Get Adobe Flash player

i
by in Kegiatan

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam mengamankan 25 Wanita Tuna Susila (WTS) dalam kegiatan razia perda no 6 tahun 2002 tentang ketertiban sosial dan no 8 tahun 2006 tentang administrasi kependudukan, Senin (11/05) malam. Hal itu dilakukan sebagai respon atas laporan warga yang mengaku resah atas keberadaan mereka dan juga semakin maraknya kegiatan prostitusi yang ada di Kota Batam.

25  orang WTS tersebut ditangkap dari dua tempat berbeda, yakni di Pohon Jengkol dan area hyundai, tanjung uncang , Sagulung serta area Morning Bakery dan bukit senyum, jodoh, Batu Ampar.  “Kegiatan ini kami lakukan untuk menanggapi laporan warga. Selain itu kegiatan ini diadakan untuk memberantas penyakit masyarakat (pekat),” kata Kabid Sumber Daya Aparatur (SDA), Hendra Felani.

Hendra juga mengungkapkan, saat petugas mendatangi lokasi tersebut, para PSK tersebut kedapatan sedang menjajakan diri. “ada yang lagi mangkal dipinggir jalan, ada yang di warung remang-remang, mereka semua kita bawa,” katanya lagi.

Para PSK yang terjaring langsung diamankan di Mako Satpol PP. mereka didata dan diberikan arahan. mereka juga membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatan mereka lagi. Bahkan saat razia seorang lelaki hidung belang ketangkap basah tengah bersama seorang PSK (Pekerja Seks Komersil) didalam sebuah kamar. pria tersebut juga dibawa ke Mako Satpol PP.

“Banyak dari mereka yang dari luar daerah. Ada dua orang yang kita pulangkan ke kampung halamannya di Jogja dan Dabo Singkep. yang lain banyak yang ga mau pulang. mereka semua langsung kami serahkan ke Dinsos,” ujar mantan lurah Lubuk Baja Kota itu.

Hendra juga menghimbau agar pemilik warung tidak menyalahi aturan yang telah dibuat dalam hal buka tutup. “Rata-rata warung tersebut buka sampai jam 4 shubuh sementara aturannya hanya sampai jam 2 pagi. mereka juga tidak memiliki identitas,” imbuh Hendra.

Seorang WTS berinisial RI mengaku terpaksa menjadi PSK karena kebutuhan ekonomi. Ia mengaku sebatang kara di Batam dan telah bercerai dengan suaminya. “Saya orang susah bu, ga ada saudara disini. Susah cari kerja di Batam, yang gampang ya seperti ini,” kata wanita beranak dua itu.

Razia perda ini dimulai pada pukul 20.00 WIB yang dimulai dari kantor Satpol PP. kegiatan ini juga melibatkan tim gabungan dari Polisi dan TNI serta instansi terkait.

 

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

IMG_2104

POL PP – Dua orang pembalap dari Praja Wibawa Racing Tim (PWRT) Satpol PP Kota Batam berhasil membawa pulang dua piala dalam event Kejurda IMI Kepri seri-1 Tac Grasstrack and Motocross di Sirkuit NP Capung Sei Temiang, Batu Aji, Minggu (03/05). Yosef Malemna berhasil meraih juara 1 kategori Bebek STD Pemula Lokal Kepri sementara Andryan Dio yang juga pembalap nasional mendapat juara III kategori MX 2 Open.

Menurut manajer PWRT, Surya Kurniawan Lubis, timnya menurunkan lima orang pembalap. Mereka mengikuti kategori lomba yang berbeda. “Ada lima orang yang ikut. Alhamdulillah kita dapat dua piala. Sebenarnya yang satu bisa menang, tapi motornya ditabrak pembalap lain,” ujar pria yang akrab disapa Sukil itu.

Surya juga mengatakan, usai bertanding di Batu Aji, timnya akan mengikuti pertandingan berikutnya yakni Seri-2 yang akan di gelar di Tanjung Uban, Bintan tanggal 13-14 Juni 2015 mendatang. Ia dan timnya akan lebih bersiap diri untuk unjuk aksi didepan ratusan penggila motocross.

“Kami akan ikut lagi nanti di Uban. Target kami lebih banyak dapat piala. Tentunya pembalap kami akan kami tingkatkan lagi baik dari fisik maupun motornya,” katanya optimis.

Acara yang digelar oleh Trail Adventure Community (TAC) Batam ini digelar selama 3 hari. Mulai dari tanggal 1 hingga 3 Mei 2015. Sekitar 400 pembalap mengikuti ajang bergengsi ini. Bahkan banyak pembalap yang datang dari luar kota, seperti Makasar, Gorontalo, Jakarta dan Jawa Barat.

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

DSC_0171

POL PP – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam menggelar bakti sosial (baksos) berupa gotong royong (goro) dan pemberian bantuan ke Masjid serta Panti Asuhan, Rabu (29/04). Kegiatan ini dilakukan bersempena dengan hari ulang tahun (HUT) Satpol PP ke-65 tahun dan Satlinmas ke-53 tahun.

“Kalau biasanya kita adakan upacara dan atraksi di Engku Putri, tahun ini kita buat kegiatan baksos. Yaitu goro di seputaran Nagoya dan memberikan bantuan uang tunai kepada masjid dan panti asuhan,” kata Kasatpol PP, Hendri.

Hendri juga mengatakan masih ada kegiatan lainnya yakni donor darah. Namun pihak PMI (Palang Merah Indonesia) tidak bisa hadir. “Ada sekitar 100 orang anggota yang akan mendonorkan darahnya, namun sayang PMI tidak bisa datang karena mereka ada kegiatan serupa di tempat lain,” katanya lagi.

Rangkaian kegiatan hut Satpol PP dan Satlinmas ini dilakukan secara serentak dalam satu hari. Anggota Satpol PP di sebar untuk melaksanakan goro dan pemberian bantuan. Hendri sendiri memimpin langsung jalannya goro, sementara pemberian bantuan dipandu oleh Sekretaris Satpol PP, Arifin Ibrahim.

Saat memberikan bantuan kepada pengurus Masjid Baiturrahim perumahan Buana Regency, Batam Centre, Arifin mengatakan bahwa bantuan yang diberikan adalah sumbangan dari seluruh anggota Satpol PP.

“kami di Satpol punya majelis Taklim yang dibentuk sejak tahun 2008. Setiap bulan anggota membayar iuran untuk majlis taklim. Dananya salah satunya ya untuk kegiatan seperti ini,” ujarnya.

Arifin juga berpesan kepada Arif selaku tokoh masyarakat disana untuk berperan aktif memberikan informasi seputar pelanggaran yang dilakukan oleh warganya.

“Kami selaku penegak perda tidak bisa bekerja sendiri. Untuk itu kami  meminta kerjasamanya agar memberikan informasi seputar anak punk, begal atau apapun yang sifatnya menganggu ketertiban masyarakat,” pinta Arifin.

Usai memberikan bantuan kepada Masjid Baiturrahim, rombongan bergerak ke panti asuhan Daarul Aitam di Bida Asri 2, Batam Centre. Disini, Satpol PP juga memberikan bantuan berupa uang tunai kepada pengurus panti.

Untuk menutup rangkaian kegiatan, Kasatpol PP Hendri memberikan penghargaan kepada anggota Satpol PP yang berprestasi di bidang olahraga.  Yakni juara satu lomba Volly kategori putra dalam event PGRI Cup dan juara ketiga sepakbola Asnah Cup.

“Jangan dilihat dari bentuk ataupun nilai penghargaan yang saya berikan. Ini sebagai apresiasi saya atas kerja keras kalian hingga meraih juara,” tutur Hendri.

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

DSC_0152

POL PP – Sebanyak 37 anak punk dan gepeng (gelandangan dan pengamen) terjaring razia oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam, Selasa (21/04). Saat diamankan, sebagian anak punk tengah berkeliaran dijalan. Sementara sebagiannya lagi ada yang sedang mengemis di persimpangan lampu merah dan tidur di pinggir jalan. Mereka langsung di bawa ke kantor Satpol PP oleh di Batam Centre.

Dari 37 orang yang diamankan, 9 orang diantaranya masih dibawah umur. Bahkan 2 orang adalah perempuan. Keduanya diamankan di wilayah Winsor, Lubuk Baja sedang duduk-duduk di pinggir jalan. SK, satu diantaranya mengaku masih memiliki orang tua. “Orangtua saya masih lengkap kak, mereka tinggal di Tanjung Uma. Saya malas tinggal dirumah. Saya juga udah putus sekolah kelas 3 SMP,” akunya.

