Get Adobe Flash player

by in Kegiatan

DSC_1694

POL PP – Ratusan pekerja dari Ferderasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Batam berunjuk rasa di depan kantor Walikota Batam, Jumat (12/09) pagi. Ada 3 point yang mereka tuntut ke pemerintah kota Batam. Yakni, pekerja mengeluhkan perusahaan yang mengabaikan peralatan keselamatan kerja.

“Selama ini perusahaan subcon tidak menyediakan alat-alat keselamatan kerja untuk kami, sehingga kami terpaksa beli sendiri,” ujar Yoni konsulat cabang FSPMI Batam.

Point kedua para pekerja meminta agar pemerintah bisa menyelenggarakan pendidikan keselamatan kerja secara gratis. Menurut Yoni, banyak pekerja yang belum mengerti akan pentingnya pemahaman keselamatan kerja.

Point terakhir FSPMI meminta pemerintah melakukan inspeksi mendadak ke perusahaan-perusahaan di Batam untuk mengecek perangkat keselamatan kerja.

“Pemerintah harusnya sidak ke perusahaan, khususnya perusahaan yang rentan terjadi kecelakaan kerja,” tambah Yoni.

Perwakilan pekerja ini di temui oleh staf ahli bidang politik, hukum dan pemerintah, Yazid. Para pekerja meminta 2 minggu kedepan pemerintah mengadakan pertemuan dengan para pekerja untuk membahas persoalan kesehatan dan keselamata kerja (K3).

Unjuk rasa dengan ratusan massa dari pekerja ini berlangsung kondusif. Pengamanan dilakukan oleh 4 pleton anggota Satpol PP Batam dan ratusan personil dari aparat kepolisian.

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

DSC_1622POL PP – Puluhan massa dari Gerakan Rakyat Kepri Sukses (Gerak Keris) menggelar demo damai di depan Kantor Walikota Batam, Kamis (11/09) pagi. Mereka menuntut kinerja aparatur pemerintahan dalam merealisasikan seluruh kebijakan pembangunan infrastruktur, pendidikanan dan kesehatan secara komitmen, konsisten dan komprehensif.

Dalam aksi damai tersebut, para pendemo pun membagi-bagikan kertas pernyataan sikap Gerak Keris terhadap pemerintah Kota Batam. Isinya adalah 6 pernyataan sikap dan tuntutan yang juga mereka suarakan dalam orasi dengan pengeras suara.

Ketua Gerak Keris, Muhammad Peri, mengatakan kedatangan mereka sebagai bentuk pengawasan dan kritisi terhadap seluruh kebijakan pembangunan infrastruktur yang ada

“Selama ini, kami Gerak Keris melihat, mendengar dan merasakan betapa rakyat benar-benar dalam situasi dan kondisi yang termarginalkan oleh praktek pembangunan daerah yang mengatasnamakan rakyat, padahal untuk kepentingan sekelompok orang saja,” katanya.

Untuk mengamankan aksi damai ini, Satpol PP menurunkan 2 pleton. Pleton khusus yang disebut Prasus dan pleton 4. Selain satpol PP, puluhan aparat kepolisian juga diturunkan untuk mengamankan demo damai tersebut.

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

20140911_111103

POL PP – Kamis (11/09) siang, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam kedatangan 8 wanita cantik. Mereka adalah Satpol PP Kota Bontang Provinsi Kalimantan Timur yang tengah melakukan kunjungan kerja. Batam menjadi tujuan mereka karena dianggap lebih mumpuni mulai dari segi struktural, kinerja hingga penegakan Peraturan Daerah (Perda).

Rombongan 8 Satpol PP cantik ini dipimpin oleh Kasubbag Tata Usaha, Siti Jahrah yang didampingi oleh staf kasi pengendalian operasional, bendahara verifikator keuangan dan staf. Menurut Siti Jahrah, meskipun anggota Satpol PP Bontang secara keseluruhan hanya berjumlah 76 orang, tetapi tahun 2015 mendatang kelembagaan mereka akan naik tingkat. Linmas juga akan bergabung dengan Satpol PP.

“Tahun depan kami akan berubah dari kantor menjadi badan, makanya kami datang ke Batam untuk meminta informasi dan pengalaman disini. Kan, Batam sudah eselon 2,” kata wanita berpangkat melati satu itu.

Staf pengendalian operasional Satpol PP Bontang, Delfi Inggria mengungkapkan rencana pembentukan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) tahun depan. “Ditempat kami pembentukan PPNS masih digodok. Nah, kalau di Batam apakah sudah ada?,” katanya penasaran.

Pertanyaan perempuan cantik berambut pendek tersebut dijawab oleh Kasi Penyidikan dan Penyelidikan, Joko Satrio Sasongko yang juga PPNS Satpol PP Batam. Menurutnya PPNS di Satpol PP Batam fungsinya untuk menunjang kegiatan penegakan perda. “Disini PPNS-nya ada 4 orang. Fungsinya bukan pembinaan didalam, tapi untuk penegakan perda,” jelasnya.

Kedatangan Satpol PP cantik ini adalah kunjungannya yang pertama. Menurut mereka, kota Batam hampir sama dengan kota Balikpapan karena sama-sama berada diwilayah perbatasan. Hanya saja kota Batam lebih maju dibanding Balikpapan.

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

IMG-20140910-01975

POL PP – Praja Khusus (Prasus) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam rupanya membuat penasaran Satpol PP Kabupaten Pariaman, Sumatera Barat. Rabu (10/09) siang rombongan Satpol PP Pariaman yang dipimpin langsung oleh Kasatpol PP, Syafirmen berkunjung ke Kantor Satpol PP Batam di Batam Centre. Kedatangan mereka di sambut langsung oleh sekretaris Satpol PP Batam, Arifin Ibrahim, Kepala Bidang (Kabid) Trantibum, Syafrul Bahri dan Kasubbag Program, Reid Mutarsya.

“Saya membaca artikel kalau Satpol PP Batam punya Prasus, itu maksudnya bagaimana yah apakah ada aturannya sendiri atau bagaimana?,” tanya Kasatpol PP Pariaman, syafirmen penasaran. Pertanyaan tersebut di jawab oleh Kabid Trantibum, Syafrul Bahri. Menurutnya, pencetus Prasus adalah dari Kasatpol PP Batam, Hendri. Hal ini didukung penuh oleh Wakil Walikota Batam, H.M Rudi.

“Kita memang punya pleton khusus yang kami sebut Prasus. Jadi ini memang permintaan Kasat kami. Tugas Prasus menjadi garda terdepan penanganan demo. Ya, Prasus itu satu tingkat diatas pleton yang lain. Nantinya kami juga akan membuat tim SAR (Search And Resque) di Satpol PP Batam,” beber Syafrul.

Syafirmen juga tertarik dengan bidang Linmas Satpol PP Batam. Mereka meminta tips pelaksanaan pilkada. “Dalam waktu dekat ini kami akan melakukan pilkada, mungkin Satpol PP Batam bisa berbagi pengalaman dan tips agar pilkada bisa berjalan lancar,” Tanya syafirmen.

Menurut Syafrul, pelaksanaan pilkada bisa berjalan kondusif karena ada kerjasama dengan berbagai pihak. Seperti KPU, Panwas dan kepolisian.

 

 

 

 

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

DSC_1631

POL PP – 11 pasangan tanpa surat nikah diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam dalam razia Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2002 Tentang Ketertiban Sosial dan Perda Nomor 8 Tahun 2009 Tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan di Kota Batam, Selasa (09/09) malam. Mereka tertangkap basah berada didalam satu kamar berduaan dengan pintu terkunci. Saat petugas meminta bukti surat nikah, mereka tidak bisa menunjukkannya dengan berbagai alasan.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Aparatur Satpol PP Batam, Hendra Felani, kegiatan razia ini atas permintaan RT dan RW serta tokoh masyarakat setempat. “Kita mendapat permintaan lisan dan tertulis dari rt/rw untuk merazia lokasi ini, karena mereka sudah gerah dan tidak bisa ditoleransi lagi,” jelasnya usai razia.

Razia perda yang dilakukan oleh tim gabungan dari Satpol PP, TNI, Polri, Dinas Kependudukan dan Dinas Sosial ini digelar di 3 lokasi di wilayah Kecamatan Lubuk Baja. Yakni Komplek Bumi Indah, Blok IV dan Batam Park.

