Get Adobe Flash player

by in Kegiatan

IMG_20141014_080259 bursa kerja IMG_20141014_080425

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

IMG_20141015_095418

Pol PP – Wakil Walikota Batam, HM. Rudi, SE, MM memimpin patroli rutin Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam, Rabu (15/10) pagi. Wakil Walikota Batam yang didampingi Kepala Satuan (Kasat) Pol PP Batam, Hendri, tidak segan-segan duduk di mobil patroli berkeliling wilayah Nagoya – Jodoh. Ratusan personil Satpol PP dikerahkan untuk ikut patroli bersama Wakil Walikota Batam menggunakan 6 (enam) unit mobil lori patroli.

Wakil Walikota Batam mengatakan, Kegiatan ini ia lakukan untuk mengetahui lokasi mana saja yang masih ditempati Pedagang Kaki Lima (PKL) dan harus segera ditertibkan.

“Kita rapikan seluruh kota mulai dari Jodoh, Nagoya, Sagulung, Batu aji dan lain-lain. Kita rapikan dengan sopan santun. Lebih baik mencegah daripada menindak. jangan sampai sudah jadi semua baru ditindak,” ucapnya.

Wakil walikota batam,Rudi,SE juga meminta kepada Kasatpol PP agar anggotanya rutin melakukan patroli ke seluruh wilayah. Rudi menargetkan, tahun 2015 tidak ada lagi rumah liar baru bermunculan ataupun PKL yang berada dikawasan terlarang.

“Saya ingin menunjukan bahwa Satpol PP itu ada. Tiap hari diatur patrolinya. Jangan pernah arogan, tapi tegas. Saya tidak mau ada perlawanan dari masyarakat. Mereka harus kita rangkul,” tegasnya lagi.

Wakil walikota batam juga mengaku ingin menghidupkan kembali tim bersama atau tim terpadu yang diketuai oleh Asisten pemerintahan, Raja Supri dengan wakilnya Kasatpol PP, Hendri.

“Kita gandeng instansi lain. Kalau ada bangunan baru langsung ditindak tanpa harus menunggu prosedur. Tapi kalau bangunan lama, harus kordinasi dengan Kasatpol PP dan instansi lain seperti polisi dan TNI,” jelasnya.

Sementara itu Kasatpol PP, Hendri, mengatakan, Satpol PP selama ini sudah melakukan patroli rutin.

“Ini patroli umum. Saat ini kita mendampingi Wakil Walikota untuk melihat situasi dan kondisi wilayah Jodoh – Nagoya apakah masih banyak PKL dan rumah liar,” kata mantan Camat Batu Ampar itu.

Menurut Hendri, Wakil Walikota Batam memberikan arahan kepada Satpol PP untuk menindak lanjuti rumah-rumah liar dan kios-kios liar yang melanggar Peraturan Daerah (Perda) yang selama ini sudah diberikan peringatan. Hal tersebut untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat.

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

DSC_0527

POL PP – Sebanyak 4 (empat) gerobak rokok dan 3 ( tiga) gerobak ayam penyet lengkap dengan meja dan puluhan kursi plastik milik Pedagang Kaki Lima (PKL) diangkut oleh Satuan Polisi Pamong Praja (satpol PP) Kota Batam saat patroli di sekitar Nagoya dan Jodoh, Selasa (14/10). Barang-barang milik PKL tersebut diangkut dengan 4 lori oleh tim Satpol PP dari pleton 1a dan 3a yang di pimpin langsung oleh Kasi Operasional, Surya Kurniawan Lubis.

Menurut pria yang akrab di panggil Sukil itu, timnya terpaksa mengangkut gerobak milik PKL karena sudah berkali-kali diberikan surat peringatan untuk tidak meninggalkan barang-barang dagangannya di tempat dan waktu yang dilarang. “Nagoya itu kan kawasan bisnis dan mau ditata untuk tempat wisata. Kemarin kami sudah berikan peringatan terakhir, tapi mereka tetap juga masih meninggalkan gerobaknya, makanya sekarang kita angkut,” jelasnya.

