sagulung serta area Morning Bakery dan bukit senyum, jodoh, Batu Ampar.  “Kegiatan ini kami lakukan untuk menanggapi laporan warga. Selain itu kegiatan ini diadakan untuk memberantas penyakit masyarakat (pekat),” kata Kabid Sumber Daya Aparatur (SDA), Hendra Felani.

Hendra juga mengungkapkan, saat petugas mendatangi lokasi tersebut, para PSK tersebut kedapatan sedang menjajakan diri. “ada yang lagi mangkal dipinggir jalan, ada yang di warung remang-remang, mereka semua kita bawa,” katanya lagi.

Para PSK yang terjaring langsung diamankan di Mako Satpol PP. mereka didata dan diberikan arahan. mereka juga membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatan mereka lagi. Bahkan saat razia seorang lelaki hidung belang ketangkap basah tengah bersama seorang PSK (Pekerja Seks Komersil) didalam sebuah kamar. pria tersebut juga dibawa ke Mako Satpol PP.

“Banyak dari mereka yang dari luar daerah. Ada dua orang yang kita pulangkan ke kampung halamannya di Jogja dan Dabo Singkep. yang lain banyak yang ga mau pulang. mereka semua langsung kami serahkan ke Dinsos,” ujar mantan lurah Lubuk Baja Kota itu.

Hendra juga menghimbau agar pemilik warung tidak menyalahi aturan yang telah dibuat dalam hal buka tutup. “Rata-rata warung tersebut buka sampai jam 4 shubuh sementara aturannya hanya sampai jam 2 pagi. mereka juga tidak memiliki identitas,” imbuh Hendra.

Seorang WTS berinisial RI mengaku terpaksa menjadi PSK karena kebutuhan ekonomi. Ia mengaku sebatang kara di Batam dan telah bercerai dengan suaminya. “Saya orang susah bu, ga ada saudara disini. Susah cari kerja di Batam, yang gampang ya seperti ini,” kata wanita beranak dua itu.

Razia perda ini dimulai pada pukul 20.00 WIB yang dimulai dari kantor Satpol PP. kegiatan ini juga melibatkan tim gabungan dari Polisi dan TNI serta instansi terkait.

 

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

IMG_2104

POL PP – Dua orang pembalap dari Praja Wibawa Racing Tim (PWRT) Satpol PP Kota Batam berhasil membawa pulang dua piala dalam event Kejurda IMI Kepri seri-1 Tac Grasstrack and Motocross di Sirkuit NP Capung Sei Temiang, Batu Aji, Minggu (03/05). Yosef Malemna berhasil meraih juara 1 kategori Bebek STD Pemula Lokal Kepri sementara Andryan Dio yang juga pembalap nasional mendapat juara III kategori MX 2 Open.

Menurut manajer PWRT, Surya Kurniawan Lubis, timnya menurunkan lima orang pembalap. Mereka mengikuti kategori lomba yang berbeda. “Ada lima orang yang ikut. Alhamdulillah kita dapat dua piala. Sebenarnya yang satu bisa menang, tapi motornya ditabrak pembalap lain,” ujar pria yang akrab disapa Sukil itu.

Surya juga mengatakan, usai bertanding di Batu Aji, timnya akan mengikuti pertandingan berikutnya yakni Seri-2 yang akan di gelar di Tanjung Uban, Bintan tanggal 13-14 Juni 2015 mendatang. Ia dan timnya akan lebih bersiap diri untuk unjuk aksi didepan ratusan penggila motocross.

“Kami akan ikut lagi nanti di Uban. Target kami lebih banyak dapat piala. Tentunya pembalap kami akan kami tingkatkan lagi baik dari fisik maupun motornya,” katanya optimis.

Acara yang digelar oleh Trail Adventure Community (TAC) Batam ini digelar selama 3 hari. Mulai dari tanggal 1 hingga 3 Mei 2015. Sekitar 400 pembalap mengikuti ajang bergengsi ini. Bahkan banyak pembalap yang datang dari luar kota, seperti Makasar, Gorontalo, Jakarta dan Jawa Barat.

No Comments Share Read More

Fatal error: Call to undefined function wp_pagenavi() in /var/www/html/skpd2014/wp-content/themes/nongsa/index.php on line 9