Get Adobe Flash player

i
by in Kegiatan

DSC_0012

POL PP – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam kembali mengamankan gerobak liar milik pedagang kaki lima (PKL) saat patroli rutin di simpang Mandala Batu Aji, Senin (29/09). Gerobak gorengan dan ayam penyet milik PKL tersebut langsung di bawa beserta meja dan kursinya ke Kantor Satpol PP Batam di Batam Centre.

Menurut Kasi Operasional, Surya Kurniawan Lubis, timnya terpaksa mengangkut gerobak milik PKL sebagai efek jera. “Ini sebagai pelajaran agar mereka tidak lagi berjualan dipinggir jalan di tempat dan waktu yang dilarang. Karena kami sudah sering member surat peringatan kepada mereka,” tegasnya.

Selain mengamankan gerobak, tim dari Praja Khusus (Prasus) dan Pleton 5 juga mengamankan sejumlah balok kayu bangunan liar baru. Ada 2 bangunan liar baru yang di bongkar dan diangku material bangunannya oleh Satpol PP.

“Sesuai arahan Pak Wakil Walikota tadi pagi, tidak ada lagi bangunan liar baru. Kalau ada langsung diangkut tidak pakai surat peringatan lagi,” lanjut pria berkepala plontos itu.

Surya juga mengatakan, masih ada PKL yang membandel di depan sekolah MTS negeri di sana yang di fasilitasi oleh kepala sekolahnya. “Karena kepala sekolahnya menjanjikan gerobak ayam penyet PKL itu tidak ada lagi disana besok, makanya kita hanya menegur secara lisan,” jelasnya.

Surya mengaku, hari ini patroli dari tim Prasus difokuskan diwilayah Batu Aji. Besok, patroli akan dilanjutkan lagi di wilayah Sagulung dan sekitarnya.

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

himbauan 001

POL PP – Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Batam Nomor 5 Tahun 2007 tentang perubahan atas Perda Kota Batam Nomor 5 Tahun 2001 pasal 14 ayat 1 tentang Kebersihan Kota Batam, Warga Batam dilarang membuang sampah diluar tempat penampungan sampah atau tong sampah. Untuk itu, Warga diminta untuk menyediakan tong sampah di depan rumah maupun ruko mereka.

Himbauan ini disampaikan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam. Pasalnya, di waktu-waktu yang tidak ditentukan, Satpol PP akan melakukan razia Perda tersebut ke wilayah pemukiman maupun pertokoan warga.

Kabid Sumber Daya Aparatur, Hendra Felani mengatakan, setiap warga wajib meletakkan tong sampah minimal 1 (satu) buah di rumah maupun di tempat usahanya. “ Warga Batam harus meletakkan tong sampah dirumahnya. untuk memperindah dan penghijauan, warga juga wajib meletakkan dua buah pot bunga di halamannya,” jelasnya.

Hendra juga mengaku, dalam Perda tersebut tercantum bahwa setiap warga dilarang menumpuk atau menempatkan barang-barang bekas yang masih bernilai ekonomis maupun tidak di kiri kanan bahu jalan, taman, jalur hijau, depan bangunan dan tempat-tempat umum.

Menurut mantan lurah Lubuk Baja Kota itu, apabila warga tidak mengindahkan himbauan Perda tersebut, maka warga harus membuat surat pernyataan untuk mematuhi perda yang dimaksud. “Kalau sudah membuat surat pernyataan masih juga tidak mematuhi, maka akan diberi sanksi sesuai dengan yang tercantum di Perda. Yakni, terancam pidana kurungan selama-lamanya 3 (tiga) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp. 50 juta,” tutupnya.

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

IMG_20140926_152325

POL PP – Sebanyak tiga kandang babi dan satu unit rumah liar di bongkar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam dari pleton 1, Kamis (25/09). Kandang berukuran cukup besar itu terpaksa dibongkar karena menghambat pembangunan drainase yang tengah di kerjakan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Batam.