DSC_0549 DSC_0560

Sukil mengatakan, pemilik gerobak tidak ada yang melawan saat barang-barangnya diangkut. “Mereka tidak bisa berbuat apa-apa, karena mereka sudah kita kasih peringatan tapi mereka tidak menghiraukan. Jadi mereka saya himbau untuk datang ke Mako mengambil barang-barang mereka yang kita angkut,” tegasnya.

Dalam patroli rutin tersebut, petugas juga memberikan peringatan awal kepada PKL yang meninggalkan gerobak dan stelling mereka. peringatan ditandai dengan coretan bertuliskan “Pindahkan” yang kemudian ditandatangani oleh Satpol PP di gerobak mereka.

DSC_0578 DSC_0573

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

image (4)

POL PP – Kota Batam kembali mendapat kunjungan kerja dari Satpol PP daerah lain. Kamis (09/10) pagi, giliran Satpol PP Kab.Bogor yang berkunjung. Rombongan dipimpin langsung oleh Kepala Satuan (Kasat).

Kasatpol PP Kab.Bogor, H.Tb.A.Luthfi Sya mengaku, tujuan datang ke Kantor Satpol PP Batam adalah untuk mempelajari lebih dalam Praturan daerah (Perda) yang menyangkut Satpol PP dan Membahas masalah Ketertiban Umum di Kota Batam ini. “Kami sengaja datang kesini mengetahui tentang Perda Ketertiban Umum ,dan sekaligus mempererat tali silaturahmi,” ujar Kasat Pol PP Kab.Bogor.

DSC_0192 DSC_0199

Pertanyaan Lutfhi dijawab oleh Kasat POL PP Kota Batam, Hendri S.Sos. Menurutnya, produk perda yang digunakan berasal dari bangian hukum pemerintah kota Batam. “Kita gak punya produk Satpol sendiri. Semuanya dari bagian hukum pemko Batam, dan yang saya lihat dari media electronic dan media massa di Kab.bogor banyak masyarakat yg beroperasi di daerah puncak, di kab.bogor sendiri bagaimana dalam mengatasi tersebut ? “ ujar Kasatpol PP Kota Batam.

Menurut pria yang berpangkat bintang satu itu,di Kab.Bogor sangat sering kami melakukan penertiban yang ada didaerah Puncak, karena disitulah para Ruli/Kili yang masih banyak melakukan operasi didaerah tersebut “Puncak salah satu tempat wisata,makanya banyak masyarakat yg berbondong-bondong untuk berjualan di daerah tersebut, tetapi dalam mengatasinya , kami tetap melakukan pengawasan agar masyarakat tidak lagi bisa beroperasi ditempat tersebut. ” tanyanya.

No Comments Share Read More

No Title

07 Okt
2014
by in Kegiatan

C360_2014-10-07-10-22-09-049

C360_2014-10-07-10-35-46-289

IMG20141007095425

IMG20141007095509

 

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

DSC_0121

POL PP – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam menggelar razia Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah, Jumat (03/10). Razia dilakukan di 3 (tiga) titik di Kecamatan Lubuk Baja. Yakni, pertokoan komplek Bumi Indah dan sekitarnya, pertokoan belakang DC Mall dan sekitarnya serta kawasan Nagoya Newton.

Kepala Bidang (kabid ) Sumer Daya Aparatur, Hendra Felani mengatakan, sesuai perda kebersihan tersebut, warga maupun pemilik pertokoan dilarang menumpuk dan menyimpan sampah dijalan, jalur hijau, taman, kali, sungai, hutan lindung, fasilitas umum dan tempat lain sejenisnya yang mengganggu kepentingan umum.

“Pemilik toko tidak boleh menempatkan barang-barang yang masih bernilai ekonomis ataupun bekas di row jalan, karena mengganggu jalan,” jelasnya.

