Get Adobe Flash player

i
by in Kegiatan

 

image (4)

POL PP – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam kembali mendapat kunjungan kerja dari Satpol PP daerah lain. Rabu (24/09) pagi, giliran Satpol PP Kota Lampung Selatan yang berkunjung. Rombongan dipimpin langsung oleh Kepala Satuan (Kasat).

Kasatpol PP Lampung Selatan, Suryadi mengaku, tujuan datang ke Kantor Satpol PP Batam adalah untuk mempelajari lebih dalam Praturan daerah (Perda) yang menyangkut Satpol PP. “Kami sengaja datang kesini untuk belajar perda-perda. Karena masih banyak perda yang belum kami miliki,” ujar Pria yang masih berstatus polisi di Polda Lampung itu.

Menurut pria berpangkat Kompol itu, di Lampung Selatan belum ada perda tentang ketertiban sosial dan perda tentang ketertiban umum. “kalau di Batam perdanya bikin sendiri atau bagaimana,” tanyanya.

Pertanyaan Suryadi dijawab oleh Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Aparatur Satpol PP Batam, Hendra Felani. Menurutnya, produk perda yang digunakan berasal dari bangian hukum pemerintah kota Batam. “Kita gak punya produk Satpol sendiri. Semuanya dari bagian hukum pemko Batam,” jelasnya.

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

DSC_0001

POL PP – Puluhan massa dari Organisasi Persatuan Anak Tempatan (Perpat) Kota Batam menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Batam, Senin (22/09). Mereka menuntut pemerintah menertibkan gelanggang permainan ketangkasan elektronik (gelper) yang kian menjamur di Batam.

“Pemerintah harus segera tertibkan gelper di kota ini,” kata salah seorang orator.

Orasi yang digelar dalam unjuk rasa kali ini terbilang singkat. Selang beberapa menit mereka berorasi, perwakilan massa langsung dipanggil ke dalam Kantor Wali Kota Batam untuk diajak berdiskusi oleh para pejabat terkait.

Unjuk rasa yang digelar pagi ini tergolong tertib. Aparat kepolisian dan 2 pleton dari Satpol PP Batam berjaga ketat.

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

DSC_0508

POL PP – Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam, Tengku Fetti memberikan cenderamata kepada Wakil DWP Satpol PP Batam, Nurhalifah Syamsuri dalam agenda arisan bulanan, Kamis (18./09) siang. Cendramata tersebut merupakan kenang-kenangan sekaligus ungkapan terima kasih dari DWP Satpol PP. Pasalnya, suami Nurhalifah, Syamsuri yang sebelumnya menjabat sebagai sekretaris Satpol PP Batam pindah tugas menjadi Camat Nongsa.

Menurut Tengku Fetti, kegiatan DWP Satpol PP kali ini sebenarnya adalah acara pisah sambut antara Wakil DWP yang lama ke yang baru. “Seharusnya ini acara pisah sambut, tapi karena bu Sri Mulyati sakit, sehingga acara ini hanya acara perpisahan bu Nurhalifah saja,” jelas Kepala SMP Negeri 31 Batam itu.

DSC_0467 DSC_0490

Sebagai ketua DWP Satpol PP, Tengku Fetti mengucapkan banyak terima kasih kepada Nurhalifah atas partisipasinya selama ini sebagai wakilnya. “Saya sebagai ketua DWP berterima kasih dan meminta maaf jika ada kesalahan yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Semoga ditempat yang baru bisa lebih sukses,” ungkapnya.

Usai acara perpisahan, ibu-ibu DWP Satpol PP melanjutkan acara dengan pengocokan arisan bulanan dan makan-makan bersama. Meski digelar secara sederhana, namun kekompakan sangat terasa antara istri pegawai Satpol PP dan staf Satpol PP.

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

DSC_0537

POL PP – Alun-alun Dataran Engku Putri Batam Centre Jumat (19/09) pagi tampak semarak. Ratusan personil anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam tengah melakukan senam pagi. Marlisa Oktaviani yang juga anggota Satpol PP didampuk menjadi isntruktur senam. Kegiatan senam pagi ini memang menjadi agenda rutin Satpol PP sebelum memulai aktifitas.

Mulai dari anggota, staf dan pejabat di Satpol PP terlihat semangat mengikuti aerobik yang dilakukan di depan Astaqa. Dentuman musik dari sound sistem yang mengalun kencang menambah semangat para personil yang sudah berkumpul sejak pukul 06.30 pagi.

