GEPENG DIPERSIMPANGAN JALAN KOTA BATAM

Untuk mengantisipasi semakin maraknya anak jalanan, anak punk, gelandangan dan pengemis di Kota Batam, maka  Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial dan Pemakaman Kota Batam melakukan Kegiatan Pengendalian dan Pengawasan PMKS dari tanggal 24 Januari 2012 s/d 28 Januari 2012 dititik rawan PMKS : Simpang Jam, Simpang Taman Kota Baloi, Simpang BNI Sei.Panas, Simpang Kabil, Simpang Harmoni, Simpang Bank Lippo, Simpang MC Donald

“Kebanyakan dari anak jalanan tersebut turun kejalanan sepengetahuan dari orang tua mereka, malah sebagian dari mereka sengaja dieksploitasi oleh orang tua mereka untuk mencari uang dijalanan.” kata Zuherni, SE (Kabid. YANREHSOS Dinas Sosial dan Pemakaman Kota Batam).

“Kali ini kita masih mengadakan pendekatan kepada orang tua mereka tentang eksploitasi anak, serta pendataan anak jalanan sehingga kedepannya mereka yang putus sekolah bisa kita berikan pelatihan keterampilan di Panti Rehabilitasi Nilam Suri, sedangkan bagi penderita cacat tubuh akan kita masukan dalam Jaminan Sosial Bagi Penyandang Cacat Berat dari Kementrian Sosial ( yang telah mendapatkan pelayanan ini sudah 21 orang )” lanjut Zuherni,SE.

“Diharapkan juga kepada agen koran untuk tidak mempekerjakan anak-anak dibawah umur sebagai loper mereka.”

LOPER KORAN CILIK

HIMBAUAN BATAM PEDULI

HIMBAUAN

MENYIKAPI  MUSIBAH BENCANA ALAM (GEMPA BUMI) DAN TSUNAMI DI PULAU MENTAWAI SUMATRA BARAT DAN GUNUNG MERAPI MELETUS DI JOGYAKARTA, DENGAN INI KAMI SAMPAIKAN HAL – HAL SEBAGAI BERIKUT :

  1. UNTUK DAPAT MEMBANTU MERINGANKAN BEBAN  PENDERITAAN SAUDARA-SAUDARA KITA YANG ADA DI MENTAWAI DAN YOGYAKARTA MAKA BERSAMA INI KAMI MENGAJAK  KEPADA SEMUA KOMPONEN MASYARAKAT DAN INSTANSI BAIK PEMERINTAH MAUPUN SWASTA  DI KOTA BATAM UNTUK DAPAT MENYALURKAN BANTUANNYA BERUPA UANG MAUPUN BARANG YANG DAPAT DIKUMPULKAN DI POSKO BENCANA UNTUK MENTAWAI DAN  YOGYAKARTA.
  2. PENYALURAN DANA BANTUAN BENCANA ALAM  UNTUK MENTAWAI DAN JOGYAKARTA DAPAT DI SETOR LANGSUNG KE REKENING BANK RIAU ATAS NAMA “BATAM PEDULI”  NOMOR : 106.20.00250. ATAU DI SETOR MELALUI POSKO  TINGKAT KOTA BATAM YANG BERADA DI DEPAN KANTOR WALIKOTA BATAM DI BATAM CENTRE.
  3. UNTUK MENGHINDARI DARI HAL-HAL YANG TIDAK DI INGINKAN DALAM PENGGALANGAN DANA/SUMBANGAN (DIKAWATIRKAN ADA PIHAK-PIHAK YANG MEMANFAATKAN KESEMPATAN MENCARI KEUNTUNGAN PRIBADI) MAKA SESUAI DENGAN AMANAT PERATURAN DAERAH NO. 6 TAHUN 2002 TENTANG KETERTIBAN SOSIAL, PENGGALANGAN DANA HARUS MENDAPATKAN REKOMENDASI DARI PEMERINTAH DAERAH KOTA BATAM DALAM HAL INI MELALUI DINAS SOSIAL DAN PEMAKAMAN KOTA BATAM.
  4. DIHARAPKAN KEPADA KELOMPOK MASYARAKAT YANG AKAN MELAKUKAN PENGUMPULAN SUMBANGAN UANG ATAU BARANG, HARUS KOORDINASI TERLEBIH DAHULU DENGAN POSKO INDUK  (KOTA BATAM)  YANG BERADA DI JL. ENGKU PUTRI NO. 01 BATAM CENTRE, HINDARI PENGUMPULAN UANG/BARANG BERADA DI JALAN-JALAN, JALUR HIJAU, TAMAN, DAN ANGKUTAN UMUM YANG MENGGANGGU KETERTIBAN UMUM (LALU  LINTAS) DAN HASILNYA DISETORKAN KE POSKO BATAM PEDULI.
  5. BAGI MASYARAKAT YANG INGIN MEMBERIKAN SUMBANGAN/BANTUAN DIHARAPKAN BERUPA UANG TUNAI SEHINGGA MEMPERMUDAH DALAM PENYALURANYA KE DAERAH BENCANA. ADAPUN PENGUMPULAN UANG/BARANG DAPAT DI ANTAR KE POSKO PEMERINTAH KOTA BATAM (DINAS SOSIAL DAN PEMAKAMAN)  DI BATAM CENTRE ATAU POSKO-POSKO RESMI LAINNYA.
  6. KEPADA CAMAT/LURAH YANG BERADA DI WILAYAH KOTA  BATAM AGAR DAPAT MENGKOORDINIR PENGUMPULAN UANG DAN BARANG DI WILAYAH MASING–MASING  SELANJUTNYA UANG DAN BARANG TERSEBUT DISETORKAN KE POSKO BANTUAN KEMANUSIAAN PEMERINTAH KOTA BATAM  ATAU DINAS SOSIAL DAN PEMAKAMAN KOTA BATAM.
  7. POSKO BATAM PEDULI UNTUK BENCANA MENTAWAI DAN GUNUNG MERAPI DI YOGYAKARTA DIBUKA DARI TANGGAL 01 NOVEMBER 2010 S/D 7 NOVEMBER 2010.
  8. Contact Person Kabid Bajamsos, Drs.NOR ARIFIN  0778 – 9156731 DAN KASI BANSOS PENANGGULANGAN BENCANA, BONGIS SIHOMBING 0812 704 9360

