Get Adobe Flash player

by in Kegiatan

POL PP – Innalillahi Wa innailaihi Rajiun. Berita duka kembali datang dari keluarga besar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam. Orangtua dari pegawai Satpol PP, Ahmad Darsah, Hj. Halimah meninggal dunia. Beliau tutup usia di umur 80 tahun di Bengkalis, Riau pada Senin 15 September 2014 pukul 20.00 WIB.

Ahmad Darsah yang merupakan staf sekretariat Satpol PP Kota Batam langsung bertolak ke Bengkalis sesaat setelah mengetahui kepulangan ibunda tercinta ke rahmatullah. Kasubbag Program, Reid Mutarsya mengatakan, segenap pimpinan beserta jajaran staf mengucapkan belasungkawa kepada Darsah. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan kesabaran.

“Kami keluarga besar Satpol PP turut berbelasungkawa atas meninggalnya ibu dari pegawai kami ahmad Darsah. Mudah-mudahan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran,” ucapnya di kantor Satpol PP Kota Batam di Batam Centre.

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

20140915_163736 POL PP – Kegembiraan terlihat jelas pada raut wajah 11 orang anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Putri Kota Batam saat menerima piala dari Kepala Bidang (Kabid) Penegakan Perundang-undangan Daerah (PPUD) Satpol PP Batam, M. Teddy Nuh, Senin (15/09) sore usai apel. Mereka dinyatakan keluar sebagai juara 1 lomba gerak jalan beregu kategori 8 km SKPD Batam yang diselenggarakan Kantor Pemuda Dan Olahraga (Kanpora) akhir Agustus 2014 lalu.

Dengan penuh bangga Teddy mengucapkan selamat kepada Satpol PP putri atas kemenangan mereka.  “Selamat ya, pertahankan kemenangan kalian. Latihan kalian selama ini tidak sia-sia,” ujarnya saat memberikan piala kepada ketua regu, Rici. Selain mendapatkan piala, mereka juga mendapatkan piagam penghargaan dan uang tunai sebesar Rp. 5.000.000.

20140915_163828 20140915_163746

Sebagai ketua regu, Rici mengaku sangat senang bisa menjuarai lomba gerak jalan beregu tingkat kota Batam ini. Pasalnya, ini adalah perlombaan pertama yang mereka ikuti.

“Seneng banget kami bisa menang. Latihan kami selama satu bulan terbayar dengan kemenangan ini,” ungkapnya.

Tidak hanya putri, Satpol PP putra juga meraih juara kategori unik 8 km. Piagam penghargaan dan uang tunai sebesar Rp. 2.000.000 diberikan langsung oleh Kasi Operasional, Surya Kurniawan Lubis. Saat perlombaan, anggota satpol pp dari pleton 4 memakai pakaian adat. Kostum yang mereka kenakan itu menarik perhatian juri dan warga Batam. Menurut Sahril, kostum adat yang mereka kenakan adalah ide bersama. “Kami ingin tampil beda dan menarik, makanya kami pakai baju-baju adat. Ada Jawa, Padang, Batak, Melayu dan Papua,” sebutnya.

20140915_163930

 

piagam gerak jalan

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

POL PP – Innalillahi Wa inna Ilaihi Rajiun. Berita duka datang dari anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam Hamka Haskim. Putra ke-3 nya berpulang ke rahmatullah, Senin pukul 07.00 WIB. Dari hasil diagnosis,  bayi laki-laki yang baru berusia 1 hari itu meninggal karena jantungnya tidak normal.

Menurut Hamka, putranya lahir belum genap 9 bulan. “Anak saya lahir baru 8 bulan, jadi belum cukup umur untuk lahir,” jelasnya. Hamka mengatakan, istrinya melahirkan Minggu pukul 11.00 WIB dengan seorang bidan di Belakang Padang. Karena kondisinya yang tidak stabil, anaknya yang telah diberi nama Ahmad Abdullah Hamka itu langsung dilarikan ke puskesmas di Belakang Padang. Sayang, dokter setempat mengatakan kalau jantung bayinya tidak normal.

“Mungkin karena sudah kehendak Allah, anak saya meninggal dunia. Saya pasrah, mungkin ini yang terbaik untuk saya dan keluarga dan juga bayi saya,” ucapnya lirih. Hamka juga mengaku tidak pernah melakukan cek USG, sehingga ia terlambat untuk mengetahui kondisi jabang bayi saat masih dalam kandungan.

“Istri saya gak pernah di USG, makanya saya dan istri saya tidak tahu. Tapi saya pasrah dan tidak menyesal. Mungkin ini memang jalannya,” tuturnya usai mengebumikan buah hatinya pukul 11.30 WIB di pulau Skanak.

Sebagai ungkapan belasungkawa, anggota Satpol PP dari pleton 5 langsung menuju Belakang Padang untuk takjiah ke rumah duka. Komandan Pleton (Danton) 5, Surianto mengatakan, 33 orang anggota Satpol PP dikirim langsung untuk belasungkawa.

“Tadi pagi setelah apel, 33 orang anggota dari pleton 5 langsung ke Belakang Padang. Mereka datang untuk memberikan support ke Hamka,” katanya.

Sebagai Danton 5, Surianto juga berpesan kepada Hamka untuk bersabar dan tidak larut dalam duka. Sehingga Hamka bisa kembali beraktifitas dan bertugas bersama anggota Satpol PP yang lain.

 

 

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

IMG20140912095529 POL PP – Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam dari pleton 1 terpaksa memberikan surat peringatan (SP) pertama kepada seorang warga Bengkong Dalam bernama Nur. Wanita ini membangun kios liar didepan rumahnya sehingga mengganggu pengguna jalan. Awalnya, Nur meminta petugas Satpol PP untuk menertibkan kios liar milik pedagang ayam penyet yang juga berada didepan rumahnya. Nur mengaku pemilik ayam penyet tidak meminta izin kepadanya untuk berjualan, tapi justru membayar uang sewa kepada RT setempat. Menurut komandan pleton (Danton) 1, Raja Ismail, pemilik ayam penyet tidak terima jika hanya ia yang mendapat surat peringatan. Pemilik gerobak ayam penyet juga meminta agar pemilik rumah juga diberikan surat peringatan. Pasalnya, kiosnya sama-sama mengganggu pengguna jalan. “Yang punya ayam penyet ga terima kalau cuma dia yang dikasih SP, makanya si Ibu yang punya rumah juga kita kasih SP, walaupun awalnya dia yang minta kami untuk kasih SP ke tukang ayam penyet,” tuturnya. IMG20140912095827  IMG20140912095614 Selain memberikan SP1 kepada pedagang ayam penyet dan pemilik rumah yang penjual pulsa, tim dari Pleton 1 juga mengecek 2 bangunan liar yang berada di kawasan Bukit Senyum Batu Ampar. Menurut Raja Ismail, bangunan yang akan digunakan untuk bengkel itu sudah diberikan SP bongkar, namun hingga kini belum juga dibongkar oleh pemiliknya. “Kita sudah kasih SP bongkar dan meminta pemiliknya datang ke kantor. Tapi sampai saat ini belum juga datang. Kita tunggu saja instruski pimpinan selanjutnya,” jelasnya usai melakukan patroli rutin, Jumat (12/09).

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

DSC_1694

POL PP – Ratusan pekerja dari Ferderasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Batam berunjuk rasa di depan kantor Walikota Batam, Jumat (12/09) pagi. Ada 3 point yang mereka tuntut ke pemerintah kota Batam. Yakni, pekerja mengeluhkan perusahaan yang mengabaikan peralatan keselamatan kerja.

“Selama ini perusahaan subcon tidak menyediakan alat-alat keselamatan kerja untuk kami, sehingga kami terpaksa beli sendiri,” ujar Yoni konsulat cabang FSPMI Batam.

Point kedua para pekerja meminta agar pemerintah bisa menyelenggarakan pendidikan keselamatan kerja secara gratis. Menurut Yoni, banyak pekerja yang belum mengerti akan pentingnya pemahaman keselamatan kerja.

Point terakhir FSPMI meminta pemerintah melakukan inspeksi mendadak ke perusahaan-perusahaan di Batam untuk mengecek perangkat keselamatan kerja.

“Pemerintah harusnya sidak ke perusahaan, khususnya perusahaan yang rentan terjadi kecelakaan kerja,” tambah Yoni.

Perwakilan pekerja ini di temui oleh staf ahli bidang politik, hukum dan pemerintah, Yazid. Para pekerja meminta 2 minggu kedepan pemerintah mengadakan pertemuan dengan para pekerja untuk membahas persoalan kesehatan dan keselamata kerja (K3).

Unjuk rasa dengan ratusan massa dari pekerja ini berlangsung kondusif. Pengamanan dilakukan oleh 4 pleton anggota Satpol PP Batam dan ratusan personil dari aparat kepolisian.

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

DSC_1622POL PP – Puluhan massa dari Gerakan Rakyat Kepri Sukses (Gerak Keris) menggelar demo damai di depan Kantor Walikota Batam, Kamis (11/09) pagi. Mereka menuntut kinerja aparatur pemerintahan dalam merealisasikan seluruh kebijakan pembangunan infrastruktur, pendidikanan dan kesehatan secara komitmen, konsisten dan komprehensif.

Dalam aksi damai tersebut, para pendemo pun membagi-bagikan kertas pernyataan sikap Gerak Keris terhadap pemerintah Kota Batam. Isinya adalah 6 pernyataan sikap dan tuntutan yang juga mereka suarakan dalam orasi dengan pengeras suara.

Ketua Gerak Keris, Muhammad Peri, mengatakan kedatangan mereka sebagai bentuk pengawasan dan kritisi terhadap seluruh kebijakan pembangunan infrastruktur yang ada

“Selama ini, kami Gerak Keris melihat, mendengar dan merasakan betapa rakyat benar-benar dalam situasi dan kondisi yang termarginalkan oleh praktek pembangunan daerah yang mengatasnamakan rakyat, padahal untuk kepentingan sekelompok orang saja,” katanya.

Untuk mengamankan aksi damai ini, Satpol PP menurunkan 2 pleton. Pleton khusus yang disebut Prasus dan pleton 4. Selain satpol PP, puluhan aparat kepolisian juga diturunkan untuk mengamankan demo damai tersebut.

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

20140911_111103

POL PP – Kamis (11/09) siang, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam kedatangan 8 wanita cantik. Mereka adalah Satpol PP Kota Bontang Provinsi Kalimantan Timur yang tengah melakukan kunjungan kerja. Batam menjadi tujuan mereka karena dianggap lebih mumpuni mulai dari segi struktural, kinerja hingga penegakan Peraturan Daerah (Perda).

Rombongan 8 Satpol PP cantik ini dipimpin oleh Kasubbag Tata Usaha, Siti Jahrah yang didampingi oleh staf kasi pengendalian operasional, bendahara verifikator keuangan dan staf. Menurut Siti Jahrah, meskipun anggota Satpol PP Bontang secara keseluruhan hanya berjumlah 76 orang, tetapi tahun 2015 mendatang kelembagaan mereka akan naik tingkat. Linmas juga akan bergabung dengan Satpol PP.

“Tahun depan kami akan berubah dari kantor menjadi badan, makanya kami datang ke Batam untuk meminta informasi dan pengalaman disini. Kan, Batam sudah eselon 2,” kata wanita berpangkat melati satu itu.

Staf pengendalian operasional Satpol PP Bontang, Delfi Inggria mengungkapkan rencana pembentukan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) tahun depan. “Ditempat kami pembentukan PPNS masih digodok. Nah, kalau di Batam apakah sudah ada?,” katanya penasaran.

Pertanyaan perempuan cantik berambut pendek tersebut dijawab oleh Kasi Penyidikan dan Penyelidikan, Joko Satrio Sasongko yang juga PPNS Satpol PP Batam. Menurutnya PPNS di Satpol PP Batam fungsinya untuk menunjang kegiatan penegakan perda. “Disini PPNS-nya ada 4 orang. Fungsinya bukan pembinaan didalam, tapi untuk penegakan perda,” jelasnya.

Kedatangan Satpol PP cantik ini adalah kunjungannya yang pertama. Menurut mereka, kota Batam hampir sama dengan kota Balikpapan karena sama-sama berada diwilayah perbatasan. Hanya saja kota Batam lebih maju dibanding Balikpapan.

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

IMG-20140910-01975

POL PP – Praja Khusus (Prasus) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam rupanya membuat penasaran Satpol PP Kabupaten Pariaman, Sumatera Barat. Rabu (10/09) siang rombongan Satpol PP Pariaman yang dipimpin langsung oleh Kasatpol PP, Syafirmen berkunjung ke Kantor Satpol PP Batam di Batam Centre. Kedatangan mereka di sambut langsung oleh sekretaris Satpol PP Batam, Arifin Ibrahim, Kepala Bidang (Kabid) Trantibum, Syafrul Bahri dan Kasubbag Program, Reid Mutarsya.

“Saya membaca artikel kalau Satpol PP Batam punya Prasus, itu maksudnya bagaimana yah apakah ada aturannya sendiri atau bagaimana?,” tanya Kasatpol PP Pariaman, syafirmen penasaran. Pertanyaan tersebut di jawab oleh Kabid Trantibum, Syafrul Bahri. Menurutnya, pencetus Prasus adalah dari Kasatpol PP Batam, Hendri. Hal ini didukung penuh oleh Wakil Walikota Batam, H.M Rudi.

“Kita memang punya pleton khusus yang kami sebut Prasus. Jadi ini memang permintaan Kasat kami. Tugas Prasus menjadi garda terdepan penanganan demo. Ya, Prasus itu satu tingkat diatas pleton yang lain. Nantinya kami juga akan membuat tim SAR (Search And Resque) di Satpol PP Batam,” beber Syafrul.

Syafirmen juga tertarik dengan bidang Linmas Satpol PP Batam. Mereka meminta tips pelaksanaan pilkada. “Dalam waktu dekat ini kami akan melakukan pilkada, mungkin Satpol PP Batam bisa berbagi pengalaman dan tips agar pilkada bisa berjalan lancar,” Tanya syafirmen.

Menurut Syafrul, pelaksanaan pilkada bisa berjalan kondusif karena ada kerjasama dengan berbagai pihak. Seperti KPU, Panwas dan kepolisian.

 

 

 

 

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

DSC_1631

POL PP – 11 pasangan tanpa surat nikah diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam dalam razia Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2002 Tentang Ketertiban Sosial dan Perda Nomor 8 Tahun 2009 Tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan di Kota Batam, Selasa (09/09) malam. Mereka tertangkap basah berada didalam satu kamar berduaan dengan pintu terkunci. Saat petugas meminta bukti surat nikah, mereka tidak bisa menunjukkannya dengan berbagai alasan.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Aparatur Satpol PP Batam, Hendra Felani, kegiatan razia ini atas permintaan RT dan RW serta tokoh masyarakat setempat. “Kita mendapat permintaan lisan dan tertulis dari rt/rw untuk merazia lokasi ini, karena mereka sudah gerah dan tidak bisa ditoleransi lagi,” jelasnya usai razia.

Razia perda yang dilakukan oleh tim gabungan dari Satpol PP, TNI, Polri, Dinas Kependudukan dan Dinas Sosial ini digelar di 3 lokasi di wilayah Kecamatan Lubuk Baja. Yakni Komplek Bumi Indah, Blok IV dan Batam Park.

Selain 11 pasang yang diduga kumpul kebo, petugas juga menjaring 75 orang yang tidak memiliki KTP maupun identitas lain.

“Mereka yang terjaring karena tidak memiliki KTP akan membuat surat pernyataan yang selanjutnya akan ditindak lanjuti oleh Dinas Kependudukan. Sementara pasangan yang kumpul kebo akan kita arahkan ke Dinas Sosial setelah membuat surat pernyataan,” kata Hendra lagi.

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

DSC_1736

POL PP – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam kembali mengangkut gerobak dan stelling liar milik pedagang kaki lima saat patroli rutin di kawasan PT. Panasonic Batam Centre, Selasa (09/09) pagi. 2 unit gerobak dan 2 unit steling lengkap dengan meja kursi dan tenda ditinggal oleh pemiliknya ditrotoar sehingga mengganggu pejalan kaki yang melintas.

“Gerobak dan Steling punya pedagang ini terpaksa kami angkut karena ditinggal di trotoar. Ini menyalahi aturan. Kalo mau jualan silahkan di malam hari, tapi barang-barangnya jangan ditinggal,” ujar Komandan Pleton 4, Asmen.

Menurutnya, pedagang yang memiliki gerobak dan stelling itu sudah tahu jika yang mengangkut barang-barang mereka adalah Satpol PP. “Nanti mereka datang sendiri ke Kantor nanya gerobaknya. Mereka akan membuat surat pernyataan di Kantor untuk tidak meninggalkan barang-barangnya usai jualan,” katanya lagi.

Apabila pedagang masih membandel meninggalkan gerobaknya di lokasi dan waktu yang dilarang, maka barang-barangnya tersebut akan disita lagi dan tidak dikembalikan.

editor bye : dv & rky

No Comments Share Read More
Desember 2014
S S R K J S M
« Nov    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
Penggunaan Tag Image Photobucket
satpol in action 3

Music

[Playlist musik-melayu not found]

Ubah ke tampilan mobile