Hendra juga mengatakan, sebelum menggelar razia perda ini pemilik took sudah di berikan himbauan untuk tidak meletakkan barang-barangnya diluar took mereka. Selain itu, himbauan tersebut juga berisi agar pemilik took menyediakan tong sampah dan pot bunga untuk penghijauan.

“Kami sudah berikan himbauan. Tim kami sudah kesana untuk menyebarkan surat himbauan. Tapi ternyata, masih banyak juga yang masih melanggar dan tidak mengindahkan himbauan kami,” tutur mantan lurah Lubuk Baja Kota itu.

DSC_0153 DSC_0136

Dalam razia perda kali ini, pemilik toko maupun kios banyak yang mendapat surat pernyataan. Di lokasi Komplek Bumi Indah sebanyak 18 toko yang tidak memiliki tong sampah dan 12 toko menjual barang dagangannya hingga ke badan jalan. Untuk lokasi Nagoya Newton dan sekitarnya sebanyak 13 toko tidak menyediakan tong sampah dan pot bunga di depan tokonya serta 5 toko menempatkan barang dagangannya hingga ke jalan umum. Sementara di wilayah pertokoan belakang DC Mall sebanyak 16 toko masih membandel tidak menyediakan bak sampah dan 5 toko menempatkan barang dagangannya di area jalan umum.

“Mereka yang melanggar untuk sementara kita berikan surat pernyataan. Tapi tentunya masih kita awasi. Kalau masih juga melanggar, mereka bisa terancam pidana minimal 3 (tiga ) bulan kurungan penjara atau denda maksimal Rp. 2,5 juta,” tambahnya.

Dalam razia ini, petugas juga mengangkut 10 gerobak dan tenda-tenda milik pedagang kaki lima yang ditinggal oleh pemiliknya. Gerobak dan tenda lengkap dengan meja dan kursi kayu tersebut langsung di bawa ke kantor Satpol PP. pemiliknya bisa mengambil kembali barang-barang mereka setelah membuat surat pernyataan di kantor Satpol PP.

 

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

DSC_0012

POL PP – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam kembali mengamankan gerobak liar milik pedagang kaki lima (PKL) saat patroli rutin di simpang Mandala Batu Aji, Senin (29/09). Gerobak gorengan dan ayam penyet milik PKL tersebut langsung di bawa beserta meja dan kursinya ke Kantor Satpol PP Batam di Batam Centre.

Menurut Kasi Operasional, Surya Kurniawan Lubis, timnya terpaksa mengangkut gerobak milik PKL sebagai efek jera. “Ini sebagai pelajaran agar mereka tidak lagi berjualan dipinggir jalan di tempat dan waktu yang dilarang. Karena kami sudah sering member surat peringatan kepada mereka,” tegasnya.

Selain mengamankan gerobak, tim dari Praja Khusus (Prasus) dan Pleton 5 juga mengamankan sejumlah balok kayu bangunan liar baru. Ada 2 bangunan liar baru yang di bongkar dan diangku material bangunannya oleh Satpol PP.

“Sesuai arahan Pak Wakil Walikota tadi pagi, tidak ada lagi bangunan liar baru. Kalau ada langsung diangkut tidak pakai surat peringatan lagi,” lanjut pria berkepala plontos itu.

Surya juga mengatakan, masih ada PKL yang membandel di depan sekolah MTS negeri di sana yang di fasilitasi oleh kepala sekolahnya. “Karena kepala sekolahnya menjanjikan gerobak ayam penyet PKL itu tidak ada lagi disana besok, makanya kita hanya menegur secara lisan,” jelasnya.

Surya mengaku, hari ini patroli dari tim Prasus difokuskan diwilayah Batu Aji. Besok, patroli akan dilanjutkan lagi di wilayah Sagulung dan sekitarnya.