DSC_0608 DSC_0542

Anggota Satpol PP terlihat antusias mengikuti setiap gerakan yang dipandu oleh Ica, panggilan akrab Marlisa Oktaviani. Untuk menambah semangat pagi itu, Ica bahkan memutar lagu morena lengkap dengan goyangan ala artis cantik Syahrini.  kegiatan pagi ini ditutup dengan sarapan bersama.

DSC_0529  DSC_0555

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

IMG-20140918-02030 (1)

POL PP – Tim dari pleton 1 Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam mengamankan 7 orang waria di Sei Panas dan Batu Ampar saat patroli rutin, Kamis (18/09). 6 orang diantaranya diamankan saat mangkal jam 3 dinihari disekitar Koin Centre. Sementara 1 orang lagi di dekat polsek Batu Ampar. Ke-7 bencong ini langsung dibawa ke Kantor Satpol PP di Batam Centre. Mereka diinapkan satu malam sebelum dibawa ke Dinas Sosial Batam.

Menurut Kasi Operasional, Surya Kurniawan Lubis, kegiatan mereka yang berkeliaran di malam hari meresahkan masyarakat. “Banyak laporan masyarakat kalau mereka mengganggu ketertiban umum dan memberikan contoh yang tidak baik untuk pertumbuhan pemuda, makanya mereka kita amankan,” jelasnya.

IMG-20140918-02033 (1)

Caca, seorang waria yang diangkut mengaku baru 6 bulan berkeliaran di Batam. Sebelumnya, ia mencari nafkah sebagai seorang penjaja seks waria di Malaysia. Caca bahkan telah melakukan operasi payudara dan bokong sebesar Rp. 18 juta di Thailand.

“Aku operasi tahun 2008 di Thailand 7000 ringgit, pacar aku yang bayarin. Walaupun dia punya istri dan anak, tapi kami sempat pacaran dua tahun. Ya, aku jadi simpenannya gitu deh,” ungkap pria berusia 24 tahun itu.

Pengakuan lain dilontarkan oleh Bening yang memiliki nama asli Herianto. Pria berusia 21 tahun ini mengaku tarifnya hanya Rp. 50 ribu. Ia mengaku baru satu minggu di Batam. Sebelumnya, ia menjadi waria di Malaysia. Karena habis masa berlaku pasportnya, ia kembali ke Batam untuk memperpanjang. Namun sayang, ia keburu ditangkap oleh Satpol PP.

“Saya baru seminggu disini mau perpanjang passport soalnya mau balik lagi ke Malaysia, eh malah ditangkep, apes deh saya,” celotehnya saat di Kantor Satpol PP. Menurut pria yang mengaku mengalami kelainan seks sejak sekolah dasar itu, menjadi waria di Malaysia lebih menjanjikan. “Kalo di Malaysia tarifnya 300 ringgit, bisa cepet kaya. Soalnya, saya kan carinya apek-apek kaya, bukan brondong,” jelasnya.

Berdasarkan pengakuan 7 orang waria tersebut, mereka mengalami kelainan seksual sejak sekolah dasar. Bahkan, satu diantaranya ada yang sudah memakai pakaian perempuan sejak kelas 1 SD. Mereka mengaku awalnya menjadi cibiran orang-orang sekitar. Meski sempat sakit hati,  namun, lama-kelamaan mereka sudah terbiasa dan memilih untuk meninggalkan kota kelahiran mereka. Mereka juga mengatakan orangtua mereka memilih pasrah dan membeiarkan mereka menentukan jalan mereka sendiri.

Para waria yang diamankan membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan mereka lagi. Jika kedapatan mereka masih mangkal dipinggir jalan dan mengganggu ketentraman masyarakat, maka mereka akan langsung dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing oleh Dinas Sosial.

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

IMG_20140917_085424

POL PP –  Sebanyak 250 orang tim terpadu yang terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam, TNI, Polri, dan SKPD terkait melakukan penertiban kios liar dan pasar kaget di persimpangan Batu Besar Nongsa, Rabu (17/09) pagi. Dalam penertiban ini tidak ada perlawanan dari pemilik kios liar.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Ketertiban Masyarakat dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Batam, Syafrul Bahri, Penertiban dilakukan sudah sesuai prosedur. Mulai dari sosialisasi ditingkat kelurahan, pemberian surat peringatan pertama hingga surat peringatan pembongkaran.