Selain 11 pasang yang diduga kumpul kebo, petugas juga menjaring 75 orang yang tidak memiliki KTP maupun identitas lain.

“Mereka yang terjaring karena tidak memiliki KTP akan membuat surat pernyataan yang selanjutnya akan ditindak lanjuti oleh Dinas Kependudukan. Sementara pasangan yang kumpul kebo akan kita arahkan ke Dinas Sosial setelah membuat surat pernyataan,” kata Hendra lagi.

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

DSC_1736

POL PP – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam kembali mengangkut gerobak dan stelling liar milik pedagang kaki lima saat patroli rutin di kawasan PT. Panasonic Batam Centre, Selasa (09/09) pagi. 2 unit gerobak dan 2 unit steling lengkap dengan meja kursi dan tenda ditinggal oleh pemiliknya ditrotoar sehingga mengganggu pejalan kaki yang melintas.

“Gerobak dan Steling punya pedagang ini terpaksa kami angkut karena ditinggal di trotoar. Ini menyalahi aturan. Kalo mau jualan silahkan di malam hari, tapi barang-barangnya jangan ditinggal,” ujar Komandan Pleton 4, Asmen.

Menurutnya, pedagang yang memiliki gerobak dan stelling itu sudah tahu jika yang mengangkut barang-barang mereka adalah Satpol PP. “Nanti mereka datang sendiri ke Kantor nanya gerobaknya. Mereka akan membuat surat pernyataan di Kantor untuk tidak meninggalkan barang-barangnya usai jualan,” katanya lagi.

Apabila pedagang masih membandel meninggalkan gerobaknya di lokasi dan waktu yang dilarang, maka barang-barangnya tersebut akan disita lagi dan tidak dikembalikan.

editor bye : dv & rky

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

POL PP – Kasi Pembinaan, Pengawasan dan Penyuluhan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam, Diah Merdu Wulandari, melepas masa lajang. Wanita kelahiran 1 Agustus 1986 itu dinikahi oleh pria keturunan Jawa – Padang, Bambang Febrianto.

Akad nikah berlangsung dikediaman mempelai wanita di Kampung Belimbing, Sei Panas, Jumat (05/08) pagi. Wakil Walikota Batam, H.M. Rudi, SE, MM menjadi saksi dalam moment sakral tersebut.

Sementara resepsi pernikahan diselenggarakan di gedung Kantor Pemuda dan Olahraga (Kanpora) Batam usai shalat Jumat. Sejumlah tamu undangan VIP menghadiri resepsi yang dimulai pukul 14.00 WIB itu. Seperti, Istri Wakil Waliko Batam, Marlin Agustina Rudi. Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Batam itu datang sekitar pukul 5 sore bersama rombongan Ibu-ibu anggota GOW Batam.

Acara pesta pernikahan ini dimeriahkan oleh beberapa persembahan dari anggota Satpol PP. Seperti menyanyi, goyang poco-poco dan atraksi silat dari 5 orang anggota Satpol PP.

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

DSC_1670

POL PP – Menjadi anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) harus memiliki fisik yang kuat dan teruji. Untuk itu, Jumat pagi ratusan anggota Satpol PP mengikuti latihan karate di dataran Engku Putri Batam Centre. Mereka dilatih oleh dua orang anggota Satpol PP yang telah memiliki ilmu karate yang mumpuni, Jonson Manulang dan Afriyetno.

Menurut Jonson yang berpredikat DAN 2, Beladiri karate cukup penting untuk anggota Satpol PP. “Seorang Satpol PP harus bisa ilmu beladiri seperti karate, jadi punya ketahanan fisik yang bagus,” katanya usai latihan. Latihan karate ini tidak hanya diikuti oleh anggota Satpol PP laki-laki, puluhan anggota Satpol PP perempuan juga ikut serta.

