Kementerian PU Kaji Rencana Pembangunan Kebun Raya Batam

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) saat ini tengah mengkaji rencana pembangunan Kebun Raya Batam sebagai bagian dari revitalisasi dan pengembangan kebun raya di Indonesia. Batam merupakan salah satu dari 21 kebun raya di Indonesia yang perlu didorong pengembangannya.

Hal tersebut diucapkan Menteri PU, Djoko Kirmanto saat meninjau lokasi Kebun Raya Batam, Kepulauan Riau, Rabu (27/3). Djoko Kirmanto menambahkan, pada prinsipnya Kementerian PU mendukung berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah Daerah untuk menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kawasan Perkotaan.

“Perkembangan Batam yang sangat pesat perlu juga diimbangi dengan penyediaan RTH minimal 30 persen sebagai lahan konservasi yang dilindungi. Tidak boleh semua lahan dijadikan kawasan budidaya,” tegasnya.

Kerja sama dalam pengembangan Kebun Raya di Indonesia telah lama dilakukan antara Kementerian PU dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sejak 2008, dan masing-masing mempunyai tugas serta kewenangan sendiri. LIPI merupakan instansi pembina dan penanggung jawab Kebun Raya sementara Kementerian PU merupakan instansi yang berwenang untuk membangun infrastruktur pendukungnya.

Sampai saat ini telah disusun 17 masterplan Kebun Raya dan beberapa sudah dibangun serta tersebar di seluruh Indonesia. Idealnya, Indonesia memiliki 45 kebun raya yang mewakili keanekaragaman hayati yang tersebar. Pengembangan kebun raya ke depan akan diarahkan untuk kota-kota yang memiliki status sebagai Pusat Kegiatan Nasional sebagaimana tertuang dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional.

Pemerintah Kota Batam sendiri sejak 2008 telah menyediakan lahan di Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa seluas ±86 hektar yang akan dikembangkan sebagai Kebun Raya bertema “Konservasi Tumbuhan Pulau-pulau Kecil di Indonesia”. Beberapa syarat seperti masterplan, Analisa Mengenai Dampak Lingkungan, MoU dengan LIPI sudah dipenuhi, namun masih diperlukan kelembagaan, infrastruktur dan komitmen untuk mewujudkannya.

“Kebun Raya Batam akan dibangun menggunakan dana APBN dari LIPI dan sengaja ditempatkan di sekitar resort untuk menunjang pariwisata. Rencananya, akan ada kereta gantung di lahan konservasi 86 ha itu,” ungkap Walikota Batam Ahmad Dahlan.

Kunjungan Menteri PU di Kebun Raya Batam juga didampingi oleh Wakil Kepala LIPI Djusman Sajuti, Dirjen Penataan Ruang M. Basuki Hadimuljono, Walikota Batam Ahmad Dahlan, Ketua Badan Pengusahaan Batam Mustofa Widjaja, Kepala Dinas Tata Kota Batam Gintoyono, Kepala Dinas KP2K Batam Suhartini dan berserta perwakilan dari instansi terkait.(taru)

Sumber : (http://www.pu.go.id/main/view/8374)

Serah Terima Naskah Perjanjian Kerjasama antara PUSLITBANGKIM Kementrian Pekerjaan Umum dengan Dinas Tata Kota Pemerintah Kota Batam

Bandung – Pada hari Selasa, tanggal 15 Mei 2012, Pusat Litbang Permukiman menyelenggarakan Kolokium dan Launching Teknologi Hasil Litbang Bidang Permukiman 2012 dalam rangka menyebarluaskan hasil litbang kepada para pemangku kepentingan penyelenggara infrastruktur PU dan Permukiman. Adapun tujuan yang ingin dicapai adalah meningkatnya apresiasi dan keberterimaan para pemangku kepentingan terhadap hasil litbang bidang permukiman.

Kepala Dinas Tata Kota Pemerintah Kota Batam hadir dalam acara Kolokium dan Launching Teknologi Hasil LITBANG Bidang Permukiman Tahun 2012 serta acara Penyerahan Serah Terima Naskah Perjanjian Kerjasama Tentang Penerapan Teknologi  Tepat Guna Hasil Penelitian dan Pengembangan Bidang Permukiman antara Pusat Penelitian dan pengembangan permukiman Badan Penelitian dan pengembangan Kementrian Pekerjaan Umum dengan Dinas Tata Kota Pemerintah Kota Batam, Selasa (15/5/2012).

Kolokium pada tahun ini mengambil tema “Meningkatkan Kemanfaatan Hasil Litbang Permukiman Dalam Rangka Mendukung Pelaksanaan Program Pro Rakyat”. Tema ini diambil untuk menegaskan kembali peran Puskim sebagai lembaga litbang di bawah Badan Litbang Kementerian Pekerjaan Umum untuk menghasilkan produk litbang yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat dan mendukung upaya-upaya peningkatan kualitas infrastruktur permukiman. Dari enam program pro rakyat yang sudah dirumuskan (Klaster IV), Puslitbang Permukiman dapat berperan mendukung pelaksanaan Program Rumah Sangat Murah, Program Air Bersih untuk Rakyat, Program Peningkatan Kehidupan Nelayan dan Program Peningkatan Kehidupan Masyarakat Pinggir Perkotaan, dalam bentuk hasil-hasil litbang terkait teknologi murah, bahan bangunan, pengolahan air minum, sanitasi dan penataan lingkungan.