“Awalnya disana ada 103 kios. Tapi sudah kita berikan pemberitahuan mulai dari pendekatan persuasif hingga pemberian surat peringatan. Alhamdulillah, mereka mau mengerti dan membongkar sendiri kios liar mereka. Sisanya tinggal 10 kios saja. Nah, itulah yang kita bongkar,” jelasnya usai melakukan penertiban.

Syafrul mengatakan, lokasi tersebut akan dijadikan bahu jalan oleh pemerintah Kota Batam. “Dari pemko melalui Kementrian Pekerjaan Umum rencananya dilokasi itu akan di bangun dua jalur, mulai dari simpang bandara ke simpang Batu Besar. Nah, lokasi yang kita gusur akan dibangun bahu jalan,” tuturnya.

Selain kios liar dan pasar kaget, dilokasi tersebut juga ada pos polisi dan mushalla yang juga akan dibongkar. Namun, pembongkaran kedua bangunan tersebut menunggu bangunan pos polisi dan mushalla pengganti selesai dibangun.

“Disana juga ada pos polisi dan mushalla, dan itu akan kita robohkan. Tapi, masih menunggu bangunan penggantinya selesai. Rencananya disana akan dibangun taman,’ tutupnya.

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

POL PP – Innalillahi Wa innailaihi Rajiun. Berita duka kembali datang dari keluarga besar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam. Orangtua dari pegawai Satpol PP, Ahmad Darsah, Hj. Halimah meninggal dunia. Beliau tutup usia di umur 80 tahun di Bengkalis, Riau pada Senin 15 September 2014 pukul 20.00 WIB.

Ahmad Darsah yang merupakan staf sekretariat Satpol PP Kota Batam langsung bertolak ke Bengkalis sesaat setelah mengetahui kepulangan ibunda tercinta ke rahmatullah. Kasubbag Program, Reid Mutarsya mengatakan, segenap pimpinan beserta jajaran staf mengucapkan belasungkawa kepada Darsah. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan kesabaran.

“Kami keluarga besar Satpol PP turut berbelasungkawa atas meninggalnya ibu dari pegawai kami ahmad Darsah. Mudah-mudahan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran,” ucapnya di kantor Satpol PP Kota Batam di Batam Centre.

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

20140915_163736 POL PP – Kegembiraan terlihat jelas pada raut wajah 11 orang anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Putri Kota Batam saat menerima piala dari Kepala Bidang (Kabid) Penegakan Perundang-undangan Daerah (PPUD) Satpol PP Batam, M. Teddy Nuh, Senin (15/09) sore usai apel. Mereka dinyatakan keluar sebagai juara 1 lomba gerak jalan beregu kategori 8 km SKPD Batam yang diselenggarakan Kantor Pemuda Dan Olahraga (Kanpora) akhir Agustus 2014 lalu.

Dengan penuh bangga Teddy mengucapkan selamat kepada Satpol PP putri atas kemenangan mereka.  “Selamat ya, pertahankan kemenangan kalian. Latihan kalian selama ini tidak sia-sia,” ujarnya saat memberikan piala kepada ketua regu, Rici. Selain mendapatkan piala, mereka juga mendapatkan piagam penghargaan dan uang tunai sebesar Rp. 5.000.000.

20140915_163828 20140915_163746

Sebagai ketua regu, Rici mengaku sangat senang bisa menjuarai lomba gerak jalan beregu tingkat kota Batam ini. Pasalnya, ini adalah perlombaan pertama yang mereka ikuti.

“Seneng banget kami bisa menang. Latihan kami selama satu bulan terbayar dengan kemenangan ini,” ungkapnya.

Tidak hanya putri, Satpol PP putra juga meraih juara kategori unik 8 km. Piagam penghargaan dan uang tunai sebesar Rp. 2.000.000 diberikan langsung oleh Kasi Operasional, Surya Kurniawan Lubis. Saat perlombaan, anggota satpol pp dari pleton 4 memakai pakaian adat. Kostum yang mereka kenakan itu menarik perhatian juri dan warga Batam. Menurut Sahril, kostum adat yang mereka kenakan adalah ide bersama. “Kami ingin tampil beda dan menarik, makanya kami pakai baju-baju adat. Ada Jawa, Padang, Batak, Melayu dan Papua,” sebutnya.