SK mengaku untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari ia bersama temannya CN mengamen di pinggir jalan. “Kalau lagi banyak bisa dapat Rp. 70 ribu, tapi kalau lagi sepi Cuma dapat Rp. 20 ribu sehari, itu juga di bagi tiga orang,” tutur SK yang mengamen dari pukul 7 malam hingga pukul 12 malam.

Seorang pengemis wanita berinisial MY yang berasal dari Medan mengaku sengaja datang ke Batam untuk mengemis. Sepintas setiap orang yang melihatnya pasti akan iba. Pasalnya, kedua tangan bahkan sebagian wajah MY habis terkena luka bakar. MY mengaku tidak memiliki sanak keluarga. Untuk sampai di persimpangan lampu merah, MY di antar oleh seseorang. “Saya gak tau jalan. Saya diantar jemput sama teman,” katanya.

Sementara itu, Kabid Sumber Daya Aparatur, Hendra Felani mengatakan razia kali ini adalah mengacu pada Perda Nomor 06 tahun 2002 tentang ketertiban sosial di Kota Batam. Hendra juga mengatakan, gepeng dan anak [unk yang terjaring razia akan dipulangkan ke daerahnya masing-masing oleh Dinas Sosial dan Pemakaman Umum.

“Yang dari Tanjung Balai, Medan dan Tanjung Pinang kita pulangkan ke daerahnya. Sisanya yang dari Batam pulang ke keluarganya masing-masing. Sementara untuk anak-anak dibawah umur di bawa ke dinsos untuk diberi pembinaan,” jelasnya.

Setelah di data, barang bawaan anak-anak punk dan gepeng diperiksa oleh anggota Satpol PP. dikhawatirkan mereka membawa senjata tajam yang bisa melukai orang lain.

“Kami periksa semua tas mereka. Bahkan, kaos kakipun kami suruh buka. Karena biasanya mereka menyimpan pisau diselipan kaos kaki,” tutup Hendra lagi.

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

DSC_0313

POL PP – Upacara peringatan HUT Satpol PP ke-65 dan Satlinmas ke-53 tingkat Provinsi Kepri dipusatkan di Coastal Area, Kabupaten Tanjung Balai Karimun, (14/04). Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Kepri Soerya Respationo yang bertindak sebagai inspektur upacara.

Dalam sambutannya Soerya Respationo mengucapkan terima kasih atas pengabdian yang dilakukan Satpol PP dan Satlinmas selama ini. Dia juga mengucapkan selamat HUT Satpol PP ke-65 dan Satlinmas ke-53, semoga dengan usianya yang semakin matang bisa bekerja lebih profesional dalam mengemban tugas-tugasnya.

“Satpol PP dan Satlinmas merupakan institusi yang sangat penting dan strategis bagi jalannya roda pemerintahan di daerah. Sejalan dengan hal itu, peran Satpol PP dan Satlinmas harus menjadi perhatian pemerintah daerah, tanpa perhatian pemerintah daerah maka hasil yang akan dicapai tidak akan maksimal,” terang Soerya.

Menurutnya, Satpol PP harus meningkatkan peran dalam pelayanan dasar. Hal yang dilakukan adalah merubah pola fikir, pola sikap dan pola tindak dari Satpol PP. Sebab, selama ini yang tergambar dalam benak masyarakat tentang sikap dan tindakan Satpol PP adalah kasar, beringas dan sewenang-wenang.

“Semangat yang ada pada Satpol PP bisa menjadi bumerang, ketika tidak didukung oleh profesionalitas, hal ini disebabkan hanya karena kerja keras tanpa didukung oleh kerja cermat dan kerja cerdas. Sehubungan dengan hal itu, maka Kemendagri mendorong profesionalisme Satpol PP melalui jabatan fungsional melalui Permenpan RB no 04 tahun 2014 tentang Jabatan Fungsional Satpol PP dan Angka Kreditnya,” pungkas Soerya.

Rangkaian upacara HUT Satpol PP dan Satlinmas dimeriahkan oleh sejumlah atraksi. Yakni atraksi senam tongkat dan senam borgol dari tuan rumah Karimun, atraksi tarung drajat dari Satpol PP Anambas dan senam balok dari Satpol PP Batam.