Acara diawali dengan laporan penyelenggaran yang disampaikan oleh DR. Ir. Anita Firmanti, MT selaku Kepala Pusat Litbang Permukiman, kemudian sambutan kunci oleh Ir. Pangihutan Marpaung selaku Deputi Bidang Perumahan Formal mewakili Menteri Perumahan Rakyat. Selanjutnya sambutan pengarahan dan pembukaan oleh Ir. Budi Yuwono, Dipl. SE., selaku Dirjen Cipta Karya mewakili Menteri Pekerjaan Umum dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan dan serah terima naskah perjanjian kerjasama.

Adapun lingkup kegiatan dari acara Kolokium ini meliputi:

 Presentasi Hasil Litbang yang terdiri dari 7 lingkup bahasan, yaitu:

  1. Pengolahan Air Minum
  2. Pengolahan Sampah dan Pengolahan Air Limbah
  3. Sistem Penyediaan Rumah dan Penataan Kawasan
  4. Teknologi Bahan Bangunan Berbasis Limbah dan Kearifan Lokal
  5. Sistem Struktur Bangunan Tradisional
  6. Pengkajian Kenyamanan Termal dan Gerak
  7. Sistem Struktur dan Konstruksi Bangunan

Launching Teknologi Hasil Litbang Bidang Permukiman

Open House yang meliputi:

  1. Pameran Produk Kreatif Hasil Litbang
  2. Pelayanan Informasi Hasil Litbang

Hasil-hasil litbang yang di launching pada kolokium kali ini antara lain Biorotasi, Biotour, Meralis, Merotek yang merupakan hasil dari penelitian Elis Hastuti, ST, MSc, dan IPA Mobile yang merupakan hasil dari penelitian Dadang Sobana, ST, serta Tungku Sanira hasil dari penelitian Edi Supendi, BE.

Biorotasi adalah rangkaian unit pengolahan air limbah rumah tangga (non kakus) yang terdiri dari sistem biofilter dan taman sanita dengan resirkulasi, yang menghasilkan air olahan yang dapat digunakan kembali untuk kebutuhan umum gedung. Biotour adalah rangkaian teknologi pengolahan air limbah rumah tangga untuk menghasilkan kualitas air daur ulang yang dapat digunakan kebutuhan umum rumah tangga. Meralis adalah reaktor kompak yang terdiri dari rangkaian unit pengolahan air limbah dengan menggunakan sistem lumpur aktif dan filtrasi membran ultrafiltrasi – airlift system  untuk menghasilkan air yang dapat didaur ulang untuk kebutuhan umum gedung. Merotek adalah reaktor kompak yang terdiri rangkaian unit pengolahan air dengan sistem membran ultrafiltrasi – airlift system dan membran RO tekanan rendah, untuk menghasilkan air siap minum. IPA sistem mobile adalah saran untuk mengolah air baku menjadi air siap minum dengan sistem mobile.

Kolokium Puslitbang Permukiman dihadiri oleh ±350 peserta, terdiri dari:

  1. Akademisi dan asosiasi profesi di bidang tata ruang, tata bangunan, air minum dan penyehatan lingkungan permukiman.
  2. Praktisi penyelenggara infrastruktur permukiman yang meliputi Instansi pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta dan masyarakat.

Dokumentasi penyerahan Naskah Perjanjian Kerjasama Tentang Penerapan Teknologi  Tepat Guna Hasil Penelitian dan Pengembangan Bidang Permukiman antara Pusat Penelitian dan pengembangan permukiman Badan Penelitian dan pengembangan Kementrian Pekerjaan Umum dengan Dinas Tata Kota Pemerintah Kota Batam.

Serah Terima Naskah Perjanjian Kerjasama Antara Kepala Pusat Litbang Permukiman Kementrian PU Dr.Ir Anita Firmanti, MT Dengan Kepala Dinas Tata Kota Kota Batam Gintoyono,BE,SE,MM

Foto bersama dengan Peserta penerima Serah Terima Naskah Perjanjian Kerjasama Dengan Pusat Litbang Permukiman Kementrian PU

Sumber : http://puskim.pu.go.id/berita/kolokium-dan-launching-teknologi-hasil-litbang-bidang-permukiman-2012

Kota Batam Raih Penghargaan Adiupaya Puritama Tahun 2009

DSC03053

Dalam rangka lebih meningkatkan perhatian dan kinerja Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kota dalam penyelenggaraan pengembangan perumahan dan permukiman di daerahnya, dan sehubungan dengan peringatan Hari Perumahan Nasional (Hapernas) 2009 yang menjadi bagian dari peringatan Hari Habitat Dunia Tahun 2009, Kementerian Negara Perumahan Rakyat bersama dengan Departemen Dalam Negeri, menyelenggarakan penganugerahan Penghargaan Adiupaya Puritama Tahun 2009 kepada Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kota.

Selengkapnya…