Get Adobe Flash player

i
by in Kegiatan

DSC_0584

POL PP – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam dari tim Praja Khusus (Prasus) dan Unit Reaksi Cepat (URC) mengamankan 36 anak punk saat patroli rutin, Rabu (05/11). 5 orang diantaranya masih di bawah umur, dan 4 orang adalah wanita yang juga dibawah umur. Ke-36 anak punk tersebut diamankan di sekitar Winsor dan kawasan Jodoh.

Menurut Kepala Seksi (Kasi) Operasional, Surya Kurniawan Lubis, saat diamankan anak-anak punk tersebut tengah tertidur di markas mereka. Di sekitar mereka banyak ditemukan kaleng lem yang diduga usai mereka gunakan.

“Mereka lagi tidur semua. Kita duga mereka abis nge-lem, karena disitu juga kita temukan kaleng-kaleng lem. Lalu, saat kita bawa ke kantor mereka juga dalam keadaan setengah sadar dan ngomongnya ngelantur,” ujarnya.

Menurut Surya, anak-anak punk ini terpaksa diamankan atas permintaan warga dan polsek Lubuk Baja. Menurutnya, keberadaan anak-anak punk ini sangat meresahkan warga sekitar dan juga wisatawan.

“Ini atas laporan dan permintaan masyarakat serta perangkat kecamatan dan polsek Lubuk Baja. Masyarakat di sana sudah resah karena mereka mengganggu dan dikhawatirkan akan membahayakan keselamatan warga karena mereka berkeliaran,” terangnya.

DSC_0507 DSC_0486

Saat digelandang ke kantor Satpol PP, 3 orang anak punk kedapatan memiliki senjata tajam berupa pisau dan borgol. Satu pisau diselipkan di pinggang celana dan satu pisau lagi diselipkan dikaos kaki. Sementara borgol tangan dan jari didapati di dalam kantong celana seorang anak punk.

“Kita suruh mereka buka baju. Disitu kami menemukan ada anak yang bawa pisau. Satu dibadan yang diselipkan dicelana, dan satu lagi di kaki yang diselipkan di kaos kakinya. Selain itu, ada juga yang punya borgol,” jelas pria yang akrab di sapa Sukil itu.

Seorang anak punk berinisial CS yang masih berusia 11 tahun mengaku diamankan saat sedang tidur bersama temannya berinisial AR (13). CS mengaku sudah 2 minggu kabur dari rumah dan memilih tinggal dijalan bersama AR. CS mengatakan, ia tidak betah tinggal dirumah karena ibunya tidak pernah memberinya uang jajan. CS juga mengaku tidak pernah mengecam dunia pendidikan walaupun sebenarnya ia ingin bersekolah.

“Saya gak betah dirumah. Saya lebih senang main daripada dirumah. Soalnya ibu saya sering marah-marah. Saya juga jarang dikasih uang jajan,” ungkap CS yang tidak terlihat seperti anak punk kebanyakan karena tubuhnya yang putih dan gemuk.

Sementara itu, SM, anak baru gede yang turut digelandang ke markas Satpol PP mengaku dikeluarkan dari sekolah karena sering membolos. “Saya pernah sekolah sampai kelas 8, tapi saya dikeluarin dari sekolah. Dua minggu saya gak masuk sekolah, lalu surat dari sekolah untuk orangtua gak saya kasih ke orangtua saya. Orangtua saya marah besar tapi untungnya saya gak diusir sama ibu saya,” ujar SM yang mengaku nge-kos bersama SS yang juga diamankan oleh anggota Satpol PP.

Menurut Surya, Seluruh anak punk yang diamankan akan membuat surat pernyataan bahwa mereka tidak akan berkeliaran lagi dijalan. Selanjutnya, mereka diserahkan ke Dinas Sosial dan Pemakaman Kota Batam.

“Tugas kami hanya pengawasan dan pembinaan. Selanjutnya kami serahkan ke Dinas Sosial. Apakah mereka akan dipulangkan langsung atau di inapkan di Dinsos, itu merupakan kewenangan Dinas Sosial,” tutupnya.

DSC_0578

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

IMG_20141103_084259

POL PP – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam memiliki pasukan khusus yang di sebut Prasus (Praja Khusus). Prasus ini sengaja dibentuk untuk menangani hal-hal yang sifatnya krusial. Anggota Prasus berjumlah 50 orang. Angka ini diambil sesuai tahun lahir Satpol PP yakni tahun 1950.

Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Aparatur yang juga Komandan Prasus, Hendra Felani mengatakan, 50 orang anggota Prasus adalah anggota Satpol PP yang terbaik dan telah dipilih. Mereka juga telah melalui sejumlah pelatihan di Polresta Barelang dan Yonif 134.

“Mereka adalah anggota terbaik yang dipilih oleh tim dari Yonif 134 dan Polresta Barelang. Selama 2 bulan mereka di didik mulai dari fisik, mental dan kedisiplinan. Mereka juga dibekali ilmu beladiri seperti silat dan tarung drajat serta PHH,” terangnya.

Menurut Hendra, tugas yang diemban oleh Prasus lebih berat dibandingkan dengan anggota Satpol PP yang lain. “Mereka menjadi garda terdepan saat ada demonstrasi. Kalau di kepolisian ada Brimob, di TNI ada Kopasus, Satpol PP punya Prasus,” jelasnya.

DSC_0412 DSC_0419

Selain sebagai tameng, sebagian anggota Prasus ditempatkan di kediaman Walikota Batam dan Wakil Walikota Batam. Mereka juga bertugas menjaga kantor-kantor pemerintahan kota Batam.

Anggota Prasus diberikan tanda khusus berupa lambang burung gagak hitam yang disematkan di dada kanan mereka. Gagak hitam melambangkan kecerdasan, perilaku yang baik dan kerjasama, siap diterjunkan siang ataupun malam dan tidak mengenal waktu dalam menengakan peraturan daerah. Latar belakang merah memiliki arti keberanian. Warna hitam melambangkan kekuatan dan harga diri. sementara warna putih berarti keamanan dan persatuan.

PRASUS UKURAN ASLI

“Seluruh anggota Prasus kita beri tanda gagak hitam. Itu yang membedakan mana yang prasus dan mana yang pleton biasa,” ujarnya.

Hendra menambahkan anggota Prasus juga harus siap saat dibutuhkan kapan saja dan disaat darurat, seperti tawuran anak sekolah yang pernah terjadi beberapa waktu lalu di wilayah Batam Centre.

DSC_0264 DSC_0286

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

himbauan minimarket2

POL PP – Bulan November ini Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam akan menggelar razia Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2009 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar di Kota Batam. Sasarannya adalah pusat perbelanjaan, department store, supermarket maupun minimarket yang tidak memiliki izin usaha dari Walikota atau instansi yang ditunjuk.

Aturan kepemilikan izin usaha tersebut tertuang dalam pasal 27 ayat 1 yang berbunyi setiap orang atau badan usaha yang akan menyelenggarakan usaha pasar tradisional, pusat perbelanjaan dan pasar modern wajib memiliki izin dari Walikota ataupun Pejabat yang ditunjuk.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Aparatur, Hendra Felani, pihaknya mendapat banyak laporan bahwa minimarket di Kota Batam banyak yang tidak memiliki izin usaha. Padahal, mereka sudah melakoninya selama bertahun-tahun.

“Ini sesuai arahan pimpinan, karena pimpinan juga menerima banyak laporan usaha minimarket banyak yang tidak mengantongi izin. Kalau dibiarkan orang lain akan ikut-ikutan sementara aturannya sudah jelas ada,” ungkapnya.

Hendra mengaku, sebagai bentuk ketegasan saat razia nanti Satpol PP akan menyegel langsung minimarket yang tidak memiliki Izin Usaha Toko Modern (IUTM). Penyegelan ditandai dengan Pol PP line atau garis kuning Satpol PP dan ditempelkan surat himbauan untuk segera mengurus perizinan ke Walikota maupun instansi yang ditunjuk.

“Minimarket yang tidak memiliki izin akan langsung kita segel dengan Pol PP Line. Mereka juga akan membuat surat pernyataan bahwa mereka bersedia mengurus proses perizinan. Untuk proses awal, mereka cukup meminta izin domisili usaha dari Kecamatan. Jika sudah mengantongi izin, mereka bisa membuka segel tentunya diawasi oleh PPNS dan pihak kecamatan,” tegasnya.

Hendra mengatakan, Jika pemilik minimarket berusaha membuka sendiri segel tanpa pemberitahuan dan belum mengantongi izin usaha, maka pemilik usaha minimarket tersebut akan dilaporkan ke pihak yang berwajib. Karena yang bersangkutan melanggar hukum.

“Kami akan mengawasi minimarket yang telah disegel melalui pihak kecamatan. Jadi jangan sekali-kali berusaha untuk membuka segel kami tanpa sepengetahuan Satpol PP, PPNS dan pihak Kecamatan, tegasnya lagi”

Hendra juga mengatakan, tujuan kegiatan razia Perda ini adalah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batam dan tertib administrasi usaha took modern. “Kalau pengusaha minimarket ataupun supermarket punya izin, otomatis ada PAD yang masuk,” tutupnya.

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

DSC_0450

POL PP – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam menerima kunjungan kerja dari Satpol PP Kota Depok, Kamis (30/10) pagi. Rombongan sebanyak 34 orang ini dipimpin langsung oleh Kasatpol PP Depok, Nina Suzana. Kunjungannya ke Batam adalah yang pertama kalinya bagi Satpol PP Depok termasuk Nina. Wanita yang belum genap setahun menjabat sebagai kepala satuan ini mengaku tercengang melihat Kota Batam yang bersih dan tidak dikerumuni oleh Pedagang Kaki Lima (PKL).

“Batam luar biasa yah tidak ada PKL seperti di Depok, semua bersih,” ungkapnya penuh takjub melihat jalan-jalan disekitar Batam mulai dari Bandara Hang Nadim ke Kantor Satpol PP di Batam Centre.

Melihat tidak banyaknya PKL di sepanjang jalan Nina memulai Tanya jawab. Nina bertanya bagaimana Satpol PP Kota Batam bisa menertibkan para PKL sehingga tidak terlihat berserakan di pinggir jalan.

DSC_0424 DSC_0428

Kepala Bidang (Kabid) Penegak Perundang-undangan Daerah Kota Batam, M. Teddy Nuh langsung menjawab. Menurut Teddy, PKL di Kota Batam masih banyak, namun tidak sebanyak di Kota Depok. Patroli rutin setiap hari yang digalakkan membuat PKL berfikir ulang untuk menjajakan dagangannya di tempat dan waktu yang dilarang.

“Disini juga masih banyak PKL yang bandel, tetapi mungkin tidak sebanyak di Depok. Karena kita terus melakukan patroli keliling Batam,” jawabnya.

Kasatpol PP Depok, Nina mengaku kedatangannya ke Satpol PP Batam sangat penting. Oleh karena itu ia membawa seluruh Kepala Seksi (Kasi) Trantib di 13 Kecamatan yang ada di Kota Depok.

“Saya sengaja mengajak semua Kasi Trantib di Kecamatan biar tahu kondisi kebijakan dan tupoksi Satpol PP di Batam. Kasi-kasi saya banyak yang ngeluh kekurangan anggota. Mungkin itu tidak terjadi di Batam,” jelasnya sambil bergurau.

Kabid Trantibum Satpol PP Batam, Syafrul Bahri mengatakan, di tingkat Kecamatan sudah ada Kasi Trantib, anggotanya adalah anggota Satpol PP yang di BKO-kan pada masing-masing tingkat Kecamatan tersebut.

“Kasi Trantib memegang peranan penting di tingkat Kecamatan. Mereka bisa melakukan penindakan langsung untuk hal yang kecil-kecil. Tentunya harus sepengetahuan Camat. Kalau yang besar-besar tentunya dilakukan di tingkat Kota dan tim terpadu,” katanya.

DSC_0476 DSC_0463

 

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

IMG_20141014_080259 bursa kerja IMG_20141014_080425

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

IMG_20141015_095418

Pol PP – Wakil Walikota Batam, HM. Rudi, SE, MM memimpin patroli rutin Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam, Rabu (15/10) pagi. Wakil Walikota Batam yang didampingi Kepala Satuan (Kasat) Pol PP Batam, Hendri, tidak segan-segan duduk di mobil patroli berkeliling wilayah Nagoya – Jodoh. Ratusan personil Satpol PP dikerahkan untuk ikut patroli bersama Wakil Walikota Batam menggunakan 6 (enam) unit mobil lori patroli.

Wakil Walikota Batam mengatakan, Kegiatan ini ia lakukan untuk mengetahui lokasi mana saja yang masih ditempati Pedagang Kaki Lima (PKL) dan harus segera ditertibkan.

“Kita rapikan seluruh kota mulai dari Jodoh, Nagoya, Sagulung, Batu aji dan lain-lain. Kita rapikan dengan sopan santun. Lebih baik mencegah daripada menindak. jangan sampai sudah jadi semua baru ditindak,” ucapnya.

Wakil walikota batam,Rudi,SE juga meminta kepada Kasatpol PP agar anggotanya rutin melakukan patroli ke seluruh wilayah. Rudi menargetkan, tahun 2015 tidak ada lagi rumah liar baru bermunculan ataupun PKL yang berada dikawasan terlarang.

“Saya ingin menunjukan bahwa Satpol PP itu ada. Tiap hari diatur patrolinya. Jangan pernah arogan, tapi tegas. Saya tidak mau ada perlawanan dari masyarakat. Mereka harus kita rangkul,” tegasnya lagi.

Wakil walikota batam juga mengaku ingin menghidupkan kembali tim bersama atau tim terpadu yang diketuai oleh Asisten pemerintahan, Raja Supri dengan wakilnya Kasatpol PP, Hendri.

“Kita gandeng instansi lain. Kalau ada bangunan baru langsung ditindak tanpa harus menunggu prosedur. Tapi kalau bangunan lama, harus kordinasi dengan Kasatpol PP dan instansi lain seperti polisi dan TNI,” jelasnya.

Sementara itu Kasatpol PP, Hendri, mengatakan, Satpol PP selama ini sudah melakukan patroli rutin.

“Ini patroli umum. Saat ini kita mendampingi Wakil Walikota untuk melihat situasi dan kondisi wilayah Jodoh – Nagoya apakah masih banyak PKL dan rumah liar,” kata mantan Camat Batu Ampar itu.

Menurut Hendri, Wakil Walikota Batam memberikan arahan kepada Satpol PP untuk menindak lanjuti rumah-rumah liar dan kios-kios liar yang melanggar Peraturan Daerah (Perda) yang selama ini sudah diberikan peringatan. Hal tersebut untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat.

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

DSC_0527

POL PP – Sebanyak 4 (empat) gerobak rokok dan 3 ( tiga) gerobak ayam penyet lengkap dengan meja dan puluhan kursi plastik milik Pedagang Kaki Lima (PKL) diangkut oleh Satuan Polisi Pamong Praja (satpol PP) Kota Batam saat patroli di sekitar Nagoya dan Jodoh, Selasa (14/10). Barang-barang milik PKL tersebut diangkut dengan 4 lori oleh tim Satpol PP dari pleton 1a dan 3a yang di pimpin langsung oleh Kasi Operasional, Surya Kurniawan Lubis.

Menurut pria yang akrab di panggil Sukil itu, timnya terpaksa mengangkut gerobak milik PKL karena sudah berkali-kali diberikan surat peringatan untuk tidak meninggalkan barang-barang dagangannya di tempat dan waktu yang dilarang. “Nagoya itu kan kawasan bisnis dan mau ditata untuk tempat wisata. Kemarin kami sudah berikan peringatan terakhir, tapi mereka tetap juga masih meninggalkan gerobaknya, makanya sekarang kita angkut,” jelasnya.

DSC_0549 DSC_0560

Sukil mengatakan, pemilik gerobak tidak ada yang melawan saat barang-barangnya diangkut. “Mereka tidak bisa berbuat apa-apa, karena mereka sudah kita kasih peringatan tapi mereka tidak menghiraukan. Jadi mereka saya himbau untuk datang ke Mako mengambil barang-barang mereka yang kita angkut,” tegasnya.

Dalam patroli rutin tersebut, petugas juga memberikan peringatan awal kepada PKL yang meninggalkan gerobak dan stelling mereka. peringatan ditandai dengan coretan bertuliskan “Pindahkan” yang kemudian ditandatangani oleh Satpol PP di gerobak mereka.

DSC_0578 DSC_0573

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

image (4)

POL PP – Kota Batam kembali mendapat kunjungan kerja dari Satpol PP daerah lain. Kamis (09/10) pagi, giliran Satpol PP Kab.Bogor yang berkunjung. Rombongan dipimpin langsung oleh Kepala Satuan (Kasat).

Kasatpol PP Kab.Bogor, H.Tb.A.Luthfi Sya mengaku, tujuan datang ke Kantor Satpol PP Batam adalah untuk mempelajari lebih dalam Praturan daerah (Perda) yang menyangkut Satpol PP dan Membahas masalah Ketertiban Umum di Kota Batam ini. “Kami sengaja datang kesini mengetahui tentang Perda Ketertiban Umum ,dan sekaligus mempererat tali silaturahmi,” ujar Kasat Pol PP Kab.Bogor.

