Komisi E DPRD Surabaya Membahas Human Trafficking Ke DPRD Batam

IMG_7061

Penyerahan Cindera Mata Oleh Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Drs.Ides Madri,MM (sebelah kiri) dengan Wakil Ketua Komisi E Kota Surabaya Suli Daim,Mpd. Dalam Rangka Kunker Komisi E DPRD Kota Surabaya terkait Human Trafficking

Batam – Anggota Komisi E DPRD Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur mendatangi Komisi IV DPRD Kota Batam guna membahas Perdaganggan Manusia/perempuan (Human Trafficking) yang semakin marak di Kota Pahlawan itu (22/5/2015). Pertemuan yang berlangsung Dua jam di Ruang Rapat Serbaguna DPRD Kota Batam ini lebih membahas bagaimana Pemerintah Kota Batam menerapkan Perda tentang pencegahan perdagangan manusia.

Di Dalam Pertemuan tersebut Wakil Ketua Komisi E sekaligus ketua rombongan DPRD Kota Surabaya, Suli Daim,Mpd, menuturkan bahwa jumlah trafficking khususnya perdangan perempuan sudah sangat tinggi di Surabaya. Hasil survey yang dilakukan hotline┬áPendidikan Kota Surabaya berjumlah 44%, sedangkan korelasinya dari temuan Polda Jawa Timur 20% korban adalah pelajar. Modusnya pun berbagai macam salah satunya melalui modus pelatihan kerja dan disalurkan ke luar negeri.”Masalah ini sudah sangat memprihatinkan di kota kami,pak. Jadi kami mohon masukkannya agar Perda yang dibuat benar-benar efektif dan berguna bagi masyarakat,” terang Suli dihadapan Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam.

Anggota Komisi 4 DPRD Kota Batam, Drs. Ides Madri,MM yang memimpin pertemuan tersebut serta didampingi Fauzan dan Kepala sub bidang Pembinaan Ketahanan Keluarga, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Kota Batam, Sitti Okteberia,SKM,M.Si, memaparkan bahwa di Batam sudah memiliki Perda No.5 Tahun 2013 untuk mengatur pencegahan dan penanganan korban perdagangan perempuan dan anak. Perda ini muncul akibat dari banyaknya jumlah pelabuhan tikus yang ada di Batam sehingga dimanfaatkan mafia perdagangan manusia untuk menjalankan aksinya. “Temuan kasus ini sudah sering kali terjadi setelah didata petugas rata-rata korbannya warga dari luar Batam,” pungkas Ides.

Hal yang sama juga disampaikan Kasubbid Pembinaan Ketahanan Keluarga (BP3AKB) Kota Batam, Siti Okteberia,SKM,Msi, mengatakan sejak Perda Kependudukan di cabut semakin banyak kasus perdanganggan perempuan ditemukan. Untuk tahun 2014 data BP3AKB sudah menemukan 48 kasus perdaganggan perempuan. lanjutnya, rata-rata yang menjadi korban dari mafia perdaganggan manusia adalah warga pendatang yang datang ke Batam tanpa melapor ke Dinas terkait. “Setelah Perdaduk dicabut kita merasa kewalahan mendata warga yang masuk, rata-rata dari mereka (warga pendatang) melapor setelah ada kasus saja,” terangnya. Sedangkan untuk penanganan kasus kekerasan anak dan perdaganggan perempuan, Batam sudah memliki dua shelter yang dikelola oleh Dinas Sosial dan BP3AKB Kota Batam, Lanjut Sitti.

Diakhir Pertemuan, Suli berharap dari pertemuan ini bisa menjalin kerjasama membentuk Memorendum out Standing (MoU) antara kedua lembaga legislatif ini untuk memerangi mafia perdagangan Manusia. “Kami berharap setelah pertemuan ini akan ada bentuk kerjasama untuk melawan mafia human trafficking,” ucap Suli sambil memberi cinderamata kepada Anggota DPRD Kota Batam.(Humas Set DPRD Kota Batam)

Satu komentar pada “Komisi E DPRD Surabaya Membahas Human Trafficking Ke DPRD Batam

  1. Tapi kami ingin meminta petunjuk/ saran dalam mencari keponakan/anak kami yang hilang sejak hari senin tgl 18-05-2015.

    hari ini masuk hari ke 6.

    pelaporan ke pihak kepolisian telah dilakukan. penyebaran selebaran + foto di tempat ramai dan pelabuhan telah dilakukan. serta di medsos juga begitu.

    tetapi hasilnya masih nihil.

    anak/ponakan Nandry dibawa pergi oleh temanya yang berumur 15tahun (dalam gambar memakai baju warna putih).
    yang kami kuartirkan adalah terjadinya human trafficking.

    mohon bantuan bapak agar bisa cepat menemukan anak-anak kami.

    contact number : adi : 0852 6438 6606
    hasmarita : 0813 7211 6111

    terima kasih

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *