Get Adobe Flash player

by in Kegiatan

IMG_20150324_091008

POL PP – Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Aparatur Satpol PP Batam, Hendra Felani melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke anggota-anggota Satpol PP yang ditempatkan di luar Mako atau yang lebih dikenal dengan BKO (bantuan kendali operasi), Selasa (24/03). Dengan didampingi oleh Kasi Pelatihan Dasar dan Kasi Teknis Fungsional serta staf SDA dan PTI (Petugas Tindak Internal), Hendra mendatangi satu persatu kantor-kantor pemerintahan. Diawali dengan gedung DPRD Batam, dilokasi ini seorang anggota Satpol PP diketahui izin tidak hadir. Menurut korlap BKO DPRD Batam, Alex, anggotanya tersebut meminta izin karena harus menemani istrinya yang tengah hamil periksa ke dokter kandungan.

Sementara itu, anggota Satpol PP BKO Kantor Walikota Batam hadir seluruhnya. Namun, beberapa diantaranya tidak menggunakan atribut lengkap seperti topi. Anggota yang kurang tertib dan disiplin diminta membuat surat pernyataan atas pelanggaran yang mereka lakukan.

Menurut Hendra Felani, sidak ini ditujukan untuk memantau kinerja anggota Satpol PP BKO. “Kami tidak mau anggota-anggota yang di BKO tidak dispilin karena kurang terpantau oleh pejabat dan senior-senior,” katanya.

Hendra juga mengatakan, dengan adanya sidak seperti ini, kami juga bisa mengetahui kendala-kendala dan keluhan anggota BKO. “Barusan korlap BKO DPRD bilang kalau mereka kurang anggota. Mereka minta tambahan 9 orang anggota lagi, kata Hendra lagi.

Usai memberi pengarahan kepada anggota BKO gedung DPRD dan Kantor Walikota, Hendra dan timnya beranjak ke gedung bersama. Hendra juga memberikan pengarahan kepada anggota disana akan pentingnya disiplin dan kerapihan. Anggota diminta selalu datang tepat waktu dan tidak bermalas-malasan.

“Walaupun kalian kurang terpantau oleh kami, tetapi kalian tetap diperhatikan oleh dinas-dinas terkait. Saya tidak mau ada laporan bahwa kalian disini bermalas-malasan,” imbau Hendra. Kemudian saat di Kecamatan Batam Kota sepuluh orang anggota BKO tengah pendataan. “Mereka semua sedang pendataan pak, ujar Syamsudin, Korlap BKO Kecamatan Batam Kota.

Sidak tidak hanya berhenti disini, tim sidak lantas berlanjut ke Kecamatan Batu Ampar, Kecamatan Lubuk Baja, Kecamatan Sekupang hingga ke rumah Dinas Sekda dan kediaman Walikota Batam, Ahmad Dahlan. Di lokasi-lokasi tersebut tidak ada pelanggaran yang sangat mengkhawatirkan. Kebanyakan dari mereka hanya tidak mengenakan atribut lengkap, yakni topi dan logo kewenangan. Sementara untuk kehadiran, mereka tidak bermasalah.

 

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

IMG_20150319_082929

POL PP – Ratusan anggota Satpol PP Kota Batam mengikuti senam erobik dan zumba, Kamis (19/03). Kegiatan yang di mulai pukul 07.30 WIB ini dipandu oleh dua orang instruktur senam yang juga anggota Satpol PP, Ica dan Pepi. Pepi memandu senam erobik, sementara Ica dengan zumbanya.

Anggota Satpol PP yang sehari-harinya lelah beraktifitas sangat semangat mengikuti gerakan demi gerakan yang dipandu oleh Ica dan Pepi. Terlebih lagi alunan house musik rege bercampur dangdut memicu adrenalin seluruh anggota.

Senam erobik dan zumba ini adalah yang pertama digelar di bulan Maret ini. Dalam satu bulan, senam pagi biasanya dilakukan 2 hingga 3 kali. Hal ini untuk menambah semangat anggota Satpol PP sekaligus sebagai refreshing dari rutinitas sehari-hari selama bertugas.