Menurut Kabid Ketentraman Masyarakat dan Keteriban umum (Trantibum), Syafrul Bahri, selain menghambat pembangunan drainase, dilokasi tersebut juga dilarang beternak hewan. “Disana mau dibangun drainase. Pembangunannya sudah berjalan dan sudah beberapa meter yang selesai. Karena menghalangi pekerjaan, makanya kandang babi itu kami bongkar,” jelasnya di Kantor Satpol PP Batam di Batam Centre.

IMG_20140926_154137 IMG_20140926_151004

Syafrul juga mengatakan, sebelum membongkar kandang babi dan rumah liar disana, timnya sudah memberikan pemberitahuan mulai dari lisan hingga surat peringatan. “Kita sudah beritahu dengan lisan, kita kasih surat peringatan 1 hingga surat peringatan pembongkaran. Tapi karena mereka tidak membongkar sendiri kandang babi mereka, makanya kita yang bongkar,” ungkapnya. Syafrul juga mengatakan, pembongkaran kandang babi tersebut sudah diketahui oleh RT/RW setempat dan pihak kelurahan serta kecamatan.

Syafrul mengaku, dilokasi tersebut ada puluhan ekor babi yang diternak oleh warga. “Ada 50 lebih babi disana. Tapi yang kita bongkar kandangnya, babinya tidak sampai puluhan ekor,” terangnya. Menurut Syafrul, babi-babi yang kandangnya dibongkar bergeser tidak jauh dari lokasi sebelumnya. “Kalau soal lokasi pemindahan kandang dan babinya, itu tugas Dinas KP2K. kami tidak tahu menahu soal babinya dikemanakan, karena bukan ranah kami lagi,” tutupnya.

 

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

image image (2) image (3)

 

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

 

image (4)

POL PP – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam kembali mendapat kunjungan kerja dari Satpol PP daerah lain. Rabu (24/09) pagi, giliran Satpol PP Kota Lampung Selatan yang berkunjung. Rombongan dipimpin langsung oleh Kepala Satuan (Kasat).

Kasatpol PP Lampung Selatan, Suryadi mengaku, tujuan datang ke Kantor Satpol PP Batam adalah untuk mempelajari lebih dalam Praturan daerah (Perda) yang menyangkut Satpol PP. “Kami sengaja datang kesini untuk belajar perda-perda. Karena masih banyak perda yang belum kami miliki,” ujar Pria yang masih berstatus polisi di Polda Lampung itu.

Menurut pria berpangkat Kompol itu, di Lampung Selatan belum ada perda tentang ketertiban sosial dan perda tentang ketertiban umum. “kalau di Batam perdanya bikin sendiri atau bagaimana,” tanyanya.

Pertanyaan Suryadi dijawab oleh Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Aparatur Satpol PP Batam, Hendra Felani. Menurutnya, produk perda yang digunakan berasal dari bangian hukum pemerintah kota Batam. “Kita gak punya produk Satpol sendiri. Semuanya dari bagian hukum pemko Batam,” jelasnya.

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

DSC_0001

POL PP – Puluhan massa dari Organisasi Persatuan Anak Tempatan (Perpat) Kota Batam menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Batam, Senin (22/09). Mereka menuntut pemerintah menertibkan gelanggang permainan ketangkasan elektronik (gelper) yang kian menjamur di Batam.

“Pemerintah harus segera tertibkan gelper di kota ini,” kata salah seorang orator.

Orasi yang digelar dalam unjuk rasa kali ini terbilang singkat. Selang beberapa menit mereka berorasi, perwakilan massa langsung dipanggil ke dalam Kantor Wali Kota Batam untuk diajak berdiskusi oleh para pejabat terkait.

Unjuk rasa yang digelar pagi ini tergolong tertib. Aparat kepolisian dan 2 pleton dari Satpol PP Batam berjaga ketat.