Menurut Kasatpol PP Batam, Hendri, untuk bisa menampilkan atraksi secara maksimal, anggotanya telah berlatih selama tiga bulan. “Ada sekitar 70 orang anggota yang tampil untuk atraksi senam balok. Mereka sudah jauh-jauh hari berlatih di Engku Putri dan di Mako Satpol PP,” tuturnya.

Anggota Satpol PP Batam yang melakukan senam balok melakukan formasi melompat, berlari diatas susunan balok kayu sepanjang 2,5 meter dengan berat 30 kg dan memanjat susunan balok kayu. Di akhir formasi, kayu balok yang dipegang pasukan praja wibawa itu membentuk tulisan “Pol PP”.

Atraksi ini mendapat pujian dan sambutan yang meriah dari para penonton, mulai dari Wakil gubernur, ketua DPRD Kepri, Kasatpol PP se-Provinsi hingga pejabat-pejabat yang ada di pemerintah provinsi Kepri.

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

IMG_20150324_091008

POL PP – Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Aparatur Satpol PP Batam, Hendra Felani melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke anggota-anggota Satpol PP yang ditempatkan di luar Mako atau yang lebih dikenal dengan BKO (bantuan kendali operasi), Selasa (24/03). Dengan didampingi oleh Kasi Pelatihan Dasar dan Kasi Teknis Fungsional serta staf SDA dan PTI (Petugas Tindak Internal), Hendra mendatangi satu persatu kantor-kantor pemerintahan. Diawali dengan gedung DPRD Batam, dilokasi ini seorang anggota Satpol PP diketahui izin tidak hadir. Menurut korlap BKO DPRD Batam, Alex, anggotanya tersebut meminta izin karena harus menemani istrinya yang tengah hamil periksa ke dokter kandungan.

Sementara itu, anggota Satpol PP BKO Kantor Walikota Batam hadir seluruhnya. Namun, beberapa diantaranya tidak menggunakan atribut lengkap seperti topi. Anggota yang kurang tertib dan disiplin diminta membuat surat pernyataan atas pelanggaran yang mereka lakukan.

Menurut Hendra Felani, sidak ini ditujukan untuk memantau kinerja anggota Satpol PP BKO. “Kami tidak mau anggota-anggota yang di BKO tidak dispilin karena kurang terpantau oleh pejabat dan senior-senior,” katanya.

Hendra juga mengatakan, dengan adanya sidak seperti ini, kami juga bisa mengetahui kendala-kendala dan keluhan anggota BKO. “Barusan korlap BKO DPRD bilang kalau mereka kurang anggota. Mereka minta tambahan 9 orang anggota lagi, kata Hendra lagi.

Usai memberi pengarahan kepada anggota BKO gedung DPRD dan Kantor Walikota, Hendra dan timnya beranjak ke gedung bersama. Hendra juga memberikan pengarahan kepada anggota disana akan pentingnya disiplin dan kerapihan. Anggota diminta selalu datang tepat waktu dan tidak bermalas-malasan.

“Walaupun kalian kurang terpantau oleh kami, tetapi kalian tetap diperhatikan oleh dinas-dinas terkait. Saya tidak mau ada laporan bahwa kalian disini bermalas-malasan,” imbau Hendra. Kemudian saat di Kecamatan Batam Kota sepuluh orang anggota BKO tengah pendataan. “Mereka semua sedang pendataan pak, ujar Syamsudin, Korlap BKO Kecamatan Batam Kota.

Sidak tidak hanya berhenti disini, tim sidak lantas berlanjut ke Kecamatan Batu Ampar, Kecamatan Lubuk Baja, Kecamatan Sekupang hingga ke rumah Dinas Sekda dan kediaman Walikota Batam, Ahmad Dahlan. Di lokasi-lokasi tersebut tidak ada pelanggaran yang sangat mengkhawatirkan. Kebanyakan dari mereka hanya tidak mengenakan atribut lengkap, yakni topi dan logo kewenangan. Sementara untuk kehadiran, mereka tidak bermasalah.

 

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

IMG_20150319_082929

POL PP – Ratusan anggota Satpol PP Kota Batam mengikuti senam erobik dan zumba, Kamis (19/03). Kegiatan yang di mulai pukul 07.30 WIB ini dipandu oleh dua orang instruktur senam yang juga anggota Satpol PP, Ica dan Pepi. Pepi memandu senam erobik, sementara Ica dengan zumbanya.