DEMIKIAN HIMBAUAN INI KAMI SAMPAIKAN, DENGAN HARAPAN MASYARAKAT DAPAT MELAKUKANNYA SESUAI DENGAN PERATURAN YANG BERLAKU, ATAS PERHATIANNYA DI UCAPKAN TERIMA KASIH.

BATAM, 01 NOVEMBER 2010

an.WALIKOTA BATAM

Sekretaris Daerah,

AGUSSAHIMAN,SH

NIP. 19601123 198503 1 009

PROFIL PKH

Gambaran Umum
Dalam rangka percepatan upaya penanggulangan kemiskinan, Pemerintah mulai tahun 2007 akan melaksanakan Program Keluarga Harapan (PKH). Program ini pada prinsipnya memberikan bantuan tunai kepada rumah tangga sangat miskin melalui persyaratan menyekolahkan anaknya untuk menuntaskan Wajib Belajar 9 tahun dan memeriksakan kesehatan serta pemberian makanan bergizi kepada anak-anak usia balita dan ibu hamil/menyusui. Untuk jangka pendek, bantuan ini diharapkan dapat mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin.  Sedangkan untuk jangka waktu yang lebih panjang, melalui peningkatan pendidikan serta perbaikan kondisi kesehatan dan gizi, dapat memutus rantai kemiskinan,.

Kemiskinan suatu keluarga sangat terkait dengan tingkat pendidikan, kesehatan, dan nutrisi. Pembangunan selama ini yang lebih ditujukan pada sisi supply atau pelayanan dasar kesehatan dan pendidikan belum memberikan dampak yang efektif terhadap peningkatan kualitas sumberdaya manusia, khususnya masyarakat miskin.  Rendahnya tingkat pendidikan sebuah rumah tangga miskin menyebabkan mereka tidak mampu memenuhi kebutuhan kesehatan dan pendidikan anak-anaknya. Keluarga ini pun tidak mampu menjaga kesehatan ibu mengandung sehingga mengakibatkan tingginya resiko kematian ibu saat melahirkan, dan buruknya kondisi kesehatan bayi yang dilahirkan. Anak-anak keluarga miskin juga banyak yang putus sekolah atau bahkan sama sekali tidak mengenyam bangku sekolah karena harus bekerja membantu mencari nafkah.  Tidak adanya intervensi kebijakan untuk perbaikan pendidikan, kesehatan dan nutrisi keluarga miskin akan mengakibatkan kualitas generasi penerus keluarga miskin selalu rendah dan akhirnya senantiasa terjerat pada lingkaran setan kemiskinan.

Melalui kebijakan yang mengupayakan terjadinya peningkatan pada sisi permintaan (demand) keluarga miskin terhadap layanan pendidikan, kesehatan dan gizi yang baik, PKH diharapkan akan berdampak pada perubahan pola pikir masyarakat miskin untuk memiliki generasi penerus yang lebih berkualitas dan mandiri.  Program ini juga diharapkan dapat mengurangi kasus pekerja anak dan mempercepat pencapaian Millennium Development Goals (MDGs).