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

DSC_0508

POL PP – Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam, Tengku Fetti memberikan cenderamata kepada Wakil DWP Satpol PP Batam, Nurhalifah Syamsuri dalam agenda arisan bulanan, Kamis (18./09) siang. Cendramata tersebut merupakan kenang-kenangan sekaligus ungkapan terima kasih dari DWP Satpol PP. Pasalnya, suami Nurhalifah, Syamsuri yang sebelumnya menjabat sebagai sekretaris Satpol PP Batam pindah tugas menjadi Camat Nongsa.

Menurut Tengku Fetti, kegiatan DWP Satpol PP kali ini sebenarnya adalah acara pisah sambut antara Wakil DWP yang lama ke yang baru. “Seharusnya ini acara pisah sambut, tapi karena bu Sri Mulyati sakit, sehingga acara ini hanya acara perpisahan bu Nurhalifah saja,” jelas Kepala SMP Negeri 31 Batam itu.

DSC_0467 DSC_0490

Sebagai ketua DWP Satpol PP, Tengku Fetti mengucapkan banyak terima kasih kepada Nurhalifah atas partisipasinya selama ini sebagai wakilnya. “Saya sebagai ketua DWP berterima kasih dan meminta maaf jika ada kesalahan yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Semoga ditempat yang baru bisa lebih sukses,” ungkapnya.

Usai acara perpisahan, ibu-ibu DWP Satpol PP melanjutkan acara dengan pengocokan arisan bulanan dan makan-makan bersama. Meski digelar secara sederhana, namun kekompakan sangat terasa antara istri pegawai Satpol PP dan staf Satpol PP.

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

DSC_0537

POL PP – Alun-alun Dataran Engku Putri Batam Centre Jumat (19/09) pagi tampak semarak. Ratusan personil anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam tengah melakukan senam pagi. Marlisa Oktaviani yang juga anggota Satpol PP didampuk menjadi isntruktur senam. Kegiatan senam pagi ini memang menjadi agenda rutin Satpol PP sebelum memulai aktifitas.

Mulai dari anggota, staf dan pejabat di Satpol PP terlihat semangat mengikuti aerobik yang dilakukan di depan Astaqa. Dentuman musik dari sound sistem yang mengalun kencang menambah semangat para personil yang sudah berkumpul sejak pukul 06.30 pagi.

DSC_0608 DSC_0542

Anggota Satpol PP terlihat antusias mengikuti setiap gerakan yang dipandu oleh Ica, panggilan akrab Marlisa Oktaviani. Untuk menambah semangat pagi itu, Ica bahkan memutar lagu morena lengkap dengan goyangan ala artis cantik Syahrini.  kegiatan pagi ini ditutup dengan sarapan bersama.

DSC_0529  DSC_0555

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

IMG-20140918-02030 (1)

POL PP – Tim dari pleton 1 Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam mengamankan 7 orang waria di Sei Panas dan Batu Ampar saat patroli rutin, Kamis (18/09). 6 orang diantaranya diamankan saat mangkal jam 3 dinihari disekitar Koin Centre. Sementara 1 orang lagi di dekat polsek Batu Ampar. Ke-7 bencong ini langsung dibawa ke Kantor Satpol PP di Batam Centre. Mereka diinapkan satu malam sebelum dibawa ke Dinas Sosial Batam.

Menurut Kasi Operasional, Surya Kurniawan Lubis, kegiatan mereka yang berkeliaran di malam hari meresahkan masyarakat. “Banyak laporan masyarakat kalau mereka mengganggu ketertiban umum dan memberikan contoh yang tidak baik untuk pertumbuhan pemuda, makanya mereka kita amankan,” jelasnya.

IMG-20140918-02033 (1)

Caca, seorang waria yang diangkut mengaku baru 6 bulan berkeliaran di Batam. Sebelumnya, ia mencari nafkah sebagai seorang penjaja seks waria di Malaysia. Caca bahkan telah melakukan operasi payudara dan bokong sebesar Rp. 18 juta di Thailand.