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

himbauan 001

POL PP – Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Batam Nomor 5 Tahun 2007 tentang perubahan atas Perda Kota Batam Nomor 5 Tahun 2001 pasal 14 ayat 1 tentang Kebersihan Kota Batam, Warga Batam dilarang membuang sampah diluar tempat penampungan sampah atau tong sampah. Untuk itu, Warga diminta untuk menyediakan tong sampah di depan rumah maupun ruko mereka.

Himbauan ini disampaikan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam. Pasalnya, di waktu-waktu yang tidak ditentukan, Satpol PP akan melakukan razia Perda tersebut ke wilayah pemukiman maupun pertokoan warga.

Kabid Sumber Daya Aparatur, Hendra Felani mengatakan, setiap warga wajib meletakkan tong sampah minimal 1 (satu) buah di rumah maupun di tempat usahanya. “ Warga Batam harus meletakkan tong sampah dirumahnya. untuk memperindah dan penghijauan, warga juga wajib meletakkan dua buah pot bunga di halamannya,” jelasnya.

Hendra juga mengaku, dalam Perda tersebut tercantum bahwa setiap warga dilarang menumpuk atau menempatkan barang-barang bekas yang masih bernilai ekonomis maupun tidak di kiri kanan bahu jalan, taman, jalur hijau, depan bangunan dan tempat-tempat umum.

Menurut mantan lurah Lubuk Baja Kota itu, apabila warga tidak mengindahkan himbauan Perda tersebut, maka warga harus membuat surat pernyataan untuk mematuhi perda yang dimaksud. “Kalau sudah membuat surat pernyataan masih juga tidak mematuhi, maka akan diberi sanksi sesuai dengan yang tercantum di Perda. Yakni, terancam pidana kurungan selama-lamanya 3 (tiga) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp. 50 juta,” tutupnya.

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

IMG_20140926_152325

POL PP – Sebanyak tiga kandang babi dan satu unit rumah liar di bongkar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam dari pleton 1, Kamis (25/09). Kandang berukuran cukup besar itu terpaksa dibongkar karena menghambat pembangunan drainase yang tengah di kerjakan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Batam.

Menurut Kabid Ketentraman Masyarakat dan Keteriban umum (Trantibum), Syafrul Bahri, selain menghambat pembangunan drainase, dilokasi tersebut juga dilarang beternak hewan. “Disana mau dibangun drainase. Pembangunannya sudah berjalan dan sudah beberapa meter yang selesai. Karena menghalangi pekerjaan, makanya kandang babi itu kami bongkar,” jelasnya di Kantor Satpol PP Batam di Batam Centre.

IMG_20140926_154137 IMG_20140926_151004

Syafrul juga mengatakan, sebelum membongkar kandang babi dan rumah liar disana, timnya sudah memberikan pemberitahuan mulai dari lisan hingga surat peringatan. “Kita sudah beritahu dengan lisan, kita kasih surat peringatan 1 hingga surat peringatan pembongkaran. Tapi karena mereka tidak membongkar sendiri kandang babi mereka, makanya kita yang bongkar,” ungkapnya. Syafrul juga mengatakan, pembongkaran kandang babi tersebut sudah diketahui oleh RT/RW setempat dan pihak kelurahan serta kecamatan.

Syafrul mengaku, dilokasi tersebut ada puluhan ekor babi yang diternak oleh warga. “Ada 50 lebih babi disana. Tapi yang kita bongkar kandangnya, babinya tidak sampai puluhan ekor,” terangnya. Menurut Syafrul, babi-babi yang kandangnya dibongkar bergeser tidak jauh dari lokasi sebelumnya. “Kalau soal lokasi pemindahan kandang dan babinya, itu tugas Dinas KP2K. kami tidak tahu menahu soal babinya dikemanakan, karena bukan ranah kami lagi,” tutupnya.

 

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

image image (2) image (3)

 

No Comments Share Read More
November 2014
S S R K J S M
« Okt    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
Penggunaan Tag Image Photobucket
satpol in action 3

Music

[Playlist musik-melayu not found]

Ubah ke tampilan mobile