Untuk tahun 2007, PKH akan dilaksanakan secara terbatas pada beberapa daerah percontohan (pilot) untuk menguji berbagai instrumen dan prosedur, termasuk penyempurnaan penentuan target rumah tangga miskin. Pemilihan daerah tersebut berdasar pada kesediaan daerah; indikator kemiskinan multi dimensi seperti jumlah dan persentase penduduk miskin, jumlah siswa SD ke SMP putus sekolah dan kasus gizi buruk; dan penilaian terhadap kesiapan sarana dan prasarana kesehatan dan pendidikan.

Tujuan

Program ini bertujuan untuk  meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak-anak balita serta meningkatkan pendidikan anak-anak usia sekolah hingga tamat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP).

Sasaran

Sasaran Program ini adalah ibu-ibu  pada usia subur, sedang hamil atau menyusui, anak-anak balita, serta anak-anak usia sekolah dasar dan menengah pertama, terutama mereka yang termasuk dalam kelompok rumah tangga miskin.

Indikator Keberhasilan

Untuk melihat tingkat keberhasilan terhadap pencapaian tujuan, indikator yang digunakan akan lebih terfokus yaitu:

Bidang Kesehatan:

  • Setiap ibu hamil diperiksa oleh bidan, minimal 4 kali pemeriksaan selama masa kehamilannya.
  • Setiap proses kelahiran ditangani oleh tenaga bidan atau dokter
  • Setiap ibu yang melahirkan mendapatkan perawatan nifas dan perawatan bayinya oleh bidan atau dokter, minimal 2 kali perawatan setelah proses kelahiran.
  • Setiap bayi usia 12 bulan ke bawah mendapatkan imunisasi standar secara lengkap
  • Setiap anak 6 sampai 59 bulan  mendapatkan Vitamin A, dua kali dalam setahun
  • Setiap anak balita ditimbang sebulan sekali secara rutin.

Bidang Pendidikan:

  • Setiap anak usia sekolah dasar (7 tahun ke atas) terdaftar sebagai siswa Sekolah Dasar (SD) dan tingkat kehadiran setiap siswa SD dalam mengikuti proses belajar mengajar, minimal 85%.
  • Setiap anak usia sekolah menengah pertama yang sudah lulus SD terdaftar sebagai siswa SLTP dan tingkat kehadiran setiap siswa SLTP dalam mengikuti proses belajar mengajar,   minimal 85%.

Nilai-nilai

Nilai-nilai yang menjadi landasan utama dalam pelaksanaan program ini meliputi: Kejujuran, Kesetaraan, Kerelawanan, Keadilan, dan Keuletan.

Sedangkan prinsip-prinsip yang dianut meliputi:

  • Keberpihakan kepada orang miskin
  • Keberpihakan kepada perempuan
  • Kepedulian kepada masa depan anak-anak
  • Transparansi
  • Akuntabilitas
  • Partisipasi
  • Desentralisasi

DISTRIBUSI BARANG BANTUAN KE KABUPATEN PADANG PARIAMAN

Padang, 10 Oktober 2009 barang bantuan Posko Batam Peduli Gempa Sumatera Barat di distribusikan ke Kabupaten Padang Pariaman melalui Satlak Kabupaten Padang Pariaman di Kantor Bupati Padang Pariaman dengan mengunakan tiga unit truk.

Rencana esok harinya tanggal 11 Oktober 2009 akan diserahkan langsung oleh Walikota Batam, Bpk. Drs.Ahmad Dahlan kepada Bupati Padang Pariaman.

Barang bantuan tersebut sampai digudang Kantor Bupati Padang Pariaman pukul 16.30 sore dan sebagian didistribusikan langsung ke Masyarakat.

BANTUAN GEMPA BUMI BATAM PEDULI SAMPAI DI BANDARA INTERNASIONAL MINANG KABAU

Gudang Persero Bandara Internasional Minang KabauPada tanggal 9 Oktober 2009 barang bantuan untuk korban gempa Padang yang dikumpulkan oleh masyarakat kotaBatam melalui “Posko Batam Peduli Gempa Sumatera Barat” di Jln. Engku Putri No.1 Batam Center, telah sampai di Bandara Internasional Minang Kabau berupa pakaian, sembako, peralatan medis dan kompor, diantar oleh Kabid. Bajamsos Dinas Sosial dan Permakaman Kota Batam, Bpk.Drs. Nor Arifin bersama seorang stafnya Riki Ruza.

Barang bantuan tersebut berjumlah 84 koli dan disimpan dikargo Bandara Internasional Minang Kabau.



Ubah ke tampilan mobile