PEMBANGUNAN DAN REHABILITASI JALAN LINGKUNGAN BANTU TINGKATKAN KENYAMANAN DISTRIBUSI LALU LINTAS BARANG DAN MASYARAKAT

Pemerintah Kota Batam menyadari pentingnya mewujudkan suatu kawasan permukiman yang layak huni, karena dapat mendorong kehidupan masyarakat menjadi lebih sehat secara jasmani dan rohani. Upaya tersebut pada akhirnya diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumberdaya manusia Batam.

Pembangunan sarana dan sarana dasar permukiman merupakan salah satu langkah yang dilakukan Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Tata Kota untuk mewujudkan kawasan permukiman layak huni. Salah satu yang dibangun adalah infrastruktur jalan lingkungan yang bertujuan mendukung distribusi lalu lintas barang maupun manusia di lingkungan permukiman Kota Batam. Jalan lingkungan juga berfungsi membentuk struktur ruang wilayah di Kota Batam.

Pada lingkup permukiman, jalan lingkungan yang dibangun Dinas Tata Kota direncanakan dan dibangun dengan lebar 2-5 meter. Jalan dibangun dengan lapis perkerasan berupa rabat beton atau pavingisasi.

Salah satu pembangunan jalan lingkungan yang dilakukan oleh Dinas Tata Kota Tahun 2014 adalah pembangunan jalan semen atau paving di Kelurahan Sadai 4, Kecamatan Bengkong. Kegiatan itu telah mengubah jalan di permukiman sepanjang 280 m´ yang dulunya tanah dan berdebu, kini menjadi jalan yang dilapisi semen. Dengan perkerasan itu, masyarakat akan lebih nyaman dan merasa terfasilitasi dengan memadai saat berkegiatan melalui jalan itu ketimbang saat jalan itu masih berupa tanah berbatu. Pekerjaan Semenisasi Jalan ini dilaksanakan berdasarkan usulan masyarakat melalui forum Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang).

 

sadai4_0

Pekerjaan sebelum dilaksanakan (0%)

 

sadai4_100

Pekerjaan sesudah dilaksanakan (100%)

 

Pekerjaan yang sama juga dilakukan di Perum Lucky Estate Kelurahan Baloi Permai, Kecamatan Lubuk Baja. Kegiatan itu telah mengubah wajah permukiman tersebut karena jalan tanah yang berbatu dan kerap becek saat hujan sepanjang 260 m´ tersebut, kini rapi dan keras. Kondisi ini menambah estetika dan meningkatkan sanitasi lingkungan.

 

le0

Pekerjaan sebelum dilaksanakan (0%)

 

le100

Pekerjaan sesudah dilaksanakan (100%)

 

Hal itu mengacu pada Rencana Strategis (Renstra) Dinas Tata Kota Kota Batam  tahun 2011-2016 yang berisi gambaran sasaran atau kondisi hasil yang akan dicapai dalam waktu lima tahun. Didalamnya juga terdapat strategi dan arah kebijakan untuk mencapai sasaran dan tujuan sesuai dengan tugas, fungsi dan peran yang penanggung jawabnya diamanahkan kepada Dinas Tata Kota Kota Batam.

Pembangunan maupun rehabilitasi jalan permukiman memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Batam. Kondisi jalan yang baik dapat mendukung aksesibilitas pada kawasan perumahan tersebut. Ini dapat meningkatkan fasilitas lingkungan dan kegiatan masyarakat. Pada akhirnya kegiatan ini akan berpengaruh pada perkembangan fisik kawasan permukiman.

Secara umum,sebagian besar perumahan di Batam kurang memiliki prasarana jalan yang memadai. Hal tersebut yang mendorong Dinas Tata Kota merasa sangat perlu membangun jalan lingkungan untuk menunjang pengembangan kawasan menjadi lebih baik.

Sumber : Tim Dinas Tata Kota Kota Batam

Kementerian PU Kaji Rencana Pembangunan Kebun Raya Batam

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) saat ini tengah mengkaji rencana pembangunan Kebun Raya Batam sebagai bagian dari revitalisasi dan pengembangan kebun raya di Indonesia. Batam merupakan salah satu dari 21 kebun raya di Indonesia yang perlu didorong pengembangannya.

Hal tersebut diucapkan Menteri PU, Djoko Kirmanto saat meninjau lokasi Kebun Raya Batam, Kepulauan Riau, Rabu (27/3). Djoko Kirmanto menambahkan, pada prinsipnya Kementerian PU mendukung berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah Daerah untuk menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kawasan Perkotaan.

“Perkembangan Batam yang sangat pesat perlu juga diimbangi dengan penyediaan RTH minimal 30 persen sebagai lahan konservasi yang dilindungi. Tidak boleh semua lahan dijadikan kawasan budidaya,” tegasnya.

Kerja sama dalam pengembangan Kebun Raya di Indonesia telah lama dilakukan antara Kementerian PU dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sejak 2008, dan masing-masing mempunyai tugas serta kewenangan sendiri. LIPI merupakan instansi pembina dan penanggung jawab Kebun Raya sementara Kementerian PU merupakan instansi yang berwenang untuk membangun infrastruktur pendukungnya.

Sampai saat ini telah disusun 17 masterplan Kebun Raya dan beberapa sudah dibangun serta tersebar di seluruh Indonesia. Idealnya, Indonesia memiliki 45 kebun raya yang mewakili keanekaragaman hayati yang tersebar. Pengembangan kebun raya ke depan akan diarahkan untuk kota-kota yang memiliki status sebagai Pusat Kegiatan Nasional sebagaimana tertuang dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional.

Pemerintah Kota Batam sendiri sejak 2008 telah menyediakan lahan di Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa seluas ±86 hektar yang akan dikembangkan sebagai Kebun Raya bertema “Konservasi Tumbuhan Pulau-pulau Kecil di Indonesia”. Beberapa syarat seperti masterplan, Analisa Mengenai Dampak Lingkungan, MoU dengan LIPI sudah dipenuhi, namun masih diperlukan kelembagaan, infrastruktur dan komitmen untuk mewujudkannya.

“Kebun Raya Batam akan dibangun menggunakan dana APBN dari LIPI dan sengaja ditempatkan di sekitar resort untuk menunjang pariwisata. Rencananya, akan ada kereta gantung di lahan konservasi 86 ha itu,” ungkap Walikota Batam Ahmad Dahlan.

Kunjungan Menteri PU di Kebun Raya Batam juga didampingi oleh Wakil Kepala LIPI Djusman Sajuti, Dirjen Penataan Ruang M. Basuki Hadimuljono, Walikota Batam Ahmad Dahlan, Ketua Badan Pengusahaan Batam Mustofa Widjaja, Kepala Dinas Tata Kota Batam Gintoyono, Kepala Dinas KP2K Batam Suhartini dan berserta perwakilan dari instansi terkait.(taru)

Sumber : (http://www.pu.go.id/main/view/8374)



Ubah ke tampilan mobile