Anggota Satpol PP yang sehari-harinya lelah beraktifitas sangat semangat mengikuti gerakan demi gerakan yang dipandu oleh Ica dan Pepi. Terlebih lagi alunan house musik rege bercampur dangdut memicu adrenalin seluruh anggota.

Senam erobik dan zumba ini adalah yang pertama digelar di bulan Maret ini. Dalam satu bulan, senam pagi biasanya dilakukan 2 hingga 3 kali. Hal ini untuk menambah semangat anggota Satpol PP sekaligus sebagai refreshing dari rutinitas sehari-hari selama bertugas.

Ica mengaku senang bisa menjadi instruktur senam zumba. Menurutnya, zumba adalah metode senam yang lagi popular saat ini. “Sekarangkan zumba lagi ngetrend, makanya setiap senam saya membawakan zumba, ” ungkapnya.

Sementara itu, Salmah anggota Satpol PP mengaku sulit mengikuti gerakan senam zumba. Namun ia tetap mengikutinya dengan semangat. “Zumba tuh susah gak seperti erobik. Tapi kalau diliat dari gerakannya sepertinya bisa bikin kurus badan,” ujarnya sambil tertawa.

 

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

DSC_1092

POL PP – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Batam bersama tim gabungan menggelar razia perda perizinan usaha Warung Internet (Warnet), Selasa (10/03). Lebih dari seratus orang dibagi menjadi 2 tim. Tim satu menyisir kawasan Lubuk Baja dan Sekupang, sementara tim dua bergerak ke wilayah Batam Kota dan Bengkong.

Razia perda yang dipimpin langsung oleh Kabid Sumber Daya Aparatur, Hendra Felani ini dimulai pukul 13.00 WIB. Satu persatu warnet yang tengah beroperasi dimasuki oleh petugas. Dalam razia, pemilik warnet banyak yang tidak bisa menunjukan izin usahanya, baik itu izin domisili dari kecamatan maupun izin usaha yang dikeluarkan oleh Badan Penanaman Modal (BPM).

Hendra mengatakan, dalam razia ini pemilik warnet yang tidak bisa menunjukan surat izin peroperasian sesuai perda dan perwako, maka tempat usahanya akan disegel sampai ada perizinan resmi dari Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

“Hari ini razia kita memang menargetkan dua hal, pertama mengacu pada Perda 16 tahun 2007 tentang ketertiban umum. Dan kedua perwako 8 tahun 2014 Petunjuk Pelaksanaan Penerbitan Izin Ganggunan oleh kecamatan di Batam. Kalau nggak ada izin, kami segel sampai mereka mengurus izinnya. Sekalian kami juga mengecek pelajar-pelajar yang berseragam,” terang Hendra.

Dalam kegiatan ini, petugas menyegel 12 warnet tak berizin. Empat warnet di kawasan Batam Kota, lima Warnet di seputaran Bengkong, dua warnet di wilayah Sekupang dan satu warnet di Lubuk Baja. Saat razia, tidak hanya warnet yang belum mengantongi izin, pemilik warnet juga membiarkan pelajar yang masih berseragam lengkap bermain di warnet. Seluruh pelajar tersebut di bawa ke Mako Satpol PP untuk diberi arahan oleh Dinas Pendidikan. 27 orang diantaranya adalah siswa SMA, 7 orang siswa SMP dan 3 orang siswa SD.

“Pelajar yang kami tangkap kami bawa ke Mako. Mereka akan diberi arahan oleh disdik dan juga membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan mereka lagi,” tegas Hendra.

Hendra menghimbau kepada para pelajar agar jangan bermain di warnet dengan mengenakan seragam lengkap. “Main boleh, tapi pulang dulu ganti baju,” imbuhnya.

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

DSC_1060

POL PP – DPRD Ternate mengunjungi kantor Satpol PP Kota Batam, Senin (09/03). Rombongan yang dipimpin oleh wakil ketua 1 DPRD Ternate, Mubin Alwahid langsung diterima oleh tiga Kepala Bidang (Kabid).  Yakni, Kabid PPUD, M. Teddy Nuh, Kabid SDA, Hendra Felani dan Kabid Trantibum, Syafrul Bahri.