Ica mengaku senang bisa menjadi instruktur senam zumba. Menurutnya, zumba adalah metode senam yang lagi popular saat ini. “Sekarangkan zumba lagi ngetrend, makanya setiap senam saya membawakan zumba, ” ungkapnya.

Sementara itu, Salmah anggota Satpol PP mengaku sulit mengikuti gerakan senam zumba. Namun ia tetap mengikutinya dengan semangat. “Zumba tuh susah gak seperti erobik. Tapi kalau diliat dari gerakannya sepertinya bisa bikin kurus badan,” ujarnya sambil tertawa.

 

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

DSC_1092

POL PP – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Batam bersama tim gabungan menggelar razia perda perizinan usaha Warung Internet (Warnet), Selasa (10/03). Lebih dari seratus orang dibagi menjadi 2 tim. Tim satu menyisir kawasan Lubuk Baja dan Sekupang, sementara tim dua bergerak ke wilayah Batam Kota dan Bengkong.

Razia perda yang dipimpin langsung oleh Kabid Sumber Daya Aparatur, Hendra Felani ini dimulai pukul 13.00 WIB. Satu persatu warnet yang tengah beroperasi dimasuki oleh petugas. Dalam razia, pemilik warnet banyak yang tidak bisa menunjukan izin usahanya, baik itu izin domisili dari kecamatan maupun izin usaha yang dikeluarkan oleh Badan Penanaman Modal (BPM).

Hendra mengatakan, dalam razia ini pemilik warnet yang tidak bisa menunjukan surat izin peroperasian sesuai perda dan perwako, maka tempat usahanya akan disegel sampai ada perizinan resmi dari Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

“Hari ini razia kita memang menargetkan dua hal, pertama mengacu pada Perda 16 tahun 2007 tentang ketertiban umum. Dan kedua perwako 8 tahun 2014 Petunjuk Pelaksanaan Penerbitan Izin Ganggunan oleh kecamatan di Batam. Kalau nggak ada izin, kami segel sampai mereka mengurus izinnya. Sekalian kami juga mengecek pelajar-pelajar yang berseragam,” terang Hendra.

Dalam kegiatan ini, petugas menyegel 12 warnet tak berizin. Empat warnet di kawasan Batam Kota, lima Warnet di seputaran Bengkong, dua warnet di wilayah Sekupang dan satu warnet di Lubuk Baja. Saat razia, tidak hanya warnet yang belum mengantongi izin, pemilik warnet juga membiarkan pelajar yang masih berseragam lengkap bermain di warnet. Seluruh pelajar tersebut di bawa ke Mako Satpol PP untuk diberi arahan oleh Dinas Pendidikan. 27 orang diantaranya adalah siswa SMA, 7 orang siswa SMP dan 3 orang siswa SD.

“Pelajar yang kami tangkap kami bawa ke Mako. Mereka akan diberi arahan oleh disdik dan juga membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan mereka lagi,” tegas Hendra.

Hendra menghimbau kepada para pelajar agar jangan bermain di warnet dengan mengenakan seragam lengkap. “Main boleh, tapi pulang dulu ganti baju,” imbuhnya.

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

DSC_1060

POL PP – DPRD Ternate mengunjungi kantor Satpol PP Kota Batam, Senin (09/03). Rombongan yang dipimpin oleh wakil ketua 1 DPRD Ternate, Mubin Alwahid langsung diterima oleh tiga Kepala Bidang (Kabid).  Yakni, Kabid PPUD, M. Teddy Nuh, Kabid SDA, Hendra Felani dan Kabid Trantibum, Syafrul Bahri.

Kunjungan DPRD Ternate ke Satpol PP Batam adalah untuk berbagi informasi tentang penegakan peraturan daerah (Perda) di Batam. “Kami ingin tahu seperti apa langkah-langkah yang diambil satpol pp di Batam. Karena letak daerah Batam coraknya hampir sama dengan wilayah kami yakni dikelilingi oleh lautan,” kata Mubin alwahid disela-sela pembicaraan.

Mubin juga mengaku, di wilayahnya seringkali di demo oleh mahasiswa. Menurut dia, Satpol PP disana sampai kewalahan akibat aksi demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa. “Hampir setiap hari kami didemo, kasian anggota Satpol PP disana harus berhadapan dengan mahasiswa yang terkadang anarkis”, katanya lagi.

Mubin juga mengatakan, anggota Satpol PP di Ternate sangat sedikit. “Penduduk kami sekitar 216 ribu jiwa, sementara anggota Satpol PP hanya 317 orang,” ungkap politisi PPP itu.

Kabid PPUD, M. Teddy Nuh mengaku senang mendapat kunjungan dari DPRD Ternate. Sebelumnya, anggota DPRD dari kota lain juga pernah berkunjung ke Satpol PP Batam untuk meminta informasi seputar tupoksi dan kegiatan Satpol PP di Batam.

“Kami sangat senang dengan kedatangan Bapak dan Ibu. Mudah-mudahan ini bukan kunjungan yang pertama,” ujar pria yang pernah menjadi ajudan mantan Wakil Walikota Batam, Ria Saptarika itu.

Sebagai bentuk terimakasih karena telah diterima dengan baik, anggota DPRD Ternate memberikan oleh-oleh berupa batu akik kepada para Kabid. “Ini batu Bacan asli dari Ternate. Ini sebagai kenang-kenangan dari kami,” ujar salah seorang anggota dewan sebelum pergi meninggalkan kantor Satpol PP.

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

DSC_1032

POL PP – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam kembali menertibkan kios-kios liar yang berada di row jalan dan fasum, Senin (02/03). Kali ini, ratusan personil Satpol PP membawa 8 gerobak kios yang ada dikawasan Pelita dan Sei Panas. Selain itu, petugas juga membongkar bangunan kios yang baru dibangun oleh pedagang dikawasan Lubuk Baja.

“Tidak ada toleransi lagi. untuk bangunan baru langsung kita bongkar tidak perlu pakai SP (Surat Peringatan). Ini perintah Pak Walikota Dan Pak Wakil,” tegas Kasatpol PP Batam, Hendri saat memberi pengarahan kepada ratusan anggota Satpol PP di depan Kantor.

Meski telah gerah dengan ulah PKL yang tidak mau di tata, Hendri tetap mengingatkan anggotanya agar saat penindakan dilapangan harus bersikap humanis dan tidak arogan kepada para pedagang. Anggota tidak boleh memporak-porandakan barang-barang milik pedagang.

“Sebagai petugas kita harus humanis. Kalau perlu kita bantu pedagang untuk membereskan dagangannya. Karena mereka juga mengeluarkan modal untuk berjualan,” kata mantan Camat Batu Ampar itu.

Menurut Hendri, penertiban kios yang telah berdiri dilakukan sesuai dengan SOP (standar operating procedure). Diberikan peringatan, agar pemilik kios membongkar sendiri lapak jualannya. Pemilik kios yang tidak mengindahkan peringatan, langsung dibongkar paksa. Keberadaan kios liar tersebut juga telah meresahkan masyarakat yang berada disekitarnya. Terlebih lagi mereka mengganggu pedagang yang berjualan di ruko.

Hendri menghimbau kepada masyarakat, agar tidak berjualan di sembarang tempat serta memberikan apapun kepada oknum Satpol PP. Karena keberadaanya tidak akan lepas dari penyisiran petugas Satpol PP Kota Batam.

Sementara itu Kasi Operasional, Surya Kurniawan Lubis mengatakan, seluruh material kios maupun lapak diangkut ke Kantor Satpol PP. pada pedagang bisa mengambilnya langsung di Kantor Satpol PP yang ada di Batam Centre. “Seluruhnya kami angkut. Pedagang silahkan datang ke kantor,” ujar Surya.

 

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

POL PP – Sebanyak 37 anggota Satpol PP resmi menjadi Petugas Tindak Internal (PTI). Upacara pembaretan PTI digelar di depan Kantor Satpol PP, Senin (02/03). Pembaretan dilakukan langsung oleh Kasatpol PP Batam, Hendri, yang juga di saksikan oleh seluruh pejabat Satpol PP Batam.

“Kalian adalah anggota terpilih. Kalian harus menjadi contoh untuk anggota yang lainnya,” kata Hendri kepada anggota PTI saat memberi sambutan. PTI adalah nama lain dari provos yang bertugas menindak anggota Satpol PP yang melakukan pelanggaran. Mereka (red, PTI) juga mengawasi kinerja anggota dilapangan serta mendampingi Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) saat kegiatan razia perda.