DSC_0192 DSC_0199

Pertanyaan Lutfhi dijawab oleh Kasat POL PP Kota Batam, Hendri S.Sos. Menurutnya, produk perda yang digunakan berasal dari bangian hukum pemerintah kota Batam. “Kita gak punya produk Satpol sendiri. Semuanya dari bagian hukum pemko Batam, dan yang saya lihat dari media electronic dan media massa di Kab.bogor banyak masyarakat yg beroperasi di daerah puncak, di kab.bogor sendiri bagaimana dalam mengatasi tersebut ? “ ujar Kasatpol PP Kota Batam.

Menurut pria yang berpangkat bintang satu itu,di Kab.Bogor sangat sering kami melakukan penertiban yang ada didaerah Puncak, karena disitulah para Ruli/Kili yang masih banyak melakukan operasi didaerah tersebut “Puncak salah satu tempat wisata,makanya banyak masyarakat yg berbondong-bondong untuk berjualan di daerah tersebut, tetapi dalam mengatasinya , kami tetap melakukan pengawasan agar masyarakat tidak lagi bisa beroperasi ditempat tersebut. ” tanyanya.

No Comments Share Read More

No Title

07 Okt
2014
by in Kegiatan

C360_2014-10-07-10-22-09-049

C360_2014-10-07-10-35-46-289

IMG20141007095425

IMG20141007095509

 

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

DSC_0121

POL PP – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam menggelar razia Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah, Jumat (03/10). Razia dilakukan di 3 (tiga) titik di Kecamatan Lubuk Baja. Yakni, pertokoan komplek Bumi Indah dan sekitarnya, pertokoan belakang DC Mall dan sekitarnya serta kawasan Nagoya Newton.

Kepala Bidang (kabid ) Sumer Daya Aparatur, Hendra Felani mengatakan, sesuai perda kebersihan tersebut, warga maupun pemilik pertokoan dilarang menumpuk dan menyimpan sampah dijalan, jalur hijau, taman, kali, sungai, hutan lindung, fasilitas umum dan tempat lain sejenisnya yang mengganggu kepentingan umum.

“Pemilik toko tidak boleh menempatkan barang-barang yang masih bernilai ekonomis ataupun bekas di row jalan, karena mengganggu jalan,” jelasnya.

Hendra juga mengatakan, sebelum menggelar razia perda ini pemilik took sudah di berikan himbauan untuk tidak meletakkan barang-barangnya diluar took mereka. Selain itu, himbauan tersebut juga berisi agar pemilik took menyediakan tong sampah dan pot bunga untuk penghijauan.

“Kami sudah berikan himbauan. Tim kami sudah kesana untuk menyebarkan surat himbauan. Tapi ternyata, masih banyak juga yang masih melanggar dan tidak mengindahkan himbauan kami,” tutur mantan lurah Lubuk Baja Kota itu.

DSC_0153 DSC_0136

Dalam razia perda kali ini, pemilik toko maupun kios banyak yang mendapat surat pernyataan. Di lokasi Komplek Bumi Indah sebanyak 18 toko yang tidak memiliki tong sampah dan 12 toko menjual barang dagangannya hingga ke badan jalan. Untuk lokasi Nagoya Newton dan sekitarnya sebanyak 13 toko tidak menyediakan tong sampah dan pot bunga di depan tokonya serta 5 toko menempatkan barang dagangannya hingga ke jalan umum. Sementara di wilayah pertokoan belakang DC Mall sebanyak 16 toko masih membandel tidak menyediakan bak sampah dan 5 toko menempatkan barang dagangannya di area jalan umum.

“Mereka yang melanggar untuk sementara kita berikan surat pernyataan. Tapi tentunya masih kita awasi. Kalau masih juga melanggar, mereka bisa terancam pidana minimal 3 (tiga ) bulan kurungan penjara atau denda maksimal Rp. 2,5 juta,” tambahnya.

Dalam razia ini, petugas juga mengangkut 10 gerobak dan tenda-tenda milik pedagang kaki lima yang ditinggal oleh pemiliknya. Gerobak dan tenda lengkap dengan meja dan kursi kayu tersebut langsung di bawa ke kantor Satpol PP. pemiliknya bisa mengambil kembali barang-barang mereka setelah membuat surat pernyataan di kantor Satpol PP.

 

No Comments Share Read More

Fatal error: Call to undefined function wp_pagenavi() in /var/www/html/skpd2014/wp-content/themes/nongsa/index.php on line 9