Eva, salah seorang anggota Satpol PP wanita mengaku senang bisa mengikuti latihan karate. “Saya semangat kalo latihan karate, soalnya saya memang butuh ilmu beladiri. Intinya saya harus pandai beladiri,” ungkapnya menggebu-gebu. Meskipun usai latihan tubuh eva terasa agak pegal, namun wanita asal Tembilahan Indragiri Hilir Riau  itu mengaku tidak masalah dan tetap semangat.

DSC_1671 DSC_1668

Kegiatan latihan karate ini merupakan agenda Satpol PP setiap Jumat pagi. Sebelum latihan karate dimulai, mereka lari pagi keliling Engku Putri beberapa putaran. Lari pagi ini bertujuan sebagai pemanasan sebelum melakukan gerakan-gerakan pukulan dan tangkisan.

DSC_1661 DSC_1685

editor bye : dv & rky

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

satpol-pp-logo   logo satpol  dan arti

POL PP – Setiap anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) diwajibkan mengenakan atribut lambang Satpol PP yang diletakkan di lengan kanan atas. Lambang dengan warna dasar biru yang berarti Negara kesatuan Negara bahari ini memiliki berbagai arti. Lambang Satpol PP berbentuk tameng atau perisai yang berfungsi sebagai pengayom masyarakat dengan melaksanakan fungsi menciptakan ketertiban umum di kewilayahan.

Gambar yang bentuknya seperti kemudi kapal memiliki arti seorang polisi pamong praja sebagai pembantu kepala daerah wilayah dalam menentukan arah dan tujuan pengabdian kepada bangsa dan Negara. Warna putih berarti suci. Sementara gambar yang bentuknya seperti bunga melati berwarna kuning disebut kusuma bangsa, yang berarti seorang polisi pamong praja agar memberikan keteladanan terhadap anggota  masyarakat dalam hal menegakkan disiplin nasional. Kuning berarti keanggunan.

Gambar padi dan kapas memiliki arti yang berbeda. Padi yang berjumlah 45 butir artinya seorang polisi pamong praja dalam melaksanakan tugas kewajibannya selalu berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 45. Sementara kapas berarti panca prasetya korpri yang bermakna seorang polisi pamong praja dalam berperilaku dan berbicara selalu berpedoman pada Sumpah Prasetya Korpri.

Sehelai pita bertuliskan praja wibawa memiliki makna bahwa polisi pamong praja harus dapat menjadi pengayom dan penegak bangsa. Tinta merah berarti berani. Angka 1950 menandakan bahwa polisi pamong praja lahir pada tahun 1950.

editor bye : dv & rky

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

Permen No.19 TH 2013_tanda-pangkat

POL PP – Taukah anda, di Satuan Polisi Pamong Praja juga memiliki tanda kepangkatan dan golongan. Memang tidak setenar kepangkatan yang ada dikepolisian dan TNI. Namun, kepangkatan ini menunjukan golongan dan unsur pimpinan dalam satuan.

Pangkat tertinggi di Satpol PP adalah lambang 3 bintang berwarna emas. Pangkat ini bisa dikenakan oleh pegawai yang telah memiliki golongan IV/e. Biasanya pangkat ini dikenakan oleh kepala satuan. Untuk menjadi kepala satuan, seorang pegawai minimal telah bergolongan IV/a. Golongan ini ditandai dengan lambang 2 bunga berwarna emas.

Dalam satuan polisi pamong praja juga ada lambang strip atau baris berwarna perunggu, perak dan emas. Sesuai struktur kepemerintahan dibawah kepala satuan adalah kepala bidang (Kabid). Seorang pegawai yang telah bergolongan III/c bisa menjadi Kabid di Satpol PP. Golongan III/c ditandai dengan lambang 3 strip berwarna emas.

Selanjutnya ada Kepala Seksi (Kasi) dan Kepala Sub Bagian (Kasubbag). Baik Kasi maupun Kasubbag adalah jabatan setara di struktur pemerintahan. Seorang Kasi dan Kasubbag minimal telah memiliki golongan III/b atau eselon 4. Golongan ini ditandai dengan lambang 2 strip berwarna emas.

editor bye : dv & rky

No Comments Share Read More
November 2014
S S R K J S M
« Okt    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
Penggunaan Tag Image Photobucket
satpol in action 3

Music

[Playlist musik-melayu not found]

Ubah ke tampilan mobile