Kunjungan DPRD Ternate ke Satpol PP Batam adalah untuk berbagi informasi tentang penegakan peraturan daerah (Perda) di Batam. “Kami ingin tahu seperti apa langkah-langkah yang diambil satpol pp di Batam. Karena letak daerah Batam coraknya hampir sama dengan wilayah kami yakni dikelilingi oleh lautan,” kata Mubin alwahid disela-sela pembicaraan.

Mubin juga mengaku, di wilayahnya seringkali di demo oleh mahasiswa. Menurut dia, Satpol PP disana sampai kewalahan akibat aksi demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa. “Hampir setiap hari kami didemo, kasian anggota Satpol PP disana harus berhadapan dengan mahasiswa yang terkadang anarkis”, katanya lagi.

Mubin juga mengatakan, anggota Satpol PP di Ternate sangat sedikit. “Penduduk kami sekitar 216 ribu jiwa, sementara anggota Satpol PP hanya 317 orang,” ungkap politisi PPP itu.

Kabid PPUD, M. Teddy Nuh mengaku senang mendapat kunjungan dari DPRD Ternate. Sebelumnya, anggota DPRD dari kota lain juga pernah berkunjung ke Satpol PP Batam untuk meminta informasi seputar tupoksi dan kegiatan Satpol PP di Batam.

“Kami sangat senang dengan kedatangan Bapak dan Ibu. Mudah-mudahan ini bukan kunjungan yang pertama,” ujar pria yang pernah menjadi ajudan mantan Wakil Walikota Batam, Ria Saptarika itu.

Sebagai bentuk terimakasih karena telah diterima dengan baik, anggota DPRD Ternate memberikan oleh-oleh berupa batu akik kepada para Kabid. “Ini batu Bacan asli dari Ternate. Ini sebagai kenang-kenangan dari kami,” ujar salah seorang anggota dewan sebelum pergi meninggalkan kantor Satpol PP.

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

DSC_1032

POL PP – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam kembali menertibkan kios-kios liar yang berada di row jalan dan fasum, Senin (02/03). Kali ini, ratusan personil Satpol PP membawa 8 gerobak kios yang ada dikawasan Pelita dan Sei Panas. Selain itu, petugas juga membongkar bangunan kios yang baru dibangun oleh pedagang dikawasan Lubuk Baja.

“Tidak ada toleransi lagi. untuk bangunan baru langsung kita bongkar tidak perlu pakai SP (Surat Peringatan). Ini perintah Pak Walikota Dan Pak Wakil,” tegas Kasatpol PP Batam, Hendri saat memberi pengarahan kepada ratusan anggota Satpol PP di depan Kantor.

Meski telah gerah dengan ulah PKL yang tidak mau di tata, Hendri tetap mengingatkan anggotanya agar saat penindakan dilapangan harus bersikap humanis dan tidak arogan kepada para pedagang. Anggota tidak boleh memporak-porandakan barang-barang milik pedagang.

“Sebagai petugas kita harus humanis. Kalau perlu kita bantu pedagang untuk membereskan dagangannya. Karena mereka juga mengeluarkan modal untuk berjualan,” kata mantan Camat Batu Ampar itu.

Menurut Hendri, penertiban kios yang telah berdiri dilakukan sesuai dengan SOP (standar operating procedure). Diberikan peringatan, agar pemilik kios membongkar sendiri lapak jualannya. Pemilik kios yang tidak mengindahkan peringatan, langsung dibongkar paksa. Keberadaan kios liar tersebut juga telah meresahkan masyarakat yang berada disekitarnya. Terlebih lagi mereka mengganggu pedagang yang berjualan di ruko.

Hendri menghimbau kepada masyarakat, agar tidak berjualan di sembarang tempat serta memberikan apapun kepada oknum Satpol PP. Karena keberadaanya tidak akan lepas dari penyisiran petugas Satpol PP Kota Batam.

Sementara itu Kasi Operasional, Surya Kurniawan Lubis mengatakan, seluruh material kios maupun lapak diangkut ke Kantor Satpol PP. pada pedagang bisa mengambilnya langsung di Kantor Satpol PP yang ada di Batam Centre. “Seluruhnya kami angkut. Pedagang silahkan datang ke kantor,” ujar Surya.

 

No Comments Share Read More

Fatal error: Call to undefined function wp_pagenavi() in /var/www/html/skpd2014/wp-content/themes/nongsa/index.php on line 9