20140915_163930

 

piagam gerak jalan

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

POL PP – Innalillahi Wa inna Ilaihi Rajiun. Berita duka datang dari anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam Hamka Haskim. Putra ke-3 nya berpulang ke rahmatullah, Senin pukul 07.00 WIB. Dari hasil diagnosis,  bayi laki-laki yang baru berusia 1 hari itu meninggal karena jantungnya tidak normal.

Menurut Hamka, putranya lahir belum genap 9 bulan. “Anak saya lahir baru 8 bulan, jadi belum cukup umur untuk lahir,” jelasnya. Hamka mengatakan, istrinya melahirkan Minggu pukul 11.00 WIB dengan seorang bidan di Belakang Padang. Karena kondisinya yang tidak stabil, anaknya yang telah diberi nama Ahmad Abdullah Hamka itu langsung dilarikan ke puskesmas di Belakang Padang. Sayang, dokter setempat mengatakan kalau jantung bayinya tidak normal.

“Mungkin karena sudah kehendak Allah, anak saya meninggal dunia. Saya pasrah, mungkin ini yang terbaik untuk saya dan keluarga dan juga bayi saya,” ucapnya lirih. Hamka juga mengaku tidak pernah melakukan cek USG, sehingga ia terlambat untuk mengetahui kondisi jabang bayi saat masih dalam kandungan.

“Istri saya gak pernah di USG, makanya saya dan istri saya tidak tahu. Tapi saya pasrah dan tidak menyesal. Mungkin ini memang jalannya,” tuturnya usai mengebumikan buah hatinya pukul 11.30 WIB di pulau Skanak.

Sebagai ungkapan belasungkawa, anggota Satpol PP dari pleton 5 langsung menuju Belakang Padang untuk takjiah ke rumah duka. Komandan Pleton (Danton) 5, Surianto mengatakan, 33 orang anggota Satpol PP dikirim langsung untuk belasungkawa.

“Tadi pagi setelah apel, 33 orang anggota dari pleton 5 langsung ke Belakang Padang. Mereka datang untuk memberikan support ke Hamka,” katanya.

Sebagai Danton 5, Surianto juga berpesan kepada Hamka untuk bersabar dan tidak larut dalam duka. Sehingga Hamka bisa kembali beraktifitas dan bertugas bersama anggota Satpol PP yang lain.

 

 

No Comments Share Read More
by in Kegiatan

IMG20140912095529 POL PP – Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam dari pleton 1 terpaksa memberikan surat peringatan (SP) pertama kepada seorang warga Bengkong Dalam bernama Nur. Wanita ini membangun kios liar didepan rumahnya sehingga mengganggu pengguna jalan. Awalnya, Nur meminta petugas Satpol PP untuk menertibkan kios liar milik pedagang ayam penyet yang juga berada didepan rumahnya. Nur mengaku pemilik ayam penyet tidak meminta izin kepadanya untuk berjualan, tapi justru membayar uang sewa kepada RT setempat. Menurut komandan pleton (Danton) 1, Raja Ismail, pemilik ayam penyet tidak terima jika hanya ia yang mendapat surat peringatan. Pemilik gerobak ayam penyet juga meminta agar pemilik rumah juga diberikan surat peringatan. Pasalnya, kiosnya sama-sama mengganggu pengguna jalan. “Yang punya ayam penyet ga terima kalau cuma dia yang dikasih SP, makanya si Ibu yang punya rumah juga kita kasih SP, walaupun awalnya dia yang minta kami untuk kasih SP ke tukang ayam penyet,” tuturnya. IMG20140912095827  IMG20140912095614 Selain memberikan SP1 kepada pedagang ayam penyet dan pemilik rumah yang penjual pulsa, tim dari Pleton 1 juga mengecek 2 bangunan liar yang berada di kawasan Bukit Senyum Batu Ampar. Menurut Raja Ismail, bangunan yang akan digunakan untuk bengkel itu sudah diberikan SP bongkar, namun hingga kini belum juga dibongkar oleh pemiliknya. “Kita sudah kasih SP bongkar dan meminta pemiliknya datang ke kantor. Tapi sampai saat ini belum juga datang. Kita tunggu saja instruski pimpinan selanjutnya,” jelasnya usai melakukan patroli rutin, Jumat (12/09).

No Comments Share Read More