“PTI itu resmi, keberadaan kalian tertuang dalam Permendagri. Kalian yang menindak anggota yang melanggar sesuai aturan yang berlaku. Kalian anggota PTI harus menjaga nama baik. Baik itu untuk diri kalian dan juga kesatuan,” sambung Hendri.

37 orang PTI yang telah dibaiat ini sebelumnya telah melakukan pelatihan dan pendidikan oleh aparat dari Subdenpom Batam. Mereka telah melalui pendidikan fisik dan mental selama dua minggu. Mereka juga dibekali oleh materi-materi penindakan sesuai aturan yang berlaku oleh para Provos senior.

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

DSC_0706

POL PP – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam menggelar Bimbingan Teknis (bimtek) di aula serbaguna Kantor Pemuda dan Olahraga, Selasa (24/02). Dalam kegiatan ini, ratusan anggota Satpol PP Batam mulai dari staf kantor, intel, provos, hingga anggota yang di tempatkan di rumah dinas dan kantor-kantor pemerintahan ikut menjadi peserta.

Acara yang dibuka pukul 09.00 WIB ini dibuka langsung oleh Direktur Jenderal Pemerintahan Umum (Dirjen PUM) Kementerian Dalam Negeri, Agung Mulyana. Yang bersangkutan sekaligus menjadi salah satu dari empat narasumber yang memberi wawasan kepada peserta bimtek seputar aturan dan kebijakan Satpol PP.

Menurut Agung Mulyana, selain fisik yang kuat anggota Satpol PP juga harus memiliki intelijen dan analisis yang mumpuni. Sebagai penunjangnya, anggota Satpol PP harus dilengkapi oleh sarana dan prasarana yang memadai.

“Posisi Satpol PP itu sangat penting di pemerintahan. Satpol PP menjadi ujung tombak pemerintah karena fungsinya adalah menegakan perda. Oleh karena itu, tahun 2015 ini disejumlah daerah telah kami anggarkan untuk pembangunan kantor dan penyediaan armada serta sarana dan prasarana lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu, ketua pelaksana bimtek, Hendra Felani mengaku sengaja menghadirkan Dirjen PUM sebagai pembicara untuk memotivasi anggota Satpol PP untuk lebih semangat dalam bekerja.

“Kami sangat bangga dirjen PUM bisa hadir langsung memberi wawasan kepada anggota. Ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi antara pimpinan dengan anggotanya,” kata Hendra.

Hendra yang juga menjabat sebagai Kabid sumber Daya Aparatur itu juga mengatakan, tujuan diadakannya bimtek ini sebagai bentuk penyegaran untuk anggota Satpol PP khususnya yang bertugas dilapangan.

“Kami ingin me-refresh teman-teman dilapangan sehingga mendapat wawasan lebih. Kami juga tidak menyangka ternyata antusias teman-teman luar biasa. Mereka sangat semangat dengan kegiatan ini, katanya lagi.

Selain Agung Mulyana, tiga narasumber lainnya yakni, Direktur Pol PP dan Linmas, Asadullah, kemudian Kasubdit Pol PP dan Linmas, Nelson Simanjuntak dan Kasatpol PP Provinsi Kepri, Maifrizon. Mereka memberikan materi seputar Permendagri nomor 84 tahun 2014 tentang Penyelenggara Perlindungan Masyarakat di Batam.

 

 

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

DSC_0642

POL PP – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam kembali menggelar razia Perda nomor 6 tahun 2002 tentang ketertiban sosial dan Perda nomor 8 tahun 2009 tentang penyelenggaraan administrasi kependudukan di wilayah Kecamatan Batam kota dan Batu Ampar, Selasa lalu. Sasarannya adalah kost-kostan yang diduga dijadikan tempat mesum bagi pemuda dan pemudi yang tidak memiliki surat nikah resmi.

Saat razia berlangsung, petugas mendapati 8 pasangan muda-mudi yang sedang berduaan didalam satu kamar tanpa adanya ikatan pernikahan. Saat petugas meminta identitas, kebanyakan dari mereka juga tidak memiliki KTP.