“Aku operasi tahun 2008 di Thailand 7000 ringgit, pacar aku yang bayarin. Walaupun dia punya istri dan anak, tapi kami sempat pacaran dua tahun. Ya, aku jadi simpenannya gitu deh,” ungkap pria berusia 24 tahun itu.

Pengakuan lain dilontarkan oleh Bening yang memiliki nama asli Herianto. Pria berusia 21 tahun ini mengaku tarifnya hanya Rp. 50 ribu. Ia mengaku baru satu minggu di Batam. Sebelumnya, ia menjadi waria di Malaysia. Karena habis masa berlaku pasportnya, ia kembali ke Batam untuk memperpanjang. Namun sayang, ia keburu ditangkap oleh Satpol PP.

“Saya baru seminggu disini mau perpanjang passport soalnya mau balik lagi ke Malaysia, eh malah ditangkep, apes deh saya,” celotehnya saat di Kantor Satpol PP. Menurut pria yang mengaku mengalami kelainan seks sejak sekolah dasar itu, menjadi waria di Malaysia lebih menjanjikan. “Kalo di Malaysia tarifnya 300 ringgit, bisa cepet kaya. Soalnya, saya kan carinya apek-apek kaya, bukan brondong,” jelasnya.

Berdasarkan pengakuan 7 orang waria tersebut, mereka mengalami kelainan seksual sejak sekolah dasar. Bahkan, satu diantaranya ada yang sudah memakai pakaian perempuan sejak kelas 1 SD. Mereka mengaku awalnya menjadi cibiran orang-orang sekitar. Meski sempat sakit hati,  namun, lama-kelamaan mereka sudah terbiasa dan memilih untuk meninggalkan kota kelahiran mereka. Mereka juga mengatakan orangtua mereka memilih pasrah dan membeiarkan mereka menentukan jalan mereka sendiri.

Para waria yang diamankan membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan mereka lagi. Jika kedapatan mereka masih mangkal dipinggir jalan dan mengganggu ketentraman masyarakat, maka mereka akan langsung dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing oleh Dinas Sosial.

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

IMG_20140917_085424

POL PP –  Sebanyak 250 orang tim terpadu yang terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam, TNI, Polri, dan SKPD terkait melakukan penertiban kios liar dan pasar kaget di persimpangan Batu Besar Nongsa, Rabu (17/09) pagi. Dalam penertiban ini tidak ada perlawanan dari pemilik kios liar.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Ketertiban Masyarakat dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Batam, Syafrul Bahri, Penertiban dilakukan sudah sesuai prosedur. Mulai dari sosialisasi ditingkat kelurahan, pemberian surat peringatan pertama hingga surat peringatan pembongkaran.

“Awalnya disana ada 103 kios. Tapi sudah kita berikan pemberitahuan mulai dari pendekatan persuasif hingga pemberian surat peringatan. Alhamdulillah, mereka mau mengerti dan membongkar sendiri kios liar mereka. Sisanya tinggal 10 kios saja. Nah, itulah yang kita bongkar,” jelasnya usai melakukan penertiban.

Syafrul mengatakan, lokasi tersebut akan dijadikan bahu jalan oleh pemerintah Kota Batam. “Dari pemko melalui Kementrian Pekerjaan Umum rencananya dilokasi itu akan di bangun dua jalur, mulai dari simpang bandara ke simpang Batu Besar. Nah, lokasi yang kita gusur akan dibangun bahu jalan,” tuturnya.

Selain kios liar dan pasar kaget, dilokasi tersebut juga ada pos polisi dan mushalla yang juga akan dibongkar. Namun, pembongkaran kedua bangunan tersebut menunggu bangunan pos polisi dan mushalla pengganti selesai dibangun.

“Disana juga ada pos polisi dan mushalla, dan itu akan kita robohkan. Tapi, masih menunggu bangunan penggantinya selesai. Rencananya disana akan dibangun taman,’ tutupnya.

No Comments Share Read More