“Pasangan yang diduga kumpul kebo kami dapati di kawasan Seraya, tepatnya di belakang RS Harapan bunda dan di kawasan Golden Land, Simpang Kara, Batam Centre,” kata Kabid Sumber Daya Aparatur, Hendra Felani.

8 pasangan tersebut langsung diserahkan ke Dinas Sosial untuk diberikan pengarahan dan membuat surat pernyataan. Selain mereka, anggota Satpol PP juga menjaring 150 orang warga yang tidak memiliki KTP Batam.

“Rata-rata warga yang kita bawa ke kantor hanya memiliki KTP kampung. Untuk itu kita minta mereka untuk membuat surat pernyataan agar segera membuat e-KTP,” tambah Hendra.

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

DSC_0564

POL PP – Puluhan pelajar mulai tingkat SD, SMP hingga SMA/SMK kembali terjaring razia Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Senin (23/2) pagi. Mereka yang masih mengenakan seragam sekolah lengkap itu terjaring saat asyik bermain game online di warnet daerah Sagulung dan Batuaji. Pelajar yang terjaring kebanyakan berasal dari sekolah negeri.

Razia Satpol PP yang berlangsung dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 10.30 WIB itu, mengamankan 41 pelajar yang diduga bolos sekolah. Semuanya langsung dibawa ke Markas Satpol PP yang ada di Batamcenter. Para pelajar didata dan membuat surat pernyataan yang meminta agar mereka tak melakukan hal serupa.

Kabid PPUD Satpol PP Batam, M Teddy Nuh mengatakan razia pelajar kali ini adalah permintaan dari masyarakat yang melihat banyaknya pelajar yang berkeliaran pada jam sekolah.

”Kali ini kita jaring 41 pelajar. 29 orang siswa SMK/SMA, 5 orang pelajar SMP dan 7 orang murid Sekolah Dasar. Mereka kita amankan di warnet dan tak bisa membuktikan kalau sedang membuat tugas diwarnet tersebut. Pelajar yang paling banyak terkena razia dari sekolah negeri,” kata Teddy.

Razia yang juga melibatkan Dinas Pendidikan dan Polresta Barelang itu sempat menemui kendala. Menurut Teddy banyak warnet yang tiba-tiba menutup pintu, padahal di dalam masih banyak anak-anak yang tengah bermain. Meski begitu, pihaknya tak tinggal diam untuk warnet tersebut dan berencana memberi teguran lebih keras.

”Kita imbau agar warnet tak memberi ruang untuk pelajar yang bolos bermain warnet. Dan bagi warnet yang ketahuan melanggar dan menyembunyikan siswa yang bolos kita beri teguran keras. Mereka sudah kita data,” jelas Teddy.

Lanjut Teddy, siswa yang terjaring razia itu akan dikembalikan ke sekolah masing-masing untuk diawasi. ”Kita data dan kita meminta dinas pendidikan untuk memberitahu pihak sekolah untuk menjemput siswanya. Bagi yang tak dijemput, akan kita kembalikan kepada orang tua mereka,” bebernya.

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

DSC_0591

POL PP – Mako Satuan Polisi Pamong Praja (20/02) pagi tampak semarak. Ratusan personil anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam tengah melakukan senam pagi. Marlisa Oktaviani yang juga anggota Satpol PP didampuk menjadi isntruktur senam. Kegiatan senam pagi ini memang menjadi agenda rutin Satpol PP sebelum memulai aktifitas.

Mulai dari anggota, staf dan pejabat di Satpol PP terlihat semangat mengikuti senam zumba yang dilakukan di depan halaman Mako Satuan Polisi Pamong Praja. Dentuman musik dari sound sistem yang mengalun kencang menambah semangat para personil yang sudah berkumpul sejak pukul 06.30 pagi.

Anggota Satpol PP terlihat antusias mengikuti setiap gerakan yang dipandu oleh Ica, panggilan akrab Marlisa Oktaviani. Untuk menambah semangat pagi itu,  kegiatan pagi ini ditutup dengan sarapan bersama.

 

No Comments Share Read More
Juli 2015
S S R K J S M
« Jun    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
Penggunaan Tag Image Photobucket
satpol in action 3

Music

[Playlist musik-melayu not found]

Ubah ke tampilan mobile